NovelToon NovelToon
Queenora, Ibu Susu Bayi CEO Dingin

Queenora, Ibu Susu Bayi CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / CEO / Hamil di luar nikah / Ibu susu / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Realrf

Queenora kehilangan bayinya sebelum sempat menimangnya, dia difitnah, dan dihancurkan oleh keluarga yang seharusnya melindungi.

Namun di ruang rumah sakit, tangisan bayi yang kehilangan ibunya menjadi panggilan hidup baru.

Saat bayi itu tenang di pelukannya, Queenora tahu, cinta tak selalu lahir dari darah yang sama, tapi dari luka yang memilih untuk mencinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Quuenora

Dua kata itu, bekerja sama, terasa lebih dingin dan lebih tajam daripada ancaman Suryo di telepon. Itu bukan lagi sekadar perang bisnis atau perebutan hak asuh.

Ini telah menjadi aliansi monster, sebuah persekongkolan yang ditenun dari kebencian Estrel dan kekuasaan Suryo yang terluka. Darian menatap ibunya, bayangan lampu gantung di ruang makan menorehkan garis-garis tajam di wajahnya, membuatnya tampak lebih tua, lebih keras.

“Bagaimana Ibu tahu?” suaranya nyaris tidak terdengar, datar seperti permukaan danau beku.

“Dunia kita kecil, Darian,” jawab Adreine pelan, tangannya masih mencengkeram lengan putranya.

“Dan dindingnya terbuat dari gosip. Istri Suryo menelepon Vania tadi sore, pura-pura menanyakan resep kue, tapi ujung-ujungnya membicarakan betapa ‘terganggunya’ dirimu akhir-akhir ini.

Vania langsung menelepon Ibu. Mereka menyebarkan cerita bahwa kau sudah gila. Gila karena seorang gadis pengasuh yang membawa sial.”

Pembawa sial.

Kata itu menusuk Darian lebih dalam daripada kehilangan triliunan rupiah. Itu adalah cap yang sama yang digunakan keluarga Queenora untuk menghancurkannya.

Sekarang, cap itu dipegang oleh musuh-musuh barunya, dipanaskan hingga membara, siap dicap di dahi mereka berdua. Ia menarik napas panjang, amarahnya yang dingin kini menemukan fokus yang mengerikan.

“Biarkan saja mereka bicara,” desis Darian.

“Kita akan melawan mereka di pengadilan, bukan di pesta teh.”

Namun, pertarungan itu datang lebih cepat dari yang ia duga. Dua hari kemudian, saat ia sedang mencoba menenangkan pasar saham yang panik melalui serangkaian panggilan telepon, sebuah surel masuk dari Tirtayasa, pengacaranya. Judulnya singkat dan menusuk.

Mosi Tambahan dari Pihak Estrel. Segera.

Darian membukanya. Lampiran itu adalah dokumen hukum setebal dua puluh halaman, tetapi ia hanya butuh membaca ringkasan di halaman pertama untuk memahami bencana yang sedang menimpa mereka.

Estrel, melalui pengacaranya yang terkenal kejam, secara resmi mengajukan bukti baru untuk mendukung petisi hak asuhnya. Argumennya licik dan brutal

Pembatalan sepihak Darian atas proyek Nusa Sentosa sebuah keputusan bisnis yang mengguncang dunia finansial, disajikan bukan sebagai tindakan moral, melainkan sebagai bukti ketidakstabilan emosional dan finansial yang ekstrem.

Ia digambarkan sebagai pria yang dikendalikan oleh nafsu, yang rela mengorbankan warisan keluarganya dan masa depan putranya sendiri demi seorang wanita simpanan yang ia samarkan sebagai ibu susu.

Dan wanita itu, Queenora, dilukis sebagai katalisator dari semua kehancuran ini. Seorang oportunis dengan masa lalu kelam yang telah menyihir Darian, membuatnya mengambil keputusan-keputusan irasional. Stigma ‘pembawa sial’ telah diubah menjadi terminologi hukum yang dingin.

pengaruh negatif yang merusak.

Darian membanting laptopnya hingga tertutup. Suara dentumannya menggema di ruang kerja yang sunyi. Ia berjalan keluar, jantungnya berdebar kencang bukan karena takut, melainkan karena murka.

Darian menemukan Queenora di ruang keluarga, duduk di lantai sambil menyusun balok-balok kayu bersama Elios. Bayi itu tertawa riang setiap kali menara yang mereka bangun runtuh, dan Queenora akan tertawa bersamanya, suara tawanya jernih dan murni.

Pemandangan itu terasa seperti surga kecil di tengah neraka yang baru saja dilepaskan Estrel. Untuk sesaat, Darian hanya berdiri di sana, menyerap kedamaian itu, menyadari betapa ia rela membakar seluruh dunia untuk melindunginya.

Queenora mendongak, senyumnya sedikit memudar saat melihat ekspresi di wajah Darian.

“Ada apa?” tanyanya lembut.

Darian berjalan mendekat dan berjongkok di hadapan mereka. Ia menyentuh pipi Elios, lalu tatapannya beralih ke Queenora.

“Pengacaraku baru saja mengirim email.”

Queenora menunggu, napasnya tertahan.

“Estrel… dia menggunakan proyek Nusa Sentosa,” Darian memulai, memilih kata-katanya dengan hati-hati.

“Dia bilang keputusanku untuk membatalkan kerja sama dengan Suryo adalah bukti kalau aku tidak stabil. Tidak layak menjadi ayah.”

Wajah Queenora memucat.

“Karena… karena aku?” bisiknya.

Darian tidak menjawab, tetapi keheningannya adalah jawaban yang cukup.

“Jadi benar,” gumam Queenora, lebih pada dirinya sendiri. Matanya menatap kosong ke arah balok-balok kayu yang berserakan.

“Aku memang pembawa sial.”

“Jangan,” potong Darian cepat dan tegas. Ia meraih tangan Queenora, menggenggamnya erat.

“Jangan pernah katakan itu. Ini bukan salahmu. Ini salahku karena pernah berteman dengan monster. Ini salah Estrel karena dia lebih memilih status daripada kebahagiaan cucunya.”

Queenora menarik tangannya perlahan. Ia menatap Darian, matanya yang biasanya lembut kini berkilat dengan api yang belum pernah Darian lihat sebelumnya. Itu bukan api kemarahan, melainkan api baja yang ditempa dalam penderitaan.

“Tidak, Darian. Ini bukan salah siapa-siapa lagi. Ini adalah pilihan,” katanya dengan suara yang terdengar begitu tenang hingga menakutkan.

“Selama ini aku bersembunyi di balik lukaku. Aku membiarkan orang lain menceritakan kisahku. Keluargaku bilang aku pembawa sial. Estrel bilang aku pengaruh buruk. Mereka semua menggunakan ceritaku untuk keuntungan mereka.”

Queenora berdiri, gerakannya anggun namun penuh tekad.

“Cukup.”

Darian ikut berdiri.

“Queenora, apa maksudmu?”

“Aku akan bersaksi di pengadilan,” katanya, menatap lurus ke mata Darian.

“Aku tidak akan membiarkan pengacara Estrel menceritakan siapa aku. Aku yang akan menceritakannya sendiri. Semuanya. Tentang pemerkosaan itu. Tentang ayahku. Tentang bayi kita yang hilang. Aku akan membeberkan setiap detail busuk dari hidupku di depan hakim. Biar kita lihat, siapa yang akan mereka sebut monster setelah itu.”

Tekad dalam suaranya membuat Darian merinding. Ini bukan lagi Queenora yang rapuh yang ia temukan di rumah sakit. Ini adalah seorang ratu yang bangkit dari abunya untuk merebut kembali kerajaannya, kerajaan harga dirinya.

“Kau yakin?” tanya Darian pelan.

“Itu akan… menyakitkan.”

“Hidupku sudah menyakitkan, Darian,” balas Queenora dengan senyum getir.

“Setidaknya kali ini, rasa sakit itu akan kugunakan sebagai senjata.”

***

Ruang rapat di firma hukum Tirtayasa terasa dingin dan steril. Di luar jendela, Jakarta bergerak dalam hiruk pikuknya yang biasa, tetapi di dalam ruangan itu, waktu seolah berhenti.

Tirtayasa duduk di ujung meja, wajahnya serius, tangannya terlipat di atas tumpukan dokumen tebal. Darian duduk di satu sisi, dan Queenora di sisi lainnya, punggungnya tegak lurus.

“Saya mengagumi keberanian Anda, Nona Queenora. Sungguh,” kata Tirtayasa, nadanya datar dan profesional.

“Tapi sebelum kita melangkah lebih jauh, Anda harus mengerti apa yang akan Anda hadapi. Ini bukan sekadar menceritakan kebenaran. Di ruang sidang, kebenaran adalah bahan mentah yang bisa dipelintir menjadi apa pun.”

“Saya siap,” jawab Queenora mantap.

Tirtayasa menghela napas panjang. Ia membuka sebuah map dan mendorong selembar kertas ke seberang meja. Itu adalah profil singkat seorang pria.

“Ini Baskoro Adiwijaya. Pengacara Estrel,” jelas Tirtayasa.

