NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Azka

Pengantin Pengganti Tuan Azka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Penyesalan Suami
Popularitas:155.5k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Reatha terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Raisa, yang kabur di hari pernikahan. Ia menjadi istri kontrak Azka selama satu tahun.

Azka yang masih mencintai Vania selalu bersikap dingin. Namun, Reatha tak peduli. Ia hanya ingin menyelesaikan kontrak, menerima uang yang dijanjikan orang tuanya, lalu pergi meninggalkan keluarga yang tak pernah menyayanginya.

Saat satu tahun berlalu, Reatha diam-diam pergi.

Barulah Azka mengetahui kebenaran—wanita yang selama ini menjadi istrinya bukanlah Raisa, melainkan Reatha.

Dan saat Azka sadar bahwa ia telah jatuh cinta pada wanita itu, semuanya sudah terlambat.

Reatha telah pergi. Mampukah Azka menemukannya sebelum wanita itu benar-benar menjadi milik orang lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Enam

Tak terasa, waktu terus berlalu. Hanya tinggal dua hari lagi sebelum pernikahan yang sejak awal tidak pernah Reatha inginkan itu berlangsung.

Rumah keluarga mereka mulai dipenuhi kesibukan. Beberapa orang sibuk mengurus persiapan acara, pakaian, undangan, hingga berbagai kebutuhan pernikahan. Nama Raisa semakin sering disebut.

Raisa. Seolah-olah perempuan itu masih berada di rumah. Seolah-olah bukan dirinya yang melarikan diri dari pernikahan. Dan Reatha bukan orang yang akan menggantikannya.

Sore itu, Reatha duduk sendirian di dalam kamar. Di hadapannya terdapat sebuah koper yang belum sepenuhnya ia bereskan. Beberapa pakaian sudah dimasukkan ke dalamnya.

Ia tidak tahu harus membawa apa. Bukankah selama satu tahun nanti ia akan hidup sebagai orang lain? Ia bahkan tidak tahu seperti apa kehidupan seorang istri Azka nantinya.

Reatha menghela napas panjang. Tatapannya kemudian beralih kepada gaun yang tergantung di dekat lemari. Gaun pengantin itu begitu indah. Sederhana, tetapi terlihat mahal. Gaun yang seharusnya dipakai Raisa. Bukan dirinya.

Reatha bangkit dan berjalan mendekatinya. Jemarinya menyentuh kain gaun tersebut perlahan.

"Dua hari lagi ...," ucapnya pelan. "Dua hari lagi aku benar-benar akan menjadi istri orang."

Terdengar ketukan di pintu. Reatha segera menarik tangannya dari gaun itu.

"Masuk," ucap Reatha.

Pintu terbuka. Mama dan Papa masuk ke dalam kamar. Keduanya tidak tersenyum.

Melihat wajah mereka, Reatha langsung tahu bahwa kedatangan mereka bukan untuk membicarakan hal-hal biasa. Mama berjalan mendekat.

"Duduklah," ucap Mama.

Reatha menurut. Mama duduk di sampingnya, sementara Papa berdiri di dekat pintu.

Beberapa detik tidak ada yang berbicara. Sampai akhirnya Papa membuka suara. "Dua hari lagi pernikahanmu."

Reatha mengangguk. "Iya, Pa."

"Kamu ingat apa yang sudah kami katakan?" tanya Papa.

Reatha menatap ayahnya dan menjawab singkat, "Sudah."

"Jangan sampai ada satu kesalahan pun," ucap Papa.

Reatha mengernyit. "Kesalahan?" tanyanya.

"Ya. Kamu tidak boleh salah menyebut nama, tidak boleh mengatakan sesuatu yang membuat mereka curiga, dan jangan pernah menceritakan hal-hal yang hanya diketahui olehmu," ucap Papa lagi.

Mama ikut menambahkan. "Kamu harus benar-benar mengenal kebiasaan Raisa. Cara bicaranya, makanan yang disukainya, orang-orang yang dekat dengannya. Jangan sampai Azka menyadari perbedaannya."

Reatha terdiam. Semua yang mereka katakan sebenarnya sudah ia pahami. Namun, semakin dekat hari pernikahan, semakin besar pula tekanan yang ia rasakan.

"Kalau sampai Azka tahu ...." Papa berhenti sejenak. "Kesepakatan dua miliar itu batal."

Reatha langsung menatap ayahnya. Dua miliar. Kata-kata itu seperti selalu berhasil menariknya kembali ke kenyataan.

"Dan kamu juga tahu apa akibatnya," ucap Papa.

Reatha mengangguk pelan. "Aku tahu."

Papa menatapnya tajam.

"Jadi, kalau kamu memang menginginkan uang itu, beraktinglah dengan bagus."

Reatha menarik napas panjang. Kemudian ia tersenyum tipis. "Pasti, Pa."

Mama menatapnya. "Kamu yakin bisa?" tanyanya.

"Aku akan melakukan yang terbaik."

