NovelToon NovelToon
The OVERPROTECTIVE Man

The OVERPROTECTIVE Man

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Violet Slavny

TAHAP REVISI
MASIH BANYAK TYPO DAN SALAH EYD, MOHON DIMAAPKEN🥲

Bagaimana jika ternyata selama ini kalian diawasi secara diam-diam. Bahkan saat tidur ternyata seseorang juga datang menemanimu tidur.

Seorang pria misterius yang selama ini ternyata memperhatikan seorang wanita bernama Valerie. Apa yang selanjutnya akan terjadi?

ayo, baca dan tambahkan dalam list favorit kalian.

Bye 😘💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violet Slavny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Sean siap dengan setelan tuxedonya serta dasi kupu-kupu yang membuatnya terlihat manis. Rambutnya di cepak ke atas, dengan jam tangan mewah yang ia pakai.

Tak butuh waktu lama bagi seorang Sean untuk menyiapkan dirinya sendiri saat pergi kemanapun. Dandanannya yang seperti ini, sudah biasa ia lakukan saat pergi bekerja setiap harinya.

Sedangkan Valerie, gadis itu sekarang sedang di dandani oleh seorang wanita yang kelihatan sangat berkelas dan profesional. Bahkan wanita itu datang dengan sebuah gaun yang di bawa oleh asistennya.

Vale kagum melihat gaun malam panjang berwarna hijau tua tersebut. Terdapat butiran-butiran kristal di sekitar dada dan rok bagian bawahnya yang menjuntai. Kainnya begitu lembut dan halus, bahkan terasa ringan walau gaun tersebut terdapat banyak kristal di atas dan bawahnya.

Setelah seluruh wajahnya didan7dani dengan natural dan rambutnya di tata dengan sangat cantik layaknya Putri. Valerie di bantu oleh wanita tersebut untuk mengenakan gaun malamnya dengan hati-hati.

Sempurna.

Satu kata itu melintas langsung di benak Valerie saat melihat dirinya sendiri di depan cermin full body. Bahkan wanita yang mendandaninya ikut tersenyum kagum menatapnya.

Vale tak dapat menahan bibirnya untuk tidak tersenyum puas karena melihat dirinya sendiri di depan cermin.

"Ternyata aku tidak sejelek yang kupikirkan. "Ucapku pada diriku sendiri, dengan senyum mengembang dan tak bosan menatap diriku di cermin.

"Apa yang kau katakan? Kau bahkan bisa menyaingi artis-artis diluar sana. "Ucap wanita tersebut dan berhasil membuat Vale semakin tersenyum kagum.

"Benarkah? "Tanya Vale sambil menatap wanita tersebut dengan tampang malu-malu.

"Percaya padaku, kau sangat cantik. "Ucapnya.

Valerie kembali menoleh menatap cermin dengan senyum puas. Sesekali dia memutar tubuhnya dengan senang, menikmati penampilannya sendiri di depan cermin.

"Ayo... Tuan Sean pasti sudah menunggumu. "Ucap wanita tersebut.

Vale mengangguk membalas ucapan wanita tersebut, lalu melangkah perlahan dengan heels berkilaunya. Heels yang ia gunakan tidak terlalu tinggi, namun juga tidak pendek. Gadis itu akan sangat kesulitan jika menggunakan heels yang terlalu tinggi, bahkan yang sedang begini saja dia mudah lelah.

Di kantor dia lebih sering menggunakan heels dengan tumit pendek agar memudahkan dia berjalan tanpa lelah. Bahkan terkadang jika kakinya mulai lelah, dia sudah menyiapkan cadangan flatshoes untuk ia gunakan.

Valerie perlahan menuruni anak tangga dengan pelan. Wanita yang mendandaninya memegangi tangannya sambil menuruni tangga.

Vale menatap jelas Sean berdiri di bawah anakan tangga dengan senyum tampannya. Mata pria tersebut menatap lekat gadisnya yang begitu cantik malam ini. Dandanannya tetap natural, tak menor dan tak berlebihan sama sekali.

Sean menyukainya.

Vale ikut tersenyum melihat Sean yang melempar senyum lebar padanya. Gadis itu bahkan menundukkan kepalanya malu dengan senyum tertahan, karena mendapatkan tatapan lekat Sean padanya.

Setelah sampai di anak tangga terakhir, wanita tersebut memberikan tangan Vale yang tadi ia genggam kepada Sean, lalu pergi dari sana. Sean menerima tangan tersebut lalu mengecup punggung tangan Vale dengan lembut.

"Kenapa jadi secantik ini? "Tanya Sean lekat, namun wajahnya tetap tersenyum kearah Vale.

