NovelToon NovelToon
Crazy Obsession

Crazy Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Enemy to Lovers / Pelakor jahat
Popularitas:187
Nilai: 5
Nama Author: Bertepuk12

Afnan tahu dia adalah penjahat, demi mendapatkan Dareen yang menjadi obsesinya sejak lama, Afnan tega menghancurkan kebahagiaan Jeslyn, sahabat sekaligus wanita yang dicintai Dareen.

​Satu jebakan licik darinya, sebuah penghianatan yang membuat Dareen kehilangan dunianya dan mulai menanam kebencian mendalam pada Afnan.

​Namun, Afnan belum puas.

​Melalui skenario malam yang kotor, Afnan akhirnya berhasil menyeret Dareen ke altar pernikahan, ia mendapatkan status, ia mendapatkan raga pria itu, tapi ia tidak pernah mendapatkan jiwanya.

​"Kau telah menghancurkan hidup Jeslyn, dan sekarang kau menghancurkan hidupku, Afnan. Jangan pernah bermimpi untuk dicintai di rumah ini."

​Di tengah dinginnya pengabaian Dareen dan bayang-bayang Jeslyn yang masih bertahta di hati suaminya, Afnan tetap bertahan dengan segala tingkah centil dan nekatnya untuk membuat sang suami bertekuk lutut.

​Akankah cinta yang berawal dari penghianatan ini akan menemukan titik terang?

#KOMEDIROMANSA
#KONFLIKRING

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bertepuk12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Suasana malam ini begitu tenang, hanya ada suara radio yang diputar agar dapat memecah keheningan di antara mereka, sesekali Afnan menyanyi dengan riang, mengabaikan tatapan penuh permusuhan dari Dareen.

Mansion yang masih berada di ibu kota itu menjulang tinggi di antara yang lain, nampak begitu mewah dengan arsitektur modern yang elegan. Pagar besi tempa yang menjulang tinggi dan gerbang utama yang megah menambah kesan eksklusif dari mansion tersebut.

Dareen menghentikan mobilnya tepat di depan halaman, keningnya terangkat saat mendapati mobil sang ayah yang terparkir di samping mobilnya, tunggu? Apa mereka telah menyadari sesuatu?

"Sejak kapan daddy dan mommy di sini?" Dareen menatap salah satu pengawalnya yang berdiri di depan pintu, tatapan penuh selidik ia layangkan.

Sang pengawal menunduk, "Kurang lebih lima jam yang lalu tuan." Jawabnya tegas, tanpa ekspresi dan begitu cepat menanggapi.

"A-pa?" Jantung Dareen semakin berdegup dengan kencang, pria itu menoleh ke bawah, menatap wanita setinggi dadanya yang terlihat begitu santai seolah tak takut pada apapun.

Menyadari tatapan sang suami, Afnan tersenyum, menepuk pundak Dareen memberi semangat, "Tidak papa, mengapa begitu panik seperti ajal ingin menjemput saja." Serunya santai.

Helaan nafas Dareen lakukan, pria itu menghempaskan jemari Afnan kasar, dalam benaknya ia tengah menerka-nerka, apa yang membuat orang tuanya datang kemari? Benarkah sudah mengetahui rahasia ini?

Jika belum ingin rasanya Dareen mengusir wanita itu untuk sejenak, agar tidak menimbulkan permasalahan kembali.

"Menurutmu, apa daddy dan mommy sudah mengetahui identitas wanita ini?" Dareen bertanya pada pengawal di hadapannya.

Memiringkan kepala, Afnan menarik-narik ujung kemeja Dareen, "Mereka sudah tau kak, aku sudah bertemu dengan Mommy Renala." Celetuknya tersenyum ceria.

"Mommy? Sungguh kau pikir itu ibumu, heh?!" Ujar Dareen tak terima apabila orang lain memanggil sang ibu dengan sebutan mommy selain dirinya.

Memutar bola matanya jengah, Afnan memilih untuk berjalan lebih dahulu, energinya sudah terkuras habis, ia benar-benar lelah dan ingin cepat tidur, tak ingin berdebat dengan sang suami lagi.

Menarik leher Afnan ke belakang, Dareen berbisik dengan nada penuh ancaman, "Aku ingatkan, jika mommy bertanya, kau tidak boleh berkata apa-apa, biar aku yang bicara."

Afnan hanya mengangguk patuh, sama sekali tak ingin mendebatinya, "Baiklah, aku akan diam asalkan kakak tidak menjelek-jelekkanku di hadapan mereka."

Begitu mereka melangkah masuk, suasana dingin langsung menyambut, di ruang tengah, di sofa ukir yang mahal, Daddy Dafandra dan Mommy Renala sudah duduk tegak, tatapan mereka setajam ujung pisau. Di meja, tergeletak foto pernikahan Dareen dan Afnan.

"Silakan duduk, pasangan pengantin baru." Sapa Mommy Renala dengan nada manis yang justru terdengar mengerikan, sedangkan Daddy Dafandra hanya diam, menyesap tehnya dengan khidmat, namun matanya tak lepas dari Dareen.

