Kenji Arashi terbangun di dunia One Piece setelah kematian yang tak masuk akal.
Tanpa sistem, tanpa takdir istimewa, ia justru mendapatkan Buah Iblis Web Web no Mi—kekuatan jaring laba-laba yang memberinya refleks, insting, dan mobilitas layaknya Spiderman.
Di lautan penuh monster, bajak laut, dan pemerintah dunia, Kenji memilih jalan berbahaya: bergabung sebagai kru resmi Topi Jerami, bertarung di garis depan, dan tumbuh bersama Luffy dari awal hingga akhir perjalanan.
Di antara jaring, Haki, dan takdir laut, satu hal pasti—
legenda baru saja di mulai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23: Pertarungan di Restoran
"USOPP! KE KIRI!" teriakku sambil menembakkan jaring ke arah lantai yang retak.
Miss Merry Christmas muncul dari bawah tanah dengan kecepatan tinggi, rahangnya yang tajam terbuka lebar siap menggigit Usopp!
Tapi Usopp sudah siap—dia menembakkan ketapelnya!
"Tamago Boshi!" (Bintang Telur!)
Peluru berbentuk telur menghantam wajah Miss Merry Christmas!
SPLAT!
Telur pecah dan menutupi wajahnya dengan kuning telur yang lengket!
"GYAAAA! MATAKU!" Miss Merry Christmas berteriak sambil mengusap wajahnya.
"Bagus, Usopp!" teriakku sambil menembakkan jaring ke tubuh Miss Merry Christmas yang sedang terdistraksi.
Jaring ku melilit tubuhnya, mengikatnya dengan erat!
"Gotcha!" gumamku sambil menarik jaring, mencoba menahannya agar tidak bisa menyelam ke tanah lagi.
Tapi Miss Merry Christmas lebih kuat dari yang kukira. Dengan kekuatan brutal, dia menarik balik jaringku, menyeretku ke arahnya!
"Kenji!" Usopp berteriak panik.
Aku menancapkan kaki ku di lantai, mencoba menahan tarikan. Tapi lantai kayu retak dan aku tetap terseret!
"Sial! Dia terlalu kuat!" gumamku sambil mencoba strategi lain.
Aku melepaskan jaring dan langsung menembakkan jaring baru ke langit-langit, menarik diriku ke atas untuk menghindari serangan Miss Merry Christmas.
Saat melayang di udara, aku melihat pertarungan Luffy di sisi lain restoran.
Mr. 4 mengayunkan tongkat baseball raksasanya, memukul bom-bola yang dikeluarkan Lassou!
WHAM!
Bom-bola melesat ke arah Luffy dengan kecepatan seperti peluru!
Luffy menghindari dengan mudah—refleksnya yang luar biasa membuat dia terlihat seperti menari di antara ledakan!
BOOM! BOOM! BOOM!
Tiga bom meledak di tempat Luffy berdiri sebelumnya, menghancurkan meja dan dinding!
"Shishishi! Kau terlalu lambat!" Luffy tertawa sambil berlari mendekat ke Mr. 4.
"Gomu Gomu no... BAZOOKA!"
Kedua tangannya melesat ke arah Mr. 4 dengan kekuatan penuh!
Tapi Mr. 4 mengangkat tongkat baseballnya dan memblokir serangan!
WHAM!
Suara benturan keras! Tongkat baseball Mr. 4 ternyata sangat kuat—bahkan bisa menahan serangan Luffy!
"Tongkat... yang kuat..." Mr. 4 berbicara dengan lambat. "Terbuat... dari baja... khusus..."
"Kalau begitu aku harus pukul lebih keras!" Luffy menyeringai.
Di sisiku, Miss Merry Christmas sudah membebaskan diri dari jaring yang tersisa. Dia menatapku dan Usopp dengan mata penuh kebencian.
"Kalian... kalian membuat wajahku kotor dengan telur!" dia berteriak marah. "Aku akan membunuh kalian perlahan-lahan!"
"U-Usopp," aku berbisik sambil mendarat di samping Usopp. "Kita butuh strategi. Dia bisa menyelam ke tanah kapan saja. Kita tidak bisa menyerangnya kalau dia terus menghindar ke bawah."
