NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sad ending / Antagonis Jahat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 31

Lembah Penyegel Jiwa - Di Dalam Formasi.

Tanah lembah yang gersang bergetar hebat. Sembilan pilar batu putih yang baru saja muncul dari dalam bumi menjulang setinggi seratus tombak, membentuk lingkaran sempurna yang mengurung Shen Yu, Su Ling, dan dua patung batu muridnya.

Setiap pilar diukir dengan rune kuno dari Bahasa Langit yang bersinar menyilaukan.

"Saudaraku..."

Suara Tian Fa kembali bergema, lembut namun menusuk tulang.

"Kau selalu sombong. Kau pikir kekuatan fisikmu yang baru bisa menembus segala taktik? Jantung Iblis itu membuatmu buta akan bahaya."

"Sekarang, rasakanlah Formasi Pembunuh Iblis Sembilan Surga. Formasi yang kusiapkan khusus untuk memanen jantungmu."

ZIIING!

Rune di kesembilan pilar itu serentak menyala.

Dari puncak setiap pilar, melesat keluar Rantai Cahaya Putih setebal lengan orang dewasa. Rantai itu tidak terbuat dari besi, melainkan dari pemadatan energi Hukum Cahaya yang murni.

Ujung rantai itu berbentuk mata tombak yang tajam.

Sembilan rantai. Sembilan arah. Kecepatannya melampaui kedipan mata.

Targetnya bukan hanya Shen Yu. Tiga rantai mengarah ke Shen Yu. Dua rantai mengarah ke Su Ling. Empat rantai mengarah ke patung batu Cang Wu dan Long Tu.

"Cih!" Shen Yu berdecak. Dia tahu dia tidak bisa menghindar. Jika dia menghindar, murid dan kekasihnya akan hancur.

"Tubuh Dewa Iblis Nirwana... BENTENG ASURA!"

Shen Yu menghentakkan kakinya. Qi Ungu meledak dari tubuhnya, membentuk kubah pelindung raksasa. Dia tidak hanya melindungi dirinya, dia melebarkan kubah itu untuk menutupi Su Ling dan kedua patung muridnya.

BAM! BAM! BAM! BAM!

Sembilan rantai cahaya itu menghantam kubah pelindung Shen Yu.

Ledakan energinya mengguncang dimensi lembah. Kubah ungu Shen Yu retak di beberapa tempat, tapi masih bertahan.

"Bertahan? Sia-sia," ejek Tian Fa.

Rantai-rantai itu tiba-tiba berubah sifat. Mereka tidak lagi memukul, tapi Menembus (Phasing). Karena rantai itu terbuat dari cahaya suci, mereka mengabaikan pertahanan Qi Iblis.

Mereka menembus kubah pelindung seolah itu hanyalah asap.

"Su Ling! Di belakangku!" teriak Shen Yu.

Shen Yu bergerak secepat kilat. Dia berdiri di depan Su Ling dan kedua patung itu, merentangkan tangannya lebar-lebar, menjadikan dirinya satu-satunya target yang tersedia.

Dia membiarkan tubuhnya menjadi tembok daging.

JLEB! JLEB! JLEB!

Suara daging ditembus terdengar mengerikan.

Tiga rantai pertama menembus bahu kanan, paha kiri, dan perut Shen Yu.

"Ugh!" Shen Yu memuntahkan darah segar.

Darahnya tidak jatuh ke tanah, melainkan mendesis dan menguap saat menyentuh rantai cahaya yang panas itu.

Tapi serangan belum selesai. Enam rantai lainnya, yang kehilangan target (karena Shen Yu memblokirnya), berbelok di udara seperti ular hidup dan kembali menyerang Shen Yu dari belakang.

SREET! JLEB!

Dua rantai menembus punggungnya, keluar dari dada. Dua rantai menembus lengan kirinya, memaku tangannya ke tanah. Dua rantai terakhir melilit leher dan kakinya, menariknya kencang.

Dalam sekejap mata, Shen Yu terpasung di udara, ditahan oleh sembilan rantai cahaya yang menembus dan melilit tubuhnya.

"SHEN YU!!" jerit Su Ling histeris. Dia mencoba maju, Cermin Bulan di tangannya bersinar untuk memotong rantai itu.

"JANGAN MENDEKAT!" raung Shen Yu, darah mengalir dari mulutnya.

"Rantai ini... menyerap Qi..."

Benar saja. Sembilan pilar itu mulai berdenyut. Rantai cahaya putih itu perlahan berubah warna menjadi Ungu.

Mereka menyedot kekuatan Jantung Iblis Shen Yu langsung dari sumbernya.

Rasa sakitnya bukan main. Itu bukan hanya rasa sakit fisik. Itu seperti sumsum tulang dan jiwanya ditarik keluar paksa melalui lubang jarum. Setiap detik, kekuatan Shen Yu berkurang drastis.

"Hahahaha..." tawa Tian Fa terdengar puas.

"Lihat dirimu, Raja Iblis. Terpasung seperti hewan. Kau melindungi patung batu dan wanita buta itu dengan nyawamu? Sungguh menyedihkan."

Shen Yu mengatur napasnya yang berat. Matanya yang satu merah dan satu hitam masih menyala liar, menolak untuk padam.

Dia mencoba menggerakkan tangannya untuk mematahkan rantai di bahunya, tapi setiap gerakan membuat rantai itu semakin kencang dan menyerap lebih banyak energi.

