Kebangkitan goblin yang akan menjadi kuat dan akan melampaui semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nash, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22.
Marshall menerima jumlah bayaran yang di mintanya sebesar sepuluh kali lipat dari perjanjian sebelumnya, manusia itu tidak bisa protes ataupun menolak permintaan tersebut dan ia pun membayar penuh.
Tangannya masih gemetar ketika menyerahkan pembayaran tersebut, ia bahkan tidak berani menatap marshall terlalu lama, lalu Marshall pergi tanpa mengatakan apapun.
Tubuh goblin yang tidak sadarkan diri masih dibawanya, manusia itu hanya bisa diam berdiri sambil melihat punggung Marshall yang semakin jauh.
Wajah masih dipenuhi rasa takut, ia masih tidak bisa melupakan apa yang terjadi waktu itu.
Di sebuah desa.
"Hei! Kau sudah dengar berita tebaru?!"
"Apa?"
"Goblin itu!"
"Yang membantai pasukan manusia?"
"Ya! Goblin itu sudah dikalahkan!"
Orang-orang mulai berkumpul.
"Siapa yang mengalahkannya?"
"Marshall Winsey!!"
"Jangan bercanda"
"Serius?"
"Ya!"
"Katanya dia sendiri yang menangkap goblin itu!"
Kabar tersebut terus menyebar dari desa ke kota, sampai akhirnya berita tersebut masuk ke berbagai wilayah kota besar kerajaan manusia.
Goblin yang selama ini membuat banyak pasukan kewalahan akhirnya berhasil dikalahkan dan berhasil ditangkap.
Bukan ditangkap oleh kelompok petualang, bukan oleh para pemburu, bukan pula oleh goblin slayer, melainkan oleh salah satu dari tiga emperor.
Hal itu membuat rumor tersebut semakin besar.
"Kenapa seorang emperor mau repot-repot menangkap goblin?"
"Apa goblin itu sebenarnya bukan goblin biasa?"
"Mungkin ada sesuatu yang membuat seorang emperor tertarik"
"Jangan-jangan goblin itu titisan monster kuno?!"
Tidak ada yang mengetahui jawabannya, rumor semakin liar, semakin banyak orang mencoba mencari tahu, namun tidak ada seorang pun yang mengetahui alasan sebenarnya Marshall membawa goblin.
Di suatu tempat yang jauh entah di mana, goblin slayer berdiri sendirian, ia mendengar berita tersebut dari seorang manusia yang kebetulan membicarakannya.
Goblin slayer terdiam saat mendengar itu, ia hanya berdiri beberapa saat kemudian perlahan berbalik tidak mengatakan apa pun lalu pergi entah kemana, langkahnya semakin jauh hingga akhirnya menghilang di balik pepohonan.
Sementara itu.
Di tempat lain yang tidak diketahui oleh siapa pun, sebuah bangunan aneh dan tersembunyi, tidak ada tanda kerajaan, tidak ada lambang, tidak ada penjaga, hanya sebuah bangunan aneh yang dipenuhi ruangan-ruangan tertutup.
Marshall berjalan melewati lorong panjang, langkahnya terdengar tenang.
TOK...
TOK...
TOK...
Di tangannya masih terdapat beberapa rantai yang mengikat tubuh goblin, sampai akhirnya ia berhenti di depan sebuah pintu lalu membukanya dan memasukinya.
Di dalam ruangan tersebut terlihat seorang wanita dengan rambut berantakan, beberapa helai rambut menutupi wajahnya, pakainnya terlihat seperti pakaian ilmuan atau semacamnya, tetapi seluruh ruangan di sekelilingnya jauh dari kata normal.
Tabung kapsul kaca, cairan berwarna aneh, alat-alat alkimia dan berbagai benda yang bahkan tidak terlihat seperti berasal dari dunia manusia.
Wanita itu sedang menulis sesuatu, ia bahkan tidak langsung menoleh ketika Marshall datang "Tumben kau datang kesini..."
Marshall menjawab singkat "Aku ingin kau meneliti mahluk ini.."
Wanita itu berhenti menulis, kemudian perlahan menoleh, matanya langsung tertuju pada goblin "Oh?" ia berdiri, tatapannya berubah, bukan seperti seseorang yang melihat monster, melainkan seperti seorang ilmuan yang penasaran.
