NovelToon NovelToon
WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

WARISAN GALAXY: Pangeran Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Murid Genius / Identitas Tersembunyi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Mengubah sejarah / Peradaban Antar Bintang
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

(NOVEL INI LANJUTAN DARI LEGENDA SEMESTA XUANLONG)

Tiga belas tahun telah berlalu sejak Dewa Bintang Tian Feng mendirikan Kekaisaran Langit, menciptakan era kedamaian di dua alam semesta. Namun, di Puncak Menara Bintang, Ye Xing, putra dari Ye Chen dan Long Yin, serta Cucu kesayangan Tian Feng merasa terpenjara dalam sangkar emas.
Terlahir dengan bakat yang menentang surga, Ye Xing tumbuh menjadi remaja jenius namun arogan yang belum pernah merasakan darah dan keputusasaan yang sesungguhnya.

Menyadari bahaya dari bakat yang tak ditempa, Tian Feng mengambil langkah drastis menyegel kultivasi Ye Xing hingga ke tingkat terendah (Qi Condensation) dan membuangnya ke Alam Bawah, ke sebuah sekte sekarat bernama Sekte Awan Rusak. Tanpa nama besar keluarga, tanpa pengawal bayangan, dan tanpa harta istana, Ye Xing harus bertahan hidup sebagai murid biasa bernama "Xing" yang diremehkan dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 30

Alam Rahasia – Ruang Inti Segel.

Ranah Kekuatan:

Monster Void: Foundation Establishment (Tingkat Akhir).

"GRAAAAHHH!"

Monster Void itu membuka mulutnya lebar-lebar. Bola energi hitam pekat sebesar rumah berkumpul di sana. Tekanan energinya membuat lantai batu di sekitar Lin Xiao retak menjadi debu.

"TIGA DETIK!" teriak Ye Xing dari belakang, tangannya menggenggam erat tangan Mei Wuchen.

"SIAP BOS!"

Lin Xiao, dengan tubuh perunggu setinggi dua meter, menancapkan kakinya ke tanah. Dia tidak punya senjata, tidak punya perisai (sudah hancur). Dia hanya punya tubuh hasil mutasi Buah Roh.

[Teknik Pertahanan Mutlak: Benteng Kura-kura Perunggu!]

Lin Xiao menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Aura kuning kecokelatan membentuk kubah transparan di depannya.

BOOM!

Bola energi Void itu ditembakkan. Sinar hitam pekat menghantam Lin Xiao.

"Ugh...!"

Kubah pelindung Lin Xiao hancur dalam hitungan detik. Sinar itu langsung menghantam kulit perunggunya.

Sreeet... Sreeet...

Kulit logam Lin Xiao mulai terkorosi. Asap berbau daging gosong mengepul. Rasa sakitnya tak terbayangkan, seolah disiram asam pekat.

"Tahan... Aku harus tahan...!" batin Lin Xiao. Darah menetes dari mulutnya. Kakinya terseret mundur, membuat parit dalam di lantai.

Satu detik.

Di belakangnya, di depan altar patung leluhur.

Ye Xing (Qi Condensation Tingkat 9) dan Mei Wuchen (Qi Condensation Tingkat 9 - Disegel) berdiri berhadapan, telapak tangan mereka saling menempel, jari-jari saling mengunci.

"Fokuskan pikiranmu, Mei'er!" perintah Ye Xing lewat telepati. "Jangan melawan aliranku! Biarkan Qi Bintang-ku memandu Qi Pedang-mu!"

"Diam kau! Jangan mengaturku!" balas Mei Wuchen, keringat dingin membasahi dahinya.

Meskipun bertengkar, jiwa mereka selaras. Mereka tumbuh bersama sejak bayi. Mereka tahu ritme napas satu sama lain.

Patung Tian Feng dan Jian Wuchen di belakang mereka mulai bersinar.

Aura Emas (Gravitasi/Bintang) dari Ye Xing mengalir ke tubuh Mei. Aura Perak (Ketajaman/Pedang) dari Mei mengalir ke tubuh Ye Xing.

