NovelToon NovelToon
Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Kaisar, Pelayan Hanya Ingin Menjalankan Misi!

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Pembaca Pikiran / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zhuzhu

Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.

Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.

Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.

Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.

Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"

"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.

Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 1: MATI UNTUK HIDUP KEMBALI

“Mei Zhiyi, kau mati saja!”

Suara tembakan yang memekakan telinga bergema di ruang sunyi. Belasan peluru meluncur dari ujung pistol yang diarahkan menuju satu titik.

Asap tipis mengepul setiap kali peluru berhasil ditembakan. Berkali-kali, hingga titik yang dituju kini terpaku.

Mei Zhiyi berbalik dengan susah payah. Matanya menatap tidak percaya pada sosok wanita yang telah lama menjadi rekannya, menjadi saudarinya, menjadi keluarganya di tengah dunia yang rumit dan tidak adil ini. Napasnya mulai terputus-putus, rasa sakit luar biasa seketika menjalar ke seluruh tubuhnya.

“Yao Shu… Mengapa… kau melakukan ini?”

Suara Mei Zhiyi terputus-putus. Ia mengangkat tangan seolah ingin meraih wanita itu, namun tenaganya seakan tersedot habis dalam waktu sepersekian detik. Hatinya yang kini merasakan kesakitan lebih dari luka fisik menyimpan banyak sekali pertanyaan.

Mengapa Yao Shu malah menghujaninya dengan tembakan dan peluru?

Mei Zhiyi tidak pernah mengharapkan hidupnya akan berjalan dengan baik. Karena dia yatim piatu, dia berjuang untuk dirinya sendiri sejak kecil. Belajar lebih banyak, berlatih lebih keras dan berjuang lebih keras. Berbagai jenis kesengsaraan telah ia lewati.

Dia melewati semuanya dengan susah payah. Bertaruh nyawa di setiap misi, menyerahkan jiwa dan raga untuk negara yang dia cintai. Setiap helaan napas dan setiap jejak yang ia tinggalkan adalah bukti untuk pengabdiannya.

Namun, dia sama sekali tidak pernah menyangka kalau hidupnya akan berakhir seperti ini. Yao Shu yang telah ia anggap keluarga sendiri, justru malah menghujaninya dengan peluru tepat ketika mereka hendak membahas strategi menyerang musuh. Markas militer yang seharusnya menjadi tempat mereka berdiskusi dan menyusun strategi kini berubah menjadi lapangan eksekusi.

“Kau bertanya kenapa? Bukankah sudah jelas? Aku bekerja keras membangun semuanya. Namun, mereka hanya akan melihatmu. Selama kau ada, aku hanya akan menjadi bayangan yang bahkan tidak pantas dilihat. Atas dasar apa aku selalu di belakangmu?”

“Kau… aku tidak pernah menganggapmu sebagai bayangan. Aku bisa menyerahkan posisiku jika kau menginginkannya.”

Mei Zhiyi sudah menjadi seorang komandan pasukan khusus, namun dia sama sekali tidak pernah tahu bahwa di balik itu semua, rekannya telah menyimpan dendam besar. Setiap keberhasilan yang menuai pujian untuknya telah membangkitkan rasa benci dari seseorang yang sudah ia anggap sebagai keluarga dekatnya sendiri.

“Hahaha! Omong kosong! Aku tidak butuh belas kasihamu! Aku hanya ingin kau mati, karena aku bisa meraih kesukesanku sendiri! Mei Zhiyi, tidak, kakak, relakan saja. Bantu aku menjadi prajurit terbaik di mata mereka. Kau tidak boleh keberatan.”

Yao Shu memegang sebuah map kertas berwarna cokelat yang isinya adalah bukti yang merekayasa pengkhianatan Mei Zhiyi dengan musuh. Dengan adanya bukti tersebut, Mei Zhiyi akan dicap sebagai pengkhianat yang membocorkan informasi rahasia. Nama baiknya akan hancur setelah dia mati, karena itulah yang Yao Shu inginkan.

