Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuat Bingung
Keesokan harinya...
Jonathan terlihat berbeda dari biasanya, sang asisten pribadinya sendiri yang mengakui hal itu. Biasanya Jonathan tidak pernah sarapan, tapi sekarang ia mulai meminta sarapan. Bahkan ia meminta asisten rumah tangganya menyiapkan bekal untuknya.
"Bi, tolong bawakan aku ini ini sama ini, jangan lupa susu hangatnya ya," pinta Jonathan pada asisten rumah tangganya.
Sesuatu yang selama ini tidak pernah Jonathan lakukan. Sesuatu yang mungkin sangat mustahil Jonathan lakukan.
"Baik, Tuan," jawab wanita paruh baya itu.
"Jangan lupa potong buah juga ya, Bi. Pir hijau itu boleh, sama anggur hijau juga boleh. Emmm, sekalian bawain beberapa cemilan kering," ucap Jonathan lagi.
Spontan Soni dan asisten rumah itu pun saling memandang. Mereka tampak sibuk tranfer data dalam pikiran mereka melalui tatapan tak sengaja itu.
Melihat asisten rumah tangganya bengong, tentu saja Jonathan langsung protes, "Eh, ngapain bengong, ayo cepat kerjakan, aku tunggu di mobil," ucap Jonathan seray beranjak dari tempat duduknya.
Asisten rumah tangga bernama Asri itu pun langsung gelagapan. Tanpa berpikir panjang ia pun segera menyiapkan bekal yang di minta sang majikan. Namun bohong jika saat ini ia tidak bingung, biasanya bosnya ini anti ribet seperti ini, apa lagi mengingat saat ini kantornya ada di hotel, di sana kan ada restoran yang sangat sesuai dengan standarnya, lalu untuk apa dia repot-repot meminta membawa bekal.
Yaa sudahlah, dari pada dia banyak bertanya dan akhirnya malah menjadi masalah, bukanlah lebih baik dia segera menjalankan apa yang pria itu perintahkan. Tapi Soni tidak bisa berbohong bahwasannya ia juga bertanya-tanya, apakah sebenarnya hubungan antar bosnya dengan karyawan biasa itu, aneh, tapi kelihatan sekali jika itu istimewa.
Tak sampai sepuluh menit, asisten rumah tangga itu keluar rumah dengan membawa bekal yang diperintahkan oleh Jonathan, lalu tanpa banyak bicara ia langsung meletakkan bekal itu di kursi depan, di sebelah kursi kemudi yang di duduki oleh Soni.
"Kita jalan sekarang, Tuan?" tanya Soni, pelan.
"Hemm, lewat belakang saja, aku mau lewat ruangan Kiara," jawab Jonathan, singkat.
Uh, bohong jika Soni tidak terkejut dengan jawaban sang big bos, tapi ia sendiri juga tak berani protes, mengingat bosnya ini adalah pria anti protes.
"Baik, Tuan," jawab Soni seraya melajukan kendarannya meninggalkan pelataran rumah bosnya. Tapi bohong jika kali ini Soni tidak penasaran dengan hubungan antara bosnya dengan karyawati itu. Kalo Soni tidak salah prediksi, kemungkinan mereka berdua memiliki hubungan yang tidak biasa. Ya mungkin hubungan hati.
Benar saja, sesampainya di hotel, pria tampan dengan sejuta pesona ini melangkah penuh wibawa masuk ke dalam ruangan di mana Kiara sedang sibuk membuat laporan mingguannya.
Tanpa tersenyum sedikitpun, Jonathan langsung mendatangi Kiara dan meletakkan tas berisi makanan yang ia minta siapkan oleh asisten rumah tangganya lagi tadi.
"Ni di makan, awas kalo ga di makan," ucap Jonathan dengan nada ketus, seperti biasa.
"Eh, tidak usah, Pak," jawab Kiara, terlihat terkejut, beruntung di ruangan itu hanya ada dirinya seorang diri, sehingga ia tidak begitu malu.
