fiksi sejarah Kisah Para Pemimpin sebuah Pulau bernama The Horn Land. cerita dalam rentang waktu 110 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sutrisno Ungko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Suksesi
Ekor komet membentang membelah fajar, goresan fatamorgana membara diatas Kastel Kaitaia yang perlahan sedang diperbaiki penguasa baru. Cahaya itu bagaikan luka dilangit memerah muda dan perlahan temaram.
Ser Jhuma berdiri di balkon. berangin di dekat jendela, di ruangan inilah para Kesatria Utama berkumpul..
“Kondisi baginda menghawatirkan.” kata Angurey.
“Obat yang diberikan Master Sorush belum lagi membawa hasil. Ia memang sudah tak terlalu sehat ketika tiba di The Horn Land dan dengan semua situasi yang ada. Itu tak membantunya untuk sembuh seperti sedia kala.” Regen Manollion, menatap cawan dalam genggamannya.
“Apapun itu perjuangan ini harus berlanjut. Kita siapkan segalanya untuk memastikan keberlanjutan.” kata Jhuma, ia berbalik menatap mereka satu persatu.
“Ada dua hal yang menjadi beban kita bersama saat ini, memastikan kebersamaan pasukan kita dan terus memantau situasi lawan yang setiap saat bisa datang dengan kekuatan penuh untuk merebut lagi wilayah ini.” kata Jhuma lagi.
“Juga keberlanjutan kepemimpinan… “ kata Lauren.
Semua menatap Lauren. Seperti tersadarkan akan masalah yang lebih besar jika hal itu tak dipersiapkan.
“Ada pendapatmu soal itu.” tanya Angurey Wayn.
“Baginda tak mempersiapkan perjuangan ini dengan sistem Kerajaan. Sudah berapa kali ia tegaskan bahkan anaknya sendiri tak berhak untuk memimpin, ia memberikan kesempatan bagi kita semua untuk melanjutkan kepemimpinannya. Aku ada saran, untuk persiapan masa depan....Ser Jhuma harus bersiap diri…” Kata Lauren.
Jhuma terkejut, pandangannya pada Lauren kemudian menyapu seluruh ruangan, pada wajah-wajah dihadapannya. Sahabat-sahabatnya yang bersama-sama menjemput Owen dari Lemuria. Dengan suka duka yang telah dilewati.
“Tak usah fikirkan itu. Keputusan soal itu kita serahkan pada waktu. Mari kita fokus pada potensi perpecahan yang terjadi dengan para kesatria keluarga dan situasi Whangarei saat ini..” kata Jhuma mencoba membelokan tema.
“Whangarei kini belum akan siap menyusun pasukan mereka setelah kekacauan itu. Butuh waktu beberapa bulan bagi mereka. Wilayah lain yang mungkin menjadi ancaman bagi kita adalah Dargaville. Di sisi barat. Kekuatan mereka belum tersentuh. Kekacauan Whangarei dan jatuhnya Kaitaia menyebapkan Earl Dargaville tentu bersiap diri. kita harus mendahului menjatuhkan Whangarei..” Kata Angurey.
“Berapa kekuatan pasukan kita saat ini?” tanya Jhuma. Ia cemas soal jumlah pasukan. Karena kemenangan tentu juga dipengaruhi oleh jumlah.
“Sudah diangka 3.000 pasukan Ser, cukup untuk memberikan dampak bagi Whangarei yang terkejut setelah sabotase kemarin. Banyak anggota baru dari warga yang bergabung, adalah pasukan Adara yang membelot di wilayah mereka.” kata Regen.
“Soal pertikaian keluarga Loaun dan Kaemon kita tunda dulu persidangannya. Sampaikan saja, kita semua menunggu kesembuhan Ser Owen. Biar beliau yang memutuskan. Bagi para pelaku pembunuhan biarkan mereka ditahan sambil menunggu semuanya.” Kata Jhuma memberikan keputusan. Ia menunggu sejenak tanggapan sahabat-sahabatnya. Namun semua diam pertanda setuju.
“Bagaimana dengan hak penguasaan dermaga yang menjadi sebap pertikaian mereka?” tanya Angurey. karena itu yang menjadi sebab masalah.
“Serahkan dulu pada pihak yang netral. tidak pada Loaun juga tidak pada keluarga-Keluarga Suku Yulara. Sebaiknya dikuasai satu diantara kalian. ” kata Jhuma.
“Biarkan aku yang akan menjaganya Ser.” sahut Regen.
“Baik silahkan Ser Regen. Jaga keamanan disana. Pastikan tak ada masalah lagi.,.karena kita butuh persiapan sebelum menuju Whangarei atau menahan seragan Dargaville. ”
Semua setuju dan pertemuan di tutup.
Semua kembali ke tempat masing-masing. Angurey Wayn sendiri yang mendapatkan tugas menata administrasi pemerintahan langsung menuju Kastil.
Ia ditemui seseorang.
***
Saat ini, akhir tahun 112.