"Kenapa dengan goblin ini?"
"Goblin ini berbeda..."
Wanita itu mendekat lalu mengamati tubuh goblin dari atas sampai bawah "Tidak ada yang aneh dengan goblin ini.."
Marshall meletakkan tubuh goblin "Kau salah... goblin ini benar-benar aneh, kau harus menelitinya dengan benar"
Marshall melanjutkan "Goblin ini kuat.. Sangat kuat, dia bisa menghabisi semua naka buahku dengan mudah.. seumur hidupku aku belum pernah melihat goblin seperti ini"
Wanita itu tersenyum kecil "Heh..." lalu ia tersenyum lebih lebar "Kalau begitu, serahkan padaku"
Beberapa waktu kemudia goblin membuka matanya perlahan.
Pandangan matanya kabur, tubuhnya terasa berat, bukan hanya berat ia bahkan tidak bisa bergerak.
Goblin kembali mencoba tapi tidak bisa, tubuhnya terlalu lemah kemudian ingatannya perlahan muncul.
Marshall, Orc king, para Orc, pedang, darah dan kemarahan.
"...Marshal" dalam hati goblin.
Goblin kembali mencoba bergerak tapi tetap tidak bisa entah kenapa, lalu ia melihat sekeliling, ternyata ia tidak sendirian, ia melihat ada banyak tabung kapsul kaca seperti dirinya.
Ada puluhan, bahkan ratusan, tabung-tabung kaca memenuhi ruangan, di dalamnya terdapat berbagai mahluk aneh dan tidak pernah ia lihat sebelumnya.
Ada mahluk atau monster dengan terlalu banyak kaki, ada monster tanpa mata, ada yang tubuhnya dipenuhi sisik, ada pula tubuh-tubuh yang sudah tidak bergerak sama sekali.
Goblin menatap semuanya, kemudian matanya berhenti pada sebuah tabung "...?" ia melihat sesuatu di dalamnya, sebuah benda kecil yang bergerak dan bentuknya sangat familiar.
Parasit.
Goblin membeku, di dalam tabung itu terdapat sesuatu yang sama persis dengan parasit yang berbeda di dalam tubuhnya.
Goblin menggeser pandangannya, di tabung lain ada satu parasit lagi, matanya membesar, dua parasit, dua makhluk yang sama seperti yang ada di dalam tubuhnya, goblin mencoba bergerak lagi lebih keras, namun ia hanya berhasil sedikit saja.
Goblin sadar kalau cairan lengket di dalam tabungnya itu adalah sesuatu yang bisa melemahkan otot atau tenaganya, tapi ia tidak bisa apa-apa.
Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka.
KLIK..
Wanita itu masuk dan Marshall berjalan di belakangnya, wanita tersebut langsung menghampiri tabung goblin dan melihat goblin sudah sadar "Kau bangun?"
Goblin menatapnya dengan penuh kebencian, wanita itu justru tersenyum, lalu ia mengambil sebuah wadah berisi cairan berwarna gelap dan memasangnya pada sebuah selang yang terhubung langsung ke tabung goblin.
Goblin melihat cairan itu, instingnya langsung memperingatkan sesuatu tentang bahaya, tapi dirinya tidak bisa menghindar atau melawan, ia hanya bisa pasrah.
Tombol di tekan oleh wanita itu lalu cairan masuk ke dalam tabung.
WHOOOSH!
Dalam sekejat tubuh goblin langsung menegang "AAARGH!!!" rasa sakit luar biasa, seluruh tubuhnya panas seperti terbakar, organ-organ tubuhnya berkontraksi, goblin menggigit giginya kuat-kuat, dan ia masih bertahan.
Wanita itu terkejut "Oh?" ia memperhatikan goblin dengan mata berbinar "Menarik!"
Parasit dalam tubuh goblin mulai merespon, perlahan kemudian semakin cepat, menyerap rasa sakit itu dan tubuhnya kembali stabil.
Wanita itu mencatat sesuatu "Hmm... dia bertahan"
Marshal hanya diam memperhatikannya tanpa ikut campur.
