Tiga tahun lalu, Caliandra Adiyaksa memilih pergi.
Bukan karena ia tak lagi mencintai Arka Wiryamanta,
tapi karena cinta mereka berdiri di atas luka dan darah masa lalu.
Kini ia kembali, bukan sebagai gadis yang rapuh.
Ia hadir sebagai wanita mandiri dengan kerajaan bisnisnya sendiri.
Arka mengira waktu akan menghapus namanya.
Nyatanya, tidak ada satu hari pun ia berhenti mencintainya.
Ketika takdir mempertemukan mereka kembali dalam dunia bisnis,
gengsi, dendam lama, dan seorang pria bernama Kenzy Maheswara
berdiri di antara mereka.
Arka hanya tahu satu hal,
dari semua perempuan yang datang dan pergi,
hanya satu yang mampu mengacaukan hatinya.
Still you.
Tapi kali ini…
apakah Caliandra masih memilihnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustin Hariyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Rasa yang Tak Pernah Pergi
Tiga tahun berlalu.
Waktu tidak menghapus luka.
Namun ia mengajarkan cara hidup bersamanya.
Di sebuah kota kecil yang jauh dari hiruk pikuk Jakarta, sebuah butik sederhana berdiri anggun di sudut jalan.
CALIANDRA BOUTIQ.
Bukan sekadar nama toko.
Tapi identitas yang ia perjuangkan kembali.
Di balik kaca sebuah butik, seorang perempuan berdiri memeriksa desain gaun terbaru.
Rambutnya tergerai lembut.
Tatapannya tenang.
Gerakannya anggun.
Caliandra Adiyaksa.
Bukan lagi gadis rapuh yang terjebak dalam dendam orang lain.
Ia membangun semuanya dari nol.
Usaha kecil yang ia mulai dari beberapa desaign hasil tangan indahnya, berkembang menjadi brand lokal yang diperhitungkan.
Ia dikenal karena desaignnya yang elegan namun sederhana.
Seperti dirinya.
Lembut.
Namun kuat.
Karyawan-karyawannya menghormatinya.
Bukan karena ia galak.
Tapi karena ia memimpin dengan hati.
Ia tidak pernah lagi menyebut nama Wiryamanta.
Tidak pernah membicarakan Surya.
Dan tidak pernah mencari kabar tentang Arka.
Namun bukan berarti ia lupa.
Ada bagian di hatinya yang tetap kosong.
Ruang kecil yang hanya pernah terisi oleh satu nama.
Arka Wiryamanta!!!
Sementara Itu…
Di Jakarta, gedung Wiryamanta Group semakin menjulang tinggi.
Bisnis berkembang pesat.
Namun kehidupan pribadi pewaris tunggalnya… stagnan.
Arka Wiryamanta kini semakin matang.
Sorot matanya lebih tegas.
Aura kepemimpinannya kuat.
Namun satu hal tidak berubah.
Ia tetap sendiri.
Bukan karena tidak ada yang mendekat.
Justru terlalu banyak.
Wanita-wanita datang dengan senyum dan ambisi.
Tapi tidak ada yang mampu menembus ruang yang sudah terisi penuh oleh bayangan seorang gadis.
Arka sungguh benar-benar menutup hatinya untuk Wanita manapun.
Ia hanya tidak pernah membuka pintunya lagi.
Karena kuncinya… dibawa pergi Tiga tahun yang lalu.
Malam yang menggantung…
Doni…sahabat sekaligus tangan kanan arka yang selalu setia berada di sampingnya,
Ia selalu menemani arka kemana pun arka pergi.
“Lo mau sampai kapan sih kayak gini bre…?” Tanyanya
Arka tersenyum tipis.
“Sampai hati gue berhenti nyebut namanya.”
“Dan itu kapan?”
“Lo..yakin dia masih sendiri? Dan lo yakin masih ada lo di hatinya?”
Arka menatap jendela kantornya.
Mengingat seorang perempuan yang pergi tanpa menoleh.
“Entah. Tapi gue tahu satu hal.”
“Apa?”
“Cuma dia yang pernah bikin gue takut kehilangan.”
Dan bagi Arka, itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa cintanya bukan sekadar fase.
“ Yaelah….Bujang…!!!celetuk Doni.
Arka melempar bantal sofa ke muka Doni.
Yaa...setelah Caliandra pergi...hanya Doni ya menemani tawa semunya
Di kota kecil itu,
Caliandra menerima email undangan.
Sebuah pameran fashion nasional di Jakarta.
Brand-brand besar akan hadir.
Termasuk sponsor utama acara tersebut :
Wiryamanta Group.
Nama itu membuat tangannya berhenti bergerak.
Tiga tahun.
Ia sudah cukup kuat… bukan?
Ia menutup mata sejenak.
Mengatur napas.
Masa lalu tidak bisa terus menjadi bayangan yang menahannya.
Ia bukan lagi korban.
Ia….Caliandra Adiyaksa.
Dan ia berdiri karena kemampuannya sendiri.
Perlahan, ia mengetik balasan.
Saya menerima undangan tersebut.
Di dalam ruangannya….
Arka menerima daftar brand yang akan tampil di acara itu.
Matanya berhenti pada satu nama.
CALIANDRA BOUTIQ.
Dadanya terasa sesak, raut wajahnya penasaran.
Mungkinkah…?
Tangannya bergetar tipis saat membuka profil brand itu.
Dan di sana.
Foto seorang perempuan.
Lebih dewasa.
Lebih kuat.
Namun mata itu…
Ia tidak mungkin lupa.
Caliandra Adiyaksa.
Hati Arka tersenyum untuk pertama kalinya dalam waktu lama.
Takdir tidak pernah benar-benar tidur.
Tiga tahun memisahkan mereka.
Namun cinta yang belum selesai… selalu menemukan jalannya kembali.
😭😭😭