NovelToon NovelToon
KULTIVATOR 5 ELEMEN

KULTIVATOR 5 ELEMEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Spiritual / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: roni alex saputra

Arkan, seorang pemuda yang dianggap sampah kultivasi, ternyata menyimpan kekuatan terlarang di telapak tangannya. Saat 5 elemen bersatu dengan kehampaan Void, satu galaksi pun harus tunduk. Saksikan perjalanan Arkan

Body Tempering

Qi Gathering

Qi Foundation

Core Formation

Soul Realm 2 pengikut nya

Earth Realm

Sky Realm cici

Nirvana Realm arkan

Dao Initiate

Dao Master Dao arkan& cici

Sovereign

Divine

Universal (Kaisar Drak)

Eternal Ruin (Puncak Arkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roni alex saputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Evolusi Berdarah dan Fondasi Kehampaan

[Bagian 1: Penderitaan Liem-Banyu]

Suasana di kawah Aula Cakrawala Suci tidak lagi sekadar sunyi; atmosfer di sana seolah membeku di bawah otoritas Arkan. Liem-Banyu merasakan jantungnya berdegup begitu kencang hingga ia bisa mendengar aliran darahnya sendiri di telinga. Begitu bola esensi Petir Hitam itu menyentuh dadanya, dunia Liem mendadak berubah menjadi kegelapan yang pekat, yang kemudian disambar oleh jutaan jarum listrik

"AAARRGGHHH!"

Teriakan Liem membelah langit. Tubuhnya terangkat ke udara, bukan karena terbang, tapi karena tekanan magnetik dari petir itu. Setiap inci kulitnya mulai retak, mengeluarkan uap merah—darah yang mendidih seketika. Liem merasa seperti sedang dipaksa menelan seluruh badai petir di alam semesta.

Apakah ini akhirnya? pikir Liem di tengah rasa sakitnya. Apakah tubuh fanaku hanya akan menjadi abu di tangan Arkan?

Namun, di tengah siksaan itu, ia merasakan sebuah tarikan gravitasi yang dingin dan menenangkan dari arah Arkan. Arkan tidak membiarkannya hancur. Dengan kontrol Black Hole-nya, Arkan memeras racun-racun karma dari petir itu, menyisakan hanya murni kehancuran. Liem mulai melihat visi di dalam kepalanya—sebuah pedang raksasa yang terbuat dari kegelapan abadi. Ia menyadari satu hal: untuk menguasai petir ini, ia tidak boleh melawannya. Ia harus menjadi kilat itu sendiri.

Perlahan, retakan di kulit Liem mulai menutup, namun kini meninggalkan bekas luka berbentuk sirkuit petir berwarna hitam legam. Jiwanya yang tadinya rapuh kini mengeras. Ia merasakan gerbang Earth Realm yang tadinya tertutup rapat kini hancur berkeping-keping oleh tendangan energinya.

[Bagian 2: Keteguhan Srikandi-Tan]

Di sisi lain, Srikandi-Tan mengalami "neraka" yang berbeda. Jika Liem dibakar, Srikandi merasa sedang ditindih oleh seluruh pegunungan di dunia ini. Inti Gravitasi Tanah yang diberikan Arkan merasuk ke dalam sumsum tulangnya, mengubah kepadatan atom di tubuhnya.

Setiap kali ia mencoba bernapas, tulang rusuknya berderit keras. Srikandi merasa sel-sel tubuhnya sedang dihancurkan menjadi debu dan dipadatkan kembali menjadi material yang lebih kuat dari berlian. Zirah perunggunya yang legendaris, yang selama ini menjadi kebanggaannya, kini meleleh seperti mentega di bawah terik matahari, menyatu dengan pori-

"Aku... tidak akan... menyerah..." Srikandi menggertakkan gigi hingga berdarah.

Ia adalah seorang pejuang. Baginya, rasa sakit adalah kehormatan. Ia membayangkan dirinya sebagai pilar yang menopang langit. Arkan memperhatikannya dengan tatapan tajam. Ia melihat bagaimana Srikandi secara sadar membentuk kembali struktur ototnya menggunakan hukum gravitasi. Saat Srikandi berdiri, tanah di sekitarnya amblas membentuk pola lingkaran sempurna. Ia bukan lagi sekadar wanita dengan zirah; ia adalah perwujudan dari kerak planet itu sendiri. Indestructible Void Body miliknya kini telah mencapai level yang bahkan para tetua di Dunia Tengah pun akan gemetar melihatnya.

[Bagian 3: Kebangkitan Ratu Nirvana - Cici]

Namun, transformasi yang paling mengerikan dan agung terjadi pada Cici. Gadis yang tadinya terlihat lembut itu kini tertelan oleh pilar api ungu yang tingginya mencapai ribuan meter. Arkan menatap pilar itu dengan mata ungu yang berkilat khawatir namun bangga.