"Lalu bagaimana?!" Usopp gemetar. "Aku tidak punya serangan yang bisa tembus tanah!"
Spider Sense ku tiba-tiba berdering!
"MENGHINDAR!"
Aku dan Usopp melompat ke samping tepat sebelum Miss Merry Christmas muncul dari bawah tempat kami berdiri!
"Mogu Mogu Tunnel!" dia berteriak sambil menciptakan lubang-lubang di seluruh lantai restoran. "Sekarang kalian tidak punya tempat berdiri yang aman! Aku bisa muncul dari mana saja!"
Dia benar. Lantai restoran sekarang penuh lubang. Kami harus terus bergerak agar tidak jatuh atau diserang dari bawah.
"Kenji!" Usopp berteriak sambil hampir jatuh ke lubang. "Aku punya ide tapi aku butuh waktu untuk menyiapkannya!"
"Berapa lama?!" tanyaku sambil menembakkan jaring untuk membuat jembatan sementara di atas lubang-lubang.
"Tiga puluh detik!"
"Baik! Aku akan beli waktu!" teriakku sambil mengambil posisi di depan Usopp.
Miss Merry Christmas muncul dari lubang di depanku dengan kecepatan tinggi!
Spider Sense! Aku melompat ke samping—rahangnya yang tajam menggigit udara kosong!
Aku menembakkan jaring ganda ke tubuhnya saat dia masih di udara—satu jaring ke tubuh bagian atas, satu ke tubuh bagian bawah!
"Spider Web: Cross Bind!"
Jaring menyilang di tubuhnya, mengikatnya dalam bentuk X!
Aku menarik keras, membanting dia ke lantai!
WHAM!
"GYAH!" Miss Merry Christmas mengerang kesakitan.
Tapi dia langsung bangkit dan merobek jaringku dengan kekuatan kasar!
"Jaring lemah seperti ini tidak akan menahanku!" dia berteriak sambil menyelam kembali ke tanah.
"Sial, aku butuh jaring yang lebih kuat!" gumamku sambil mengingat latihan Armament Haki ku.
Aku sudah bisa mengaktifkan Armament Haki di tanganku selama sepuluh detik. Tapi aku belum pernah mencoba melapisi jaringku dengan Haki!
"Tidak ada waktu untuk ragu," pikirku sambil menutup mata sejenak.
Aku merasakan aliran energi dalam tubuhku—sama seperti yang diajarkan Robin. Aku mengarahkan energi itu tidak ke tanganku, tapi ke jaring yang akan kutembakkan!
"Armament Haki... lapisi jaringku!" gumamku sambil berkonsentrasi.
Miss Merry Christmas muncul lagi dari bawah—kali ini dari arah yang tidak terduga!
Spider Sense berdering!
Aku tidak punya waktu untuk menghindar. Aku hanya bisa menembakkan jaring dengan harapan Haki ku berhasil!
THWIP!
Jaring melesat—dan untuk sesaat, aku melihat warna hitam tipis melapisi jaring ku!
Jaring mengenai Miss Merry Christmas dan melilit tubuhnya!
"APA?!" dia berteriak terkejut. "Kenapa jaring ini... kenapa aku tidak bisa merobeknya?!"
Berhasil! Armament Haki membuatnya jauh lebih kuat!
Tapi aku bisa merasakan Haki ku tidak akan bertahan lama—mungkin hanya lima detik!
"USOPP! SEKARANG!" teriakku.
"SIAP!" Usopp mengangkat ketapelnya dengan sesuatu yang aneh—sebuah peluru dengan cairan yang mencurigakan.
"Nama serangan ini... TABASCO BOSHI!" (Bintang Tabasco!)
Dia menembakkan peluru itu langsung ke mulut Miss Merry Christmas yang terbuka karena berteriak!
SPLAT!
Cairan tabasco super pedas meledak di mulutnya!
"GYAAAAAAAHHHHH!!!" Miss Merry Christmas berteriak kesakitan sambil memegang mulutnya. "PEDAS! PEDAS! AIR! AIR!"
