NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9. Aku Lelakimu

"Siapa yang melakukan ini!" Teriak Leon melihat tangan Elyra penuh darah, namun dia masih memeluk bingkai foto itu dengan tangan bergetar.

Dor!

Satu tembakan melayang ke langit-langit kediaman itu, seketika riuh terdengar. Tamam yang melihat itu bergegas mendekat, ini cukup berbahaya. Dia langsung mengerahkan anak buahnya untuk menyita seluruh ponsel di tempat itu, menyabotase CCTV, dan seketika itu juga ketakutan tercipta.

"Baby, are you ok?" Leon dengan tangannya yang masih bergetar menyentuh tangan Elyra lembut.

"Jangan kotori tanganmu, kumohon.. Hiks.." Bisik Elyra, dengan suara segukan yang terdengar pedih.

"Leon," Tamam menggelengkan kepalanya, memberi isyarat bila Leon tak boleh terang-terangan melakukan kejahatan di hadapan publik, meski memang bisa saja Leon membungkam semua orang, namun dampaknya juga tidaklah sedikit untuk masa depan.

"Kita pulang!" Ucap Leon mengangkat tubuh Elyra, keluar dari tempat itu dengan emosi yang membakar hatinya dan menguasai seluruh tubuhnya.

"Ke rumah sakit!" Perintah Leon pada supirnya, seketika suara mobil melaju cepat. Pemeriksaan dilakukan di acara tersebut malam itu juga, Nuah ketiduran akibat lelah. Sedangkan Tamam berhasil membereskan segalanya kurang dari tiga jam.

Tamam bahkan sampai membuat surat perjanjian, dan bila ada yang buka mulut di antara mereka maka kematian yang akan mereka hadapi. Meina yang melihat bagaimana kekuasaan bertindak di depan matanya tertunduk lemas, keluarganya secara nyata anjlok malam itu juga. Harga saham keluarga itu hancur kurang dari satu hari.

Elyra sendiri tak sadarkan diri saat dirinya sudah masuk mobil, dan Leon menjaganya dengan tubuhnya yang bergetar ketakutan. Leon membawa Elyra dengan rasa khawatir yang menyeruak memenuhi seluruh isi pikirannya.

"Dokter, bagaimana kondisinya?" Tanya Leon pada seorang dokter yang baru saja mengobati luka di tangan Elyra.

"Tangannya melepuh, dan lukanya tidak dalam namun akan berbekas." Ucap dokter tersebut khawatir.

"Apa ada cara untuk menghilangkan bekas lukanya, Dok?" Jelas Leon khawatir, bukan khawatir bila perasaannya berubah pada Elyra karena luka di tangan Elyra. Namun, dia takut Elyra merasa tidak percaya diri dengan lukanya itu.

"Saat ini teknologi sudah sangat maju, tentu banyak cara. Namun, saat ini lebih baik kita fokus pada proses penyembuhan, dan dalam proses itu juga kita mengusahakan agar bekas luka itu menghilang, dan bila masih berbekas akan dilakukan operasi plastik." Leon mengangguk, dia pasrah saja. Matanya menyapu wajah cantik Elyra dan mengusap pipi itu dengan lembut.

"Dasar keras kepala." Lirih Leon mengecup kening Elyra lembut, entah sejak kapan Leon mulai merasakan ketulusan yang sampai dia sendiri tak dapat menguasai emosinya sendiri itu. Namun perasaan nyaman itu membuatnya yakin, bila Elyra adalah pilihannya yang terbaik.

Leon malam itu menjaga Elyra di ruang rumah sakit, tangannya tak henti mengusap kepala Elyra hingga pagi tiba dan Elyra tersadar dari mimpi buruknya. Dia membuka matanya perlahan dan tampak Leon kini tertidur di kursi tunggu dengan tangan tak henti mengusap kepalanya.

"Leon?" Bisik Elyra, Leon membuka matanya dan tersenyum.

"Ya, baby?" Elyra tersenyum tulus, ingin dia mengucapkan terima kasih dengan ketulusan terdalamnya, tapi saat bibirnya akan berkata air matanya mendahului ucapannya.

"Hiks, hiks," Elyra kembali menangis, beban hidupnya yang berat itu kini tumpah. Semua amarah dan emosinya yang terpendam diluapkan dalam satu waktu.

"Kenapa menangis? Sakit sekali, hem?" Leon menatap luka di tangan Elyra, Elyra menggelengkan kepalanya.

"Terima kasih, hiks," Tangis Elyra, Leon mengusap air mata Elyra dengan lembut.