Hari berikutnya cairan alkimia baru dan berbeda dimasukkan, goblin kembali beradaptasi dengan cepat dan menetralisir rasa sakit itu berkat parasitnya.
Hari lainnya cairan baru dan lebih berbahaya kembali dimasukkan, namun goblin kembali bertahan.
Hari demi hari cairan baru dan aneh terus dimasukkan, tubuhnya berkali-kali hampir mencapai batas kematian, namun setiap kali itu terjadi, parasit kembali bekerja menghancurkan sesuatu yang berbahaya dan merubahnya jadi kekebalan tubuh.
Wanita itu semakin terkejut "Mustahil..."
Hari berganti minggu, goblin bahkan sudah tidak mampu menghitung berapa kali tubuhnya disiksa hampir mati dan dijadikan bahan percobaan, tetapi ia tetap hidup.
Satu bulan berlalu wanita itu berdiri di depan menja besar, di atas meja terdapat berbagai catatan, puluhan bahkan ratusan bahkan mungkin ribuan halaman, ia membaca semuanya satu per satu, kemudian matanya membesar "...Tidak mungkin" tangannya gemetar, lalu ia mengambil catatan lama.
Wanita itu cukup lama terdiam seperti tidak percaya, lalu ia memastikannya langsung dengan cara mendekatkan satu tabung parasit ke dekat tabung goblin.
Tabung yang berisi parasit itu bergerak dan merespon pada tabung yang berisi goblin seperti ingin memasukinya.
"Dugaanku benar!"
"Goblin ini memiliki parasit lain!"
Marshall menatapnya "Parasit? Apa maksudnya?"
Wanita itu berhenti sejenak "... Parasit itu ciptaanku"
"Puluhan tahun aku membuat penelitian tentang tubuh monster... aku menggabungkan ribuan sel darah monster kuat dari berbagai jenis"
"Jutaan bakteri mematikan.."
"Virus-virus berbahaya.."
"Racun..."
"Jaringan monster dan berbagai organisme lainnya.."
Semuanya sengaja dikumpulkan, kemudian di gabungkan satu persatu dengan aturan alkimia dan hati-hati, kemudian terjadilah keajaiban.
"Dari semuanya itu... aku menciptakan saru organisme"
"Parasit"
Marshal terdiam mendengarkan.
"Namun eksperimen ku itu gagal..."
"Parasit tidak mau berada di dalam tubuh mahluk yang aku pilih... pada akhirnya salah satu parasitku kabur"
"Setelah itu aku tidak pernah menemukannya lagi"
Marshall menatap goblin itu "Jadi parasit yang kabur itu memasuki goblin ini?"
"Sepertinya begitu"
Marshall mengerutkan mata "Bagaimana cara kerja parasitmu menjadikan goblin ini jadi kuat?"
Wanita itu terdiam "...Itulah yang selama ini aku tidak mengerti, tapi intinya parasitku itu seperti memberikan kekebalan tubuh yang ekstrim atau semacamnya pada goblin ini"
Wanita itu tidak mengetahui kemampuan parasit yang sebenarnya, ia hanya tahu lewat analisanya saja.
Wanita itu tidak tahu kalau parasit ciptaannya itu adalah sebuah mahakarya yang sangat berbahaya dan bisa menggemparkan dunia ini suatu hari nanti.
Beberapa waktu yang lalu wanita itu pernah melakukan eksperimen dengan parasit.
Salah satu dari tiga parasit yang berhasil ia ciptakan itu telah ia masukkan kedalam tubuh monster-monster, namun monster itu mati setelah masuk parasit kedalam tubuhnya.
Wanita itu mencoba pada monster lain dan gagal lagi, monster lainnya lagi dan gagal lagi, setiap kali parasit masuk ke tubuh monster, maka tubuh monster tersebut langsung mengalami kehancuran organ dalam dan mati.
Monster ganas, monster raksasa, monster kuno, monster magis, monster apa pun itu selalu gagal dan gagal.
Hingga suatu hari wanita itu kembali gagal bereksperimen lagi dan ia lupa memasukkan parasitnya kembali ke tabung, akhirnya parasit itu kabur dan menghilang.
Parasit yang kabur itu bertemu dengan goblin di sebuah hutan dan memasuki tubuhnya.