Dia berlari ke berbagai arah dengan panik, mencari air!
"Bagus, Usopp!" teriakku sambil tersenyum.
"Shishishi! Aku hebat kan?!" Usopp tertawa bangga—meskipun detik berikutnya dia kembali gemetar saat Miss Merry Christmas menatapnya dengan mata merah penuh amarah.
"KALIAN... KALIAN AKAN MATI!" Miss Merry Christmas berteriak dengan suara serak karena pedasnya tabasco.
Dia menyelam ke tanah lagi—tapi kali ini dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi karena kemarahan!
"Dia lebih cepat sekarang!" gumam Usopp dengan panik.
Lantai di sekitar kami mulai runtuh karena Miss Merry Christmas menggali dengan brutal di bawahnya!
"Kita harus keluar dari sini!" teriakku sambil menembakkan jaring ke balok kayu di langit-langit.
"Pegang aku, Usopp!"
Usopp langsung memeluk pinggangku. Aku menarik jaring dan kami berdua terangkat ke atas, menghindari lantai yang runtuh!
CRASH!
Seluruh bagian lantai tempat kami berdiri runtuh, menciptakan lubang besar!
Miss Merry Christmas muncul dari lubang dengan wajah penuh amarah. "KALIAN TIDAK BISA LARI!"
Tapi sebelum dia bisa menyerang lagi, suara teriakan Luffy mengalihkan perhatian semua orang!
"Gomu Gomu no... GATLING!"
Ratusan pukulan melesat ke arah Mr. 4 dalam sekejap!
WHAM WHAM WHAM WHAM WHAM!
Mr. 4 terpukul berkali-kali—tongkat baseballnya terpental dari tangannya!
"GUAHHH!" Mr. 4 terpental ke belakang dan menghantam dinding dengan keras, menciptakan kawah besar!
Dia jatuh tidak sadarkan diri.
"SATU SELESAI!" Luffy berteriak dengan semangat.
Lassou—anjing senjata—menatap Luffy dengan mata ketakutan, lalu kabur keluar dari restoran dengan mengendap-endap.
"Eh? Anjingnya lari!" Luffy menggaruk kepala dengan bingung.
Miss Merry Christmas menatap partnernya yang tidak sadarkan diri dengan wajah shock. "Mr. 4... dikalahkan?!"
Dia menatap kami semua—Luffy yang tersenyum lebar, aku dan Usopp yang berdiri waspada.
"Kalian... kalian bajak laut Straw Hat... lebih kuat dari yang Boss perkirakan..." dia menggertakkan gigi. "Tapi aku tidak akan menyerah! MOGU MOGU DRILL!"
Tubuhnya berputar seperti bor raksasa dan menyelam ke tanah dengan kecepatan tinggi!
Tanah di sekitar kami mulai bergetar—dia menggali di bawah kami dengan pola yang tidak bisa diprediksi!
Spider Sense ku berdering dari berbagai arah sekaligus!
"Dia akan menyerang dari banyak arah!" teriakku. "Kita tidak bisa menghindar semuanya!"
"Kalau begitu kita tidak menghindar!" kata Luffy dengan seringai. "Kita serang balik!"
Luffy mengambil napas dalam dan meninju tanah dengan kedua tinjunya!
"Gomu Gomu no... STAMP GATLING!"
Ratusan pukulan menghantam tanah, menciptakan retakan dan gelombang kejut yang menyebar ke bawah!
BOOM BOOM BOOM!
Tanah di bawah kami retak dan hancur!
"GYAHHH!" Miss Merry Christmas terpaksa keluar dari tanah karena getaran yang luar biasa!
Dia muncul di udara—tidak punya tempat untuk menghindar!
"SEKARANG, KENJI!" Luffy berteriak.
Aku sudah siap. Aku merasakan aliran Armament Haki ku dan mengarahkannya ke jaring!
"Spider Web: Armament Capture!"
Jaring berlapis Haki hitam melesat dan melilit seluruh tubuh Miss Merry Christmas!
Dia jatuh ke tanah, terikat erat, tidak bisa bergerak!
