Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3 Terpilih Ikut Lomba
“Jalan saja, nanti juga sampai. Segala hal yang kita lewati adalah sebuah perjalanan, jadi tetaplah berusaha sampai berhenti di tempat tujuan”
\_Ayu Purnama\_
Sesampainya mereka di kelas, tak lama ada pengumuman untuk siswa yang terpilih mengikuti perlombaan.
“Assalamu’alaikum waraohmatullohi wabarokatuh” Ucap Guru yang terdengar di dalam toa setiap kelas
Ayu dan kawan-kawan menedngar pengumunan itu …
“Hey… kalian jangan berisik” Teriak Evi
“Ada apa ?” Tanya Deris
“Itu ada pengumuman” Jawab Evi
“Sekolah kita akan mengikuti lomba cerdas cermat dan lomba baris berbaris yang di ikuti oleh eskul paskibra, berikut siwa-siwi yang terpilih untuk mengikuti lomba cerdas cermat” Ucap Guru
“Yang terpilih untuk mengikuti lomba cerdas cermat yaitu Ayu Purmana dari kelas 7E, Mustika dari 8A dan Zaki dari kelas 9F. Siswa yang merasa namanya di sebut, sekarang di persilahkan untuk ke ruang BK untuk pengarahan. Terima kasih” Lanjut Guru
Setelah pengumuman itu selesai, Ayu merasa insecure.
“Wah… ada yang terpilih jadi peserta lomba nih” Ucap Wida
“Kenapa emangnya ?” Tanya Evi
“Ati-ati harus punya bekal yang cukup, untuk berangkat ke sana. Masa iya ikut lomba ke sana tapi tidak bawa bekal uang, kalau tahu orang tua hanya jadi supir bus harusnya sadar diri. Jangan sok-sok’an ikut lomba cerdas cermat” Sindir Wida
“Apa maksud kamu bicara seperti itu Wida ?” Tanya Wulan
“Temanmu yang miskin itu, harusnya sadar diri jangan sok pintar dan ikut perlombaan cerdas cermat” Jawab Wida
“Memangnya kenapa ? Kan yang memilih Ayu itu pihak sekolah bukan dianya sendiri, kamu sirik ya ? Karena Ayu yang terpilih ikut lomba cerdas cermat” Tanya Devan
“Gak biasa aja tuh, aku Cuma ngasih tahu aja kalau dia itu harus sadar diri” Jawab Wida lalu meninggalkan mereka
Sepeninggalan Wida …
“Udah Yu, jangan di masukkan ke hati. Dia itu sirik sama kepintaran kamu” Ucap Evi
“Iya, aku gak papa kok” Jawab Ayu
“Ayo, aku antar ke ruang BK” Ajak Rini
“Tidak usah, aku bisa sendiri. Sebentar lagi juga guru selanjutnya masuk, nanti kamu bolos lagi” Tolak Ayu
“Beneran gak papa ?” Tanya Rini
“Iya gak papa, Rin” Jawab Ayu
*****
Lalu Ayu meninggalkan kelasnya, dan menuju ke ruang BK.
TOK … TOK … TOK …
“Assalamu’alaikum” Ucap Ayu di ambang pintu
“Wa’alaikumsalam, silahkan masuk Ayu” Jawab Febi selaku guru BK
“Ayu, kamu sudah tahukan kamu terpilih menjadi perwakilan dari sekolah ini kelas 7 untuk mengikuti loma cerdas cermat. Apakah kamu sanggup ?” Ujar Sukendi selaku kepala Sekolah
“Tapi kenapa saya pak ? kan banyak siswa yang lebih pintar dari saya” Tanya Ayu
“Karena kami mempercayai kamu, untuk mengikuti lomba ini Yu” Jawab Kepala Sekolah
“Kami selaku dewan guru sangat mempercayai kemampuan kamu Yu, kami harap kamu tidak menolaknya” Ucap Rika
“Apakah kamu bersedia kami daftarkan untuk menjadi peserta loma cerdas cermat ?” Tanya Febi
“Emmm… Gimana ya bu, saya bingung menjawabnya” Jawab Ayu
Ya, Ayu merasa bingung karena dia sedang memikirkan biaya ongkos untuk pergi ke tempat lomba sedangkan dia jarang di kasih uang jajan.
“Gimana Yu ?” Tanya Febi
“Saya mau bicara dulu sama orang tua saya bu, bagaiman keputusannya” Jawab Ayu
“Boleh kalau kamu mau berdiskusi sama orang tua kamu, dan besok harus ada keputusannya ya” Ucap Febi
“Besok kamu harus sudah ada keputusan, karena perlombaan akan di laksanankan 3 hari lagi” Tambah Rika
“Baik bu, kalau begitu saya permisi mau ke kelas lagi” Ujar Ayu
Saat Ayu keluar daru ruang BK, Aizam mendekatinya.
“Gimana ? Apa kamu mau ikut lomba cerdas cermat Yu ?” Tanya Aizam
“Gak tahu kak, kakak tahu sendiri gimana keuangan kita” Jawab Ayu
“Ikuta ja Yu, nanti biar aku bicara sama kak Yudi untuk mengumpulkan uang untuk kamu ikut lomba. Sama kasih tahu ke bapa, tapi kalau ke mama kamu jangan bilang kalau harus mengeluarkan uang bilang saja semua biaya di tanggung oleh pihak sekolah” Ucap Aizam
“Serius tapi ya kak ?” Tanya Ayu sambil tersenyum senang
“Iya, kakak serius” Jawab Aizam
“Sayang kakak banyak-banyak” Ucap Ayu sambil memeluk Aizam
“Cepat kamu ke kelas lagi, nanti ketinggalan pelajaran” Titah Aizam
“Baiklah, aku ke kelas dulu ya” Jawab Ayu lalu meninggalkan Aizam
Melihat keceriaan sang adik, membuat Aizam tersenyum senang …
“Ya Allah…, jaga senyum adik hamba. Hamba tidak bisa memberikan semua yang dia inginkan, tapi berikan dia kebahagiaan meskipun bukan dari ibu kandung kami” Gumam Aizam sambil melihat Ayu yang sudah berbicara dengan teman sekelasnya