arif dan Erika sudah menikah selama 3 tahun. Namun, Erika harus melepaskan pernikahan dan orang yang sangat dia cintai karena arif lebih memilih sepupunya, Lanni. Arif Wistan berhutang budi pada Lanni Baswara karena telah menyelamatkan nyawanya hingga gadis itu jatuh koma selama 3 tahun. Dibalik sikap lemah lembutnya, tidak ada yang tahu apa yang telah direncanakan Lanni selama ini, kecuali Erika. Erika bertekad akan membalaskan dendamnya pada keduanya karena telah menghancurkan hidupnya. Ada apakah sebenarnya diantara mereka bertiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DUA PULUH
Tentu saja tidak. Wisnu terkekeh. Dia menginjak rem dan meluncur ke jalur sebelah kanan. Wisnu melihat sekilas ke arah mobil Gardan dan belok kanan.
Erika sedang tidak ingin bicara. Wisnu berbicara sepanjang perjalanan ke rumahnya. Erika akhirnya menoleh padanya saat mereka sampai, "Terima kasih, Tuan Dikara karena sudah mengantarku pulang."
Dia tersenyum dengan hangat padanya. Jangan sungkan. Sudah larut, kau harus masuk ke dalam. Hubungi aku jika kau butuh sesuatu."
Erika mengangguk dan keluar dari mobil.
Wisnu menyipitkan matanya saat melihat dia pergi. Wanita ini penuh dengan teka-teki. Akankah Gardan menyesal telah kehilangan orang langka sepertinya?
Hmph.
Sekarang. Erika sudah berada dalam cengkramannya, jadi dia tidak akan pernah melepaskannya.
Ponsel Erika berdering saat dia baru keluar dari lift. Dia membuka pintu apartemen dengan satu tangan dan tangan yang lainnya meraba-raba ponsel di dalam tas. Dia terkejut saat melihat panggilan dari neneknya.
Dia masuk ke apartemennya dan berkata, "Nenek?"
"Hai, Erika. Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini? Apa kau merindukan nenek?"
Erika tertawa sambil melepas sepatunya. Tentu saja, aku rindu. Aku selalu memikirkanmu setiap saat."
Yulia terkekeh, "Mulutmu memang manis sekali, sayang.
Mendudukkan dirinya di sofa, Erika pun tersenyum, "Ada apa nenek meneleponku?"
"Kenapa kau bicara begitu? Aku baru saja memujimu karena bermulut manis! Tidak bolehkah aku menelepon karena merindukanmu?"
Yulia memang sedikit tempramental. Tetapi kadang-kadang, dia hanya pura-pura kesal. Erika tertawa. "Tentu saja boleh."
"Hmph! Kedengarannya seperti itu. Tapi..."
Dia terbatuk. Ada sesuatu yang mengganggunya beberapa hari terakhir ini. Dia tidak tahan untuk bertanya, "Erika, bagaimana kabarmu dengan cucu bodohku itu? Apa dia pulang tepat waktu? Dia tidak melakukan sesuatu yang membuatmu kesal, kan?"
Yulia menekankan kata 'sesuatu. Erika pasti tahu apa yang dia bicarakan jika Gardan sudah mengatakan padanya tentang perceraian mereka, tapi jika dia tidak tahu, maka Gardan pasti menurut kali ini dan tetap diam.
Tapi...
Erika mencium ada yang tidak beres. Dia tidak menjawabnya.
Yulia membeku dan dengan cemas bertanya, "Erika?"
Erika tertawa, "Kau sudah tahu semuanya, ya?"
"Apa?"
Apa yang dia tahu?!
Dasar cucunya itu memang bodoh! Dia pasti akan membunuhnya jika membuatnya kehilangan cucu menantunya yang sangat luar biasa ini!!!
Erika mengerutkan bibirnya. Yulia mungkin tidak bersedia menerimanya tetapi sekarang karena semuanya sudah sampai di sini, tidak ada gunanya menyembunyikan apapun lagi. Dia menghela napas, "Nenek, kami berdua.... Kamu sudah bercerai."
"Apa?!"
Ekspresi wajah Yulia berubah. Día langsung berdiri.
Danang dari tadi mengamati istrinya. Dia langsung tahu apa yang terjadi melihat reaksi Yulia. Dia menyeringai puas. Bagus sekali Gardan mematuhi perintahnya.
Erika sudah tidak berguna lagi. Keluarga Wistam sudah tidak membutuhkannya lagi. Selain itu, dia tidak pernah menjadi istri yang baik untuk Gardan! Dia tidak layak bersanding dengan cucunya!
Yulia buru-buru bertanya, "Erika, sayang. Apa kau sedang bercanda? Hari ini bukan April Mop, kan?"
Erika menghela napas. "Nenek, kau tahu sendiri kalau dia tidak mencintaiku. Dia hanya akan semakin membenciku jika kami terus mempertahankan hubungan ini. Saat ini, bercerai adalah jalan yang terbaik bagi kami. Nenek, biarkan kami melakukan ini. Ini kesempatan agar kami berdua bisa bahagia."
Suara Erika jelas lebih tegang di akhir permohonannya.
Wajah Yulia memucat.
Erika adalah cucu menantunya yang sangat baik!
