Seorang pria wibu mendapatkan kekuatan untuk menyalin kemampuan dari 3 orang yang berbeda, dan dunia yang dia kunjungi adalah dunia One Punch Man.
Karena sudah tahu siapa saja orang-orang kuat di dunia ini, wibu itu kemudian berlari ke Kota Z untuk menemui pria botak tertentu untuk menyalin kemampuan nya.
"Aku akan menjadi hero yang terkenal dan menggendong kecantikan disetiap sisi hahahaha"
MC nantinya akan bisa berpindah dunia ke anime lain dan menjadi sosok pahlawan di dunia anime yang sedang terancam.
Genre :
Action, Harem (Wajib)Romance, Fanfiction, Overpower, Bisnis, Mencari Uang, Membuat Kerajaan, Poligami (Wajib), Berpindah Dunia Anime.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ero-Sensei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20. Pemuda Dengan Tanda di Dahinya
Saat ketiga bocah itu berteriak, mereka berlari mencoba masuk ke dalam rumah sederhana mereka.
Dan dari dalam ada seorang 2 sosok wanita muda keluar. ketiga anak itu langsung memeluk keduanya.
Sosok pertama adalah seorang wanita berumur kisaran 28 tahun dengan tinggi 165 cm kulitnya terlihat sangat cerah, mata ungu gelap yang ramah, tampak lebih terang di bagian bawah irisnya sementara tampak lebih gelap di bagian atas irisnya, dan tahi lalat kecil di sebelah kiri wajahnya di bawah bibir bawahnya. Dia memiliki rambut hitam, diikat ke belakang dalam sanggul yang berantakan dengan beberapa helai rambut terurai di wajahnya.
Dia mengenakan kimono kotak-kotak ungu dan krem dengan kappōgi putih berlengan panjang di atasnya, ia juga mengenakan kain tenugui putih yang dipakainya di kepala, menutupi sebagian besar rambutnya.
Lalu sosok kedua adalah seorang gadis yang lebih muda, mungkin usianya hanya sedikit lebih tua dari ketiga anak yang berteriak sebelumnya. Kira-kira usianya sekitar 12 tahun.
Dia memiliki kemiripan wajah dengan wanita dewasa disebelahnya. Tingginya sekitar 153 cm, dia memiliki rambut hitam sepenuhnya, diikat ke belakang menjadi tiga sanggul rendah, dihiasi pita merah muda, dan memiliki mata berwarna merah muda yang lebih gelap, tampak lebih terang di sekitar bagian bawah iris sementara tampak lebih gelap di bagian atas iris
Gadis mungil itu mengenakan kimono lengan pendek berwarna merah muda pucat dengan motif asanoha (daun rami), lapisan dalamnya berwarna merah muda lebih pucat yang dilapisi dengan yuban bergelombang putih di bawahnya. Pakaian putih ini menutupi lututnya lalu turun hingga hampir ke pergelangan kakinya sehingga membentuk jendela terbuka, diikat dengan obi hanhaba kotak-kotak merah dan putih dengan obijime berbenang oranye dan obiage hijau .
Melihat kedua wanita ini saikyou semakin familiar dengan tempat ini. 'Hahahahaha, Kamado Kie dan Kamado Nezuko. Aku benar-benar berhasil berpindah ke dunia Demon Slayer '
"Oka-san (Ibu)" Teriak bocah-bocah itu sambil memeluk kaki ibunya.
Melihat saikyou dengan waspada, Kamado Kie kemudian bertanya "Maaf siapa anda?" tanyanya.
Dari suara Kie dan raut wajah anak-anaknya termasuk Nezuko, mereka pasti takut melihat pria besar seperti saikyou. Untuk orang Eropa saja tinggi 230 cm sudah cukup membuat dia sangat menonjol, apalagi dijepang di era taisho. Pria setinggi saikyou sangat sulit terlihat.
Himejima sang pilar batu saja yang tingginya masih dibawah saikyou masih membuat banyak orang terkejut, apalagi dirinya.
"Nona tolong tenanglah, saya bukan orang mencurigakan, kebetulan saya sedang tersesat. Jadi maaf kalau membuat kalian takut" Kata saikyou sambil memberikan senyuman terbaiknya.
Mendengar perkataan saikyou, Kie dan Nezuko sedikit lega, kalau saja pria itu orang jahat, dia tidak mungkin beralasan menjadi orang tersesat dan akan menyerang mereka. Lagupula di rumah itu hanya ada anak kecil dan satu orang perempuan biasa saat ini.
"Jadi begitu, maaf karena bertindak kurang sopan" balas Kie merasa tidak enak karena bersikap waspada pada saikyou.
"Tidak masalah nona, lagipula saya paham alasan nona waspada. Pria seperti saya memang sedikit menonjol" Saat suasana sudah kembali tenang, Tiba-tiba saja, bocah laki-laki dan anak perempuan adik Nezuko membuat suasana kembali tegang.
"Ibu, tadi paman itu keluar dari sebuah lingkaran hitam dan tiba-tiba saja muncul di depan kami" ucap bocah laki-laki cepak itu.
