NovelToon NovelToon
The Silent Muse: Gilded Chains

The Silent Muse: Gilded Chains

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Duniahiburan / Romansa Fantasi / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Model
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Di dunia yang penuh dengan kilatan kamera, Alice Vane adalah satu-satunya hal yang nyata bagi Julian Reed. Namun, bagi Julian, mencintai Alice berarti harus mengawasinya dari kejauhan—sambil membenci setiap pria yang berani bernapas di dekatnya.
Alice adalah magnet. Dari penyanyi manis Sean Miller hingga rapper tangguh D-Rock, semua menginginkannya. Alice tidak pernah sadar bahwa setiap tawa yang ia bagikan dengan pria lain akan dibalas oleh Julian dengan lirik lagu yang menghujatnya di radio keesokan harinya.
Saat Julian mulai menggunakan diva pop Ellena Breeze untuk memancing cemburu Alice, permainan pun berubah. Di antara lagu sindiran, rumor palsu, dan kepemilikan yang menyesakkan, Alice harus bertanya pada dirinya sendiri: Apakah ia benar-benar pelabuhan bagi Julian, atau hanya sekadar inspirasi yang ingin dipenjara dalam sangkar emas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. The Puppet Master

Suasana di dalam kantor pusat agensi Empire Records terasa sedingin es. Julian duduk di kursi kulit besar, berhadapan dengan Mark, manajer seniornya yang telah membentuk kariernya sejak usia 16 tahun. Di atas meja, sebuah tablet menampilkan grafik saham agensi yang terus merosot akibat skandal "penculikan" Alice dan berita sakitnya Ellena.

​"Kau sudah gila, Julian," Mark memulai, suaranya rendah namun penuh ancaman. "Kau mengabaikan kontrak, kau menghilang dari radar, dan kau menyeret gadis model itu ke dalam lubang maut. Apa kau tahu apa yang sedang terjadi di luar sana?"

​Julian menyandarkan punggungnya, menatap Mark dengan mata merah yang sangat lelah. "Aku hanya ingin mengakhiri kebohongan ini, Mark. Ellena tidak sakit. Dia sedang berakting."

​Mark tertawa sinis, ia melemparkan sebuah map cokelat tua ke hadapan Julian. "Kau pikir ini hanya soal akting? Kau pikir kau bisa bebas hanya dengan membayar denda kontrak? Buka matamu, Julian!"

​Julian membuka map itu. Isinya adalah foto-foto lama dirinya saat berusia belasan tahun, sedang berada di sebuah pesta privat dengan orang-orang paling berkuasa di industri ini—pihak elit yang mengatur siapa yang boleh sukses dan siapa yang harus hancur.

​"Kau ingat bagaimana kau bisa mendapatkan panggung pertamamu di Grammy? Kau ingat siapa yang membungkam kasus perkelahianmu di awal karier?" Mark mencondongkan tubuhnya, menatap Julian dengan tajam. "Pihak elit yang mendukungmu saat itu tidak suka dengan kekacauan ini. Mereka ingin kau tetap menjadi 'Golden Boy' bersama Ellena. Jika kau berani mengumumkan putus atau mempublikasikan hubunganmu dengan Alice Vane, foto-foto ini—dan apa yang terjadi malam itu—akan sampai ke tangan hukum. Karirmu berakhir, dan kau akan berakhir di penjara."

​Julian merasa dunianya runtuh. Ia merasa seperti boneka yang talinya ditarik terlalu kencang hingga ia tidak bisa bernapas.

​"Pergi ke rumah sakit sekarang," perintah Mark tanpa bantahan. "Temui Ellena. Pegang tangannya di depan media. Katakan pada dunia bahwa kau mencintainya dan semua yang terjadi dengan Alice hanyalah kesalahpahaman. Tebus kesalahanmu, atau kau akan kehilangan segalanya."

​Dengan langkah kaki yang terasa berat seperti timah, Julian tiba di rumah sakit. Paparazzi sudah berjejer di koridor VIP. Julian menarik napas panjang, mengenakan topeng "Julian Reed sang Megabintang" yang paling sempurna.