Dua energi yang berlawanan itu berputar di titik temu telapak tangan mereka, membentuk bola cahaya kecil yang menyilaukan.

Dua detik.

"AAAAARGHHH!"

Lin Xiao berteriak. Kulit di lengan kirinya meleleh hingga terlihat tulang putihnya. Bola energi monster itu mulai menembus pertahanannya.

"LIN XIAO!" teriak Mei Wuchen panik.

"JANGAN LEPASKAN KONSENTRASI!" bentak Ye Xing, meski hatinya juga terbakar amarah. "Sedikit lagi!"

Monster Void itu menyadari ancaman di belakang Lin Xiao. Dia meningkatkan energinya.

"MATI KALIAN SEMUA!"

Lin Xiao akhirnya mencapai batasnya. Dia terlempar ke samping seperti boneka rusak, tubuhnya berasap dan penuh luka bakar hitam.

Jalur tembak kini terbuka lurus ke arah Ye Xing dan Mei Wuchen.

Tiga detik.

"SEKARANG!"

Ye Xing dan Mei Wuchen membuka mata serentak. Mata kanan Ye Xing (Bintang) dan mata kiri Mei Wuchen (Pedang) bersinar terang.

Mereka tidak melepaskan pegangan tangan. Mereka mengayunkan tangan mereka yang terkunci itu ke depan secara bersamaan, seolah sedang memegang satu pedang raksasa tak kasat mata.

[Teknik Gabungan Warisan: Pemisahan Langit dan Bumi!]

ZING!

Tidak ada ledakan besar.

Hanya seberkas garis cahaya tipis—perpaduan warna emas dan perak yang melesat.

Garis cahaya itu menabrak bola energi Void raksasa yang datang ke arah mereka.

Bola energi hitam itu... terbelah dua.

Sinar itu terus melaju tanpa hambatan, membelah udara, membelah ruang, dan melewati tubuh Monster Void itu.

Hening.

Monster Void itu berhenti bergerak. Tangannya masih terangkat, mulutnya masih terbuka.

Ye Xing dan Mei Wuchen jatuh berlutut, napas mereka habis total. Tangan mereka terlepas.

"Apa... kita berhasil?" bisik Mei Wuchen lemah.

Krak.

Sebuah garis tipis muncul di pinggang Monster Void itu.

Tubuh bagian atas monster itu perlahan bergeser miring, lalu jatuh ke lantai dengan suara berdebum basah.

Darah hitam muncrat.

Jantung Void yang ada di dadanya juga terbelah dua, cahayanya padam seketika.

Monster Void (Foundation Establishment Akhir)... mati.

"Hah... Hah..." Ye Xing berbaring terlentang di lantai dingin, menatap langit-langit gua. "Kakek... teknikmu itu gila. Hampir saja kami meledak."

Mei Wuchen merangkak susah payah menuju Lin Xiao yang tergeletak diam di pojok ruangan.

"Lin Xiao! Hei! Jangan mati!" Mei Wuchen mengguncang tubuh besar itu.

"Uhuk..."

Lin Xiao membuka mata bengkaknya. Dia menyeringai lemah, memperlihatkan gigi yang berdarah.

"Aku... masih hidup, Kakak Ipar..." bisik Lin Xiao parau. "Apakah... Bos menang?"

Mei Wuchen tersenyum lega, air mata menggenang di sudut matanya. "Ya. Kita menang. Kau pahlawannya, Dasar Bodoh."

Ye Xing memaksakan diri duduk. Dia melihat ke arah mayat monster itu.

Dari sisa tubuh Fang Que yang hancur, melayang sebuah Bola Jiwa berwarna abu-abu dan sebuah Cincin Penyimpanan.

"Rezeki nomplok," gumam Ye Xing.

Namun, perhatian Ye Xing teralihkan oleh getaran di saku dadanya.

Kristal Void miliknya (yang dia dapat dari Ular) melayang keluar sendiri. Kristal itu terbang ke arah mayat Fang Que, lalu... menyerap sisa-sisa energi Void yang ada di sana.

