NovelToon NovelToon
Elizabeth Vale

Elizabeth Vale

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / CEO / Action / Cinta Terlarang / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Ketika luka fisik ditutup oleh foundation.

Elizabeth Taylor menikah dengan Luis Holloway demi keluarganya, tanpa tahu bahwa pernikahan itu adalah awal dari neraka. Ketika kebenaran tentang suaminya terungkap, Elizabeth meminta bantuan Nathaniel Vale untuk lepas dari jerat Luis—tanpa menyadari bahwa pria itu juga menyimpan dendam yang sama berbahayanya, yang seharusnya dijauhi malah berakhir di ranjang panas dan perjanjian yang adil namun menusuk.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EV — BAB 23

PERMAINAN VALE ATAU LUIS?

Udara di antara mereka membeku.

Elizabeth menatap Vale tanpa berkedip, seolah takut satu gerakan kecil saja akan membuat kenyataan ini runtuh atau justru berubah menjadi mimpi buruk lain.

Kata-katanya masih menggantung di kepalanya. (“Jadilah milikku.”)

Bukan permohonan. Bukan bujukan.

Perintah yang dibungkus ketenangan. “Kau gila…” bisiknya lirih, lebih kepada dirinya sendiri daripada kepada Vale.

Vale tidak tersenyum. Ia berdiri tegak di hadapannya, terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja menawarkan pernikahan seperti menawarkan kontrak bisnis.

“Keputusan ada ditangan mu.”

Kedua anak buahnya masih mencengkeram lengan Eliza, tapi kini genggaman itu terasa berbeda—bukan kasar, melainkan menunggu keputusan.

Eliza menarik napas panjang, dadanya terasa nyeri.

“Kau tahu apa arti pernikahan bagiku?” tanyanya pelan. “Itu penjara. Itu luka. Itu… kuburan yang masih bernapas.”

Vale mengamatinya, lalu memberi isyarat kecil dengan gerakan matanya. Lou dan kedua pria itu melepaskan pegangan mereka dan mundur dua langkah.

“Katakan.”

Eliza mengusap pipinya yang masih basah, lalu menatapnya lagi. “Aku tidak bisa mencintaimu.”

Vale menatap datar, mengangguk sekali.

“Aku tidak memintanya.”

“Aku tidak bisa mempercayaimu.” Kata Eliza terus terang.

“Aku tidak membutuhkan kepercayaanmu.”

“Aku mungkin akan membencimu.”

“Itu lebih jujur daripada cinta.” Jawaban itu membuat tenggorokan Eliza tercekat. Vale menjawabnya dengan sangat santai namun tegas disetiap kata dan matanya.

Ia tertawa kecil, getir.

“Kau bahkan tidak berpura-pura menjadi orang baik.”

“Aku tidak pernah menjadi itu. Itu hanya untuk orang-orang munafik.”

Keheningan turun kembali. Kontak mata mereka masih bertemu. Berulang kali Eliza mengusap wajahnya yang basah hingga lukanya sedikit perih.

Jika ia kembali… ia tidak akan keluar hidup-hidup. Jika ia menolak Vale… mungkin ia juga mati, hanya dengan cara berbeda.

Ia membuka mata, sat semuanya terlihat jelas bahwa kini tak ada lagi yang harus dia rindukan, keluarganya sudah tewas.

“Kau akan melindungiku dari Luis?”

Vale menatapnya lurus. “Dia musuh lamaku.”

“Itu bukan jawaban.”

“Aku tidak memberi jaminan mutlak.” Nada Vale tenang. “Tapi jika kau menjadi istriku, menyentuhmu sama dengan menantangku.”

Eliza menelan ludah serta menatap dengan berani. “Dan jika aku menyesal?”

“Penyesalan adalah kemewahan orang yang masih hidup.”

Dadanya terasa sesak, pria di depannya itu sangat pandai berbicara meski sedikit namun sangat menusuk ke hati dan pikiran.

Pelan, Eliza mengangguk sekali, meski dia sedikit ragu dan takut akan Luis yang berbuat nekat. 1 bulan sudah cukup mengenali kegilaan suaminya itu.

Vale menatapnya beberapa detik lebih lama dari sebelumnya. Tentu, tatapan itu membuat Eliza risih dan mencoba menunduk memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Pergilah.”

Wanita itu menatap Vale sedikit penuh tanya. “Pe-pergi?”

