NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA TUAN SAGA

TAWANAN CINTA TUAN SAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Barat / CEO / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Mafia
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Real cerita asli
No Jiplak!!!!
Yang jiplak gue gaplak

Ivana, wanita berusia 26 tahun harus merasakan pahit yang lebih dalam setelah kakaknya meninggal. Ia di haruskan menggantikan sang kakak untuk menikahi Saga, calon kakak iparnya setelah Olivia meninggal. Namun rupanya, Saga pun tak melepaskan Ivana, karena tahu bahwa jantung yang ada di dalam dirinya adalah milik Olivia.

"Tolong, izinkan aku pergi!" Rintihan itu terus Ivana ucapkan dari balik pintu kamar berinterior mewah.

Di depan kamar itu, terdapat beberapa orang yang mengawasinya.

"Kau mau kemana Ivana? Kau harus tetap di sini, Olivia tidak akan pernah membangkang padaku. Kau harus menurut, atau aku akan mengambil jantungmu dan memberikannya pada wanita lain sebagai Olivia" ucap Saga dari balik pintu kamar Ivana.

"Kau sudah gila Saga, lepaskan aku! Aku tidak ingin di sini! Aku ingin pergi! "

Ivana, apakah kamu benar-benar akan bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Eagle Eye, sebuah organisasi gelap yang berada di Afrika. Banyak orang yang takut akan organisasi ini. Mereka adalah sekumpulan mafia, hal yang paling mereka sukai adalah melakukan pencucian uang. Kelompok ini memiliki tanda, berupa sebuah tato sayap elang di badannya. Mereka juga sering menyelundupkan senjata api ke pasar gelap. Organisasi ini sudah bergerak sangat lama lebih dari setengah abat. Pimpinan saat ini adalah seseorang yang sangat tangguh, dia merupakan pria tersohor asal Amerika.

Dia adalah, Saga Howard, penerus keluarga Howard sekaligus Direktur. Tak ada yang tahu, pria itu benar-benar pandai menutupi jati dirinya. Ia adalah pria yang memiliki reputasi yang baik, dari keluarga tersohor. Tak ayal banyak dari wanita di luar sana yang sangat menginginkan Saga menjadi suaminya. Wajahnya yang tampan, serta rahang yang tegas, pria itu benar-benar idaman.

Namun sayang seribu sayang, tak ada satu pun orang yang tahu, semua benar-benar tertata rapi, bahkan orang tua Saga juga tak tahu siapa dia yang sebenarnya, dan fakta bahwa putranya adalah seorang Eagle Eye. Dan nama samaran pria itu, adalah Black Eagle.

Di ruangan yang penuh dengan interior serba hitam, “Tuan, aku mohon padamu. Tolong beri aku waktu lagi. Aku mohon!,” ujar seorang pria paruh baya, badannya tampak lusuh dengan baju penuh dengan bekas lumpur.

Pria itu adalah seorang petani, dia memiliki banyak hutang kepada Saga. “Kau serius, ingin aku memberikanmu waktu lagi? Untuk apa? Agar kau dapat bersantai-santai, iya?.” Tanya Saga dan di jawab gelengan kepala oleh pria itu.

“Tidak, tuan, saya janji akan bayar tepat pada waktunya.”

Saga menggunakan topeng hitam, agar pria itu tak akan dapat mengenalinya. Pria itu kini bangun dari kursinya, pergi berjalan menuju pria tua itu. Saga kemudian mendekat, ia lalu berbisik pada pria itu. “Kau pikir aku akan percaya padamu,” Saga menodongkan pistol ke arah pria itu.

“Berikan aku sertifikat tanahmu atau kau akan mati di sini.” Saga benar-benar tak main-main, pria itu benar-benar ketakutan setengah mati.

“Kau hanya punya dua pilihan, bawa surat tanah itu kemari atau kau aku habisi saat ini juga.”

“Tolong jangan seperti ini tuan, kalau Anda mengambil sawah dan ladang saya, lalu dari mana saya akan mendapatkan penghasilan tuan.”

Saga menatap tajam ke arah pria itu, “Itu urusanmu, dan bukan urusanku.”

“Danuel, kau urus sisanya. Pastikan dia membawa sertifikat tanah itu, atau dia memang mau melihat putrinya mati.”

Mendengar hal itu pria itu pun langsung takut, Danuel kemudian menunjukkan foto putrinya. Dan benar saja, wajah pria itu langsung berubah seketika menjadi pucat.

“Tolong jangan sakiti putriku, aku mohon padamu.”

“Tuan.”