“Kau lihat ini? Ini adalah bukti pengkhianatanmu. Aku akan menyerahkan bukti ini kepada Ketua Feng setelah kau mati. Mei Zhiyi, nikmati saja hari kematianmu dan tanggung nama burukmu sepanjang sejarah!”

Mei Zhiyi menggertakkan giginya karena marah. Bagaimana mungkin dia berkhianat?

“Oh, aku lupa memberi tahumu. Beberapa waktu lalu, aku tidak sengaja memberi tahu pasukan musuh soal keberadaanmu dan pasukan khusus. Ah, saat itu bukankah kau diskors karena menyebabkan lima orang mati sia-sia? Hahaha!”

“Yao Shu, kau binatang!”

Pada akhirnya, rasa persaudaraan itu membuatnya harus menelan kekecewaan. Yao Shu bukan hanya membunuhnya, tapi juga mengkhianati markas dengan membocorkan informasi kepada musuh demi bisa menjatuhkannya.

Darah mengalir deras dari tubuhnya yang sudah rusak dihujani peluru panas, lalu tubuhnya seketika rubuh. Lantai markas militer tempat mereka berada mulai memerah dibanjiri darah.

“Yao Shu… Jika ada kehidupan selanjutnya, kita… tidak usah bertemu lagi.”

Jika bertemu, mereka hanya akan menjadi musuh. Yao Shu tersenyum dingin, segala ketegasannya berubah menjadi ekspresi puas yang menjijikan di mata Mei Zhiyi. Tatapan matanya memancarkan kebencian yang begitu menyala, seakan telah lama disulut dan hanya tinggal menunggu angin meniupnya.

Mei Zhiyi tidak pernah sesakit ini. Dikhianati dan dibunuh oleh orang terdekatnya ternyata bisa sangat sakit, melebihi sakit saat dirinya keluar dari markas musuh dalam keadaan luka parah di sekujur tubuh dan hampir mati.

Mei Zhiyi merasa dadanya sesak. Kesadarannya mulai menurun. Entah pada hitungan ke berapa sejak peluru terakhir ditembakkan, dia mulai kehilangan kesadaran. Pandangannya menjadi gelap dan tubuhnya seakan melayang di udara.

“Bahkan jika aku harus mati, aku tak akan membiarkanmu berhasil. Yao Shu, kita mati bersama saja!”

Sebelum Mei Zhiyi benar-benar tidak sadarkan diri, dia mengaktifkan peledak yang dikubur di sekitar markas. Dalam hitungan detik, markas itu meledak dan api membakar segala yang ada tanpa sisa.

Dalam kegelapan tanpa cahaya itu, Mei Zhiyi malah mendengar berbagai suara aneh seakan diteriakkan langsung di telinganya ribuan kali. Ucapan menyakitkan, makian dan luapan kemarahan menggetarkan gendang telinganya dengan hebat, melengking seperti jeritan panjang yang menulikan.

Lalu Mei Zhiyi membuka matanya saat merasakan tubuhnya basah. Dia tidak bisa bernapas. Gelembung-gelembung udara terbang ke atas, menimbulkan bunyi ‘blebeb’ berulang.

Mei Zhiyi ada di dalam air. Ia bisa melihat ada banyak sekali ikan berenang di sekitar wajahnya.

Ada apa ini? Apakah Yao Shu membuangnya ke dalam kolam setelah menembaknya?

Tapi, bukankah seharusnya dia sudah mati karena puluhan tembakan merobek dan menghancurkan tubuhnya? Kenapa dia masih hidup dan sadar?

Mengapa rasa sakit di tubuhnya menghilang? Bukankah dia sudah meledakkan markas militer dan tubuhnya hancur?

“Kakak Li, apakah tidak apa-apa menenggelamkannya ke dasar kolam seperti itu? Bagaimana jika Bibi Rong tahu dan memarahi kita?”

“Untuk apa panik? Dia hanya pelayan rendah yang tidak punya dukungan. Mati pun tidak akan ada yang menuntut keadilan atas dirinya. Jika ada yang bertanya, katakan saja dia terpeleset dan jatuh ke kolam. Siapa suruh dia menyinggung Selir Su!”