Pun Dareen dan Afnan langsung duduk di seberang mereka, keadaan dua orang itu sama-sama tak baik, Dareen yang takut diinterogasi, pula Afnan yang takut tiba-tiba tertidur sebab begitu lelah.

"Jadi Dareen," Mommy Renala membuka pembicaraan, tanpa basa-basi, "Mommy pikir, pernikahan itu sesuatu yang sakral, sesuatu yang dibanggakan, tapi rupanya, putra mommy memilih cara kawin lari."

Menggelengkan kepala, Dareen menjawab, "Mom, aku bisa jelaskan." Belanya cepat, suaranya sedikit bergetar takut, sebab tatapan tajam dari Mommy Renala.

"Jelaskan? Bagaimana caramu menjelaskan bahwa mommy harus tahu kamu sudah punya istri dari unggahan Kendrick dan Bryan? Coba jelaskan!" Desak Mommy Renala meminta penjelasan.

Dareen langsung menoleh ke arah Afnan, tatapan matanya menyiratkan penghakiman, sayangnya wanita itu hanya mengangkat bahu tak acuh dan berbisik, "Sepertinya mereka lupa setting private."

Menarik napas panjang, ini saatnya Dareen menyelamatkan diri dari pernikahan paksaan ini, lantas ia menatap mommynya dengan ekspresi memelas.

"Mom, ini semua salah paham, aku dijebak mom! Wanita ini."  Dareen menunjuk Afnan dengan dagunya.

"Dia licik, dia menambahkan obat perangsang pada minumanku, kami melakukannya secara mau sama mau, tapi dia malah meminta pertanggungjawaban dan memaksaku menikahinya, padahal jelas sekali dia menjebakku dengan cara kotor!"

Afnan ternganga mendengar aduan Dareen, "Aku dibilang licik? Hello, aku ini bijaksana dan pintar!"

Mommy Renala tidak menanggapi aduan Dareen, ia justru tertawa kecil, tawa yang membuat Dareen merinding, lantas wanita tua itu menoleh ke arah suaminya, Daddy Dafandra.

"Dafandra, kamu dengar itu? Putramu dijebak." Beo Mommy Renala sambil tersenyum penuh arti.

Tersenyum tipis, Daddy Dafandra mengangguk, seolah tau apa yang dimaksud sang istri, "Ya, sayang, sepertinya sejarah terulang kembali."

"Benar! Anak ini bodohnya sama sepertimu." Seru Mommy Renala, ia kemudian menatap Afnan dengan sorot mata yang hangat dan penuh persetujuan.

"Mom, Daddy, aku tidak mencintainya! Aku terpaksa! Lihat saja tingkahnya mom! Dia tadi mengendarai mobil seperti orang gila, mengajakku mati bersama, dia tidak waras!" Dareen mengeluarkan napas lega setelah melontarkan semua unek-uneknya.

​"Dareen, kamu ini anak cengeng atau bagaimana? Baru menjadi suami sehari sudah menggadu ke orang tua? Di mana letak harga dirimu?" Mommy Renala menggelengkan kepala.

Mengacak-acak rambut frustrasi, Dareen menghela nafas kasar, "Mom please, pikirkan masa dep-"

"Sayang." Mommy Renala mengabaikan seruan sang putra, ia malah memfokuskan pandangannya pada wanita yang sedari tadi terus menunduk, ia pikir tengah merasa bersalah?

Berniat untuk tidur sejenak, Afnan terpaksa membuka matanya lantas menatap Mommy Renala, tersenyum penuh paksaan, "Ya mom?"

"Jangan merasa sakit hati pada ucapan Dareen. Dulu, mommy juga melakukan hal yang sama untuk memiliki daddy, bahkan lebih parah dengan mengancam akan menyebarkan video kami." Mommy Renala menjeda ucapannya, mengingat masa lalu.

"Setelah menikah, daddy memperlakukan mommy dengan buruk, namun akhirnya setelah menunggu sekian lama pria tua itu mencintai mommy secara gila, saat ingin bercerai, daddy rela menabrakan mobilnya pada pagar pembatas untuk mendapatkan simpati mommy."

"Mom! Jangan samakan aku dengan daddy! Aku tidak mau! Aku tidak akan pernah mencintai wanita ini!" Dareen merengek.

"Oh, kamu tidak cinta?" Mommy Renala menaikkan kening, "Bagus! Cinta itu urusan belakangan, suamiku, menurutmu bagaimana?"

Daddy Dafandra meletakkan cangkir tehnya, menatap Dareen tajam seolah tengah memberikan ancaman nyata, sebab ia tak ingin sang putra merasakan perasaan hampanya dahulu saat sang istri lebih memilih bercerai.

"Dareen, hargai istrimu, ingat, saat kamu bilang terpaksa, kamu meremehkan usaha istrimu. Ibumu dulu juga berusaha keras, dan itu berhasil membuat daddy bahagia sampai sekarang." Ujar Daddy Dafandra mantap.

Petuah dari sang daddy nyatanya tak membuat Dareen gentar, pria itu tetap pada opsinya, ingin menceraikan Afnan bagaimanapun caranya, ia tidak ingin terjebak selamanya dalam pernikahan tanpa cinta.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!