“Temui suamimu dan katakan kepadanya bahwa kau ingin bercerai.” Pinta Vale yang masih sama. Jantungnya terasa jatuh, memikirkan soal bertemu lagi dengan Luis.

“Aku tidak bisa—”

“Kau bisa.” Nada Vale rendah, mematikan. “Kau akan menatapnya, dan mengatakan ingin bercerai.”

“Aku bisa mati.”

“Maybe (mungkin.)”

Pria berkemeja hitam itu mendekat satu langkah, cukup dekat hingga bayangannya menelan tubuh Eliza.

“Tapi jika kau berhasil… kau tidak akan pernah menjadi miliknya lagi.”

Eliza mengepalkan tangan, tatapan Vale seperti hipnotis baginya, dan dorongan nya membuat semangatnya menggebu ingin segera lepas dari Luis tanpa memikirkan soal kebersamaannya dengan pria asing di depannya saat ini.

“Apa kau akan ikut?”

“No.”

“Kenapa?”

“Karena Luis Holloway harus percaya bahwa kau datang sendiri.” Ia berpaling sedikit.

“Jika dia mencium campur tanganku terlalu cepat… permainan akan berakhir sebelum dimulai.”

Eliza mengangguk pelan, tubuhnya gemetar saat Vale melangkah menjauh.

Wanita itu langsung berbalik dan sedikit mengeraskan suaranya sebelum pria itu benar-benar pergi dari ruangan tersebut.

“Bagaimana jika dia menahan ku dan tidak mau melepaskan ku? Aku akan terjebak di sana selamanya.” Tegas Eliza yang terlihat lebih lelah.

Langkah Vale terhenti, pria itu menoleh ke kanan sehingga hidungnya nampak benar-benar mancung dan rahangnya begitu tegas. “Jika kau merasa lebih sehat, datanglah ke kamar ku malam ini.”

Setelah mengatakan itu, Vale benar-benar melangkah pergi bersama Lou dan kedua anak buahnya.

Sungguh, jantung Eliza tak berhenti berdetak, dia berharap berhenti berdetak saat itu juga. Dan sekarang, pria itu malah menyuruhnya untuk datang ke kamarnya. “Astaga... Yang benar saja..” Gumamnya yang begitu cemas sendiri.

Sunyi kembali menelan ruangan.

Elizabeth berdiri sendirian, di antara pilihan yang sama-sama gelap. Namun untuk pertama kalinya sejak lama…

ia tidak merasa sepenuhnya sendirian.

Dan itu justru membuatnya lebih takut namun sedikit bersemangat untuk lepas dari Luis Holloway.

Eliza berpikir pria itu akan menemaninya, namun nyatanya tidak.

“Tuan, Anda yakin akan membantu wanita itu? Bukankah dia putri Samuel Taylor?” tanya Lou yang hanya ingin memastikan lagi bahwa bosnya tidak keliru.

“Ya. Dan permainan ini akan seru...” Kata Vale yang tak berhenti melangkah.

“Semoga saja.” Balas Lou yang juga mengikutinya dari belakang.

“Aku ada pertemuan dengan klien, dan aku akan mampir di perusahaan Vale. Kau bisa atasi sisanya dan suruh Esme menemani wanita itu.” Pinta Vale yang seketika masuk ke dalam mobil hitamnya.

Lou mengangguk. “Saya mengerti, Tuan.”

“Hm.” Pria itu menyetir sendiri dan melaju pergi. Sementara Lou segera menghubungi Esme (37th)— kepala pelayan yang bebas bertugas dan suaminya juga salah satu korban dari kebakaran di mansion Vale.

...***...

Sementara di mansion Holloway, Esperance duduk dengan menopang kepalanya yang terasa pusing. Anak buah Luis tak berhenti mencari keberadaan Elizabeth 24 jam non-stop. Dan keadaan Soraya? Tentu, wanita itu masih memiliki tanda luka atas tamparan keras yang Luis berikan malam itu.

“Di mana Luis?” tanya Soraya yang baru saja keluar dari kamarnya dengan pakaian rapi.

“Dia pergi mengurus bisnis.”

“Itu bagus, setidaknya dia bisa melupakan amarahnya perlahan.”