"Jangan menangis," Hibur Leon, Elyra mengangguk. Tangannya yang terluka terulur pada tangan Leon yang kini di pipinya.

Kring

Kring

Kring

HP Leon menyala, di sana ada panggilan dari Tamam. Leon mengangkat alisnya. Hatinya jelas mengutuk Tamam yang mengganggu momen manis itu.

"Ya?" Jawab Leon, Elyra juga dapat mendengar suara Tamam karena Leon sengaja tidak menjaga privasinya, khusus di hadapan Elyra.

"Kosan di tempat Elyra kebakaran!" Ucap Tamam, Elyra membulatkan matanya. Hancur sudah seluruh hidup Elyra. Bahkan tempat pulangnya kini dilalap si jago merah, bagaimana Elyra akan menghadapi hidup di hari-hari berikutnya?

"Apa?" Seketika Leon beranjak dari duduknya dan menatap Elyra lembut, dia mengusap tangan Elyra sembari mendengarkan penjelasan dari Tamam.

"Ya, pagi ini. Indikasinya karena arus pendek listrik, semua barang Elyra tak bisa diselamatkan." Ucap Tamam, Leon mengangguk beberapa kali.

"Oke, bila tak ada yang bisa diselamatkan maka biarkan saja." Leon menghela napas, dia duduk kembali menutup teleponnya.

"Ruangan nona Elyra Azzahra?" Seorang perawat masuk, Elyra duduk dari tidurnya.

"Anda bisa pulang hari ini, dan untuk obat dan administrasinya bisa dilihat di sini." Perawat itu menyerahkan surat itu pada Elyra, namun dengan cepat diambil Leon. Sedangkan perawat itu melepaskan infusan yang melekat di tangan Elyra.

"Leon?" Elyra menatap Leon dengan mata berbinar, Leon mengangkat alisnya bingung.

"Pengen dicium nih?" Goda Leon, Elyra mengerucutkan bibirnya.

"Pinjam HP boleh gak?" Leon terkekeh, melihat tangan Elyra yang terbalut perban membuat Leon terkekeh lagi.

"Mau apa, hem?" Leon menaruh HP-nya di atas pangkuan Elyra.

"Mau telepon Aunty Nuah." Leon terkekeh dan memilih kontak, dan nampak nama Tamam.

"Tidak punya kontak perempuan, sayang. Tapi aku punya kontak suaminya." Elyra menggigit bibir bawahnya.

"Hmm, gak usah deh." Elyra menghela napas kasar.

"Kamu anggap aku adik kamu kan?" Leon kembali mengangkat alisnya, dia mendekatkan wajahnya dan membuat Elyra menundukkan pandangannya, dan perawat yang masih di sana jadi salah tingkah melihat tindakan Leon.

"Tidak, sama sekali tidak." Jawab Leon, Elyra menghela napas lagi.

"Teman?" Tanya Elyra, Leon menggelengkan kepalanya.

"Ya sudah, terus kenapa ada di sini kalo bukan teman dan bukan abang?" Elyra kesal, Leon terkekeh dan mengusap sisa air mata di sudut mata Elyra.

"Aku lelakimu, sayang," Bisik Leon, seketika wajah Elyra memerah dan perawat yang sekilas mendengarnya pun ikut terbawa perasaan dengan perlakuan bule satu itu.

"Sembarangan!" Elyra melotot, Leon terkekeh melihat tingkah menggemaskan itu.

"Tunggu di sini ya, aku ambil obat dulu. Jangan pergi ke mana pun, nanti kita pulang." Leon mengecup kening Elyra, Elyra mendelik kesal dan ingin memaki Leon saat itu juga.

"Pacarnya pengertian sekali ya, Nona." Ucap perawat tersebut, perawat itu duduk di hadapan Elyra dan mengganti perban Elyra.

"Iya," Jawab Elyra singkat, dia tak ingin memperpanjang apa pun yang jadi spekulasi seseorang, itulah Elyra sejak lama.

Dia tak pernah memberi penjelasan pada siapa pun, baginya orang yang benar-benar mengenalnya pasti dapat membedakan dengan pasti apa benar dan salah, apa sindiran dan apa yang memang diucapkan dengan serius.

Elyra juga suka bercanda, Elyra hanya benci menjelaskan karena sejatinya orang yang menyayanginya tak butuh penjelasan apa pun, dan orang yang membenci akan selalu menghujat entah apa pun kebaikan yang dilakukan olehnya.

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!