NovelToon NovelToon
Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Mitsuki Di Dunia MHA (My Hero Academia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Murid Genius / Naruto / Dunia Lain / Persahabatan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: I am Bot

Mitsuki mengerjapkan matanya yang berwarna kuning keemasan, menatap gumpalan awan yang bergeser lambat di atas gedung-gedung beton yang menjulang tinggi. Hal pertama yang ia sadari bukanah rasa sakit, melainkan keheningan Chakra. Di tempat ini, udara terasa kosong. Tidak ada getaran energi alam yang familiar, tidak ada jejak Chakra dari Boruto atau Sarada.

A/N : karena ini fanfic yang ku simpen sebelumnya, dan plotnya akan sama dan ada sedikit perubahaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I am Bot, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Racun Di kota Hosu

Sementara Mitsuki mulai mencium jejak Yakuza di Distrik Esu, di sudut lain Jepang tepatnya di Kota Hosu suasana terasa jauh lebih mencekam. Tenya Iida, yang biasanya dikenal sebagai sosok paling disiplin dan lurus di Kelas 1-A, kini berdiri di tengah kegelapan gang sempit dengan tatapan yang tidak lagi mencerminkan seorang pahlawan.

Iida tidak memilih agensi di Hosu karena ingin belajar penyelamatan. Ia di sana untuk satu tujuan: Balas Dendam. Kakaknya, Ingenium, pahlawan yang menjadi panutannya, kini lumpuh total setelah diserang oleh Hero Killer: Stain.

Iida terus berjalan menyusuri lorong-lorong gelap, mengabaikan instruksi Manual, pahlawan pembimbingnya. Di kepalanya, kata-kata Mitsuki di stasiun kemarin terus bergema seperti kaset rusak.

"Iida-kun sedang membawa racun di dalam hatinya. Ular yang terluka biasanya akan menggigit siapa saja, termasuk dirinya sendiri."

"Apa yang tahu kau tentang aku, Mitsuki?" desis Iida, giginya gemertak. "Kau adalah juara satu yang sempurna. Kau tidak tahu rasanya melihat kehancuran seseorang yang kau cintai."

Tiba-tiba, aroma darah yang anyir menusuk hidungnya.

 

Di ujung sebuah gang buntu, Iida melihat sosok pahlawan profesional terkapar bersimbah darah, tubuhnya tak bisa bergerak. Di atasnya, berdiri seorang pria dengan pakaian compang-camping, banyak pedang di punggungnya, dan wajah yang tertutup kain lusuh.

Hero Killer: Stain.

"Berhenti!" teriak Iida. Mesin di betisnya menderu, mengeluarkan uap panas. "Aku adalah adik dari pahlawan yang kau hancurkan! Aku adalah Ingenium, dan aku di sini untuk menghentikanmu!"

Stain menoleh pelan. Matanya yang tidak memiliki pupil menatap Iida dengan rasa jijik yang mendalam. "Ingenium? Pahlawan yang hanya mengejar nama dan reputasi? Kau lebih buruk lagi, Bocah. Matamu dipenuhi dendam pribadi. Kau bukan pahlawan... kau hanya penjahat yang menggunakan topeng keadilan."

"Diam!"

Iida melesat dengan Recipro Burst. Tendangannya kuat, namun Stain bergerak secepat kilat. Hanya dengan satu sayatan kecil di lengan Iida, dan satu jilatan pada darah di pedangnya, tubuh Iida seketika lumpuh.

Bruk!

Iida jatuh tersungkur di aspal dingin. Ia mencoba menggerakkan jarinya, namun sistem sarafnya seolah terkunci sepenuhnya.

"Kau akan mati di sini sebagai peringatan bagi dunia yang palsu ini," ucap Stain sambil mengangkat pedang panjangnya.

Tepat saat pedang Stain akan menghujam leher Iida, sebuah kilatan hijau muncul dari atap gedung.

"5% DETROIT SMASH!"

BOOM!

Izuku Midoriya mendarat tepat di antara Iida dan Stain, menangkis pedang itu dengan pukulan yang diperkuat oleh One For All.

"Iida-kun! Syukurlah aku tepat waktu!" seru Izuku. Nafasnya memburu. Ia bisa sampai di sana karena ia menyadari perubahan perilaku Iida dan mengirimkan sinyal lokasi ke semua orang, termasuk Mitsuki.

"Midoriya... kenapa..." Iida merintih, air mata mulai mengalir. "Pergilah! Ini urusanku!"

"Tidak, Iida-kun!" Izuku memasang kuda-kuda yang diajarkan Mitsuki—lebih rendah, lebih stabil, dan waspada. "Pahlawan tidak akan membiarkan temannya tersesat dalam kegelapan sendirian!"

Stain menyipitkan mata, merasa tertarik dengan kehadiran Izuku. "Kau... kau memiliki tatapan yang sama dengan All Might. Tatapan seorang pahlawan sejati. Aku akan membiarkanmu hidup, tapi bocah di bawahmu harus disingkirkan."