"Siapa bosnya di sini?" tanya Jonathan, Tiba-tiba.
"Bapak," jawab Kiara lugu.
"Jadi kamu punya hak untuk menolak tidak?" balas Jonathan, tegas.
"Tidak, Pak. Tapi saya sudah bawa bekal sendiri," jawab Kiara, agar, Jonathan tidak tersinggung.
"Benarkah, mana?" tanya Jonathan lagi.
"Ini," jawab Kiara seraya mengeluarkan tas bekalnya.
"Oke, kite tukeran. Kamu makan ini aku makan punyaku, diam, jangan protes!" jawab Jonathan seraya pergi dengan membawa tas bekal milik Kiara. Sedangkan Kiara tampak terdiam terpaku tanpa kata. Demi Tuhan, Kiara tak bisa berkata-kata, selain bingung dan bingung.
Melihat sang sahabat bengong, Ita yang baru masuk ke dalam ruangan itu, tentu saja langsung merasa aneh.
"Hey, bengong, ada apaan? lihat hantu?" tanya Ita, heran.
"Uhh, ini seremnya melebihi setan, Ta. Hiii, ngeri!" jawab Kiara, sembari mengangkat bahunya. Sungguh Kiara merasa Jonathan sangatlah menakutkan.
"Hah, iyalah? siapakah itu?" tanya Ita lugu.
"Bos baru kita, siapa lagi," jawab Kiara jujur.
Ita terdiam, wanita cantik ini sudah tahu tentang kabar itu. Ia juga sudah mendengar bahwa Kiara sering dimarahi oleh pria itu. Maka wajar saja jika Kiara bilang kalau pria itu lebih mengerikan di banding hantu. Ita juga tahu, jika bos besarnya itu sering mempersulit Kiara, itu sebabnya sekarang Kiara jauh lebih sibuk di banding ikut bos lama mereka.
"Kamu benar, Ra, bos baru kita memang sangat menakutkan. Tapi sudahlah, kita ga punya hak untuk protes kan, ayo kita turun, sebentar lagi tamu penting akan segera datang. Kali aja aku atau kamu di pilih jadi Butler, mayan kayaknya tipsnya," ucap Ita penuh semangat.
Kiara tersenyum, lalu mereka pun turun ke lantai dasar, lantai di mana lobi hotel berada.
****
Pagi berganti siang, suasana hotel terlihat sangat sibuk. Tamu dari berbagai negara datang. Lalu salah satu di antara tamu tersebut memilih Kiara sebagai Butler pribadi mereka. Sayangnya, saat Jonathan tahu, justru dia tidak mengizinkan Kiara menjadi butler pria paruh baya itu. Alasannya sedikit tidak masuk akal, Jonathan bilang Kiara adalah asisten pribadinya yang sudah memiliki pekerjaannya sendiri. Sehingga tidak bisa menjadi gate pribadi orang tersebut.
"Maafkan kami, Pak, ibu ini adalah asisten pribadi saya, dia sudah banyak pekerjaan. Ini saja dia harus ke perusahaan lain untuk menemani saya meeting. Saya ucap akan beribu maaf ya, Pak. Yang ini benar-benar tidak bisa," ucap Jonathan pada tamu yang cukup penting itu.
Bersyukur tamu penting itu tidak memaksa, ia tampak mau mengerti dengan penjelasan Jonathan Tapi tidak dengan Kiara, wanita ini tentu saja ini protes. Keputusan yang selalu Jonathan ambil untuknya selalu tidak masuk akal dan memaksa. Sekarang malah bilang pada semua orang bahwa dia adalah asisten pribadinya, sedangkan surat perintah itu belum ia dapatkan sekaligus belum ia tanda tangani. Lalu bagaimana bisa pria ini bilang, dirinya sudah pindah jabatan.
Astaga, Kiara benar- benar tidak bisa terima keputusan ini...
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejak ya ges...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat