Mei Zhiyi dipindahkan ke sebuah dunia kuno oleh sistem setelah mengalami insiden penembakan di markas militer.
Dia diubah menjadi seorang pelayan istana yang akan segera mati karena telah menyinggung seseorang di istana yang dalam.
Untuk mencegah kemusnahan karakter asli, Mei Zhiyi diminta melakukan serangkaian misi penyelamatan diri.
Namun ketika dia bertemu dengan Liu Yan, Kaisar penguasa dinasti yang sangat ditakuti dan sukar diajak kompromi, sistem tiba-tiba berkata: Taklukan dia, cegah dia jadi iblis tiran atau kau akan mati!
***
"Mentang-mentang seorang Kaisar, suka sekali menyuruh-nyuruh bawahan," Mei Zhiyi menggerutu dalam hati.
Kaisar tiba-tiba bertitah, "Pelayan Mei menghina atasan. Hukum cambuk lima kali!"
"Dasar Kaisar jahat. Aku mengutukmu impoten sampai mati!" Mei Zhiyi berseru dalam hatinya.
Tiba-tiba Kaisar menariknya ke tempat tidur dan berkata, "Beraninya kau mengutukku! Akan kubuktikan padamu apakah aku impoten atau tidak!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhuzhu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 7: GADIS YANG KURANG AJAR
Mei Zhiyi masuk ke dalam aula sembari diikuti oleh beberapa pelayan yang membawa kotak makan. Saat dia tiba di bagian dalam, dia melihat Liu Yan baru saja selesai berganti baju. Pria penguasa Daqi yang diagungkan itu memakai pakaian hitam yang benang sulamannya berwarna perak, membentuk pola naga dan awan yang beraturan.
Rambut hitamnya digerai hingga mencapai punggungnya, begitu panjang dan berkilau. Entah berapa kilo biji wijen yang dibutuhkan untuk merawat rambut sepanjang itu. Pasti sangat halus, tidak bercabang dan tidak mudah kusut.
Mahkotanya terbuat dari emas murni bernilai puluhan juta perak. Sosoknya seperti dipenuhi aura kegelapan, namun itulah yang menjadi daya tariknya dan membuatnya terlihat seperti sosok pemimpin agung yang dingin dan tak tersentuh.
Liu Yan punya fitur wajah yang tampan. Hidungnya bangir seperti orang-orang kulit putih.
Dia punya sepasang alis hitam yang melengkung mewakilkan ketegasan, juga sepasang mata seperti cakram yang tajam bak elang. Setiap kali bersitatap, maka hawa dingin akan keluar seolah-olah salju turun langsung di atas kepala.
Bibirnya merah muda alami. Jika orang seperti ini ada di masa depan, dengan penampilannya ini, dia pasti laris manis di industri hiburan.
Dia bisa jadi model papan atas, juga aktor kelas top yang sejajar dengan para pemain senior. Kalau masuk museum, pasti jadi figur paling ikonik dalam sejarah.
Betapa bagusnya karya pemilik langit di dunia ini. Jika dia menjadi perempuan, kecantikannya bisa menghancurkan negara. Sialan, apa yang kupikirkan?
Liu Yan mengernyit sembari menatap aneh pada Mei Zhiyi. Suara itu datang lagi saat Mei Zhiyi sama sekali tidak membuka mulutnya apalagi bicara.
Jadi, hanya ada satu jawaban pasti dari itu semua. Suara yang berisik itu memang miliknya.
“Gadis kurang ajar. Liar sekali pikirannya,” gumam Liu Yan. Dia berdehem, membuat Mei Zhiyi kembali sadar dari pemikiran melanturnya.
“Kaisar, makananmu sudah tiba.”
Para pelayan di belakang lalu menata makanan di meja. Satu per satu piring diletakkan sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.
Kemudian, mereka mundur secara teratur, meninggalkan Mei Zhiyi seorang diri dalam ruangan besar itu. Hanya ada dia, Liu Yan, dan Li Dezai.
Makanan sebanyak ini, apakah dia mampu menghabiskannya sendiri?
Liu Yan tidak bisa makan dengan tenang. Walau suasana hatinya tidak seburuk kemarin, tapi dia terganggu dengan suara-suara itu.
Dia hanya makan beberapa suap. Dia meletakkan sumpitnya lagi di atas mangkuk, tidak berminat sama sekali pada hidangan lezat yang tersaji di depannya.
“Pergi ke pengadilan!” ucap Liu Yan.
“Yang Mulia, sarapanmu belum habis,” peringat Mei Zhiyi.
“Terlalu berminyak. Habiskan saja sendiri.”
