dari kisah nya tentang kehidupan seorang wanita tangguh bernama Rana yang hidup nya penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia usman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
rumah tangga Rana dan Aska sangat bahagia apa lagi dengan kehadiran putri kecil meraka yang kini genap satu tahun, yang di beri nama sofia,
Sofia tumbuh menjadi anak cerdas meski usia baru genap setahun tapi sudah lancar berbicara hanya di beberapa huruf saja yang belum bisa tapi aneh nya huruf R justru dia sudah bisa sebut kan, Sofia juga sudah bisa berjalan di usia nya baru sembilan bulan.
Aska sangat sayang sekali pada putri nya dia akan berbuat apa saja supaya anak nya bahagia, dan Karena di pulau ini Aska tidak memiliki pekerjaan tetap maka dari itu untuk memenuhi kebutuhan anak istri nya supaya tercukupi Aska terpaksa menerima tawaran uwak nya yaitu Kaka kandung dari Abah, yang menawarkan pekerjaan di perkebunan di luar kota, di Sumatra bagian selatan.
dengan terpaksa Aska kembali harus meninggalkan Rana dan kali ini Aska pergi hanya untuk memantau lokasi jika tempat nya memungkin kan Aska akan kembali dan akan mengajak istri serta anak nya merantau kesana, dengan berat hati Rana pun mengizinkan, Rana sadar sekarang sudah punya anak dan Rana juga ingin anak anak nya kelak hidup berkecukupan.
.
.
setelah kepergian Aska merantau, Rana kembali kerumah orang tua nya, selain dia tidak enak numpang sama mertua,
Rana juga ingin kembali bekerja membantu orang tua nya, walau pun sekarang restoran tersebut sudah di kelola oleh adik nya Rita semenjak dia bercerai dari Doni, sesuai perkataan Rana waktu itu ternyata benar Doni hanya memanfaat kan Rita saja untuk balas dendam pada Rana, dan usia pernikahan mereka hanya berjalan enam bulan saja.
tapi sekarang Rita sudah punya suami lagi dan sudah punya anak, waktu Rita melahirkan anak nya di saat usai Sofia satu tahun dua bulan.
maka yang di lakukan Rana saat mengambil alih pekerjaanbu Salwa berjualan kain keliling pulau untuk sementara waktu Karana sekarang kondisi ibu Salwa sedang drop, beliau bukan sakit Karana penyakit tapi Karan ngidam akut mual muntah parah seperti yang dialami Rana waktu itu, Rana berdoa semoga kali ini ibu nya mengandung anak terakhir,
.
.
hari hari yang di lewati Rana sangat lah berat, selain berjualan kain di rumah pun harus mengurus ibu yang melahirkan di usia tua, tapi Rana di jalani dengan ikhlas sambil menanti suami nya kembali.
tepat setahun lewat sebulan Aska kembali dan kepulangan nya ini ingin membawa Rana dan sofia ke perantauan, di sana Aska sudah membeli kebun kopi, dan sebuah rumah kecil yang ada di kebun tersebut, Aska membelinya dengan harga murah, Karan pemilik pertama nya, ingin pulang kampung dan tak akan kembali, maka Aska membeli nya dengan gaji nya selama bekerja di perkebunan, di tambah dengan tabungan nya sewaktu masih bujang dulu, sekarang Aska mengelola kebun kopi sendiri dan berhenti bekerja di perkebunan
dan niat ini dia sudah sampaikan kepada orang tua nya, dan sekarang Aska sedang meminta izin kepada mertua nya
" ayah ibu Aska mau minta izin bawa Rana dan Sofia ke perantau, besok kami akan berangkat"
" kalo ayah iya terserah kamu Rana kan istri kamu tanggung jawab ada pada kamu walupun kami tidak keberatan Rana selama nya tinggal disini tapi, jika kamu ingin membawa nya silahkan" jawab ayah abdul
tapi berbeda dengan jawaban ibu salwa
" tidak,! kamu hanya boleh membawa Rana saja silahkan tapi jangan bawa cucu ku, sofia dia masih terlalu kecil kamu bawa jauh dan tinggal di tengah kebun, nanti saja tunggu sedikit lebih besar"
" kenapa tidak boleh Bu, kasian nanti Sofia sendirian disini tanpa kami" jawaban Aska keberatan
" disini banyak orang yang merawat Sofia, sementara disana kalau kalian bekerja kasian dia sendiri dirumah, dan kalo kalian bawa bekerja di kebun kasian juga dia digigit nyamuk" jawaban ibu salwa terasa masuk akal.
perdebatan alot pun terjadi, hingga akhir nya Aska mengalah, dengan tidak rela dia meninggalkan Sofia bersama kakek nenek nya, dan esok nya dengan berat hati Aska dan Rana pergi tanpa Sofia putri mereka
sebelum pergi Aska tidak melepaskan pelukan nya dari putri kecil nya, dia peluk terus dan menciumi pipi nya dengan gemas
" princess nya ayah jangan nakal ya, nurut sama nenek sama kakek ya, nanti kalo Sofia udah agak besar ayah jemput lagi"
Sofia hanya manggut manggut saja kepala nya, karang belum paham apa yang terjadi "iya ayah"
Rana dan Aska pun naik speedboat dan barulah Sofia sadar bahwa dia akan di tinggalkan oleh mereka maka dia meronta ronta di gendongan kakek nya ingin turun, dia menangis histeris tak kala melihat kendaraan yang di tumpangi kedua orang tua nya bergerak menjauh,
" ayah amah Sofia ikuttt"
di speedboat Aska dan Rana berurai air mata menyaksikan tersebut
" semoga kamu baik baik saja nak ini terbaik buat kamu, tunggu ayah Sama amah kembali menjemput kamu nak..." batin Rana perih Karena ini untuk pertama kali nya Rana berpisah dengan putri nya, selama dua tahun usia sofia, mereka selalu bersama
sedangkan Aska hanya bisa menenangkan Rana dengan memeluk nya erat
semangat