Cici tidak hanya menerima energi; ia menerima Hukum Langit.

Di dalam pilar api itu, Cici melihat ribuan tahun sejarah penderitaan para kultivator yang energinya dihisap oleh Yun-Tian. Ia merasakan kemarahan dunia ini. Sayap kristalnya yang indah hancur menjadi serpihan kecil, hanya untuk digantikan oleh sayap api yang tidak memiliki wujud fisik tetap—sayap yang terbuat dari kemurnian murni.

"Jadilah api itu, Cici!" Suara Arkan bergema di dalam jiwa Cici.

Cici membuka matanya. Pupil matanya hilang, digantikan oleh pusaran api ungu yang tenang namun mematikan. Ia berhenti merintih. Rasa panas yang tadinya membakar kini terasa hangat, seperti pelukan seorang ibu. Ia menyadari bahwa penderitaan masa lalunya sebagai pelayan hanyalah persiapan untuk momen ini. Ia bangkit dari lava cair dengan keanggunan seorang dewi. Setiap langkahnya meninggalkan bunga api yang tidak bisa padam oleh air apa pun. Nirvana Realm bukan lagi sekadar tingkatan baginya; itu adalah identitas barunya.

[Bagian 4: Arkan dan Sang Leluhur]

Arkan menelan esensi terbesar. Tidak ada teriakan. Hanya ada kehampaan. Saat ia menutup mata, seluruh kawah itu mendadak kehilangan suara. Arkan masuk ke dalam Singularity di dalam jantungnya. Di sana, ia bertemu dengan "Kehendak Dunia" yang sedang meronta.

Arkan tidak bernegosiasi. Ia menelan kehendak itu bulat-bulat.

Aku adalah hukumnya, batin Arkan. Jika langit ini tidak adil, maka aku akan menghapusnya dari peta bintang

Tiba-tiba, langit "robek". Mata raksasa berwarna merah darah milik Leluhur Planet muncul, memancarkan aura yang bisa membuat satu benua lenyap dalam sekejap. Tekanan itu turun seperti palu godam dewa. Liem dan Srikandi yang baru saja naik level langsung tersungkur, memuntahkan darah emas. Tekanan dari Planet Ancestor terlalu jauh untuk mereka saat ini.

"Siapa... yang berani... menyentuh... benihku?" Suara itu bukan suara manusia, tapi getaran frekuensi yang menghancurkan gendang telinga

Arkan melayang naik. Rambut hitamnya berubah menjadi ungu gelap, dan auranya meledak, menabrak tekanan sang Leluhur. Dua kekuatan raksasa berbenturan di atmosfer, menciptakan kilat merah dan ungu yang menghiasi langit Dunia Bawah yang sedang sekarat.

"Benihmu?" Arkan tertawa, suara tawanya mengandung penghinaan yang tak terbatas. "Mulai hari ini, kebunmu sudah terbakar habis, tua bangka. Dan setelah ini, aku akan menggunakan kepalamu sebagai batu pijakan untuk naik ke Dunia Tengah

[Bagian 5: Penutup dan Transmisi Dimensi]

Tangan meteorit raksasa turun dari langit, siap menghancurkan segalanya. Namun, Arkan tidak gentar. Ia merentangkan tangan, menciptakan sebuah cakram hitam yang sangat tipis namun memiliki kepadatan yang tak terhingga.

"[Hukum Dao: Singularitas Penelan Dunia!]"

ZRAAAAAASSS!

Seluruh cahaya di planet itu tersedot masuk ke dalam tubuh Arkan selama satu detik sebelum akhirnya meledak keluar dalam bentuk gelombang kehampaan. Tangan meteorit itu hancur menjadi atom-atom kecil sebelum sempat menyentuh puncak gunung.

"Liem, Srikandi, Cici! Pegang pundakku!" perintah Arkan.

Arkan menancapkan tangannya ke udara kosong dan... KREK! Ruang dimensi robek seperti kertas. Di balik robekan itu, terlihat hamparan bintang yang jauh lebih terang dan pulau-pulau melayang yang memancarkan aura yang jauh lebih kuat.

"Ayo," ucap Arkan singkat. "Dunia Bawah terlalu sempit untuk ambisiku."

Dengan satu sentakan, mereka berempat melesat masuk ke dalam lubang cacing. Planet yang mereka tinggalkan kini bergetar hebat, sementara sang Leluhur di kejauhan sana mulai merasakan ketakutan untuk pertama kalinya dalam jutaan tahun.

Tolong support dan like nya kakak

1
RYUU
keren
«☆ ⃟⃟Ms•° Achaa♡
etdah nama guru gurunyaa
RYUU: kalau aku gass dan trobos aja nanti rame sendiri orang bisa masa iya kita ngak 🤣
total 22 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!