Angurey Wayn adalah seorang pelajar saat berkenalan dengan Jhuma 10 tahun lalu. Jhuma mengajaknya bergabung dalam usaha kemerdekaan atas kemampuannya di bidang ilmu pengetahuan, meskipun ia juga adalah seorang pemain pedang yang handal. Ia lahir dari keluarga besar Wayn yang menjadi tuan tanah di wilayah Napier. Kini ia sudah berusia 42 tahun. Ia memiliki seorang istri dan 3 orang anak ; istrinya bernama Dyana Coas. Menikah diusia yang masih sangat muda 19 tahun saat itu Angurey di usia 22 tahun. Mereka memiliki 3 orang putra ; Jason Wayn (19 tahun) , Falen Wayn (17 tahun) dan Ergon Wayn (14 tahun). Semuanya kini tinggal bersama ayahnya di Kastel Kaitaia. Sebelumnya mereka berpindah-pindah tempat, bahkan saat Angurey menjemput Owen bersama kesatria lain. Istrinya tinggal di rumah salah seorang kerabat di Dargaville. Sebelum menyusul suaminya bersama yang lain saat Kaitaia dikuasai. *)
*) Anak-anak Angurey tumbuh dalam lingkungan yang tidak memungkinkannya menjadikan mereka seperti yang ia harapkan. Saat dirinya memilih berjuang untuk mendirikan negara baru, anaknya yang tertua justru bergaul dengan para kesatria bebas di Kaitaia. Kesatria yang menyewakan tenaga mereka untuk menjaga keselamatan para pedagang dan saudagar. Jason yang sejak usia 16 tahun bergaul dengan salah satu kesatria bebas memilih mengembara dan mengikuti sang kesatria. Saat ayahnya pulang ke Kaitaia, ia sudah setahun tak bersama ibunya. Falen, yang juga aktif dalam ketentaraan Kolonial sejak usia 16 tahun, Dan pacaran dengan anak salah seorang perwira kekaisaran. Justru memilih ikut bersama sang gadis dan keluarganya keluar dari Kaitaia saat perang terjadi. Kini tak ada lagi kabar pemuda itu. sementara Ergon, Adalah seorang anak kutu buku dan memilih mengikuti seorang master ke Pulau Selatan sejak usia 13 tahun. Praktis saat Angurey tiba bersama para kesatria pejuang hanya istrinya yang berada di Dargaville.
Angurey kenal dengan banyak pelajar. Hari ini ia dikunjungi salah seorang kenalannya bernama Falvel. Yang Sering menawarkan padanya untuk membantunya dalam menata sistem pemerintahan Kerajaan baru yang baru dibangun.
“Tak ada yang lebih baik dari sistem Kerajaan Ser. percayalah. Jika kalian meyakini Owen adalah pemimpin karena ia adalah generasi penerus kepala suku dimasa lampau. Ia akan meneruskan genetik yang baik untuk penerusnya kelak. Maka dirikanlah kerajaan bersamanya. Jemput anaknya Ommer untuk dipersipkan menggantikan ayahnya.” kata Falvel.
“Owen tak punya niat untuk mendirikan pemerintahan monarki kawan. Ia inginkan pemerintahan yang dipimpin orang terbaik diantara para pejuang.” kata Angurey. Tatapannya tajam pada Falvel.
“Apakah kamu setuju diantara kalian yang akan menjadi penerusnya bisa menjadi pemimpin yang baik seperti beliau?” tanya Falvel lagi. Berusaha meyakinkan.
“Sebisa mungkin tentu. Jika sudah diangkat sebagai pemimpin, setiap yang terpilih akan berusaha menjadi yang terbaik dan akan dibantu oleh yang lain aku rasa.” jawab Angurey.
“Itu seperti berjudi kawanku. Owen dan anaknya adalah solusi untuk Kerajaan kecil kita ini. Hanya itu saranku padamu. Dorong Master Sorush untuk menetapkan sistem pemerintah seperti itu. sebelum baginda Owen mangkat aku akan membantunya..”.
“Jika pun Master setuju. kesatria utama yang lain belum tentu setuju, mereka sudah sangat paham apa yang diinginkan tuan Owen, begitupun para kesatria keluarga.”
“Tugasmulah meyakinkan mereka. Bahwa tak ada jalan lain untuk regenerasi kepemimpinan selain meneruskannya pada anak dari Owen . Sebaiknya cari anak itu dan angkat dia sebagai pangeran pewaris tahta ayahnya. Jika tidak. Catat kata-kataku. Perjuangan kalian akan terbatas diantara banyak kepemimpinan. Jika kalian kesatria utama mungkin masih bisa bersatu. Aku tak yakin dengan para kesatria keluarga yang ada. perpecahan sudah terlihat. lihat masalah keluarga Loaun dan Kaemon di dermaga itu. Hanya kepemimpinan seorang raja yang mampu menyelesaikannya..”
***
Demikianlah, Falvel meninggalkan fikiran yang mendatangkan kekhawatiran pada Angurey untuk saat ini. Namun untuk menceritakannya pada Master Sorush apalagi pada Ser Jhuma ia belum lagi mempunyai keberanian. Satu sisi ia juga setuju dengan pendapat Falvel. Ini akan menjadi hal rumit.
Apakah ada pemimpin yang tepat setelah Owen?
bagaimana cara memilih tanpa adanya masalah?