NovelToon NovelToon
Misteri Rumah Warisan

Misteri Rumah Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Vhinaa

"tolong....."

"tolong kami..."

"lepaskan rantai inii..."

"toloongg!!!!"


Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.

Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?

yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 2. rumah si mbah

Akhirnya setelah menempuh perjalanan selama enam jam, Nadira dan Elsa sampai di desa pandan wangi. kebetulan mereka dapat ojek dari warga sini yang akan pulang juga.

"ini uangnya pak, makasih banyak ya" ucap Nadira sambil menyelipkan dua lembar uang warna merah di tangan Pak Asep

"waduh mbak, ini mah kebanyakan" ucap Pak Asep

"nggak papa pak, buat tambah beli minyak" ucap Nadira sambil tersenyum

Pak Asep dan pak Joko mengucapkan terima kasih dan sangat bersyukur karena mereka dapat penumpang yang baik seperti Nadira dan Elsa.

"ngomong-ngomong, mbak mbak ini mau kerumah siapa ya?" tanya pak Joko

"kami mau mengunjungi rumah Mbah Saryati pak" jawab Nadira yang langsung membuat pak Asep dan pak Joko saling berpandangan

"emangnya mbak ini siapanya Mbah Saryati?" tanya pak Asep

"saya cucunya pak, memang udah lama nggak main sini" jawab Nadira

"Oohhh tapi hati-hati ya mbak, rumah itu walaupun dijaga sama simbok Minah dan suaminya. Tetep serem" ucap pak Asep sambil menaiki motornya

"iya pak, makasih ya" ucap Nadira

pak Asep dan pak Joko langsung tancap gas meninggalkan mereka berdua

"kenapa ya mereka? kenapa kayak takut gitu?" heran Elsa

"nggak tau juga, mungkin karna udah malem" Nadira tidak berpikiran macam-macam

Nadiraa...

Nadiraa...

Nadira merasa ada yang memanggilnya, ia menoleh ke belakang namun, tidak ada siapa-siapa hanya mereka berdua.

"kenapa Nad?" tanya Elsa yang heran melihat sahabatnya terus menoleh ke belakang

"kamu denger nggak kayak ada yang manggil aku?" tanya Nadira

"nggak kok, jangan nakutin lah kita ini cuma berdua di jalan ini" ucap Elsa yang seketika merasa merinding

"kamu tuh ya penakut banget padahal kita penulis novel horor" ucap Nadira sambil tertawa

"hehe kan beda suasananya Nad, disini emang agak lain" cengir Elsa

" ya udah, kita cepetan kerumah Mbah biar bisa langsung istirahat" ucap Nadira

"apa masih jauh Nad, kenapa kita malah turun disini harusnya sekalian aja minta bapak bapak ojek tadi nganter sampai depan rumah" protes Elsa

"iya ya, aku nggak kepikiran sih ku kira dari sini udah Deket. Apa aku yang lupa ya" heran Nadira

Mereka berdua pun berjalan menyusuri jalan tanah itu dengan menggeret koper dan tas selempang berisi laptop.

hingga mereka melewati sebuah pos kamling dan mereka bertanya dimana rumah Mbah Saryati

"permisi mas, mau nanya rumah Mbah Saryati masuk gang yang mana ya?" tanya Nadira pada emat orang pemuda disana

"oohh lurus aja mbak nanti ada tanda gang jati, masuk aja rumah paling besar" jawab Toni pria berkulit coklat dengan rambut agak ikal

"oohh iya makasih ya mas" ucap Nadira dengan tersenyum Ramah

"ngomong-ngomong, mbak ini siapanya Mbah Saryati?" tanya pria disamping Toni yang bernama Rama

"saya cucunya mas" jawab Nadira lagi

"lah kok aneh ya cucu sendiri nggak tau rumah mbahnya" celetuk pria kurus yang dipojokan, Roni

Nadira hanya tersenyum sedangkan Elsa sedikit jutek. Ia memang akan cuek jika dengan orang baru

Nadira tak sengaja bertatapan dengan pemuda yang dari tadi hanya diam dan wajahnya nampak dingin. pria itu menatap Nadira Dnegan tatapan yang tak bisa di artikan oleh Nadira. Hingga ia memutuskan kontak mata lebih dulu karena ia pun merasa aneh. Kenapa pria itu seperti tidak suka denganku?

"yuk Sa, kita langsung kerumah Mbah" Nadira menarik tangan Elsa

"udah Deket ya Nad?" tanya Elsa

"udah, ni gangnya" tunjuk Nadira

mereka berdua memandangi rumah besar yang ada di depan sana. Nadira merasakan ada yang salah dengan rumah itu. Auranya sangat kelam dan gelap. padahal semua lampu menyala terang. walaupun rumput-rumput tampak tumbuh agak tinggi.

