Jamila Anata gadis sembilan belas tahun yang tiba-tiba hamil anak kakak Iparnya kejadian itu terjadi karena Kakak ipar Mila pulang kantor dalam keadaan Mabuk parah dan dia menganggap Jamila adalah sang istri
Bagaimana kejadian nya simak di novel terbaru ini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesya icha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga tahun kemudian
Tak terasa sudah tiga tahun berlalu sejak kelahiran Baraka. Bayi itu telah tumbuh menjadi anak balita imut dan tampan sekali, bahkan sekali saja orang melihatnya akan tau jika ayah Baraka pasti ganteng sekali sehingga bisa menghasilkan keturunan seganteng dan seimut Baraka.
" Mama, panggil anak usia tiga tahun itu kepada sang mama yang sekarang baru saja pulang kerja. Baraka memeluk kaki jenjang sang Mama dan wanita yang di panggil Mama itu tersenyum hangat dan menggendong bayi imut itu.
Bara, Mama kangen kamu nak!! ucap Mila memeluk sang buah hati. Selama hampir tiga tahun ini, Mila memutuskan menjauh dari ibu kota dan fokus membangun karir nya kembali di kota kecil di kota Pekanbaru.
Setiap hari Mila ke kafe miliknya dan Bara akan tinggal di rumah sederhana yang di belinya sejak pindah ke kota pekanbaru.
" Mama, Ayo kita jalan-jalan ke Jakalta, Bala kangen Aunty Ren, Oma Lia dan Opa Yo, ucap nya kepada Mila. Mila tersenyum lucu, karena balita kesayangan nya itu masih belum pas berbicara alias cadel.
Ma, ayo dong Ma. Mama kan udah janji cama Bala, Mau ke Jakalta. Mila duduk di sofa tunggal sambil memeluk Bara.
" Oke, nanti akhir bulan kita ke Jakarta, kalau sekarang Mama masih sibuk nak. Bara kan akan baik, jadi harus mengerti ya sayang.
Bara mengangguk antusias. Apapun yang di janjikan Mila pasti akan Mila penuhi. Selama ini, Mila benar-benar memutuskan hubungan dengan kakak nya. Dinda marah besar kala itu, Flashback kejadian tiga tahun lalu.
Dinda yang mengetahui jika sang adik telah menikah diam-diam dan hamil tanpa dampingan suaminya membuat Dinda sangat kecewa.
Dinda beranggapan jika Mila tak pernah menganggap dirinya kakak dan keluarga.
Dinda akhirnya bertemu dengan Mila di salah satu kafe. Pertemuan itu di bantu oleh Rena, karena Rena tak ingin masalah sahabatnya itu berlarut-larut dengan sang Kakak
Hari itu Dinda menemui Mila sendirian tanpa di dampingi suami nya Jovan. Tatapan mata Dinda kearah Mila sangat kesal.
" Kamu itu anggap aku apa Mila? Kamu menikah tanpa izin kakak, kamu enggak pernah merasakan yang sekarang kakak rasakan Mila. Kamu beneran buat kakak kecewa.
Mila diam tanpa ingin menyela ucapan sang Kakak. Kamu tau Mila, sejak orang tua kita meninggal, cuma kamu yang kakak punya. Semua kakak lakukan buat kita, tapi kamu bener-bener membuat kakak sakit Mila.
Sekarang lihat nasib kamu, Hamil tanpa suami dan melahirkan tanpa dampingan suami, sekarang bagaimana kamu rawat bayi itu?? Mila, lebih baik anak itu kamu titip di panti asuhan saja Mila, lalu kamu kembali pulang. kakak akan maafkan kamu jika kamu mau menuruti keinginan kakak.
Mendengar ucapan sang Kakak yang memintanya meninggalkan anak yang susah payah dia kandung dan lahirkan, dan menitipkan anak bayi imut itu di panti asuhan, membuat darah Mila mendidih.
" Mungkin bagi kakak semua gampang. Apa kakak tau apa yang aku rasakan?? kakak juga tengah hamil kan?? coba kakak yang coba duluan nanti, anak yang kakak kandung dan berjuang lahirkan tiba-tiba di suruh letakkan dia di panti asuhan, apa yang kakak rasakan.
Dunia ini tidak selalu apa yang kakak inginkan terjadi kak. Takdir setiap orang itu beda-beda, sekarang aku memutuskan tidak akan meninggalkan anakku.
" Mila, kamu keras kepala sakali. Kalau kamu bandingkan anak yang kakak kandung dengan anak kamu yang tak tau siapa bapaknya itu sungguh jauh berbeda Mila. Anak aku ini punya Papa, Mas Jovan Papa nya jelas sementara kamu, Hamil entah anak siapa bahkan menikah pun tak pernah tau siapa dan dimana.
Kamu kalau memutuskan ingin merawat bayi itu, Baik tapi jangan pernah kamu bawa dia bertemu aku. Aku tidak akan menerima anak haram Mila.
Mila menatap kaka nya marah bukan main " Semoga kakak bahagia selalu dan semoga jika suatu saat nanti kebenaran terungkap kakak tidak akan menyesali semua ucapan kakak kali ini, Aku pergi.
Mila keluar Kafe itu dengan perasaan sakit hati. Sungguh semua omongan Kakak nya tadi membuat hatinya terluka parah.
Sejak saat itu, Mila memutuskan pergi dari Jakarta dan hidup sederhana di Pekanbaru sampai saat ini. Rena lah yang berulang-ulang bolak-balik ke pekanbaru untuk bertemu sahabat dan keponakannya Baraka.
Flashback Off
Sekarang ayo makan nak, Mama buatkan makan malam dulu ya, Lalu Mila meletakkan Bara di sofa.
Bara anak yang baik dan sangat pengertian. Dia sangat paham apa yang ibunya rasakan.. Bara bukan tipe anak yang suka menuntut dan juga keras kepala.
" Oke Mama. Ayam goleng ya Mama, Bala mau makan itu, ucap Bara.
Mila mengangguk dan berjalan menuju dapur kecil namun bersih milik nya.