NovelToon NovelToon
Jetro, Pengantin Pengganti

Jetro, Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti
Popularitas:36.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Jetro Julian Wisesa, pengusaha sukses, masih single.

"Aku yang akan menikahimu."

Febi Karindra, bekerja di kantor polisi, sudah dijidohkan dengan rekan kerjanya hanya bisa mematung. Semua tamu yang awalnya kasihan karena pengantin prianya tidak datang, sekarang menatap iri. Karena pengganti pengantinnya lebih segala galanya dari pada pengantin aslimya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seperti sedang selingkuh

Sudah beberapa hari ini Febi tidak bertemu Jetro setelah kejadian menggegerkan hari itu di rumah sakit.

Jetro juga tidak mengirim pesan. Laki laki itu seperti menghilang di telan bumi. Febi sempat mengira laki laki itu akan mengirimkan bunga lagi padanya atau memberikan informasi kapan jadwal mancingnya.

Febi jadi bertanya tanya dalam hati, apakah benar yang diomongkan Juwita atau Cakra tentang Jetro. Kalo laki laki itu hanya mempermainkannya.

Febi bingung sendiri dengan perasaannya yang tiba tiba jadi resah.Tapi dia tidak berani menghubungi Jetro walaupun sekadar menanyakan apa kabarnya laki laki itu.

Statusnya cukup memberatkan langkahnya.

Febi memejamkan mata sambil mengetuk ngetuk ujung jarinya di atas ipadnya.

Kapan dia bisa mengakhiri perjodohan ini, batinnya frustasi.

"Tugas kita sudah selesai," ujar Cica ketika mereka sudah berhasil mengamankan penjahat yang cukup viral.

"Kenapa makin ke sini orang orang makin mengerikan." Hana menghela nafas panjang. Orang yang mereka amankan adalah seorang suami yang tega sekali membu-nuh istri yang sudah memberinya satu anak yang baru berusia dua tahun.

"Aku jadi takut untuk menikah," desis Nashwa. Ternyata laki laki itu juga bisa berubah.

"Jangan cari suami pencemburu, dong," dengus Juwita meremehkan.

"Harusnya kalo udah ngga suka, tinggal cer@i aja, kan. Anaknya juga masih kecil. Suaminya juga bukan mukondo. Gampanglah tinggal nyari istri lagi," papar Cica penuh sesal.

"Tindakan yang bodoh," timpal Nashwa menyayangkan kejadian ini bisa terjadi.

Febi juga mengiyakan pendapat teman temannya. Sekarang orang orang terlalu mudah menghilangkan nyaw@ orang orang terdekat mereka. Tidak memikirkan akibat yang akan terjadi nantinya.

"Harus selektif nyari suami," timpal Hana mengingatkan.

"Ya," angguk Nashwa dan Cica bersamaan. Berharap tidak memilih suami seperti ini.

"Kita balik ke kantor sekarang," tukas Juwita setelah melihat rekan rekannya yang lain juga bersiap pergi. Tersangkanya juga sudah dibawa pergi.

Febi dan yang lain mengikuti langkah Juwita. Ponselnya bergetar, agak excited Febi meraihnya. Mengharap notif ini dari Jetro. Jantungnya sampai berdebar kencang.

Tapi kekecewaan langsung membuat hatinya mencelos ketika tau pesan itu dari Cakra.

Nanti ke kafe di depan markas. Kita harus bicara.

Febi menghela nafas panjang.

Bicara apalagi, sih, batinnya bete. Ngga yakin kalo tentang pembatalan, karena papanya tidak ada isyarat ke arah sana. Yang dia takutkan, Cakra akan mengatur ulang jadwal mereka bertemu dengan mamanya.

"Ada apa?" tanya Cica yang menyadari perubahan wajah Febi.

"Aku ditunggu Pak Cakra di kafe biasa."

"Oooh..... Jadi ngga bisa gabung sama kita, dong." Hana menyahut kecewa.

"Maaf, ya." Febi jadi merasa tidak enak.

"Ngga apa apa, Feb." Nashwa maklum.

Pak bos yang kasih perintah, siapa yang berani ngga patuh, batinnya.

"Kadang aku bingung dengan hubungan kamu dan Pak Cakra. Sebenarnya kamu calon adik ipar atau calon istri Pak Cakra?" sentil Juwita dengan nada meremehkan.

"Kamu kenapa, sih, Wi. Kepo banget," sengit Cica membela Febi.

"Loh, aku ngomong apa adanya, kan. Karena aku merasa sikap Febi dan Pak Cakra kelihatan aneh aja, sih," bantah Juwita ngga terima disalahkan.

"Sudah, sudah," lerai Hana.

"Iya, jangan dipikirin, Ca," ucap Febi yang juga jengah dengan tuduhan tuduhan Juwita yang memang menjurus ke arah kebenaran. Tapi Febi belum bisa mengakuinya. Cakra juga minta agar perjodohan mereka di rahasiakan dulu.

Cica melayangkan tatap tajam pada Juwita, tapi dibalas dengan wajah yang menyebalkan.

*

*

*

Di ruangannya Cakra menatap sekilas pada Jetro yang datang bersama Abiyan dan Baim, menemuinya.