"Kamu tidak suka? "Tanya Vale bingung dengan pertanyaan Sean.

"Ya. Terlalu cantik, aku tidak suka. Bagaimana jika nanti kamu menjadi pusat perhatian para lelaki di sana. "Ucap Sean dengan nada tak suka, namun pria itu tetap tak tahan untuk tersenyum tiap kali memandangi gadis di depannya ini.

"Tapi kenapa kamu tersenyum terus? "Tanya Vale ikut kesal.

"Kamu sangat cantik, aku tak bisa menahannya. "Sarkas Sean, lalu menarik pinggang Vale mendekat padanya.

"Aku ingin menciummu saat ini, namun aku takut kita tak akan jadi pergi setelahnya. "Ucap Sean dengan jarak begitu dekat dengan wajah Valerie. Bahkan, hidung mereka saling bertemu dengan mata saling memandang.

"Jangan! Kamu akan merusak lipstikku. "Ucap Vale sambil mendorong tubuh Sean menjauh, lalu menutup mulutnya dengan telapak tangannya.

"Baiklah, kamu lolos malam ini. "Ucap Sean. Valerie melepas telapak tangannya dari mulutnya, lalu tersenyum puas.

Dia bebas selama di pesta nanti. Yeay.

"Ayo berangkat atau kita akan terlambat. "Ucap Sean lagi. Vale mengangguk, lalu ikut melangkah pelan dengan Sean yang merangkul pinggangnya dari samping.

Keluar dari rumah, lalu memasuki mobil Sean dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya. Valerie menatap sekitar saat mobil Sean mulai keluar dari pekarangan rumahnya, lalu terkejut saat sudah keluar dari pagar besar rumah tersebut.

Dia kenal kawasan ini, ini kawasan rumahnya. Dan Valerie semakin terkejut saat melihat rumahnya tepat di seberang kanan jalan di depan kawasan rumah Sean.

"Sean, ternyata rumah kamu disini. "Ucap Valerie menatap kearah Sean dengan wajah tak percaya.

"Iya, memangnya kenapa? "Tanya Sean dengan wajah datar.

"Apa jangan-jangan kamu sengaja pindah kesini? "Tanya Vale lagi.

"Aku sudah lama tinggal disini, bahkan sebelum aku mulai menjadi Presdir di kantor. "Jawaban Sean bahkan membuat kening Vale semakin berkerut bingung.

"Kalau memang sedekat ini, biarkan aku pulang Sean. "Ucap Vale dengan wajah menuntut.

"Tidak, bagaimana mungkin aku mau. "Ucap Sean.

Vale semakin merasa frustasi sambil menghela nafas pasrah. Sean sangat keras kepala, dia tak akan menang melawan kekeras kepalaaannya. Dia benar-benar tak tau harus mengatakan apa lagi pada Sean. Pria itu pemilik kawasan elit ini, rumahnya berada tepat di depan rumah Sean, dan Sean dengan mudahnya masuk kedalam rumahnya.

Kejutan apalagi yang akan ia dapatkan nanti?

Baiklah, Valerie tak akan menyela pria itu malam ini. Walau dia kesal, biarkan malam ini berjalan dengan baik.

***

Akhirnya Sean dan Valerie sampai di tempat tujuan mereka. Sebuah hotel mewah milik William's Inc.

Sean turun dari mobilnya, lalu membuka pintu bagian Valerie dan menuntun gadisnya turun dengan hati-hati. Setelah itu mereka berjalan di Red Carpet dengan terpaan-terpaan flashlight ke wajah mereka.

Valerie menggenggam erat lengan Sean yang ia peluk. Ini kali kedua ia berjalan di atas Red Carpet dengan terpaan flashlight setelah kejadian yang bersama Aiden.

Valerie sedikit nervous, beda saat di mana ia pertama kali berjalan dengan Aiden. Ia lebih gugup karena itu adalah pertama kali baginya.

'Mr. Aliano, siapa gadis di samping anda?'

'Apa dia salah satu gadis yang anda kencani setelah itu buang Mr. Aliano? '

'Nona bisa katakan siapa nama anda? '

'Mr. Aliano, di kabarkan jika anda akan bertunangan dengan Angela? '

'Desas-desus mengatakan anda sudah putus dengan Angela. Apa benar Mr. Aliano? '

'Apa kalian putus karna gadis disamping anda Mr. Aliano? '

'Nona, kemarin malam anda juga pergi bersama Artis pria terkenal, Aiden Zachary. '

'Apa hubungan anda dengan Mr. Zachary nona? '

'Anda menjadi orang ketiga dalam hubungan Angela dan Mr. Aliano, apakah benar? '

'Lalu, bagaimana dengan Mr. Zachary Nona? '

'Tolong beri jawaban Mr. Aliano! Nona! '

"Apa mereka gila? "Tanyaku pada Sean setelah melewati ribuan wartawan tersebut dan masuk ke dalam hotel.