"Tidak... jaring ini... kenapa aku tidak bisa lepas?!" dia meronta dengan putus asa.
"Karena itu bukan jaring biasa," jawabku sambil tersenyum. "Itu jaring yang dilapisi Armament Haki."
Aku menarik jaring dengan kekuatan penuh, membanting Miss Merry Christmas ke lantai berkali-kali!
WHAM! WHAM! WHAM!
Setelah bantingan ketiga, dia tidak bergerak lagi—tidak sadarkan diri.
Hening.
Pertarungan selesai.
Aku jatuh berlutut, napas terengah-engah. "Hah... hah... berhasil..."
Menggunakan Armament Haki pada jaring ternyata sangat menguras energi. Aku bisa merasakan tubuhku lemas.
"KENJI! USOPP! KALIAN KEREN!" Luffy berlari mendekat dengan senyum lebar.
"Te-tentu saja!" Usopp tertawa meskipun lututnya gemetar. "Aku adalah Kapten Usopp yang hebat!"
Zoro dan Sanji berjalan mendekat setelah memastikan tidak ada musuh lain.
"Kerja bagus," kata Zoro sambil menyarungkan pedangnya. "Kalian mengalahkan officer agents Baroque Works."
"Kenji-kun," Robin tiba-tiba ada di sampingku. "Aku melihat kau menggunakan Armament Haki pada jaringmu. Impressive. Kau belajar dengan sangat cepat."
"Terima kasih, Robin," jawabku sambil berdiri dengan susah payah. "Tapi aku masih belum sempurna. Haki ku hanya bertahan beberapa detik."
"Itu sudah lebih dari cukup untuk level mu sekarang," kata Robin sambil tersenyum. "Terus latihan, dan suatu hari nanti kau bisa mempertahankannya selamanya."
Vivi dan Nami mendekat dengan wajah lega.
"Syukurlah kalian semua selamat," kata Vivi sambil memeriksa kami satu per satu untuk memastikan tidak ada yang terluka parah.
"Tapi restoran ini..." Nami menatap kerusakan di sekitar kami dengan wajah khawatir. "Kita menghancurkan tempat ini..."
Memang benar. Restoran yang tadinya ramai dan indah sekarang hancur—lantai berlubang, dinding retak, meja dan kursi hancur berkeping-keping.
"Kita harus pergi sebelum pemiliknya datang," kata Sanji sambil menyalakan rokok baru. "Dan sebelum Baroque Works mengirim reinforcement."
"Kau benar," Luffy mengangguk. "Ayo kita—"
Spider Sense ku tiba-tiba berdering sangat keras!
"BAHAYA!" teriakku.
Sebelum aku bisa menjelaskan lebih lanjut, dinding restoran meledak!
BOOM!
Dari asap dan reruntuhan, muncul sosok yang membuat darahku membeku.
Seorang pria tinggi dengan mantel bulu, wajah panjang seperti buaya, bekas luka horizontal di wajahnya, dan hook emas besar di tangan kirinya.
Crocodile.
Salah satu dari Tujuh Shichibukai.
Boss dari Baroque Works.
Musuh terkuat yang akan kami hadapi di Alabasta.
Dia berdiri di tengah reruntuhan dengan tatapan dingin dan intimidating. Cigar tebal tergantung di mulutnya, asapnya mengepul perlahan.
"Jadi kalian adalah Straw Hat Pirates," katanya dengan suara rendah yang penuh dengan otoritas. "Bajak laut rookie yang sudah membuat banyak masalah untuk organisasiku."
Semuanya langsung tegang.
Luffy melangkah maju, menatap Crocodile dengan mata tajam. "Jadi kau Crocodile. Orang yang membuat Vivi menangis. Orang yang menyiksa rakyat Alabasta."
Crocodile tertawa—tawa yang dingin dan mengerikan. "Menangis? Menyiksa? Itu kata-kata yang terlalu emosional, Straw Hat. Aku hanya melakukan business. Dan sayangnya, kalian sudah mengganggu business ku."
Dia mengangkat hook emasnya. "Jadi kalian harus mati. Di sini. Sekarang."
Dan pertarungan melawan Crocodile dimulai.