NovelToon NovelToon
THE DEVIL TO YOU

THE DEVIL TO YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Horror Thriller-Horror / Iblis
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: moonsky

Kasus yang menyeret namanya ini menyebabkan Raga dikeluarkan dari sekolah. Akibat dari itu hidup Raga menjadi tambah berat selain masih dalam tahap penyelidikan polisi, masa depan yang ia tata dengan rapih hancur begitu saja. Sampai dimana Raga menghilang dan tidak pernah ditemukan lagi. Ada yang mengatakan bahwa hilangnya Raga masih bersangkutan dengan kasusnya atau penculikan berencana. Namun ditengah huru hara menghilangnya seseorang Raga munculah orang yang mengakui bahwa ia adalah sahabat Raga. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah mereka percaya Raga menghilang? Dan Apakah dia benar sahabat Raga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moonsky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Silahturahmi yang tidak direncanakan II

Weni sangat menyadari bahwa suaminya itu memang beban keluarga. Meskipun beban keluarga entah kenapa dari dulu Weni selalu patuh dan enggan berpisah dengan Rahmat. Hati Weni seolah begitu cinta pada Rahmat walaupun Rahmat seorang penjudi dan sesekali bermain fisik Weni tetap menerima kembali. Seperti sekarang Weni mendapatkan panggilan dari pihak kepolisian yang mengabarkan bahwa suaminya masuk rumah sakit diakibatkan oleh gigitan ular saat sedang berjudi. Pantas saja hati Weni malam kemarin tidak enak dirasa ternyata hari ini ia mendapatkan musibah padahal tadi pagi tuhan memberikan rejekinya yang tidak disangka. sungguh roda kehidupan berputar begitu cepat untuk hidup Weni.

"Jangan resah begitu suami kau pasti baik baik saja." Ungkap Basir yang melihat bahwa Weni sekarang keadaannya begitu mengkhawatirkan.

Memang benar Weni sendirilah yang meminta Basir untuk menemaninya pergi ke rumah sakit. Dari sepanjang perjalanan sampai sudah di lobby rumah sakit suasana Weni begitu Resah.

"Bagaimana tidak Resah kalau sekarang keadaan dia sedang koma." Jawab Weni sambil langkahnya tergesa gesa seperti ingin cepat sampai menuju ruang rawat Rahmat.

Sampai dimana ketika mereka sebentar lagi akan sampai seseorang yang tidak mereka kenali memanggil namanya, dia adalah Anton. Sontak langkah mereka terhenti sejenak memandangi orang itu yang sepertinya akan menghampiri mereka.

"Keluarga pak Rahmat?" Ucap Anton sembari nafas sedikit tersengal

Basir menjawab dengan ekspresi kebingungan "Benar saya keluarganya dan perempuan ini istrinya."

"kalau begitu biar saya antar kalian." Kata Anton yang mana sekarang dirinya yang memimpin langkah mereka. Tanpa banyak tanya Weni dan Basir pun hanya manut saja kepada Anton.

Tak lama mereka melangkah Anton menunjuk salah satu ruang dengan ibu jari tangannya yang menandakan bahwa ruang yang ditunjuk ini adalah ruang Rahmat.

"Silahkan masuk untuk keluarga korban tidak perlu meminta izin kepada suster ataupun dokter sebab saya menanggung jawabannya." Ungkap Anton.

Lalu Weni dan Basir pun segera memasuki ruangan tersebut tak lupa Anton pun ikut masuk kedalamnya. Setelah di dalam tentunya Weni bisa melihat jelas keadaan Rahmat yang terbaring lemas serta peralatan medis yang tertempel di area wajahnya.

Weni hanya bisa menghela napas yang terdengarnya begitu berat.