“Tapi, tetap tidak boleh membunuhnya, kan?”

“Bodoh, kau mau mati juga? Memangnya kau sanggup menanggung kemarahan Selir Su? Dia memerintahkan kita untuk memberinya pelajaran karena sudah merusak gaunnya. Gaun itu dipakai untuk diperlihatkan kepada Kaisar. Kau pikir dia akan melepaskan kita jika tidak melaksanakan perintahnya?”

Mei Zhiyi dapat mendengar suara dari percakapan orang-orang di sudut lain. Dia bingung sendiri. Mereka menggunakan aksen kuno dan menyebutkan beberapa kata yang hanya digunakan di zaman kuno.

Bibi Rong? Selir Su? Kaisar? Apa yang sebenarnya mereka bicarakan?

“Peringatan bahaya! Peluang hidup tuan rumah tersisa 1%! Lekas selamatkan diri!”

Terdengar lagi suara aneh. Kali ini berdengung di kepalanya. Terlepas dari semua kebingungan dan ketidaktahuannya, Mei Zhiyi memang harus segera menyelamatkan diri.

Sekecil apapun peluang hidupnya tetap harus diperjuangkan sampai akhir. Jadi, dia mengerahkan segenap tenaganya untuk berenang ke atas, menuju permukaan air yang jaraknya lumayan jauh.

Untungnya, dia seorang perenang yang hebat. Meski beban di tubuhnya terasa berat, namun dia bisa menariknya keluar dari dasar kolam yang dingin.

Kepalanya menyembul ke permukaan air, mendapatkan udara bebas yang bisa dihirup sebanyak mungkin ke dalam paru-parunya.

Ternyata, ini adalah kolam es.  Selain tempat tubuhnya muncul, bagian lain dari permukaan kolam ini telah membeku. Ada tumpukan salju tebal di sekitar kolam, menandakan bahwa sekarang sedang musim dingin.

Mei Zhiyi merangkak keluar dari kolam dengan susah payah. Napasnya ngos-ngosan, paru-parunya terasa mengecil dan sesak.

Seluruh tubuhnya menggigil dan pakaiannya basah kuyup. Tapi di balik itu semua, dia bisa melihat situasi di sekitarnya dengan jelas.

Ada bangunan megah berarsitektur kuno di sekitarnya. Atap-atapnya dipenuhi dengan salju putih.

Tiang-tiang penyangganya begitu kokoh, terbuat dari kayu gelondongan seukuran perut kerbau. Dindingnya berhiaskan motif-motif, lantainya terbuat dari marmer yang mengkilap. Pada beberapa dinding dihiasi jendela dan pintu-pintunya begitu lebar.

Ada taman yang dipenuhi dengan bunga prem yang sedang mekar. Warnanya merah seperti darah, sangat kontras dengan latar putih di sekelilingnya.

Berapa banyak biaya yang diperlukan untuk membangun tempat semegah ini?

Mei Zhiyi agak teralihkan. Di taman yang luas itu justru tidak ada seorang pun selain mereka. Seolah-olah tempat ini sudah lama ditinggalkan.

“Ini… sebuah istana?” keningnya mengernyit ketika otaknya memikirkan sebuah spekulasi yang tidak masuk akal.

Arsitektur bangunan dan taman ini begitu mirip dengan gambar-gambar istana peninggalan sejarah yang tertinggal di negaranya. Corak bangunannya begitu sama persis.

Selain itu, yang paling penting, adegannya juga sangat tidak asing. Ini seperti adegan tindas menindas ketika Mei Zhiyi iseng menonton drama pendek ketika mengisi waktu luang di luar misi dan pelatihannya.

“Ding! Benar sekali! Tuan rumah sangat cerdas!”

Suara aneh itu kembali terdengar dan berdengung di kepalanya. Mei Zhiyi menoleh ke sana kemari mencari pemilik suara, tapi dia malah mendapati waktu seakan telah berhenti berputar.