"Kau pikir... rantai mainan ini bisa membunuhku?" geram Shen Yu.

"Membunuhmu? Tidak, saudaraku. Aku tidak ingin membunuhmu sekarang."

"Aku ingin Jantungmu. Dan untuk mengambilnya tanpa merusaknya, kau harus dilemahkan sampai titik nol. Kau harus putus asa."

Pilar-pilar itu bersinar lebih terang. Daya hisapnya meningkat dua kali lipat.

"ARGGGGHHHH!!"

Shen Yu meraung kesakitan. Urat-urat di lehernya menonjol. Tato Jantung Iblis di dadanya berkedip-kedip tidak stabil.

Su Ling tidak tahan lagi melihatnya. Air mata membanjiri wajahnya.

Dia melihat Shen Yu, pria yang tak terkalahkan, kini menjadi bulan-bulanan demi melindunginya. Jika Shen Yu menghindar tadi, dia pasti bisa lolos. Tapi dia memilih menerima semua serangan itu.

"Hentikan... Kumohon hentikan..." isak Su Ling. Dia mengangkat Cermin Bulan, mengarahkan energinya ke salah satu rantai.

TING!

Serangan Su Ling hanya memantul. Level kekuatannya terlalu jauh di bawah formasi tingkat Dewa ini.

Shen Yu menoleh sedikit, menatap Su Ling dengan wajah berlumuran darah namun tersenyum tipis.

"Jangan menangis, Istriku..." suaranya parau. "Aku... belum mati."

Dia menatap patung Cang Wu dan Long Tu yang masih utuh di belakangnya. Setidaknya mereka aman.

Namun, di langit, awan mulai terbuka.

Sebuah Tahta Emas perlahan turun dari langit.

Di atas tahta itu, duduk seorang pria paruh baya dengan jubah putih bersulam matahari emas. Wajahnya tampan, bersih, dan memancarkan aura kesucian yang menyilaukan.

Tian Fa (Patriark Langit Suci). Ranah: Setengah Langkah Ascendant (Half-Step Ascendant).

Tian Fa menatap Shen Yu yang terpasung di bawahnya dengan tatapan "belas kasih" yang palsu.

"Shen Yu," kata Tian Fa lembut.

"Menyerahlah. Lepaskan Jantung itu sukarela, dan aku berjanji akan membiarkan wanitamu hidup sebagai pelayan di istanaku. Dia tidak perlu mati."

Shen Yu meludah. Ludah darahnya tidak sampai ke Tian Fa, menguap di udara.

"Kau menginginkan jantungku?"

Shen Yu menyeringai gila, memperlihatkan gigi yang merah.

"Turun sini dan ambil sendiri, PENGKHIANAT!"

Tian Fa menghela napas panjang, seolah kecewa pada anak kecil yang nakal.

"Baiklah. Jika kau memilih jalan yang sulit."

Tian Fa mengangkat satu jarinya.

"Formasi Tahap Dua: Pemisahan Jiwa."

Rantai-rantai itu tiba-tiba memanas menjadi api putih. Shen Yu menjerit saat daging di sekitar lukanya mulai terbakar. Jantung Iblis di dadanya berdetak panik, seolah ingin melompat keluar dari tubuhnya untuk menghindari rasa sakit itu.

Shen Yu merasakan kesadarannya mulai kabur. Kekuatannya benar-benar terkuras habis.

Dia menatap Su Ling untuk terakhir kalinya dengan pandangan buram.

"Maafkan aku, Su Ling... Aku mungkin tidak bisa menepati janjiku..."

Su Ling melihat mata Shen Yu yang mulai redup.

Dia tahu. Saatnya telah tiba.

Surat wasiat di dalam jimat Shen Yu. Penglihatan di Cermin Bulan. Semuanya mengarah ke detik ini.

Su Ling menghapus air matanya. Wajahnya berubah dingin dan tenang.

Dia menjatuhkan Cermin Bulan ke tanah.

PRANG.

Su Ling melangkah maju, melewati batas aman yang dibuat Shen Yu.

"Tian Fa!" teriak Su Ling, suaranya jernih dan lantang.

Tian Fa menoleh. "Oh? Gadis buta itu ingin bicara?"

Su Ling membuka matanya lebar-lebar. Mata Ungu dan Hitamnya berputar kencang, memancarkan aura yang membuat ruang di sekitarnya retak.

"Kau menginginkan Jantung Iblis?"

"Sayang sekali. Yang akan kau dapatkan hari ini..."

Tubuh Su Ling mulai bersinar terang. Bukan cahaya kultivasi, melainkan cahaya Pembakaran Jiwa.

"...Adalah kehancuranmu sendiri."

1
saniscara patriawuha.
gassdd manggg shennnn...
teguh andriyanto
🤣🤣🤣
Fatur Fatur
cepat bantai yama dengan cara paling kejam thor bantai keluarganya juga thor
Dzik Cam
baguss dangat bagus kekurangan nya hanya 1 bab perhari
Dzik Cam
hadehhh 1 bab sehari
10 bab sehari kek pelit bener
MyOne
Ⓜ️🤬😡🤬Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
saniscara patriawuha.
tunjukannn kesadisanmuuuu....
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
saniscara patriawuha.
runtuhhhhhkannnnnn....
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhh....
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
Mamat Stone
⚒️⚔️⚒️
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Hammer/
Mamat Stone
⚒️
saniscara patriawuha.
gasssd pollllll...
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!