"Saya Anton, saya dari pihak kepolisian yang kebetulan mengurus kasus di tempat markas judi itu. Dan kebetulan saya kenal bapak ini dan saya juga tentunya masih kenal dengan ibu dan sebelumnya maaf jika saya lancang ikut masuk kembali. Saya permisi izin keluar namun jika ada yang mau dibicarakan saya siaga diluar." Ucap Anton lalu meninggalkan mereka berdua

"Apa kau kenal pria tadi? Apakah dia menginginkan uang dari kita?" Bisik Basir kepada Weni yang masih memandangi suaminya yang tak berdaya dengan sorotan yang begitu sedih namun juga terlihat membingungkan.

"Aku tidak begitu ingat Basir. Hanya saja suaranya tak asing bagiku." Weni berkata seperti ini sembari mendekati sang suami yang terbaring di ranjang dan Kemudian Weni menurunkan setengah badannya lalu mengelus tangan suaminya begitu tulus.

"Kau begitu mencintai suamimu yah, kalau begitu aku tunggu diluar saja."

Namun tidak ada sahutan dari Weni yang ada hanyalah suara AC di ruang itu ikut serta meramaikan kesedihan Weni.

"Aku diluar." Ucap Basir sekali lagi sambil berjalan menuju pintu.

"Mas Kalau Raga melihat aku seperti ini pasti dia marah sama aku. Dia sudah benci sama kita apalagi sama kamu mas. Kamu ingat kan waktu kamu melarang aku untuk tidak datang ke sekolahnya disaat dia benar benar membutuhkan bantuan kita? Kamu ingat itu kan mas. Di satu sisi aku khawatir dengan keadaan mu seperti ini. Sedih pasti tapi di sisi lain juga aku merasa lega karena kamu mendapatkan batunya sendiri. Jika Raga masih hidup dia pasti senang dan setuju dengan perasaanku. Tapi yang harus kamu tahu mas. Antara sedih dan lega melihat kondisi seperti ini." Ungkapnya dengan nada yang begitu pelan dan teratur. Kali ini Weni tidak mengeluarkan air mata hanya menatap kosong Rahmat.

"Dan kamu koma seperti ini karena di gigit ular. Kamu bilang kemarin malam jika kamu sedang ada proyek bersama temanmu tapi nyatanya kau berjudi." Sambungnya dengan senyuman yang dibuat buat oleh dirinya sendiri. Kemudian Weni kembali berdiri sambil mengatakan "Aku keluar dulu mas."

"Sudah mengobrol dengan suami mu? Apa sekarang kita pulang?" Ucap Basir yang melihat Weni kini ikut keluar dari ruang Rahmat dan langkahnya menuju arah mereka berdua yang sedang duduk tidak jauh dari ruang Rahmat.

"Sudah tapi aku ingin bicara dengan pak Anton."

Anton mendengar hal itu pun langsung menganggukkan kepalanya.

"Silahkan duduk Ada yang bisa saya bantu?"

"Saya baru ingat jika bapak ini yang dulu menangani kasus anak saya. Yang mana kasus anak saya itu sudah ditutup sepenuhnya oleh pihak pusat."

"Betul saya salah satu reserse yang menangani kasus anak ibu dan benar kata ibu jika kasus anak ibu sudah di tutup sepenuhnya oleh pusat. Tapi jika ibu mau bertemu dengan sahabat anak ibu dia ada disini kemungkinan dia sedang bersama rekan saya apa ibu ingin mengobrol juga dengan sahabatnya?" Jawab Anton dengan nada yang begitu sopan

"Maksud bapak sahabat anak saya itu Anwar? orang yang memberikan uang dan surat dari anak saya?"

"Benar bu."

***

"Apa kau sudah kenyang Anwar?" Tanya Umbar yang melihat bahwa makanan yang ia pesan untuk dimakan begitu nikmat oleh Anwar.

"Sepertinya sudah dan makasih pak atas traktirannya." Jawab Anwar sambil melengkungkan senyuman yang paling manis dimiliki oleh Anwar

"Sama-sama Anwar. Jika saudara mu masih lama menjemput mu biar saya saja yang mengantarkan kau pulang dan tentunya sebelum pulang suster berkata kau harus cek up kondisi mu yang sekarang agar dibawakan resep obat dan vitamin yang harus kau makan."