"Iya benar bu" tambah kakak perempuannya.
Nezuko dan Kie yang mendengar pengakuan mereka menjadi sangat bingung "Hanako, Shigeru, jangan mengada-ada, Masuklah kedalam!!"
"Tapi ibu" Meskipun mereka kecewa karena merasa tidak didengarkan, akhirnya mereka menyerah dan masuk kedalam rumah "Nezuko bawa Rokuta dan tolong buatkan teh untuk tuan-?" Sambil melirik ke arah saikyou, Kie seperti ingin tahu namanya.
Sadar akan hal itu, saikyou kemudian memperkenalkan diri. "Maaf aku lupa memperkenalkan diri, Namaku saikyou, aku seorang pengelana"
"Saikyou-san salam kenal, nama saya Kamado Kie" Balas Kie sambil menundukkan kepalanya seperti hormat orang jepang kebanyakan. "Lalu ini anak saya Nezuko"
"Salam kenal Saikyou-san" Balas Nezuko dengan hormat. Lalu sekali lagi Kie memperkenalkan anaknya yang lain "Yang 2 tadi anak saya juga Hanako dan Shigeru, sementara ini adalah Rokuto" kata Kie sambil menggendong Rokuta dan memberikannya pada Nezuko.
"Nezuko ajak masuk Rokuta dan tolong buatkan teh untuk Saikyou-san!!"
"Baik bu" Dengan sopan Nezuko kemudian masuk bersama adiknya Rokuta menyusul Hanako dan Shigeru. "Jadi Saikyou-san, silahkan duduk!?"
"Baik terima kasih Kamado-san" Duduk di teras depan rumahnya, kemudian saikyou mulai bercerita tentang dirinya yang merupakan seorang pengelana untuk mencairkan suasana. Tentu saja itu hanya kebohongan.
Dia hanya bercerita kalau dirinya dulu pernah tinggal di luar negri lalu kembali ke jepang untuk melihat banyak tempat. Mendengar kata luar negri, Kie hanya bisa mengangguk, karena bagi gadis desa sepertinya. Mendengar kebohongan saikyou, dia tidak mengerti sama sekali dan hanya menganggapnya sangat hebat.
Tidak lama Nezuko datang membawa teh untuknya, namun dia segera masuk lagi kedalam. Tidak lama setelah itu, saikyou kemudian mendengar suara yang sangat familiar dari sosok yang mendekat ke arah mereka.
"Aku pulang ibu" Sumber suara itu terdengar dari seorang bocah yang memiliki senyum sehangat matahari. Dari ekspresinya saja, saikyou bisa langsung melihat pemuda ini adalah pribadi yang baik.
Dia memiliki tinggi 165 cm, kulit agak kecoklatan. Rambutnya diikat ke belakang dalam bentuk kuncir kuda kecil atau sanggul. Rambutnya berwarna hitam dengan ujung merah anggur. Matanya lebar dan merah gelap, memudar menjadi warna merah anggur dengan pupil putih yang tampak lebih terang di bagian bawah iris, sementara bagian atasnya jauh lebih gelap. Ia memiliki bekas luka yang khas di bagian kiri atas dahinya
Pemuda itu mengenakan haori kotak-kotak hitam dan hijau biscay di atas jubah putih dan celana hitam. Ia juga mengenakan syal berwarna turquoise dan terlihat dengan gelang putih melingkar di betisnya. Di telingannya dia mengenakan sepasang anting hanafuda yang khas dengan gambar matahari terbit berwarna merah di atas gunung.
Dia tidak sendirian disebelahnya ada anak yang lebih muda, anak itu rambut hitam pendek dan runcing. Dia memiliki kulit pucat yang kontras dengan mata merah gelapnya yang menunjukkan warna lebih terang di bagian bawah iris dan tampak lebih gelap di bagian atas iris, yang juga memiliki pupil putih. Penampilannya sangat mirip dengan anak muda disebelahnya, kecuali ia memiliki tahi lalat di bawah mata kanannya, seperti Kie dan dia tidak memiliki bekas luka di bagian atas dahinya.
Anak muda itu mengenakan kimono iromuji berwarna abu-abu awan dengan haori hijau laut di atasnya, serta celana tobi dan sepatu bot. Dia juga mengenakan syal bermotif biru kehijauan dan hitam.
Di punggungnya, mereka membawa tumpukan kayu kering, sepertinya mereka baru saja mencari kayu bakar. Di musim dingin seperti ini, sangat sulit untuk mendapatkan kayu bakar yang kering.
"Selamat datang kembali Tanjiro, Takeo" Ucap Kie menyambut mereka "Saikyou-san ini anak tertuaku, namanya Tanjiro dan ini adiknya Takeo"
Setelah menyimpan kayu bakar, Tanjiro kemudian memberi hormat pada saikyou diikuti oleh Takeo.
"Salam kenal tuan, saya Kamado Tanjiro" Sambil tersenyum, sementara Takeo jauh lebih pendiam tapi tetap memberi hormat pada saikyou "Saya Kamado Takeo"
"Salam kenal Tanjiro-kun, Takeo-kun, Namaku Saikyou"