NovelToon NovelToon
Akan Ku Buat Dia Menyesal

Akan Ku Buat Dia Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Fantasi Wanita / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:46.5k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."

Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.

Karena cinta baginya hanya... Bullshit!

Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Yang Indah

Menghela napas Arkan Zoya masih bagaikan anak kecil berusia 5 tahun. Memeluknya dengan wajah cemberut sambil berkata."Kak Rendi pergi setelah bermain. Arkan jadi kesepian, kak Fransisca lain kali mau ya temani Arkan?" Tanya Arkan Zoya memelas.

"Iya...iya..." Fransisca tersenyum menatap betapa manja anak ini.

"Dimana Rendi?" Tanya Fransisca menatap ke arah Zedna.

"Saya juga tidak tau, Rendi segera pergi setelah keluar dari taman bermain." Itulah jawaban penuh senyuman dari Zedna yang merapikan letak kacamatanya. Benar-benar butler yang jujur dan baik hati, patut untuk dijadikan teladan bukan?

"Benar-benar tidak bertanggung jawab. Sudah aku duga akan seperti ini. Lusa adalah hari Minggu, kita pergi ke taman bermain bersama ya?" Janji Fransisca pada Arkan yang terlihat sedikit kecewa.

"Hore!" Teriaknya penuh senyuman, mengecup pipi Fransisca cepat.

"Janji kak Fransisca tidak boleh ingkar sama sekali." Anak ini benar-benar membuatnya tidak dapat berkata-kata. Dirinya benar-benar tidak terbiasa dengan ini. Dicium oleh pria tampan? Tapi dirinya harus ingat, mental orang ini masih bagaikan anak berusia 5 tahun.

"Janji!" Fransisca menghela napas kasar, mengaitkan jari kelingking mereka."Sekarang ayo kita pulang."

Memasuki mobil yang sebelumnya digunakan oleh Arkan Zoya. Dirinya dan Arkan di kursi penumpang bagian belakang. Sedangkan sang butler berada di kursi penumpang bagian depan.

Kala mobil melaju didinya sedikit mendengar suara aneh dari dalam bagasi?

"Tunggu! Seperti ada suara aneh..." Kalimat dari Fransisca, membuat Zedna menoleh. Pemuda berusia 30 tahun itu tersenyum ramah.

"Itu... mungkin suara tikus. Tuan muda sering meninggalkan cemilan di bagasi. Setelah ini saya akan membawa mobil untuk dibersihkan." Kalimat dari sang butler membuat Fransisca sedikit lega.

"Hanya tikus? Aku pikir ada penyusup atau sesuatu di bagasi. Ayo kita pulang..." Ucapnya pada akhirnya. Tidak peduli suara berisik di belakang sana.

Sedangkan Arkan mulai berbaring menjadikan paha Fransisca sebagai bantalnya. Wajahnya terlihat tidak berdosa, begitu tenang, begitu rupawan, bahkan terkesan begitu manis.

***

Malam semakin menjelang. Zedna berkata masih akan menangani tikus, sedangkan dirinya yang berusaha keras untuk tidak berhadapan dengan para benalu.

Tapi, tetap saja harus mengambil paket makanan bukan? Mengingat Zedna yang sama sekali tidak berada di tempat.

Lagi dan lagi hal ini terjadi. Bahkan lebih buruk lagi, keluarga besar yang bahagia tengah berkumpul bagaikan Teletubbies.

"Akhirnya kamu sembuh sayang..." Ucap Wijaya menitikkan air mata penuh kebahagiaan.

Sedangkan Fransisca mengangkat sebelah alisnya. Ternyata Mira memang benar berpura-pura sakit. Sedikit ancaman saja, membuat kanker darah stadium akhir lenyap tanpa sisa. Memang dasar kekuatan dari kuntilanak merah tidak dapat dianggap enteng.

Memilih untuk tidak peduli menatap ke arah orang-orang yang tersenyum bahagia. Memilih mengambil makanan delivery yang dipesannya. Kemudian kembali masuk setelah membayar.

Tapi.

"Fransisca, aku sembuh...A...aku minta maaf padamu. Aku sudah merebut Doni." Ucap Mira tiba-tiba berlutut di hadapannya."Aku harap kamu tidak meminta Doni kembali. Aku dan anak dalam kandunganku memerlukannya."

Sumpah! Orang ini semakin lama semakin menyebalkan. Semakin nekat cari perhatian.

"Mira aku tidak marah..." Fransisca menjaga kata-katanya agar bisa lebih cepat naik ke lantai dua.

"Tapi aku merasa bersalah padamu." Kembali Mira menangis terisak, menarik tangan Fransisca.

Membuat wanita itu merasa risih setengah mati. Bagaimana pun Mira adalah wanita yang menemani para penjudi di kasino bukan? Bagaimana pun tempat itu identik dengan hal-hal berbau... sudahlah.

Dirinya menarik tangan dengan cepat. Entah kenapa berjaga-jaga agar tidak ada bakteri yang menempel pada tubuhnya.

Tapi, entah terlalu lemah karena permainan Doni semalam. Mira bergerak terjatuh seperti Fransisca yang mendorongnya dengan sengaja. Bagaikan bunga Peony yang keberatan air kemudian kejatuhan meteor.

"Agh... sakit!" Pekik Mira memegangi perutnya.