Mei Zhiyi menatap Li Dezai untuk meminta penjelasan. Mana ada makanan berminyak di sini? Semuanya jelas sayur mayur yang sehat dan sup ayam yang sehat dan bergizi.
“Maksud Kaisar adalah kau dihukum menghabiskan semua makanan ini. Jika nanti saat kembali makanannya tidak kau habiskan, kau akan dihukum lagi,” jelas Li Dezai.
“Semuanya?” mata Mei Zhiyi melotot. Tubuhnya kecil, lambungnya tak cukup menampung makanan sebanyak itu.
Sebenarnya kesalahan apa yang dia lakukan sampai Liu Yan tiba-tiba menghukumnya seperti ini?
Yah, walaupun ini namanya bukan hukuman. Tetap saja, makanan sebanyak ini tidak mungkin dia habiskan sendirian. Jadi, dia menyisihkan sebagian makanan itu dan diberikan pada pelayan lain.
Perutnya sendiri sudah kembung karena kekenyangan. Mei Zhiyi berjalan-jalan di sekitar taman istana setelah selesai membereskan pekerjaan, membiarkan perutnya mencerna makanan yang masuk.
Salju sudah berhenti turun dan matahari sudah muncul. Sepertinya musim semi akan segera tiba.
“Pelayan sialan! Siapa yang memberimu keberanian menumpahkan air kotor ke pakaianku? Tampar dia!”
Kening Mei Zhiyi mengernyit. Di sudut barat taman istana yang mengarah ke harem, dia melihat sekelompok pelayan sedang mengeroyok dua pelayan muda. Ada seorang gadis berpakaian ungu duduk dengan tenang menyaksikan adegan itu, seolah menikmati setiap sensasinya.
“Selir Su, jika kami bersalah, maka hanya atasan kami yang berhak menghukum. Kau tidak berhak menghukum kami!” seru seorang pelayan muda. Tangan dan kakinya dicekal, tapi matanya menatap dingin pada sosok gadis muda arogan yang duduk tenang di hadapan mereka.
“Kakak, sudah, jangan bicara lagi. Selir Su adalah keponakan Ibu Suri, jika kita membuatnya tidak senang, maka Ibu Suri pasti tidak senang juga. Soal aturan di istana ini kita tidak bisa mematuhinya dengan benar,” ucap pelayan lainnya.
Mei Zhiyi terkekeh. Dua gadis pelayan yang sedang dikeroyok itu lumayan punya kemampuan.
Di permukaan terlihat memohon ampun, namun sebenarnya sedang menjerumuskan gadis yang dipanggil Selir Su itu. Tampaknya keduanya bukan pelayan biasa.
“Ding! Misi telah aktif! Tuan, silakan selamatkan dua pelayan itu!”
“Mereka orang penting?”
“Mereka adalah putri mantan pejabat daerah yang datang menuntut keadilan, menyamar sebagai pelayan untuk mencari keadilan.”
“Apa hubungannya denganku?”
“Jika tuan menolak misi, petir akan datang dalam hitungan satu, dua…”
“Oke, aku selamatkan.”
Mei Zhiyi diam-diam mendekati taman tersebut. Karena kakinya kecil dan tubuhnya kurus, suara langkah kakinya jadi samar. Dia bisa melihat dengan jelas dari dekat.
“Su Qian?”
Rupanya gadis bergaun ungu itu adalah Su Qian, selir istana yang kemarin ditabrak oleh Mei Zhiyi dan membuatnya ditenggelamkan ke dalam kolam. Karena dia adalah keponakan Ibu Suri, dia menjadi sangat arogan dan sombong.
Temperamennya tidak bagus, pemarah dan mudah sekali terprovokasi. Ada banyak pelayan menghilang setelah menyinggungnya.
Su Qian ini sangat tergila-gila pada Liu Yan. Dia berkali-kali menyusun rencana untuk mendekati Liu Yan. Namun, Liu Yan itu sepertinya orang yang tidak suka berdekatan dengan wanita.
Selir-selir di harem pun kebanyakan hanya wanita yang dikirim oleh pejabatnya atau Ibu Suri, cukup dibergi gelar tanpa digauli. Sampai saat ini, Mei Zhiyi belum mendengar ada pangeran atau putri lahir di istana ini.
Mei Zhiyi tiba-tiba berteriak, “Kaisar tiba!”
Sontak saja Su Qian berdiri dan menatap sekeliling. Tepat pada saat itu, Mei Zhiyi melemparkan kerikil untuk memukul tangan dan kaki pelayan yang mencekal dua gadis itu, membuat mereka terjatuh dan mengaduh kesakitan.