Dia melihat dua gadis berseragam warna serupa dengannya seperti patung di sudut lain kolam. Mulut mereka mangap dan tangannya tergantung di udara, persis seperti manekin di toko-toko.

“Kau siapa? Jika berani lekas muncul di hadapanku, tunjukan wujudmu!”

1
Ai
sekejam kejamnya ibu kandung tdk mgkn mencelakai anaknya sendiri meski anak itu ada dari seorg laki2 yg tdk dia suka.. klo cuma mengacuhkan msh bisa ditoleransi tapi ini keterlaluan, klo aku jg akan benci setengah mati sama ibu yg spt itu
Ai: banget banget banget 🤭
total 2 replies
Biyan Narendra
Sempet khawatir banget td sama Mei..
Takut knp knp sama Liu yan
Sun Flower: tenang pemirsa
total 1 replies
Imas Fatimah
kayaknya mereka ini satu ibu beda ayah 🤭😉
Sun Flower: hmmmmmm
total 1 replies
Dyana
bgus ibu suri ni d apa in y... Liu cheg jg mnding d buang jauhhh.. putri ruoxi d nikahnya aj k tmpat jauh ga bs balik lg.... huhhhhhb
Sun Flower: digoreng rame-rame
total 1 replies
Dyana
mg aj putri ruoxi ini bknsahabat zhiyi yg brkhianat... mg aj org baik
Sun Flower: baik gak yaaa
total 1 replies
Ai
tenang mei zhiyi tdk akan mati semudah itu😄
Ai: 🤣🤣🤣🤣lanjut yg bnyk thor
total 2 replies
vivi oh vivi
🤭🤭
Sun Flower: 😄😄😄😄😄
total 1 replies
Biyan Narendra
Semoga Mei baik baik saja
Sun Flower: baik-baik kok
total 1 replies
Biyan Narendra
Makin gondok dong ibu Suri
😁😁😁😁
Sun Flower: darting gak tuh
total 1 replies
Biyan Narendra
bakalan rame nih pestanya
Sun Flower: mau ikut?
total 1 replies
Imas Fatimah
wah...penasaran nih kelanjutannya,up lg thor..
Sun Flower: siappp
total 1 replies
Machsunatul Istianah
hmmm.... mencurigakan putri ruoxi ini🤔
Sun Flower: kenapa hayooo
total 1 replies
Libra
Putri Ruoxi itu musuh Zhiyi di dunia modern ya kk author?
nebak" aja dulu
Sun Flower: coba tebakkk
total 1 replies
Biyan Narendra
🤣🤣🤣🤣🤣
Emang enak di ghibahin sama Mei
Sun Flower: gibahin dalam hati lebih seru, apalagi kalau bisa didengar, mau kesal pun tak berdaya🤣
total 1 replies
Ai
apakah penyerangan mei zhiyi ada hubungannya dg putri ruoxi.. tp knp dan apa alasannya? penasaran ini thor
Ai: ada hubungannya ini pasti soale klo ibu suri ndak mgkn
total 2 replies
Ai
andai kaisar daqi tau yg sebenar nya kampung halaman yg diceritakan mei zhiyi berasal dari dunia yg jauhhh di masa depan gimana respect ya
Ai: klo kaisar daqi ikut pantes klo jd ceo keren pasti y thor😄
total 2 replies
Machsunatul Istianah
Liu zhao atau putri ruoxi itu perpindahan jiwa yao shu🤔
Sun Flower: ayoo tebakkk
total 1 replies
Imas Fatimah
mungkinkah yg menyerang Mei itu putri Ruoxsi?🤔
Sun Flower: apa alasannya cobaa
total 1 replies
Imas Fatimah
kaisar bisa membaca pikiran org lain?atau khusus Mei saja yg bisa dibaca pikirannya?
Sun Flower: cheat khusus untuk Mei Zhiyi
total 1 replies
Machsunatul Istianah
pujian yang ber bahaya 😁
Sun Flower: berbahaya untuk jantung dan hati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!