"Kau tak apa? "Tanya Sean sambil menatap gadisnya lekat.

"Mereka menanyakan pertanyaan gosip di pernikahan orang Sean, mereka benar-benar tidak sopan. "Ucap Vale geram. Sean terkekeh sebentar lalu mengelus pipi Vale gemas.

"Biarkan mereka! Ayo masuk kedalam pestanya. "Ucap Sean. Vale mengangguk pasrah, walau ia masih kesal. Lalu mengalungkan tangannya kembali di lingkaran lengan Sean, mengikuti pria tersebut.

Tak butuh waktu lama, mereka sampai. Walau mereka melewatkan janji suci antara kedua mempelai tersebut, mereka tetap harus menemui pemilik pesta tersebut.

"Sean, siapa yang menikah? "Tanya Vale.

"Kamu tidak tau? "Tanya Sean balik dengan wajah terkejut. Dan dengan polosnya, Vale menggeleng tak tau dengan wajah tak bersalah.

"Ini pernikahan Pengusaha muda Terkaya di Dunia Valerie, bagaimana bisa kamu tidak tau? "Tanya Sean dengan wajah takjub. Bahkan berita pernikahan tersebut, sudah meledak-ledak di media manapun.

"Siapa? "Tanya Vale lagi. Sean semakin takjub menatap gadis di sampingnya ini.

"Dia Davin Anthonic Raveno dan istrinya Vania Iylazee Addison. "Jawab Sean.

"Aku tak mengenal mereka. "Ucap Vale dengan wajah polosnya lagi. Sedangkan Sean semakin takjub dengan gadisnya itu. Memangnya gadis ini berasal dari gua batu dan tak tau apa pun tentang dunia luar?

Valerie benar-benar orang yang Kudet, kurang up to date. Dia benar-benar perlu di-upgrade ke versi yang lebih baik dan canggih.

"Sudahlah. Kita menyapa mereka saja. "Ucap Sean pasrah.

"Itu mereka, ayo sayang! "Sean merangkul pinggang Valerie untuk ikut dengannya. Mendekati kedua pasangan mempelai yang kelihatan bahagia menyapa beberapa tamu.

Mereka berdua sangat tampan dan cantik, kelihatan sangat serasi saat berdampingan. Mereka Davin dan Vania yang sekarang sah menjadi sepasang suami dan istri.

Bersambung...

Hay.. hay... hay

Akhirnya ketahuan juga dimana rumah sean selama ini😂

Bagi yang selalu bertanya mana valerienya kak?? jawabannya kemarin2 aku susah nyari cast cewek yang cocok dengan valerie. Dan akhirnya aku dapat... jeng... jeng.. jeng

Ini dia Valerienya.

Follow Ig violet_slavny untuk tau apa aja ttng cerita ku.

Oh iya jangan lupa like, share dan komen sebanyak mungkin supaya author makin semangat.

bye... 😘💕

1
Sanjaria Abubakar
kau kejam Thor
Sanjaria Abubakar
aku sedih 😭😭😭😭😭
namia khira
luar biasa,,keren ceritanya autor /Good//Good/
lily
Sean udh lama suka dri kapan
lily
baru pertma ketemu ,jngan nyosor dlu haha
Erni Sasa
eleeek terlalu kasar mukanya gk lembut ini mah kaya karakter jal*ng yg terobsesi dengn hot daddy😂😂
Asri Ernawati
Novel super kerennn...istimewaahhhh👍♥️
Tuti Handayani
Lumayan
Tuti Handayani
Kecewa
HANAMI DEWATI
Luar biasa
devaloka
sebenernye ada misteri apaan sih ya Allah kan aku penasaran
devaloka
bagus, tapi kurang suka yg POV aku huh
Lutfatul Azizah
Luar biasa
Rini Maryani
aaah gk ngerti baca nya gk d jelasin ceritanya sean itu spa
Lilis Nurhayati
wah wah apa artinya ini.
jgn jgn yg bikin merah leher kamu jg pk direktur nih
Oras Karoma
ceritanya bagus Thor ! sukses ya buat karya selanjutnya
dewi
mkasih ceritany, suka banget. ditunggu cerita2 lainy
dewi
aamiin, semoga berhasil
dewi
semangat...
Ririn Nursisminingsih
thor kereennn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!