Berisi kumpulan cerita KookV dari berbagai semesta. Romantis, komedi, gelap, hangat, sampai kisah yang tak pernah berjalan sesuai rencana.
Karena di antara Kook dan V,
selalu ada cerita yang layak diceritakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Axeira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 CALM MEET CHAOS
Kalau ada hukum tak tertulis di kampus ini:
Dua geng beda dunia gak mungkin akur.
Dan hari ini… hukum itu mulai dilanggar.
Pagi itu.
Kantin rame.
Chaos nongkrong seperti biasa—
bedanya, Jungkook duduk agak pinggir.
“Jadi lo beneran niat jadi anak baik?” Mingyu nyengir.“Gue kangen lo yang nyolek Taehyung.”
“Jangan,” kata Jungkook singkat.
Seokmin melotot.
“Eh, serius nih?”
Namjoon angkat alis.
“Lo baper?”
Jungkook ngelirik sekilas.
“Gue belajar jaga sikap.”
Jimin ngakak kecil.
“Demi siapa?”
Jungkook diem.
__
Di sisi lain kantin…
Geng Calm lagi makan tenang.
Terlalu tenang.
“Lo sadar gak,” Seokjin bilang sambil minum,
“orang-orang liatin meja kita?”
Yoongi tanpa nengok.
“Sejak Chaos berhenti ribut, kampus kehilangan hiburan.”
Wonwoo ngangkat kepala dari buku.
“Dan mereka nyari pengganti.”
Jisoo nyengir tipis.
“Taehyung.”
Taehyung hampir keselek.
“Kenapa gue?”
“Karena lo duduk sama Jungkook kemarin,” Seokjin jawab santai.
Taehyung diem.
“…itu bukan apa-apa.”
Yoongi nutup laptop.
“Justru karena itu.”
Siang harinya.
Lorong fakultas.
Taehyung lagi jalan sendirian.
“Taehyung.”
Suara itu bikin dia berhenti.
Jungkook.
Sendirian.
“Lo mau ke mana?” tanya Jungkook.
“Kelas musik.”
“Oh.”
Jungkook ragu.
“Gue… boleh ikut?”
Taehyung mikir sebentar.
“…boleh.”
Dan dari jauh—
dua geng yang gak janjian
melihat itu.
“BROOO,” Mingyu nepuk bahu Namjoon.
“ITU KOOKTAE?”
Namjoon nyengir.
“Ini bakal jadi sejarah.”
Di sisi lain…
Seokjin melipat tangan.
“Gue gak yakin ini ide bagus.”
Wonwoo ngelirik.
“Tae keliatan tenang.”
“Justru itu,” Yoongi jawab pelan.
“Dia jarang ngasih akses.”
Di ruang musik.
Taehyung duduk di kursi piano.
Jungkook berdiri di samping, nonton.
“Lo main tiap hari?” tanya Jungkook.
“Kalau kepala gue rame,” jawab Taehyung.
“Oh.”
Jungkook senyum kecil.
“Berarti hari ini rame?”
Taehyung berhenti main.
“…dikit.”
Jungkook ketawa pelan.
“Maaf.”
Taehyung melirik.
“Bukan salah lo.”
Sunyi.
Nyaman.
“Lo tau gak,” Jungkook tiba-tiba ngomong,
“geng gue taruhan.”
Taehyung menghela napas.
“Taruhan apa.”
“Berapa lama gue bisa diem.”
Taehyung nyengir kecil.
“Terus?”
“Gue bilang… selama lo masih mau duduk sama gue.”
Taehyung jari-jarinya berhenti.
“…gue gak janji apa-apa.”
“Gue tau,” Jungkook jawab cepat.
“Itu cukup.”
Masalahnya…
kampus gak sebisu ruang musik.
Besoknya.
Papan gosip online kampus rame.
CHAOS X CALM?
JEON JUNGKOOK KETANGKAP SERING BARENG KIM TAEHYUNG
Komentar berdatangan.
Chaos ribut.
Calm waspada.
Dan siang itu—
kedua geng ketemu.
Di lapangan.
Tanpa janjian.
Tanpa niat damai.
“Jadi ini bener?” Mingyu nyeletuk.
“Lo pindah geng?”
Jungkook berdiri di depan Taehyung refleks.
“Gue gak pindah.”
Seokjin maju setengah langkah.
“Tapi lo bikin dia gak nyaman?”
Taehyung kaget.
“Hyung—”
“Enggak,” Jungkook potong cepat.
“Gue jaga jarak.”
Yoongi menatap Jungkook lama.
“Lo yakin?”
“Iya.”
Taehyung nengok Jungkook.
Tatapan mereka ketemu.
Dan untuk pertama kalinya di depan semua orang
Taehyung ngomong.
“Gue yang nyamperin dia.”
Hening.
Chaos bengong.
Calm kaget.
Mingyu bisik,
“INI LEBIH GILA.”
Jungkook nyengir kecil.
“Gue bilang juga apa.”
Seokjin menarik napas.
“Kalau itu pilihan lo…”
Yoongi ngangguk.
“Kami percaya.”