Hal yang membuat Fransisca berkedip beberapa kali."Apa tenagaku sudah setingkat Hulk tanpa aku sadari?" Gumamnya mengingat dirinya hanya menarik tangannya dengan halus. Benar-benar lembut, tapi memang dasar wanita ini bisa terjatuh terlalu lebay.

"Mira!" Doni mendekatinya terlihat begitu cemas. Memeluk istrinya yang merinding.

"Fransisca! Apa yang kamu lakukan?" Bentak Wijaya hendak menamparnya.

Tapi dengan cepat Fransisca memegang pergelangan tangan Wijaya.

"Jujur saja, aku bosan dengan permainan ini. Pura-pura didorong dari kolam renang, maka aku akan dipukuli hingga mengalami patah tulang. Pura-pura didorong di taman, maka aku akan dikurung di gudang 3 hari tiga malam tanpa makanan dan minuman. Sekarang pura-pura didorong lagi. Apa ayah dan Mira tidak jenuh? Kalau kalian ingin main permainan ayah dan putrinya tercinta, jangan libatkan aku. Karena setelah ini jadwalnya Arkan minum obat."Fransisca mengangkat sebelah alisnya, menepis tangan ayahnya.

Wanita yang hendak melangkah pergi.

"Tunggu! Kamu harus bertanggungjawab atas semua ini! Lihat! Kalau aku kehilangan cucuku kamu akan mati!" Bentak Naya.

"So... stupid (bodoh)." Fransisca menghela napas, meraih handphonenya, menghubungi seseorang. Lebih tepatnya seorang dokter spesialis anak dan kandungan yang memang tinggal dekat dengan tempat ini.

Nomor yang didapatkannya dari security perumahan. Untuk berjaga-jaga saja, jika Mira menggunakan cara yang membosankan seperti ini.

"Selamat malam...apa ini dokter Prass yang tinggal di jalan Anyelir nomor 8?" Tanya Fransisca kala panggilannya tersambung, berucap menggunakan mode load speaker.

"Benar! Ini siapa ya?" Seseorang di seberang sana bertanya balik.

"Ini Fransisca, istri dari Arkan Zoya, pemilik rumah nomor 12. Kebetulan keponakanku yang sedang hamil berada dalam kondisi darurat. Bisa membantu kami untuk kemanusiaan. Aku akan membayar berapapun." Ucap Fransisca penuh senyuman. Dirinya yakin nama suaminya sebagai salah satu orang terkaya di tempat ini cukup dikenal.

Walaupun jarang saling menyapa, tapi mereka pasti memerlukan koneksi.

"Baik! Saya akan ke sana sekarang. Kebetulan saya berada di rumah." Ucap seseorang di seberang sana.

"Terimakasih dokter Prass... saya tunggu." Fransisca mematikan panggilannya sepihak.

Mira dan Wijaya saling menatap. Sementara Mira menelan ludahnya, dokter keluarga maupun petugas medis di rumah sakit sudah di suap olehnya. Kenapa tiba-tiba ada dokter lain lagi?

"Aku tidak akan lari dari tanggungjawab." Fransisca menghela napas. Mulai duduk di sofa. Meletakkan makanan delivery yang dibawa olehnya.

"Hubungi dokter keluarga saja..." Lirih Mira masih bagaikan meringis. Tubuhnya hendak diangkat ala bridal style oleh Doni.

"No! No! No! Mira sayang... dokter keluarga tempat prakteknya berjarak 45 menit dari rumah ini. Aku tidak ingin disalahkan jika terjadi sesuatu pada anak dalam kandunganmu." Fransisca menghela napas. Pada akhirnya membuka paket makanannya. Menikmati martabak telur spesial dengan gembira.

Hari ini sungguh indah! Itulah yang ada dalam otak Fransisca.

1
Septi Lahat
nggk ush diajarin,, ajak praktek lgsung je,, toh kalian kan suami istri sah😁
Alishe
gue yg gregetttttt manis bgt si mreka🤭🤭🤭🤭🤭
Alishe
order dmn su enak beud perasaan isca ihh pengen🤣🤣🤣
Alishe
dibayar lunas tuh sakit beneran🤣🤣🤣🤣
Alishe
pantesan meriksanya ati atiiii bgt ya dok🤭🤭🤭
Alishe
lebih menarik martabaknya beli dmn si isca tuh mayan buat liat drama🤣🤣🤣🤣
Alishe
nyawa Rendi sisa separo kayanya🤣🤣🤣🤣
Alishe
kesian juga yg mulia istri kita klo arkan masi stay cool bocah seakan berjuang sendiri jdnya sooo ganbateeee semangattt😘😘😘😘
Alishe
end udah end🤣🤣🤣
Alishe
beda tipis🤣🤣🤣
chataleya
🙈🙈🙈
Alishe
nah nah sapose dteng😱😱😱
Alishe
ahahaha kretek🤣🤣
Alishe
huahahahahaha dpt cilok goceng kembalian beli data buat sehari🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Alishe
gaplok Rendi🤣🤣🤣
Alishe
mamp**🤣🤣🤣🤣
Inah Ilham
ternyata lebih boooommm...
Alishe
agak apa emang bod** si tungtung🤣🤣🤣🤣
Alishe
bayangin pas lg mode normal ngomong bikin anak muka arkan gmn ya🤣🤣🤣🤣
Nur Wahyuni
ayo gimana cara ngajarinnya Fransisca.. yg ada setengah jalan trz Fransisca disuruh minum susu dan pusing 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!