"Untuk itu saya ucapkan terimakasih banyak namun sepertinya saya akan menunggu Gadis saja. Saya tidak enak sudah merepotkan bapak seperti ini."

"Tidak masalah saya justru senang bisa berbincang santai dengan sahabat Raga."

Anwar hanya tersenyum sopan saat mendengar kalimat itu.

Kemudian Umbar membuka ponselnya yang ia lihat ada pesan masuk dari Anton yang mengabari bahwa dirinya sudah berada di luar ruang Rahmat lagi.

"Anwar ada seseorang yang ingin bertemu dengan kau." Kata Umbar

"Siapa? Apakah dia penting bagiku?"

"Sepertinya iya. Ayo kita kembali ke ruang bapak Raga."

Saat mendengar kalimat Umbar yang mengajaknya kembali untuk ke ruang rawat Rahmat tentunya Anwar sudah menebak bahwa yang ingin bertemu dengan ialah Weni ibunya Raga.

"Oke."

Mereka berdua pun beranjak dari duduknya dan membersihkan sampah makanan mereka terlebih dahulu lalu dimasukkan ke dalam bak sampah sesuai dengan kemasan yang mereka beli. Setelah itu mereka berjalan menuju ruang Rahmat.

Tidak membutuhkan waktu yang banyak mereka berdua sebentar lagi segera menuju lorong area ruangan Rahmat. Dan belum mendekati luar ruangan Rahmat pun  dari kejauhan Anwar sudah melihat tiga orang sedang berdiri menatap ke arah mereka seolah kedatangan mereka begitu di tunggu tunggu.

"Maaf reserse Anton tadi aku mengajak Anwar makan di cafetaria." Penjelasan Umbar lalu Umbar menjulurkan tangannya dan menjabat tangan Weni dan lelaki yang bernama Basir itu dengan sopan. Hal ini tentunya dilakukan oleh Anwar.

"Silahturahmi yang tidak direncanakan." Kata Weni setelah berjabatan tangan dengan Anwar. "Kau sakit apa bisa dirawat disini?" Penasaran Weni

Namun yang menjawab bukan Anwar melainkan Umbar. "Dia keracunan makanan yang mengakibatkan dia harus dirawat satu malam di rumah sakit."

Weni hanya mengangguk. Keadaan mereka semua sekarang berdiri tidak ada yang duduk. "Basir ini Anwar sahabat Raga." Kata Weni kepada Basir memperkenalkan dan menjabat tangan kembali.

"Anwar!" Teriak seseorang dari ujung sana dan setelah Anwar lihat rupanya dia Gadis seseorang yang di nanti nanti oleh Anwar. Teriak itu pun berhasil membuat mereka yang ada disana menatap refleks ke arahnya.

"Kenapa kau di sini?" Ucap Gadis sambil menatap Anwar dengan heran. Anwar hanya tersenyum kearahnya tidak ada balasan darinya. Mata Gadis menatap orang  orang yang sedang bersama Anwar dengan seksama. Tidak percakapan diantara mereka yang ada hanya ada keheningan sunyi nya rumah sakit.

"Kau di interogasi lagi?" Tanya Gadis yang mencoba mengeluarkan suaranya lagi. Gadis masih ingat dengan dua wajah yang ada di hadapannya ini mereka adalah dua orang yang pernah mengunjungi ke rumah di sore hari. Dengan pertanyaan yang sarkas dan begitu penasaran pada kehidupan Anwar yang baru. Bisa di bilang Gadis sedikit tidak suka kepada dua orang tersebut. Dua orang lainnya Gadis tidak mengetahuinya namun Gadis yakin jika mereka masih ada sangkut pautnya dengan Anwar.