Di Distrik Esu, Mitsuki yang sedang berpatroli bersama Fat Gum tiba-tiba berhenti. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan ponsel yang bergetar hebat. Itu adalah sinyal lokasi dari Izuku.

"Fat-san," suara Mitsuki mendadak berubah dingin dan tajam. "Temanku dalam bahaya besar di Hosu. Izuku sedang berhadapan dengan seseorang yang memiliki aura kematian yang sangat pekat."

Fat Gum menatap Mitsuki dengan serius. "Hosu? Itu terlalu jauh dari sini kalau naik kereta sekarang! Apa yang akan kau lakukan?"

Mitsuki menatap ke arah langit malam. Ia melihat ular kecilnya yang tadi ia lepaskan untuk memantau radar frekuensi. "Aku akan menggunakan cara yang sedikit... tidak konvensional. Fat-san, tolong hubungi kantor polisi Hosu dan beritahu mereka untuk segera menutup radius lima blok dari titik ini."

Mitsuki melakukan serangkaian segel tangan yang sangat cepat, jauh lebih kompleks dari biasanya.

"Kuchiyose no Jutsu!"

BOOM!

Di tengah jalanan Distrik Esu, kepulan asap putih raksasa muncul. Saat asap itu menipis, terlihat seekor ular biru raksasa dengan sayap membran tipis di punggungnya salah satu eksperimen transportasi Orochimaru.

"A-apa itu Quirk-mu?!" Fat Gum melotot hingga takoyaki di tangannya jatuh.

"Bisa dibilang begitu," jawab Mitsuki sambil melompat ke atas kepala ular itu. "Aku akan sampai di sana dalam sepuluh menit. Tolong jaga wilayah ini sementara aku pergi."

Ular raksasa itu melesat ke langit, membelah awan malam menuju Kota Hosu. Mitsuki berdiri di atas kepala ular itu, matanya berkilat kuning predator.

“Jangan mati dulu, Izuku. Iida. Jika kalian mati sebelum aku sampai, aku akan sangat kecewa pada definisi 'Pahlawan' di dunia ini.”

Di atas gedung yang tidak jauh dari lokasi pertarungan, dua sosok sedang berdiri mengamati semuanya. Salah satunya adalah Tomura Shigaraki yang sedang menggaruk lehernya dengan rasa kesal yang luar biasa. Dan di sampingnya, pria berkacamata hitam pesuruh Orochimaru.

"Anak itu... Mitsuki... dia merusak segalanya lagi," desis Shigaraki. "Kenapa dia selalu ada di sana?"

"Karena dia adalah variabel yang tidak bisa kau kendalikan, Shigaraki Tomura," ucap pria berkacamata itu dengan nada mengejek. "Tuan Orochi sudah melihat cukup. Stain hanyalah alat tes yang berguna. Sekarang, saatnya kita melihat bagaimana masyarakat pahlawan ini menangani fakta bahwa pahlawan terbaik mereka malam ini adalah seorang remaja yang bahkan tidak memiliki lisensi untuk menggunakan 'Quirk'-nya."

Shigaraki menoleh, matanya yang merah berkilat penuh kebencian. "Aku akan membunuhnya. Aku akan menghancurkan ular itu sampai tidak ada sisik yang tersisa."

Di gang buntu Hosu, cahaya petir biru, api merah, dan kilatan es bergabung menjadi satu, menerangi malam yang kelam. Simbol perdamaian mungkin sedang berjuang di pusat kota, namun di gang ini, sebuah legenda baru sedang ditulis dengan tinta yang berbeda.

1
N—LUVV
setiap penjelasan penuh dengan hal hal ilmiah atau berhubungan dengan bidang perhitungan
N—LUVV
cerita Mitsuki yang berkeliling ke semesta anime !! bukan dunia my hero academia
N—LUVV: semangat kak..
total 3 replies
Lyonetta
udh di revisi juga cuxmay lah
Lyonetta
diupdateny lama bgt si (alan)
Lyonetta
sedang revisi/Frown//Frown/, bab 57 akan ada penjelasan
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
extra chapternya Thor gw mau liat reaksi Orochimaru sama masa depan mereka seperti apa !!
(⁠ノ⁠◕⁠ヮ⁠◕⁠)⁠ノ⁠*⁠.⁠✧
aku like kok
Derai
mitsuki sepertinya terlalu op untuk dunia bnha 😅
Lyonetta: yupp, mangkanya aku masukin mitsuki/Casual//Casual/
total 1 replies
Derai
Oooh, kayaknya seru. Biasanya aku ngehindarin baca fanfic indo krn entah mengapa cringe. Tapi ini kayaknya enggak deh.
Udah gitu nggak ada typo yang mendistraksi. Kereen
Lyonetta: aku juga pas nulis agak krinj juga sih soalnya mitsuki tipikal filosofi nyeleneh untuk sifatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!