Bagaimana bisa cucu bodohku itu melepaskannya dengan mudah?!
Sepertinya mereka memang sudah memutuskan untuk bercerai. Yulia tidak bisa mengatakan apapun untuk membuat mereka berubah pikiran. Dia seharusnya tidak egois tidak peduli seberapa besarnya dia memuja Erika dan ingin dia tetap menikah dengan Gardan...
Gardan tidak pernah peduli padanya. Dia bahkan tidak pernah membawa istrinya pulang ke rumah selama tiga tahun pernikahan mereka! Pria yang baik tidak akan melakukan itu! Dia tidak melakukan tugasnya sebagai suami. Memaksa mereka untuk tinggal bersama hanya akan menyakiti Erika.
Tapi...
Yulia benar-benar tidak suka saat memikirkan perpisahan mereka... Dia merasa sangat menentangnya!
Saat ini, dia sangat ingin menelepon Gardan dan berteriak padanya! Dia sangat marah!
Yulia menghirup napas dalam-dalam, "Erika. Tunggu sebentar, aku akan menelepon cucuku yang bodoh itu!!"
"Nenek."
Sebelum Yulia bisa menutup telepon, Erika memanggilnya.
"Aku tahu kau menyukaiku. Aku sangat berterima kasih karena kau sudah merawatku selama ini. Tetapi... Sesuatu memang tidak bisa dipaksakan. Hubungan Gardan dan aku sudah berakhir, tapi itu tidak seharusnya mempengaruhi hubungan kita. Aku selalu menganggapmu sebagai nenek kandungku sendiri. Aku akan sering-sering menjengukmu, oke?"
Hati Yulia melembut mendengar itu. Tangannya yang sedang menggenggam ponsel mulai bergetar.
Dia tidak tahu lagi harus berkata apa. Setelah terdiam cukup lama, dia akhirnya mengatakan, "... Baiklah."
Erika akhirnya merasakan beban berat di pundaknya perlahan terangkat. Dia akhirnya mendapat persetujuan dari nenek. Dia tidak akan menekan Gardan lagi. Erika pun terkekeh, "Jadi... Bisakah kau tidak usah menghubunginya untuk bertanya tentang ini? Kami berdua... Sudah berpisah."
Situasinya memang tidak menguntungkan bagi semua orang.
Erika sangat mengenal neneknya dan tahu bahwa dia tidak suka dengan Keluarga Wistam yang lebih mengutamakan kekuasaan dan kekayaan. Mereka telah kehilangan kehangatan yang dulu pernah mereka miliki.
Itulah sebabnya dia tidak akan peduli jika perusahaannya bangkrut.
Inilah alasannya kenapa dia memutuskan untuk bekerja sama dengan Wisnu.
"Hai..."
Yulia menghela napas diam-diam. "Lupakan tentang itu. Kalian anak-anak punya kehidupan kalian sendiri. Aku tidak bisa mengambil keputusan untukmu. Anakku sayang, kau orang yang sangat baik. Gardan melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya dengan melepaskanmu. Aku tahu bahwa kau akan bertemu dengan seseorang yang akan memperlakukanmu jauh lebih baik darinya. Kau layak dicintai dan mendapatkan kebahagiaan. Dengarkan aku, tegakkan kepalamu dan jangan biarkan siapapun memperlakukanmu dengan buruk, paham?"
Kehangatan memenuhi dada Erika. Nenek adalah satu-satunya orang yang menunjukkan kebaikan padanya sejak dia menikah dan masuk ke dalam keluarga Wistam. Sedangkan yang lainnya...
"Oke nenek. Aku paham. Terima kasih sudah mendukungku."
Yulia menggelengkan kepala dengan tak berdaya. Dia menghela napas, "Jangan berterima kasih padaku. Akulah orang yang seharusnya berterima kasih padamu. Kau sudah sangat menderita di sini dan tapi kau tidak pernah mengeluh dengan perlakuan kami. Aku lah orang yang seharusnya minta maaf padamu."
"Jangan bilang begitu, nenek." Erika menggenggam ponselnya dengan erat. "Aku akan menemuimu kalau ada kesempatan, oke?" Dia berjanji.
"Anakku sayang, tetapkan standar yang tinggi untuk pria mu selanjutnya. Jika kau kesulitan menentukan pilihan, katakan saja padaku. Aku akan membantumu memilih. Tidak ada yang boleh memanfaatkanmu di bawah pengawasanku!"
Erika merasa bagian belakang matanya mulai gelisah. Dia terkekeh, "Tentu."
"Kau bisa melanjutkan pekerjaanmu sekarang. Aku tahu kau sibuk. Aku mau pergi ke kamar mandi sekarang."
"Oke, nenek."
Mereka sama-sama mematikan ponsel. Yulia merasa sedih, dan semua orang bisa melihat itu dengan jelas.
Cucu menantunya... Akan menjadi cucu menantu orang lain.
Biarkan saja!
Dia bukan cucu menantuku, tetapi cucu kandungku sendiri!
Mereka adalah keluarga! Gardan Wistam! Cucuku yang bodoh! Dia akan menyesali ini di masa depan!!
Pemikiran itu memenuhi benaknya yang masih marah. Dia tidak tahan untuk menghubunginya dan ingin memarahinya!