Namjoon menepuk bahu Jungkook.
“Kalau lo nyakitin dia—”
“Gue tau,” Jungkook jawab serius.
“Gue yang kena duluan.”
Taehyung nengok.
“Lebay.”
Jungkook ketawa kecil.
Dan untuk pertama kalinya—
dua geng berdiri satu lapangan
tanpa ribut.
Cuma bingung.
Tapi gosip udah keburu nyebar.
Dan besok…
Si Calm bakal sadar—
tenang gak selalu berarti aman.
____
Taehyung tau ada yang salah
dari cara orang-orang berhenti ngomong pas dia lewat.
Bukan diem hormat.
Tapi diem penasaran.
Pagi itu.
Taehyung duduk di kelas musik.
Biasanya bangku belakang kosong.
Hari ini?
Penuh.
Dan semuanya… nengok ke arah dia.
“Gila,” gumam Taehyung pelan.
HP-nya getar.
Pesan dari Jisoo:
Lo liat forum kampus?
Taehyung bales singkat:
Belum. Kenapa?
Balasan masuk cepat.
Jangan.
Serius.
Terlambat.
Taehyung sudah buka.
KIM TAEHYUNG:
CALM ATAU MANIPULATIF?
“Katanya kalem, tapi kok bikin Jeon Jungkook jinak?”
“Drama baru nih.”
“Anak Calm ternyata licik?”
Scroll.
Dan makin parah.
Taehyung nutup HP.
Tangannya dingin.
___
Siang hari.
Geng Calm kumpul di perpustakaan.
Sunyi.
Seokjin gelisah.
“Ini udah keterlaluan.”
Yoongi baca beberapa komentar.
“Netizen kampus emang hobi nyimpulin.”
Wonwoo nengok ke Taehyung.
“Lo gak apa-apa?”
Taehyung senyum kecil.
“Udah biasa.”
“mau gue bantu laporin?” Jisoo nawarin.
Taehyung geleng.
“Jangan.”
Seokjin nahan emosi.
“Kenapa sih mereka selalu nyerang lo?”
Yoongi jawab pelan.
“Karena dia gak pernah bela diri.”
Di sisi lain kampus…
Geng Chaos ribut.
“GUE MAU KOMENTAR,” Mingyu berdiri.
“Gue mau klarifikasi!”
Jungkook narik lengan Mingyu.
“Jangan.”
“LAH? Itu nyerang Taehyung!”
Jungkook rahangnya mengeras.
“Justru karena itu.”
Namjoon mendekat.
“Lo tau kalo lo diem, orang mikir lo setuju?”
Jungkook menunduk.
“…gue gak mau bikin dia makin disorot.”
“Kadang diem itu salah,” Hoseok nyeletuk.
Dan Jungkook tau…
mereka bener.
Sore itu.
Taehyung duduk di taman kampus.
Sendirian.
Jungkook dateng pelan.
“Lo marah?” tanya Jungkook
Taehyung geleng.
“Capek.”
Jungkook duduk di sebelahnya.
“Gue minta maaf.”
Taehyung nengok.
“Kenapa?”
“Karena gue cuma diem.”
Taehyung nyengir pahit.
“Gue juga.”
Mereka sama-sama menatap ke depan.
“Lo tau gak,” Taehyung ngomong pelan,
“gue gak masalah dikira dingin.”
Jungkook nengok.
“Tapi gue gak suka dikira jahat.”
Jungkook menelan ludah.
“Gue gak pengen lo kena masalah gara-gara gue,” Jungkook bilang.
Taehyung menatapnya lama.
“Lo pikir gue deket sama lo karena geng?”
suara Taehyung tenang,
tapi tajem.
Jungkook terdiam.
“Gue milih duduk sama lo,” lanjut Taehyung.
“Bukan karena Chaos.”
Sunyi.
“Kalau lo mau klarifikasi…”
Taehyung berhenti sebentar.
“jangan atas nama gue.”
Jungkook mengangguk.
“Gue atas nama gue.”
Malamnya..
Forum kampus update.
JEON JUNGKOOK POSTING
Isinya singkat.
“Gue berhenti ribut karena gue mau.
Gak ada yang maksa.
Dan Kim Taehyung gak punya salah apa-apa.”
Komentar meledak.
Chaos kaget.
Calm tegang.
Dan Taehyung baca itu
di kamar.
Dia senyum kecil.
Bukan lega.
Tapi… dihargai.
__
Besok paginya..
Kampus masih rame.
Gosip belum mati.
Tapi ada satu hal berubah:
Orang-orang mulai liat Jungkook dan Taehyung
sejajar.
Bukan predator dan mangsa.
Taehyung ketemu Jungkook di lorong.
“Thanks,” katanya singkat.
Jungkook senyum kecil.
Taehyung melangkah pergi.
Lalu berhenti.
“Jungkook.”
“Ya?”
“…kalau nanti gosip makin parah—”
Jungkook langsung jawab.
“Gue tetep di sini.”
Taehyung mengangguk.
Dan kali ini…
tenang bukan lagi kelemahan.
Tapi pilihan.