Memanfaatkan momen lengah, Mei Zhiyi membawa lari dua pelayan itu dan meninggalkan taman istana. Ketika Su Qian menyadari dua sasaran kemarahannya telah kabur, dia menjadi marah dan menyuruh orang mengejar mereka.
Namun, Mei Zhiyi melarikan diri melalui jalan yang berbelit-belit sampai mereka tidak dapat ditemukan. Saat situasi dirasa aman, mereka baru berhenti berlari.
Ini adalah taman belakang Istana Zhaoyang, tempat yang jauh dari taman istana harem. Mei Zhiyi berhasil menyelamatkan dua gadis itu.
“Yue Ling berterima kasih pada pertolongan nona,” ucap yang paling tua.
“Yue Zhu berterima kasih atas pertolongan nona,” ucap yang paling muda.
“Jadi, nama kalian Yue Ling dan Yue Zhu?”
“Benar, nona. Terima kasih karena nona membantu kami melarikan diri dari Selir Su.”
“Aku hanya lewat. Su Qian itu memang arogan. Kelak hindari bertemu dengannya.”
Yue Ling dan Yue Zhu mengangguk. Mereka pikir mereka akan mati di hari kedua mereka masuk istana.
Datang untuk bekerja sekalian mencari petunjuk atas fitnah keluarga, namun malah tidak sengaja menyinggung nona bangsawan arogan. Dengan situasi mereka, mereka bisa saja mati tanpa diketahui dan tidak seorang pun dapat menyadarinya.
“Nona mengambil risiko menyelamatkan kami dengan menyinggung Selir Su. Apakah tidak apa-apa? Dia mungkin akan mencari masalah denganmu nanti,” ucap Yue Ling. Dibandingkan Yue Zhu, dia lebih bisa menampilkan emosinya.
“Tidak apa-apa. Aku tidak takut padanya.”
Jika memang harus berhadapan dengan Su Qian, maka hadapi saja dengan berani. Kebetulan masih ada dendam yang belum dibalas. Mei Zhiyi tidak percaya di dunia ini tidak ada yang bisa melawan tindakan arogan selir istana itu.
Sekalipun dia didukung Ibu Suri, Mei Zhiyi tetap akan mencoba menghadapinya dengan berani. Jika dia diam dan lemah, dia akan selamanya dianiaya.
Yue Zhu memperhatikan Mei Zhiyi dengan saksama. Gadis yang telah menyelamatkan mereka masih muda, tapi tindakannya begitu tegas dan berani.
Dia bahkan dapat membawa mereka melarikan diri hingga ke Istana Zhaoyang yang merupakan tempat peristirahatan Kaisar. Sudah jelas gadis penyelamat itu bukan pelayan biasa meski mereka sama-sama mengenakan pakaian pelayan istana.
“Nona, siapa namamu?” tanya Yue Zhu.
“Aku Mei Zhiyi.”
“Ah, Nona Mei rupanya. Sekali lagi kami berterima kasih atas pertolonganmu. Kelak jika nona membutuhkan bantuan, datangi saja Biro Rumah Tangga. Kami bekerja di sana.”
“Tentu. Cepatlah pergi, pengawal di sini bukan orang ramah.”
Yue Ling dan Yue Zhu mengangguk lalu pergi dari taman itu. Mei Zhiyi menghela napas. Misinya berhasil dan sistem memberikan dua puluh poin untuknya.
Meski dia tidak tahu peran apa yang dapat dimainkan oleh Yue Ling dan Yue Zhu, tapi dia yakin kedua gadis itu tidak akan mati dengan mudah. Orang yang dipilih sistem tidak mungkin hanya karakter pendukung biasa.
Mei Zhiyi melihat Bibi Cui berjalan keluar dari dalam Istana Zhaoyang bersama beberapa pelayan. Dia menyapanya dan menanyakan apakah Kaisar sudah kembali. Namun, Bibi Cui menggelengkan kepalanya dan menyunggingkan sebuah senyuman.
“Hari ini setelah selesai rapat pengadilan istana, Kaisar pergi ke Istana Fengyi. Mungkin tidak akan makan siang di sini,” tutur Bibi Cui.
“Istana Fengyi?”
“Benar. Itu adalah tempat tinggal Selir Feng.”
Kening Mei Zhiyi mengernyit. Bukankah katanya Liu Yan tidak mendekati wanita? Ada apa dengan Selir Feng itu?
Takut knp knp sama Liu yan
😁😁😁😁
nebak" aja dulu
Emang enak di ghibahin sama Mei