“Tuan.”

Saga keluar dari ruangan itu, meninggalkan pria itu bersama dengan Danuel. Danuel pun juga begitu, ia menyeret pria itu dengan kedua tangannya pergi.

“TUAN BLACK EAGLE, AKU MOHON PADAMU TUAN. TUAN, BERI AKU SATU KESEMPATAN LAGI, AKU MOHON.”

Saga tak peduli akan hal itu, ia kini pergi keluar dari Villa, ia pergi masuk ke dalam mobil miliknya, membawa mobil itu pergi dari Villa.

Di lantai atas Villa itu terlihat Ivana yang tengah mengamati Saga dari jendela. “Dia pergi meninggalkanku di sini? mengurungku seperti ini, memangnya kau siapa Saga. Aku memang bersalah padamu, namun kau tak pantas mengurungku seperti ini, dan hanya mama yang boleh berlaku seperti itu padaku, namun tidak denganmu.”

Ivana kemudian berbalik badan, ia kemudian berteriak. “KELUARKAN AKU DARI SINI! AKU AKAN PANGGIL POLISI, AKU TAK MENGGERTAK, CEPAT KELUARKAN AKU.”

Tak ada respon apa pun dari luar, “Ini semua percuma,” Ivana kemudian kembali berbalik badan, ia menemukan Danuel yang sedang menyeret seorang pria paruh baya lusuh ke sebuah mobil hitam.

“Apa lagi yang mereka lakukan, ini benar-benar sudah sangat kejam.” Tatapan Ivana benar-benar datar, bahkan nada bicaranya terdengar dingin.

Ivana kemudian menatap ke arah roti yang sempat di berikan oleh Saga, “Penculikan, percobaan pembunuhan, penganiayaan, kau akanku tuntut dengan semua itu Saga. Lihat saja setelah aku keluar dari sini.”

“Astaga, kepalaku sakit lagi.”

Ivana kembali terjatuh, ia kemudian mulai meneteskan air matanya. “Jangan takut Ivana, kau tak sendiri di sini. Jangan takut, Rei, Jane, di mana kalian?” Ia terus merintih kesakitan, merasakan hawa sakit di seluruh badannya yang tak kunjung usai.

“Ayah, kakak, aku ingin pergi dari sini.”

“AAAGGGHHH.” Kepalanya kembali sakit.

“Sial, ini benar-benar menyakitkan. Hah, astaga, mengapa aku benar-benar selemah ini.” Ivana menatap ke arah roti itu. Ia mencoba kembali memakannya, Ia kemudian tersenyum.

“Aku turuti kau Saga, kau ingin aku mati kan. Aku bisa lakukan hal itu sekarang.”

Kepalanya kini kembali sakit, Ivana kembali luruh ke lantai. “Hah, apa yang terjadi padaku.” Ivana membuang roti itu.

“Ivana sadarlah, tidak aku tidak gila,”

“Ivana menampar pipinya sendiri, ia benar-benar tampak aneh sekarang.”

“Agh, kepalaku sakit, siapa pun, tolong aku, bawa aku keluar dari sini. Bawa aku pergi, aku tak ingin di sini.”

*****

“Bagaimana caranya aku bisa keluar dari sini, Danuel itu bahkan tak membiarkanku pergi walau hanya selangkah dari kamar ini.” Jane berjalan ke sana kemari.

“Benar, ponsel, mengapa aku tak terpikirkan hal itu.”

Jane mencari ponselnya, namun ia tetap tak menemukan ponsel itu. “Jane, mengapa kau sangat bodoh, mana ada ponselmu di sini, pria itu pasti sudah mengambilnya. Astaga, aku harus apa sekarang.”

Jane menatap ke arah pintu, ia kemudian menemukan sebuah ide. “Bagaimana jika aku dobrak pintu ini, apakah ini akan berhasil?.” Tanya Jane kepada dirinya sendiri.

Jane pun melangkah mundur, ia kemudian mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu itu. Jane kemudian berlari, ia menuju ke arah pintu itu dan menggunakan tubuhnya untuk berusaha mendobrak pintu itu.

“BRUKKKKK”

“BRUKKKKKK”

Para pelayan yang ada di depan benar-benar terkejut mendengar suara yang datang dari kamar Jane. Jane terus mencobanya, namun hal itu terus saja gagal. Hingga akhirnya gadis itu pun menyerah.

“Kau gila Jane, bagaimana mungkin kau mendobrak pintu sebesar itu sendirian.”