​Ia masuk ke kamar rawat Ellena. Begitu pintu tertutup dan hanya ada mereka berdua, suasana berubah drastis. Ellena, yang di foto terlihat lemah, kini sedang duduk di ranjang sambil menikmati segelas jus jeruk segar dan mengutak-atik tabletnya.

​"Ah, pahlawanku sudah datang," sapa Ellena dengan senyum kemenangan yang sangat memuakkan.

​Julian mengepalkan tangannya di samping tubuh. "Kau menang, Ellena. Agensi sudah menekanku dengan masa lalu itu."

​Ellena meletakkan gelasnya, menatap Julian dengan tatapan meremehkan. "Kau tahu, Julian... aku tidak suka berbagi milikku. Dan kau adalah milikku. Kau lihat bagaimana dunia menghujat Alice sekarang? Dia dicap wanita murahan. Karirnya akan hancur dalam hitungan hari. Dan itu semua salahmu."

​"Jangan sentuh dia lagi, Ellena. Aku akan melakukan apa pun, tapi jangan biarkan agensi menyentuh karier Alice," desis Julian.

​"Tergantung pada aktingmu hari ini," Ellena membenahi letak selimutnya, lalu mengubah raut wajahnya menjadi sangat pucat dan lemah dalam sekejap. "Sekarang, panggil suster dan beri tahu media bahwa aku baru saja melewati masa kritis di pelukanmu."

​Satu jam kemudian, sebuah foto dirilis ke publik. Julian sedang duduk di samping ranjang Ellena, mencium tangan wanita itu dengan tatapan yang terlihat sangat sedih (padahal itu adalah tatapan keputusasaan).

​Dunia pun kembali berpihak pada mereka.

@JelenaForever: "Lihat! Julian menyesali perbuatannya! Dia mencintai Ellena! Alice Vane benar-benar hanya gangguan sesaat."

@NewsDaily: "Julian Reed kembali ke pelukan Ellena Breeze. Skandal dengan Alice Vane dikonfirmasi hanya sebagai kesalahpahaman saat Julian sedang dalam kondisi mental yang tidak stabil."

​Di rumahnya, Alice melihat foto itu. Ia sedang duduk di pelukan Sean saat ponselnya bergetar menampilkan berita tersebut. Hati Alice yang tadinya sudah mulai sedikit melunak karena ciuman di pondok itu, kini benar-benar membeku menjadi es.

​"Dia kembali padanya, Sean..." bisik Alice, suaranya terdengar sangat datar, seolah nyawanya sudah tidak ada lagi.

​Sean mempererat pelukannya, menatap layar ponsel Alice dengan rasa puas yang tersembunyi. "Sudah kubilang, Al. Dia tidak akan pernah memilihmu. Baginya, karier dan Ellena adalah segalanya. Kau hanya selingan baginya."

​Alice mematikan ponselnya. Ia tidak menangis kali ini. Rasa sakitnya sudah melampaui batas air mata. "Sean, bisakah kau membawaku pergi dari sini? Aku tidak ingin berada di negara yang sama dengan mereka."

​"Tentu, Sayang. Kita akan pergi ke manapun kau mau," jawab Sean lembut.

​Malam itu, saat Julian sedang terjepit dalam sandiwara di rumah sakit, Alice memutuskan untuk menutup hatinya rapat-rapat. Baginya, Julian Reed bukan lagi matahari, melainkan lubang hitam yang menghisap seluruh kebahagiaannya.

1
Ariska Kamisa
/Coffee//Coffee//Coffee/
umie chaby_ba
Ellena kepedean amat sih lo/Panic/
umie chaby_ba
Perkara gelang geh Jule Jule ..
cemburu bilang /CoolGuy/
umie chaby_ba
Julian nih... ngeselin ! /Speechless/
umie chaby_ba
Mulai merambah ke internasional nih ceritanya.../Doubt//Doubt//Doubt/
umie chaby_ba
wow internasional latarnya nih...
markicob baca...
se inter apa ya thor... /Tongue/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!