Mereka membawa tersangka baru lagi. Kalo dipikir, malah meringankan pekerjaannya

Jadi dia yang ngirim bunga ke Febi, batin Cakra ngga suka. Dia sudah mencari tau tentang Jetro.

Mungkin karena tatapannya yang terlalu tajam membuat Jetro balas menatapnya ngga kalah tajamnya.

Ngga lama kemudian pengacara mereka, Om Ragil datang.

"Om yang urusin, ya," ucap Abiyan sambil berdiri pada orang kepercayaan orang tua mereka. Mereka memang menunggu beliau.

"Oke, Biyan. Biar om yang selesaikan." Om Ragil yang seusia papi mereka tersenyum hangat

"Thank's, om." Jetro yang menyahut. Om Ragil menganggukkan kepalanya.

"Pak Cakra, kita permisi dulu," pamit Baim.

"SIap, pak," Cakra tersenyum tipis sambil menatap ketiga laki laki itu berjalan pergi.

Cakra masih merasa kurang nyaman dan merasa terintimidasi saat beradu tatap dengan Jetro tadi. Jadi saat laki laki yang mengirim buket bunga untuk Febi sudah pergi, baru dia merasa lega.

*

*

*

Cakra sudah menunggu di parkiran ketika mobil yang membawa Febi dan teman temannya tiba di sana.

"Aku duluan, ya," pamit Febi sambil membuka pintu mobil.

"Ya, hati hati," ucap Cica dan Hana berbarengan. Mereka juga turun dari mobil dan menatap kepergian Febi yang melangkah mendekati Cakra.

"Kita masuk setelah pak bos aja," ucap Hana menahan langkah teman temannya.

"Iya," sahut Cica. Yang lainnya tidak membantah.

Saat dua langkah lagi Febi mendekat, tanpa kata Cakra berjalan lebih dulu memasuki kafe.

Febi yang awalnya tidak merasa happy, langsung merasa shock ketika saat berada di dalam kafe bertatapan denga Jetro.

Dia merasa seperti ke gap sedang selingkuh oleh Jetro. Tapi yang anehnya tatap mata Jetro sama sekali tidak menyiratkan kemarahan padanya. Sekelumit senyum tersungging di bibirnya. Jantung Febi berdebar cepat.

Kenapa dia ada.di sini?

Untungnya Cakra tidak terlalu memperhatikan.

"Aku sudah reservasi tempat," ujar Cakra lagi.

Febi hanya menganggukkan kepalanya. Perasaannya jadi tidak menentu.

Febi yakin, Jetro masih terus menatapnya hingga dia menjauh dari radarnya. Febi tidak berani menoleh untuk menatap Jetro walaupun ingin.

1
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
gak ada yang mau sama Fiola karena para sepupu Jetro udah tau kebusukan hati Fiola tante🤣cocoknya sama Cakra emang sesama pecundang
Rahayu Ayu
Ga bakalan mau lah Baim sama Dave
lagian kan mereka dah tau gimana sifat aslinya Fiola,
Tri Handayani
mungkin kalau tante adriana tau sifat dan kelakuan fiola dia akan sana kya mama cakra g akan mengharap fiola jadi menantunya.
Ernaaaaa
dah tau kelakuan sifiona mana mau mereka
Susma Wati
fiola dengan keegoisan , kesombongan, dan iri hatinya akhirnya tidak mendapatkan apapun, cakra yang tadinya inginkan fiola apa adanya dan mengajak fiola berjuang untuk mendapatkan restu mamanya akhirnya pun dia menyerah melepaskan fiola dengan semua mimpinya yang ingin mengejar jetro, tapi kalau fiola sadar dengan kesalahan nya apakah cakra masih mau menerima fiola, walau restu mamanya sudah di dapat?
Evi Solina
sisi gelap pramugari YTTA 🤭
🔵MENTARY
mana mau Baim Dave ama Fio bekas kokop Cakra
Ariany Sudjana
bagus semua menolak kalau jalang murahan jadi istrinya 🤭🤭🤣🤣 tapi harus diwaspadai jangan sampai fiola menggunakan segala cara untuk menjebak Jetro, demi bisa jadi nyonya besar di rumah Jetro, maklum kan perempuan peliharaan
Zea Rahmat
baguss.. baim peka klo fiola calon2 playing victim
partini
ko bisa mommy mommy main jodohin aja
Lia Kiftia Usman
baim..dave... sudah tau kartunya fiola.
Zea Rahmat
jgn masuk ke circle Airlangga sm artha mahendra
Zea Rahmat
skakmat🤣🤣🤣🤣
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Rahmawati
hahahha jetro lebih milih balik, ketimbang jalan bareng fiola.
jalan bareng aja jetro enggan ini malah berharap jadi istri keduanya 😂
Tri Handayani
jelas salah lah'apalagi jetro tau iparnyabisa jadi maut karena jelas-jelas menyukai dan terobsesi.
hansen
bagus cakra tingal kan aja terus kamu sudah buat yang terbaik, moga ada jodoh tu teman sekantor mu juwita🤭
Ariany Sudjana
jelas salah, karena kamu akan berusaha menghancurkan rumah tangga Jetro dan Febi, dasar jalang murahan kamu fiola
Diyah Saja
tapi apes bagi si mamas jetro🤭
Diyah Saja
ndasmu🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!