"Nad, kata kamu ada yang jagain ini rumah. Tapi kok serem sih" ucap Elsa

"emang ada kok, mungkin belum sempet bersihin aja" Nadira masih ingin berpikir positif, menurutnya tidak semua harus di sangkut pautkan dengan hal gaib

Mereka memasuki pekarangan rumah setelah melewati gerbang tinggi tadi, rumah ini adalah rumah paling besar di kampung ini. dulu kakek Nadira, yang tak lain adalah suami Mbah Saryati merupakan juragan tanah dan perkebunan sawit disini. Sehingga semua warga sangat menghormati beliau. Namun kakek Nadira tidak pernah merasa sombong ia selalu membantu warga yang kesulitan.

"waahh besarnya rumah ini Nad, nggak kalah mewah sama rumah besar di kota" ucap Elsa yang takjub dengan rumah mewah si Mbah

"iyalah, ini dulu yang bikin konsep interiornya ayah ku. walaupun didesa ini ada rumah besar, namun tidak bisa menyamai rumah ini" jelas Nadira, ayahnya merupakan CEO diperusahaan yang berhasil di dirikan Dengan usahanya sendiri, namun ayah Nadira juga memiliki bakat seorang arsitek

"assalamu'alaikum" ucap Nadira dan Elsa serempak

"eehh nduk Dira, ayo masuk" sambut seorang wanita paruh baya yang memakai baju Kebaya dan jarik yang dijadikan rok

"mbok, apa kabar? Maaf Dira baru bisa kesini sekarang" ucap Nadira dengan menyalami tangan simbok

"Elsa, ini simbok yang aku ceritain kemarin. Mbok ini temen Dira" Nadira mengenalkan Elsa dan simbok

Namun, Elsa merasa aneh karena simbok tidak menjawab salam mereka. Dan memakai gelang aneh ditangannya

"suttt, Nad! kamu nggak ngerasa aneh sama tuh simbok?" tanya Elsa sambil berbisik agar simbok yang sedang menyiapkan minuman tidak dengar

"aku tau apa yang kamu lihat dan rasakan. Tapi kita tidak bisa berbuat aneh-aneh disini" balas Nadira

"kenapa?" heran Elsa hingga keningnya mengerut

"nanti akan aku jelaskan" ucap Nadira

"ini nduk diminum dulu, kamarnya nduk Nadira juga saya bersihkan setiap hari bisa langsung di pakai. Nduk Elsa bisa pakai kamar tamu" ucap simbok lembut

"makasih banyak mbok udah mau menjaga dan merawat rumah ini" ucap Nadira

"memang seharusnya nduk, mbok merasa berhutang Budi dengan mbak Saryati dan juragan Pomo" jawab simbok

"oh iya mbok, paklek mana?" tanya Nadira yang menanyakan suami simbok. Paklek Saruji

"ohhh itu paklek lagi keluar mungkin beli rokok" jawab simbok

"oohh ya udah mbok, kita istirahat dulu ya sekalian mau sholat isya'" Nadira dan Elsa beranjak dari tempat duduk

"Nad, aku tidurnya bareng kamu aja ya" ucap Elsa sambil memegang tangan Nadira

"ya udah kita berdua, lagian enak juga kalo ada temen dikamar" ucap Nadira

mereka berdua menaiki tangga dan masuk ke kamar Nadira waktu Nadira masih kecil dulu.

Tanpa mereka sadari jika ada tatapan mata yang menatap mereka penuh kebencian dan lapar. Sosok itu menghilang di balik tembok.

"waahh ini kamarmu Nad? lucu bangett desainnya" Elsa memandangi kamar sahabatnya yang penuh gambar kartun dan warna pink

"ini pas aku masih kecil dulu, emang disiapin buat aku" jawab Nadira

"emangnya Mbah kamu nggak ada cucu lain selain kamu sama kak Zay?" tanya Elsa

"ada tapi-"

pyaarrrr!!!!

Nadira dan Elsa terkejut ketika mendengar ada yang pecah di bawah. mereka pun langsung turun dan melihatnya

"simbok!"

1
Rahmah Dani
lanjut
Rahmah Dani
Ceritanya bagus
Elvi Lusiana: Wah😄🙏
total 1 replies
Rachel.9
🤍🤍🤍🤍🤍
Elvi Lusiana: Makasih sudah mampir😍
total 1 replies
Elvi Lusiana
maksih kakk author hebat😍
Kang Hajun
Semangat thor
Elvi Lusiana: maksih kakak author hebat🤩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!