Kristal itu berubah warna dari hitam kusam menjadi ungu gelap transparan.

[Kunci Dimensi Void (Tingkat 1)]

Ye Xing menangkap kristal itu. Informasi mengalir ke kepalanya.

"Kunci ini bisa membuka celah dimensi kecil... atau menutupnya."

Ye Xing menyadari sesuatu. Alam Rahasia ini... segelnya sudah rusak permanen karena Fang Que. Tempat ini akan runtuh dalam hitungan jam.

"Kita harus pergi," kata Ye Xing, mencoba berdiri meski kakinya gemetar. "Tempat ini akan rubuh."

Dia berjalan tertatih memapah Lin Xiao. Mei Wuchen membantu di sisi lain.

Trio babak belur itu berjalan menuju pintu keluar di belakang altar, meninggalkan mayat musuh mereka terkubur bersama reruntuhan sejarah.

Luar Alam Rahasia – Lembah Angin Puyuh.

Langit di luar sudah sore. Para kultivator dari berbagai sekte masih menunggu di depan gerbang, penasaran siapa yang akan keluar membawa harta karun.

Tiba-tiba, gerbang batu itu bergetar dan retak.

BOOM!

Tiga sosok terlempar keluar dari gerbang teleportasi, mendarat bergulingan di rumput.

Semua mata tertuju pada mereka.

Ye Xing (Jubah Murid Inti robek-robek). Mei Wuchen (Cadar hilang, wajah cantiknya terekspos, penuh debu). Lin Xiao (Tubuh perunggu penuh luka bakar mengerikan).

Mereka terlihat seperti baru pulang dari neraka.

Tetua Han dan rombongan Sekte Awan Rusak segera berlari mendekat.

"Ye Xing! Apa yang terjadi di dalam?!" tanya Tetua Han panik.

Ye Xing mengangkat kepalanya. Matanya tajam, memancarkan aura Qi Condensation Puncak yang sangat padat, selangkah lagi menuju Foundation Establishment.

Dia melempar potongan Jantung Void yang sudah mati ke kaki Tetua Han.

"Fang Que sudah mati," kata Ye Xing lantang, suaranya didengar oleh semua sekte yang hadir. "Dia bersekutu dengan Iblis dan mencoba mengorbankan kita semua. Alam Rahasia itu runtuh karena ulahnya."

Kerumunan gempar.

Namun, di tengah kegemparan itu, Ye Xing merasakan tatapan dingin dari kejauhan.

Di atas tebing, berdiri seorang pria berjubah hitam dengan topeng perak. Dia bukan dari sekte manapun di wilayah ini. Auranya... Golden Core (Inti Emas).

Pria bertopeng itu menatap Ye Xing, lalu menghilang menjadi asap.

"Pengawas Void..." batin Ye Xing. "Mereka sudah mulai bergerak."

Ye Xing menoleh ke Mei Wuchen dan Lin Xiao. Perang kecil sudah selesai. Perang besar baru saja mengetuk pintu.

"Ayo pulang," kata Ye Xing. "Aku butuh mandi air panas dan tidur tiga hari."

1
Nanik S
Mantap Tor 💪💪💪
Nanik S
Dua Preman siap beraksi.. 👍👍👍
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
Mamat Stone
😈🔥🐲🔥😈
Mamat Stone
💨⚡💨⚡💨
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
MyOne
Ⓜ️😡😡😡Ⓜ️
Nanik S
Keren beneran keren aksi sepasang Preman 🤣🤣🤣
Mamat Stone
/Cleaver//Cleaver//Cleaver/
Mamat Stone
/Hammer//Hammer//Hammer/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Nanik S
Maaantaaaap 💪💪💪
Nanik S
Ternyata Mei menakutkan juga
Mamat Stone
/Smirk//Smirk//Smirk/
Mamat Stone
/Joyful//Joyful//Joyful/
Nanik S
Dua bocah kecil yang Asyi tapi punya nyali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!