Kinan, seorang gadis cantik yang berusia 23 tahun. Bekerja sebagai seorang pembantu disalah satu kediaman milik pemuda tampan. Dibekerja menggantikan Ibunya yang sudah pensiun.
Gilang, seorang pemuda tampan yang kehilangan tunangannya tiga bulan yang lalu. Hidupnya bagaikan berhenti. Dia melihat dengan jelas, bagaimana kondisi mobil yang dikendarai sang tunangan yang masuk kedalam jurang. Tidak ada Valeri, tunangannya membuatnya enggan untuk melakukan aktivitas.
Jantung yang berdebar saat berada didekat Valeri hilang. Ia hanya merasakannya saat didekat Valeri. Saat didekat perempuan lain? Tentu saja tidak ada debaran.
Tapi, entah bagaimana. Kinan yang baru bekerja selama seminggu, berhasil membuat jantungnya berdebar. Perasaan yang sama muncul kembali.
Apa arti semua ini? Siapa sebenarnya pembantu ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorine M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berusaha meyakinkan
Setelah suara mobil itu tidak terdengar lagi, barulah mereka keluar. Didepan garasi ada anak buah Kinan dan keluarga Dokter Nil sedang memakai masker.
Salah satu dari mereka mendekati Kinan dengan membawa dua masker.
"Pakai ini bos, kami menyemprotkan sesuatu agar mereka pingsan. Jika bos menghirupnya maka bos juga akan pingsan," ucap anak buah Kinan.
Kinan mengangguk lalu mengambil masker itu dan memakainya, Nil juga melakukan hal serupa dengan Kinan.
"Sekap semua pengawal Bram dan serahkan ponsel mereka kepadaku" titah Kinan.
"Baik bos," ucap beberapa orang.
Sebagian dari pengawal pergi melakukan titah bosnya sedangkan sebagian lagi tetap di sana untuk melindungi bosnya.
"Ayo ikut aku, aku akan memberikan kalian tempat tinggal untuk sementara," ucap Kinan.
Mereka semua berjalan menuju mobil. Saat melewati Satpam Kinan memberi salam dan dibalas Satpam dengan ramah juga senyuman di bibirnya.
"Aku akan menyuruh 5 orang pengawal untuk melindungi Bapak juga para pelayan disini," ucap Kinan kepada Satpam.
"Kemungkinan Bram akan kembali. Jika ia tidak mendapati Dokter Nil maka aku takut Bapak yang menjadi sasaran kemarahannya," ucap Kinan lagi.
"Terima kasih atas perhatiannya, Non" ucap Satpam.
Kinan menaiki mobilnya diikuti Nil, Ibu dan adik Nil. Sedangkan para pengawal menaiki mobil lain.
"Terima kasih atas bantuan mu, nak" ucap Ibu Nil.
"Sama sama, Bu" jawab Kinan tulus.
"Sekarang kita akan kemana?" tanya Nil.
"Ke Vila milikku yang ada dipuncak," jawab Kinan.
Sekitar dua jam perjalanan, Kinan tiba di Vila miliknya yang ada di puncak. Setelah memarkirkan mobilnya, Kinan memanggil semua pelayan Vila beserta Satpam.
"Perhatian semuanya," Ucap Kinan kepada semua orang yang ada didepannya.
"Perkenalkan saya Nona kalian, Valeri Selen Rahardian," Ucap Valeri.
"Tapi Nona, Nona Valeri sudah tiada empat bulan yang lalu. Dan wajah Nona berbeda dengan Nona Valeri kami. Nona tidak akan bisa membodohi kami," ucap salah seorang dari mereka.
"Wajahku dioperasi karena mengalami kerusakan. Dan soal kematian ku empat bulan yang lalu, itu tidak benar. Aku memang masuk kedalam jurang, tapi aku tidak tiada. Aku selamat," ucap Valeri memberitahukan kebenarannya, karena sesungguhnya Valeri sudah sangat mengenal dan mempercayai semua para pekerja Vila tersebut.
"Apa buktinya jika anda memang nona Valeri?" tanya salah seorang yang lain.
"Walaupun wajahku berubah tapi suara masih sama. Apa kalian tidak mengenali suaraku?" tanya Valeri.
"I-ya, suara Anda memang mirip dengan Nona Valeri, tapi itu tidak membuktikan apa apa," ucap Kiki.
"Baiklah begini saja, aku akan memberitahu semua nama pekerja disini dan letak semua ruangan di Vila ini. Kalau aku memang Valeri pasti aku tahu. Dan jika aku bukan Valeri pasti aku tidak akan tahu, bagaimana?" tantang Valeri.
Mereka semua saling tatap lalu mengangguk.
"Namamu adalah Kiki, namamu Joel, namamu..." Kinan mulai memberitahu nama nama semua pekerja yang ada disitu. Lalu ia mulai menjelaskan letak letak ruangan di Vila.
"Dibelakang Vila terdapat kolam renang juga sebuah taman. Dilantai dua terdapat satu kamar..."
"Apa itu bisa membuktikan?" tanya Kinan.
Mereka semua takjub dengan penjelasan Kinan, bahkan mereka saja terkadang lupa satu atau dua nama sesama pekerja. Semua yang Kinan katakan itu adalah benar.
Mereka semua mengangguk setelah yakin orang didepannya ini adalah Valeri.