Berawal dari Ariell kehilangan sosok ibunya, dia harus menjalani beratnya bertahan hidup. hingga suatu hari dia harus kehilangan semua yang dia miliki akibat perbuatan ibu tirinya. dengan tekad yang bulat dia harus membalas semua dendam nya terhadap ibu tiri dan juga ayah kandungnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 23
" pak Rudy?? ada apa ini?" kata Ricky
" anda baik-baik saja tuan?? tuan besar sangat kwartir atas kehilangan tuan muda" kata pria itu memeluk tubuh Ricky
Ariell hanya terdiam menyaksikan mereka berdua,.
" maafkan saya tuan, karena saya lalai dalam tugas, seharusnya saya tidak pernah meninggalkan tuan sendirian" kata pria itu
tiba-tiba sebuah mobil bermerek Koenigsegg CCXR Trevita berwarna abu rokok menghampiri mereka. ini bukan sembarangan mobil karena Koenigsegg CCXR Trevita ini tidak diproduksi dengan jumlah yang banyak hanya orang-orang terkaya di dunia lah yang mampu membeli mobil langkah ini
tidak lama kemudian dua orang pria keluar dari dalam mobil tersebut, Ricky yang melihat kedua orang itu langsung bersembunyi di balik badan Ariell.
" Ricky....." teriak kedua lelaki itu dan salah satunya berlari menghampiri Ricky sedang kan yang satunya berjalan dengan begitu gagah mungkin dia adalah ayah Ricky. karena siapa pun yang melihat mereka, mereka langsung tau bahwa mereka berdua ayah dan anak.
dimana tidak, dari ujung rambut hingga kaki semuanya memiliki kesamaan.
" Ricky tidak mau pulang tante" kata Ricky
" Ricky ada apa ini?? siapa mereka??" tanya Ricky
" mereka papah Ricky dan juga om Ricky tante" kata Ricky
" Ricky sayang kamu baik-baik saja??" kata pria itu
" Ricky baik-baik saja om" kata Ricky
" sini sama om sayang, kenapa kamu kabur dari rumah?? kamu tau papah mu hampir saja membunuh om" kata pria yang berlari itu
" Ricky.... apa yang kamu lakukan?? kamu sadar ngk kamu sudah sangat keterlaluan" kata pria yang satu itu dengan dingin
" pokoknya Ricky tidak mau pulang" kata Ricky menangis sambil memeluk kaki Ariell dari belakang
Ariel membalikkan badannya menghadap Ricky kemudian dia menundukkan kepalanya menghadap Ricky.
" sini sayang sama Tante" kata Ariell menggendong Ricky
kedua pria itu kebingungan melihat Ricky, mereka berdua saling memandang satu sama lain, keduanya juga menyerngit kan alisnya.
umur Ricky sudah lima tahun lebih, namun baru kali ini Ricky dekat dengan seorang perempuan, bukan cuman dekat saja bahkan mereka masih baru mengenal.
" Ricky sayang kamu pulang yah bersama mereka" bujuk Ariell
" tidak Tante, pokoknya Ricky tidak mau pulang" kata Ricky
" tapi kenapa Ricky tidak mau pulang?? apa masalahnya??" kata salah satu dari mereka
" bilangin sama papah om, Ricky ngk mau papah menikah" kata Ricky
Ariell melihat kearah papah nya Ricky dan pria itu pun sebaliknya melihat kearah Ariell.
" Ricky apa kamu tidak sayang sama kakek?? kamu tau kan pernikahan ini adalah permintaan kakek kamu " kata ayah Ricky
" tapi Ricky tidak ingin papah menikah" kata Ricky
" papah pun juga tidak ingin menikah sayang, tapi kamu tahu kan keadaan kakek sekarang?" kata ayah Ricky dengan lembut
Ariell hanya diam saja mendengar pembicaraan mereka, dia sadar masalah yang mereka hadapi dan tidak pantas bagi Ariell untuk ikut campur dalam masalah mereka.
" tapi kakek tidak tahu kan papah tidak suka dengan tante Amira, Ricky juga tidak suka dengan tante Amira" kata Ricky
" tapi kakek hanya ingin papah menikah sayang, kamu juga tau kan kakek mengancam papah dengan penyakit nya" kata ayah Ricky
" kakek hanya ingin papah menikah, kakek tidak menyuruh papah menikah dengan Tante Amira. lalu kenapa papah ingin menikahi tante Amira" kata Ricky
" tante Amira kan masih keluarga kita, lagi pula dia menyayangi mu" kata Ayah Ricky
" tidak.... Tante Amira tidak sayang pada Ricky, dia sayang pada saat ada papah dan om Edward aja" kata Ricky
" Ricky kamu tolong ngerti dong keadaan papah" kata ayah Ricky
" Ricky.... kasihan tuh tantenya, badan tantenya udah pegal gara-gara gendong Ricky nya kelamaan" kata om Ricky
Ricky langsung melihat kearah Ariell, Ariell hanya tersenyum kepada Ricky.
" tante Ricky turun aja" kata Ricky
" baik sayang" kata Ariell menurunkan Ricky dari gendongan nya
" Ricky kita pulang yah sayang" kara Edward om nya Ricky
" tidak om... Ricky ngk mau pulang. om bilangin pada papah dan juga kakek pokok nya Ricky ngk mau pulang sebelum pernikahan papah dibatalkan " kata Ricky
" Edward.... kamu bilang juga pada Ricky bahwa saya juga tidak ingin menikah" kata Ayah Ricky
" om,,, bilang pada papah, kalau papah menikah dengan tante Amira maka Ricky akan makan coklat dan stroberi" kata Ricky
Edward dan Ariell hanya terdiam menyaksikan perdebatan kedua si kembar tapi beda itu, jika dilihat dari ujung rambut hingga kaki mereka berdua memiliki kemiripan seratus persen hanya tinggi badan yang membedakan mereka berdua.
bagi Edward ini sudah biasa dia menghadapi mereka berdua, tapi bagi Ariell ini masih hal yang pertama dia hanya tersenyum menyaksikan keduanya.
" sudah dong main tebak-tebakan nya sayang" kata Edward
" Edward.... bilang juga pada Ricky bahwa saya tidak takut dengan ancaman nya" kata ayah Ricky
" om bilangin pada papah, bahwa Ricky tidak mengancam. Ricky semalam masuk rumah sakit gara-gara makan coklat dan stoberi, beruntung Tante Ariell langsung menolong Ricky" kata Ricky
mendengar Ricky tidak bercanda dengan perkataan nya Edward dan Rickhard terkejut.
" apa???" kata Edward dan Rickhard