NovelToon NovelToon
Aku Anak Yang Kau Jual

Aku Anak Yang Kau Jual

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Crazy Rich/Konglomerat / Aliansi Pernikahan / Balas Dendam
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rmauli

Bagaimana rasa nya tak mendapatkan kasih sayang dari orangtua sedari kecil, selalu di bedakan dengan saudari kembar nya yang gemilang namun pada akhir nya ia di paksa menikah sebagai penebusan hutang keluarga nya. Hal menyakitkan itulah yang di rasakan oleh Aira.

×××××××

"Jaminan? Ayah menjualku? Ayah menjual anak kandung Ayah sendiri hanya untuk menutupi hutang-hutang konyol itu?"

"Jangan sebut itu menjual!" teriak Ratna, berdiri dari kursinya.

"Ini adalah pengorbanan! Kau seharusnya bersyukur. Aristhide itu kaya raya, tampan, dan berkuasa. Banyak wanita di luar sana yang rela merangkak hanya untuk mendapatkan perhatiannya. Kau hanya perlu tinggal di sana, melayaninya, dan memastikan dia puas dengan kesepakatan ini."

Penasaran bagaimana perjalanan Aira, baca di sini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rmauli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelarian di Kota Terlarang

Air Mediterania yang asin dan dingin seolah mencoba menyedot sisa-sisa napas Aira saat Aristhide menariknya menuju lambung kapal nelayan kayu yang bergoyang hebat. Di atas tebing, Vila Amalfi telah berubah menjadi obor raksasa yang menerangi langit malam. Aira menatap kobaran api itu dengan hati yang hancur; di sana, kedua orang tuanya berdiri menghadapi maut demi memberinya kesempatan hidup.

"Jangan menoleh, Aira! Tetap fokus padaku!" teriak Aristhide di tengah deru ombak. Ia mengangkat tubuh Aira ke atas dek kapal, di mana seorang pria tua berpakaian nelayan segera menutupi mereka dengan jaring-jaring amis untuk menyembunyikan tanda panas tubuh dari pantauan satelit.

Kapal itu melaju lambat, menjauh dari pantai Italia yang kini dipenuhi sirene polisi dan agen-agen Klan Long. Namun, di bawah permukaan air, drone bawah laut dengan cahaya hijau neon tetap setia mengikuti, seperti hiu robot yang menunggu saat yang tepat untuk meledak.

"Aris... Ayah dan Ibu..." suara Aira parau, tubuhnya menggigil hebat.

Aristhide memeluknya erat, menyelimutinya dengan kain wol kasar. "Adipati dan Sofia adalah penyintas sejati. Jika ada orang yang bisa keluar dari api itu hidup-hidup, itu adalah mereka. Tapi sekarang, kita harus menghilang. Kita tidak bisa bersembunyi di Eropa lagi."

"Lalu ke mana?"

"Ke tempat di mana Sang Naga merasa paling aman," Aristhide menatap lurus ke depan. "Kita pergi ke Hong Kong. Kita akan masuk ke jantung kekuatan Klan Long."

Dua minggu kemudian, suasana berganti drastis. Bukan lagi aroma lemon Italia, melainkan aroma dimsum, asap kendaraan, dan dupa yang memenuhi udara lembap Hong Kong. Aira dan Aristhide kini berada di sebuah apartemen kumuh di kawasan Kowloon, tempat di mana kepadatan penduduk membuat identitas siapa pun mudah terkubur.

Aira duduk di kursi kayu tua, memandangi perutnya yang semakin besar. Gerakan bayi di dalamnya kini terasa lebih kuat, seolah anak itu pun tahu bahwa mereka sedang berada di medan perang. Aristhide masuk membawa sebuah koper perak yang ia dapatkan dari pasar gelap di Mong Kok.

"Ini adalah identitas baru kita," ujar Aristhide. "Kau adalah dokter dari daratan Tiongkok yang sedang hamil, dan aku adalah suamimu yang bekerja di sektor logistik. Kita harus tetap berada di zona 'abu-abu' ini sampai kita menemukan cara untuk menghubungi faksi pemberontak di dalam Klan Long."

"Bagaimana kau tahu ada pemberontak?" tanya Aira.

"Pesan terakhir Sofia yang disisipkan di saku mantelku saat di vila," Aristhide mengeluarkan secarik kertas kecil yang sudah agak luntur. Di sana tertulis koordinat sebuah kuil kuno di Lantau Island dan satu nama: Madam Sun.

Namun, Hong Kong bukan lagi kota yang ramah. Di setiap sudut jalan, kamera pengawas dengan teknologi pengenal wajah tingkat tinggi milik Klan Long terus memindai. Klan Long, di bawah kepemimpinan The Dragon Lord, telah mengubah kota ini menjadi jaring laba-laba digital.

Malam itu, saat mereka mencoba menuju Lantau Island dengan kapal feri kecil, Aira merasakan sakit yang luar biasa di perut bawahnya. Kontraksi palsu, atau mungkin tanda bahwa bayinya mulai tertekan oleh stres pelarian ini.