"Maaf sebelumnya jika telah mengajak Anwar keluyuran ruangannya seperti ini namun mba harus tahu jika Anwar berniat sedang menjenguk bapaknya Raga yang sedang koma karena gigitan ular." Jawab Anton

"Apapun alasannya yang pasti Anwar hari ini harus pulang ke rumah dan istirahat yang cukup. Mari Anwar kita cek up terlebih dahulu lalu pulang." Jawab Gadis menghiraukan penjelasan lebih lanjut dari mereka. Lalu tangannya menarik lengan Anwar dengan pelan. Setelah Anwar sejajar dengan posisinya Gadis. Mereka langsung pergi begitu saja tidak ada sepatah kata untuk berpamitan kepada mereka yang masih ada disana.

"Siapa?" Bisik Basir

"Aku tidak tahu." Jawab Weni

***

Setelah di rumah tentunya Anwar begitu banyak pertanyaan kepada Gadis. Kemana ia pergi malam tadi dan apakah Rahmat seperti itu ulah Gadis. Mengingat bahwa apa yang ditimpa oleh Rahmat sama sama oleh Ular. Apakah masih ada hubungannya dengan Gadis?

"Apa bapak juga ulah mu?" Tanya Anwar yang kebetulan mereka berdua sekarang sedang berada di balkon rumah.

"Kalau iya apakah masalah buat mu? Kau yang bilang ingin menyusahkan bapak mu sendiri. Aku sudah mengabulkan nya dan kau bisa melihatnya sendiri bahwa bapak mu itu sedang koma karena digigit pasukan ular ku."

"Aku tahu soal itu tapi bagaimana kau bisa langsung hapal muka bapakku sementara wanita di depanmu tadi kau tidak mengenal? Padahal itu ibuku dan lelaki tua yang sebelah ibuku itu Basir, dia teman baik ibuku." Jawab Anwar. Sebenarnya Anwar pernah memberikan fisik foto bapaknya nya yang buram kepada Gadis namun Anwar tidak menyangka bahwa Gadis bisa langsung hapal secara detail dan yang lebih mengejutkan nya lagi Gadis menandatangani langsung ke tempat markas judinya dan menjalankan aksinya disana. Bahkan ada korban jiwa.

"Infomasi yang bagus tapi aku tidak tahu jika perempuan tadi itu ibumu. Kau baru menunjukkan foto bapaknya yang buram saja tidak dengan foto belum ibumu dan sekarang aku tahu jika dia ibumu." Balasnya lalu menaikan kedua alisnya secara bersamaan "Jadi kau tidak senang dengan keadaan bapak mu sekarang?" Sambungnya

"Aku senang tapi kau tidak memberitahuku dulu. Kalau saja kau memberitahu ku terlebih dahulu mungkin aku bisa ikut beraksi bersama mu."

"Sudah tidak usah menanyakan apa yang sudah terjadi. Aku pernah berkata seperti itu bukan. Sekarang kau istirahat besok kau harus sekolah."

1
novi
uang gasii
moonsky: kak makasih udah mampir, doa terbaik untukmu kak💖🍓
novi: seru bgt thor ceritanya, mangangkat berita yg lagi Hot nih, Hot selalu sih kalau di konoha
total 3 replies
novi
kan mesti wes. ayo umbar kamu harus usut tuntas
moonsky: mmm gimana yah
novi: BJIR PLS JANGAN ATUH THOR DIA ORG BAEK². PLS YG MATI MENDING ITU TUH YG BEJAT² GUE RELA SUMPAH
total 3 replies
novi
emg masih ada ya polisi yg kya gini?
moonsky: kak😭😭
total 1 replies
novi
halo kak! aku udah mampir ya... semangat terus kak! ceritanya keren, bahasanya terstruktur. mudah di mengerti
novi: iyaa kak sama sama, aamiin
moonsky: terimakasih kak💖✨ semoga kita bisa terus berkembang dan semangat berkarya ✨💖💖
total 2 replies
novi
apakah raga akan berubah menjadi siluman ular?
moonsky: hmmm 🐋
total 1 replies
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
hai kak, maaf bru mampir lagi🤗
moonsky: hallo kak, its okay semangat kak!
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!