“Apa kau bodoh? Kita semua tahu, Luis akan menghabisi siapa saja yang membuat suasana hatinya buruk di kondisi seperti ini, Soraya! Aku khawatir dia tidak bisa mengendalikan dirinya setelah menghabisi Rodrigo.” Tegas Esperance yang turut prihatin jika mengingat akan adiknya itu.

Soraya juga ikut cemas, namun mental Luis tidak bisa disembuhkan sejak tragedi itu.

“Kau mau pergi ke mana?”

“Menemui Kim. Carlitos tidak menemani ataupun menjemput Kim sendiri, dia sibuk.”

Esperance menyeringai kecil. “Di situasi seperti ini kau masih sibuk memikirkan mereka yang meninggalkan mu.”

“Mereka meninggalkan ku karena mereka ingin aman. Luis membuat orang-orang disekitarnya ketakutan, Ibu. Dan ku mohon, jangan menyangkut pautkan Kim ataupun Carlitos ke dalam masalah ini.” Tegas Soraya yang melirik malas hingga pergi.

Esperance hanya menganga kecil tak percaya dan meneguk tehnya.

1
Rosita Ros
sangat bagus
Almun
aku jadi bingung,sebenarnya mereka ini korban dari vale.atau dua dua nya korban🤔🤔
Almun: nahh ini nihh,kira kira siapa ya yg bikin .ereka salah paham dan musuhan kayak sekarang🤭🤔🤔
total 2 replies
sleepyhead
jadi kemeja hitamnya sdh digantikan dgn jubah tidurnya yah, atau mgkn karena udara terlalu dingin Vale memakai keduanya 🥰
sleepyhead: mhihiiiii siap
total 4 replies
sleepyhead
Psikopat handsome
sleepyhead: waakkkkkk
total 4 replies
sleepyhead
Sambil diselipin scene cameo saat 🐌 Garry berjalan 🤭
sleepyhead: wkwkwkk
total 2 replies
sleepyhead
( -̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥᷄◞ω◟-̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥̥᷅ ) sedih gua tor
Four.: jangan nangis nanti kelihatan orang, malu
total 1 replies
sleepyhead
Ketika kelembutan mengalahkan kekerasan dan logika juga keberanian bisa mengalahkan kekuatan yang tak terkendali...
its too little to late Dude..
Four.: aku mau jadikan Luis menjadi pria baik /Chuckle//Slight/
total 3 replies
vnablu
apakah nanti tuan Vale akan emm adalah dengan Eliza.. ngambil kesempatan dalam kesempitan nih tuan Vale 🤭🤭..
Four.: yaaa mungkin aja /Bye-Bye/
total 1 replies
vnablu
hobii banget ni orang nguping 😄😄 kalo nggak nguping jiwa kepo nya meronta" hahahaha
Four.: kalau GK ada dia sepi lohh /Grin/
total 1 replies
sagi🏹
thor kenapa gak di bikin jadi tangguh aja si Elizabeth thor kan dia juga berasal dari keluarga bangsawan thor
Four.: eak... eak... /Applaud/
total 5 replies
Tiara Bella
apa mwnya Vale ini ke Eliza ya....
Four.: ada dehhhh
total 1 replies
Almun
vale pliss.ya kaget lah lizaa🤧🤭
Four.: jadi dag--dig-dug sendiri
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut kak...
Four.: wokehhh 👍
total 1 replies
sleepyhead
Dan pesan terakhir Ibunya, ( ⚈̥̥̥̥̥́⌢⚈̥̥̥̥̥̀) nyesek gua tor
Four.: Kata-kata ibu selalu ada pesan yang mendalam lohh 🤧/Sweat/
total 1 replies
sleepyhead
Cili ini Lambe turah versi Birmingham yah😅
Four.: ho, oh
total 1 replies
sleepyhead
exactly, karma is a myth...
Four.: yeah... you're right.
total 1 replies
sleepyhead
she's just nit into you, dumbass..!
Four.: ho,oh
total 5 replies
sleepyhead
Hell yeah 🤣👏👏
sleepyhead: wakakkkk
total 2 replies
sleepyhead
pintarnya kamu Eliza , bs memanfaatkan situasi dan memancing esmosi 🤭 Luis 😁
di rela menjadi samsak asal tubuhnya tdk dijamah 👏👏👏 attagirl
Four.: yaa... harus menahan sakit yang luar biasa kannn /Grimace/
total 1 replies
sleepyhead
How tragicly 🥶
Four.: sangat tragis🤧
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!