"Aris... aku tidak bisa berjalan lebih jauh," bisik Aira, wajahnya pucat pasi di bawah lampu neon jalanan.

Tepat saat itu, sekelompok pria bersetelan gelap dengan tato naga kecil di leher mereka muncul dari balik gang. Mereka tidak membawa senjata api, melainkan tongkat pendek beraliran listrik.

"Penari Naga," desis Aristhide. Ia segera memasang posisi pelindung di depan Aira.

"Nona Aira," salah satu dari mereka bicara dalam bahasa Mandarin yang kaku. "Tuan Besar sudah menunggu di kediaman puncak. Jangan mempersulit kami."

Pertarungan pecah di gang sempit yang basah. Aristhide bertarung dengan brutal, menggunakan segala sesuatu yang ada di sekitarnya—tong sampah, pipa besi, hingga pecahan botol. Namun, jumlah mereka terlalu banyak. Saat salah satu Penari Naga hampir menyentuh Aira, sebuah ledakan asap kecil menutupi pandangan mereka.

Dari balik asap, muncul seorang wanita tua dengan rambut disanggul rapi dan tongkat kayu berkepala naga perak. Itu adalah Madam Sun.

"Cukup!" suara wanita itu berwibawa. Dengan gerakan cepat yang tidak sesuai dengan usianya, ia memukulkan tongkatnya ke tanah, memancarkan gelombang ultrasonik yang membuat para pengepung itu jatuh kesakitan sambil memegangi telinga mereka.

"Ikuti aku, jika kalian ingin bayi itu lahir dengan selamat," perintah Madam Sun.

Mereka dibawa melalui lorong-lorong bawah tanah yang terhubung dengan sistem selokan kuno era kolonial Inggris, hingga akhirnya sampai di sebuah ruang bawah tanah yang luas namun sangat tradisional. Dindingnya dipenuhi rak-rak obat herbal dan gulungan naskah kuno.

"Sofia adalah muridku tiga puluh tahun lalu," ujar Madam Sun sambil memberikan ramuan teh hangat pada Aira. "Dia tahu bahwa satu-satunya cara mengalahkan Naga adalah dengan memotong suplai napasnya. Dan napas Naga ada di dalam rahimmu, Aira."

Madam Sun menatap perut Aira dengan pandangan tajam. "Anak ini bukan hanya pembawa data biometrik. Dia adalah pemegang kunci mutasi genetik yang dicuri kakekmu dari laboratorium terlarang Klan Long. Jika dia lahir di wilayah kekuasaan mereka, mereka akan mengambil darahnya hingga tetes terakhir untuk menciptakan serum keabadian bagi Sang Naga."

Aira gemetar. "Serum keabadian? Ini terdengar gila!"

"Klan Long telah terobsesi dengan panjang umur selama ribuan tahun, Aira," Aristhide menyahut, ia mulai mengerti gambaran besarnya. "Uang, saham, dan kekuasaan hanyalah alat. Tujuan akhirnya adalah waktu. Dan anak kita... adalah 'baterai' yang mereka butuhkan."

Tiba-tiba, suara getaran hebat mengguncang ruang bawah tanah itu. Monitor di dinding yang memantau permukaan menampilkan gambar yang mengerikan. Ratusan drone berbentuk naga terbang di atas langit Kowloon, menembakkan sinar laser merah yang memindai setiap bangunan.

"Mereka menggunakan pemindai DNA tingkat tinggi," Madam Sun berdiri. "Tempat ini tidak akan bertahan lama. Kita harus menuju Kota Terlarang yang sebenarnya—fasilitas rahasia di bawah Victoria Peak di mana ibumu, Sofia, mungkin masih ditahan."

"Ibu ditahan di sini?" tanya Aira dengan secercah harapan.

"Dia tertangkap di Italia dua minggu lalu. Dia sengaja menyerahkan diri agar kau bisa melarikan diri ke sini, ke arahku," Madam Sun menatap Aira dalam-dalam. "Dia menunggumu di pusat jantung Naga. Kau harus memilih, Aira: terus berlari atau masuk ke dalam perut Naga untuk mencabut jantungnya."

Aira berdiri, meski tubuhnya masih lemah. Ia menatap Aristhide yang menggenggam tangannya erat. Keberanian yang dulu ia temukan di rumah keluarga Bramantyo kini kembali, namun ribuan kali lebih kuat.

"Kita masuk," ujar Aira. "Kita akhiri ini di tempat semuanya bermula."

Namun, di atas mereka, di puncak menara tertinggi Hong Kong, The Dragon Lord sedang menatap layar yang menampilkan detak jantung bayi Aira. Ia tersenyum, menyesap tehnya perlahan.

"Selamat datang di rumah, cicitku," bisiknya. "Makan malam sudah siap."

Apakah Aira akan berhasil menyelamatkan Sofia dari penjara bawah tanah? Dan pengkhianatan apalagi yang menanti mereka di dalam organisasi Klan Long yang sangat rapi?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!