“Dia bukan pengacara keluarga biasa. Spesialisasinya adalah penghancuran karakter. Dia tidak akan mencoba membantah fakta Anda. Dia akan mencoba membantah kewarasan Anda.”

Tirtayasa mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya yang tajam menatap lurus ke arah Queenora.

“Dia akan bertanya mengapa Anda tidak melapor ke polisi saat itu. Dia akan menyiratkan bahwa Anda mungkin menikmatinya. Dia akan menyoroti fakta bahwa Anda menyembunyikan kebenaran dari Darian pada awalnya, dan menyebutnya sebagai bukti bahwa Anda seorang manipulator ulung."

"Dia akan mengambil setiap trauma yang Anda miliki, membedahnya di depan umum, dan menuduh Anda menggunakan penderitaan itu untuk menjebak seorang duda kaya yang sedang berduka.”

Dada Queenora terasa sesak, tetapi ia tidak memalingkan muka.

“Estrel dan Suryo punya sumber daya tak terbatas,” lanjut Tirtayasa, suaranya semakin rendah dan mendesak.

“Baskoro tidak akan datang sendiri. Dia akan membawa ‘saksi ahli’ psikolog bayaran yang akan bersaksi bahwa trauma Anda membuat Anda tidak stabil secara emosional, berbahaya bagi seorang anak. Mereka tidak akan mencoba membuktikan Anda pembawa sial, Queenora. Mereka akan membuat Anda, hakim, dan seluruh dunia percaya bahwa Anda memang terlahir untuk membawa kehancuran.”

Keheningan menyelimuti ruangan. Darian mengepalkan tangannya di bawah meja hingga buku-buku jarinya memutih.

Tirtayasa menatap Queenora dengan sorot mata yang mengandung campuran rasa hormat dan kasihan.

“Jadi, pertanyaannya bukan lagi apakah Anda siap bersaksi. Pertanyaannya adalah… apakah Anda siap untuk dihancurkan berkeping-keping di mimbar itu, hanya untuk melihat apakah kepingan yang tersisa cukup untuk meyakinkan hakim?” Ia berhenti sejenak, membiarkan bobot kata-katanya meresap.

“Karena Baskoro punya satu taktik pamungkas yang selalu ia gunakan pada korban seperti Anda,” lanjutnya, suaranya kini nyaris berbisik.

“Dia tidak akan berhenti sampai dia membuat Anda meragukan ingatan Anda sendiri. Dia akan membuat Anda bertanya pada diri sendiri… apakah semua itu benar-benar terjadi, atau hanya imajinasi seorang gadis yang putus asa dan haus perhatian.”

1
Nar Sih
lanjutt kakk 💪💪
Nar Sih
ahir nya queen up lgi
Nar Sih
💪💪kak lanjutt
Nar Sih
ya ampun. kasihan luna waktu itu ya ,punya ibu yg jht banget
Nar Sih
semangatt queen 💪tunjukan klau kebenaran tentang diri mu yg jdi korban bisa menang melawan kejhtn mereka
Nar Sih
ahir nya rencana mu berhasil queenora kakakdan ibu mu tertangkap sdh
Nar Sih
lanjutt kakk ,cerita smakin seru👍
Realrf: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Nar Sih
💪💪darian dan queen
Nar Sih
ini pasti ulah si mantan ibu mertua jht mu darian
Jj^
semangat update Thor 🤗
Realrf: ma aciwww 😍😍😍😘
total 1 replies
Nar Sih
biarkan darian membatu mu queen ,kasih semagatt sja dan doa kan smoga mslh mu cpt selesai
Nar Sih
jujur sja queen ,biar semua terungkap
Nar Sih
darian mulai jatuh cinta dgn mu queen
Harmanto
miskin dialog terlalu banyak menceritakan suasana hayalan
Sumarni Ukkas
sangat bagus..
Realrf: makasih kak
total 1 replies
Harmanto
ceritanya terlalu banyak fariasi hayalan yg sangaaat pamjang jarang sekali dialog yg menghidupkam cerita. sering tidak kubaca fariasi2 itu
Realrf: baik kaka trimakasih masukannya
total 1 replies
Harmanto
Nora diberi makan apa untuk memproduksi asi tdk diceritakan, diberi sandang apa. dia dianggap mahluk bukan manusia yg punya rasa emosi
Harmanto
ceritanya membingungkan apa iya tadinya menawarkan berapa uang kau minta. dia tdk butuh uang .kok dia malah membelenggu dg seribu atran yg robot
Nar Sih
seperti nya darian udh mulai suka dng mu queen
Indah MB
di tunggu selalu bab selanjutnya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!