Jane kemudian terbaring di lantai, “Sial, seharusnya aku merencanakannya lebih matang, bukan malah membuat ini semakin kacau. Bibi Agnes, maafkan aku. Tampaknya aku tak bisa membawa Ivana ke kampung dalam waktu dekat ini.”

Jane menatap langit-langit kamar, “Bibi, kau pasti sudah menungguku ya, maaf karena aku tak bisa memenuhi janjiku padamu bibi. Aku bahkan tak tahu bagaimana keadaan Ivana dan Rei sekarang.”

*****

“Kak, aku mohon padamu. Aku tahu kau orang yang baik.” Rei kini tengah duduk di pinggir ranjang. Ia tengah mengamati Martin yang tengah sibuk membuat coding.

“Diamlah Rei, aku membiarkanmu di sini karena aku kasihan padamu. Kau bahkan tak tahu orang seperti apa Saga itu. Kau bisa saja di buang langsung ke laut olehnya jika kau tak menurut.” Martin kemudian berbalik badan dan menatap Rei.

“Jadi menurutlah, dan diam saja di sini.”

Rei langsung berdiri, “Tidak, aku harus bertemu dengannya. Dia benar-benar salah tentang kak Ivana, dia bahkan sudah sangat tersiksa sejak dulu. Jika dia seperti itu, maka dia sama saja dengan nyonya yang selalu menyiksa kak Ivana.”

Martin menatap dengan raut wajah penuh tanda tanya di wajahnya, “Mengapa kau sangat peduli dengan Ivana, kau bahkan bertaruh nyawa seperti ini?, memangnya dia berani membayarmu berapa hah?, kau sampai segininya.”

Rei menghembuskan napasnya kasar, ia kemudian berbalik badan dan kembali duduk di ranjang. Hal yang sama juga terjadi pada Martin, ia juga kembali mengerjakan tugasnya.

“Jangan selalu berpikir seperti itu pada Saga, dia juga pernah menjadi orang baik. Nyatanya karenanya aku masih ada sampai sekarang.” Mendengar itu Rei kembali penasaran.

Ia kembali mendekati Martin, ia bahkan kini sudah berani duduk di sampingnya. “Apa maksudmu?”

Martin menatap Rei, ia memberikan earphone miliknya dan memakaikannya pada Rei. “Kau lihat, aku juga tak jahat kan.”

“Iya oke, kau tak jahat, namun beri tahu padaku soal Saga.”

“Itu rahasia.”

“Martin, kau benar-benar ya.”

Martin tersenyum, “Kau lihat, kau bahkan sudah tak takut padaku lagi kan.”

“Sudahlah, dengarkan saja lagu itu dan jangan menggangguku mengerjakan tugas, kau beruntung karena ini adalah aku, dan bukan pria lain yang ada di sini. Jika itu mereka, mungkin kau sudah berakhir sekarang.”

Rei kini benar-benar menatap beda pada Martin, ia ternyata baik, pria itu tak sepenuhnya benar-benar jahat seperti apa yang ia pikirkan sebelumnya. “Ternyata dia juga punya sisi terang, ku pikir sebelumnya hanya ada sisi gelap pada dirinya. Namun pria ini rupanya juga memiliki sisi yang baik.”

*****

Aretha kini tengah menyiram tanamannya di kebun, seorang pelayan kini berlari ke arahnya. “Nyonya, tuan muda sudah kembali.”

Aretha senang mendengar hal itu, namun juga ada perasaan cemas pada dirinya.

“Di mana  Saga?”

“Dia ada di depan nyonya, baru saja sampai.”

Saga masuk ke dalam rumah, tak ada sambutan dari para pelayan karena mereka tak tahu soal kepulangan Saga, Aretha dari dalam rumah pun dengan cepat berlari menghampiri putranya.

“Saga, kamu akhirnya pulang juga, mama sudah tunggu kamu itu dari semalam.”

Saga tak menjawab, ia malah pergi melewati ibunya. “Saga, apa kamu masih marah pada mama?, maafkan mama Saga, mama janji tidak akan menuduh kamu lagi.” Mendengar hal itu Saga langsung menghentikan langkahnya.

1
Mar lina
aku mampir
Thor
An_cin: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Homerun
Alurnya bagus dan terkonsep. Aku suka. Lanjut thor🤗
An_cin
Yang suka akal-akalan barat, ayo sini
Homerun
aw aw, sempat suuzon sama Jane. Tapi ternyata baik juga tu anak 🤭btw semangat cintaku
An_cin: makasih sayangku🤭👍
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor
An_cin: Terima kasih kak, sudah mampir 🤭👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!