"Kamu harus lebih dari sekadar melakukan yang terbaik," kata Papa. "Kamu harus membuat semua orang percaya bahwa kamu adalah Raisa."

Reatha menunduk. "Iya." Dalam hatinya berkata, keluarga Azka juga tak mengenal baik Raisa, jadi tak sulit memerankan kakak kembarnya itu.

Papa kemudian berdiri. "Ingat. Hanya satu tahun."

Reatha mengangkat wajah.

"Setelah satu tahun, kamu akan mendapatkan uangmu." Papa berhenti di depan pintu. "Tapi kalau kamu gagal, jangan berharap kami memberikan apa pun."

Pintu kamar tertutup. Reatha hanya bisa menatap pintu tersebut. Beberapa detik kemudian, Mama ikut berdiri.

Sebelum keluar, wanita itu menatap Reatha, dan berkata, "Jangan membuat masalah."

Reatha tersenyum kecil. "Aku tidak akan membuat masalah, Ma."

Mama mengangguk lalu pergi. Kini Reatha kembali sendirian. Ia menundukkan kepala dan tertawa kecil.

"Jangan membuat masalah!" seru Mama mengingatkan lagi.

Reatha mengulang perkataan ibunya. Entah kenapa terdengar begitu lucu. Bukankah sejak awal dirinya bahkan tidak pernah diberikan kesempatan untuk memilih?

Raisa kabur. Azka harus tetap menikah. Keluarga membutuhkan uang. Dan akhirnya ... Reatha yang harus menggantikan semuanya.

Ia berdiri dan berjalan menuju meja rias. Di sana terdapat sebuah foto keluarga. Reatha mengambil foto tersebut. Matanya menatap satu per satu wajah yang ada di dalamnya. Mereka semua tersenyum dalam foto. Namun, Reatha justru merasa asing.

Sejak kecil, ia selalu hidup di bawah bayang-bayang Raisa.

Jika Raisa mendapat pujian, Reatha ikut tersenyum. Jika Raisa mendapat hadiah, Reatha ikut merasa bahagia. Jika Raisa membuat kesalahan, terkadang Reatha juga yang ikut disalahkan. Namun, ketika Raisa pergi ... Reatha pula yang diminta menggantikannya.

Reatha meletakkan kembali foto itu. "Apa gunanya aku tetap tinggal di keluarga ini?"

Matanya mulai berkaca-kaca. "Kalau kehadiranku saja tidak pernah dianggap?"

Ia buru-buru mengusap air matanya. Ia tidak boleh menangis. Dua miliar. Itulah satu-satunya tujuan. Setelah mendapatkan uang itu, ia akan pergi.

Ia akan mencari tempat tinggal sendiri. Mencari pekerjaan. Memulai hidup dari awal. Tanpa keluarga yang membuatnya merasa seperti orang asing.

Reatha mengambil napas panjang. "Aku cuma perlu bertahan satu tahun," ucapnya dalam hati.

Ia menatap pantulan dirinya sendiri. Wajah yang nyaris sama dengan Raisa. Hanya saja, selama ini tidak pernah ada yang benar-benar memperhatikan dirinya. Mungkin justru itu yang akan membuat penyamaran ini berhasil.

Reatha tersenyum. "Selama satu tahun aku akan menjadi Raisa."

**

Malam harinya, Reatha berdiri di depan cermin sambil mencoba tersenyum. Ia mencoba meniru senyum Raisa. Kemudian cara Raisa memiringkan kepala. Cara berbicara dan tertawa. Bahkan cara menatap seseorang.

"Bagaimana?" Ia bertanya kepada dirinya sendiri. Reatha kemudian tertawa kecil. "Gila."

Ia menggeleng. "Ngapain aku latihan begini? Bukankah mereka juga tak mengenal dekat Raisa."

Namun setelah itu, senyumnya perlahan menghilang. Ia teringat wajah Azka. Pria yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Namun, ia mencintai wanita lain. Pria yang bahkan tidak tahu bahwa perempuan yang akan dinikahinya bukan Raisa.

Reatha menghela napas. "Maaf, Azka." Ia berkata pelan. "Aku juga tidak pernah ingin berada di posisi ini."

Ia menatap pantulan dirinya sekali lagi. "Jangan khawatir." Senyum tipis kembali muncul. "Aku tidak akan mengganggu kehidupanmu. Jangan kuatir, tak akan ada cinta, karena aku tak percaya kalau di dunia ini ada cinta."

Reatha mematikan lampu kamar. Ia berbaring dan menarik selimut hingga menutupi tubuhnya. Namun, malam ini matanya sulit terpejam. Karena dua hari lagi hidupnya akan berubah.

1
Yayang Coedil
selamat berjuang azka
salsabila
bagus alur nya, beda dari novel2 yang lain. semangat /Smile/
Radya Arynda
saingan mu,,,🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Supriatin
Kadian Azka, tenang2 sesuai pemula minta maaf dulu n ingat pesan mamamu 👍👍🙏🙏
❥␠⃝ ͭ🍁Amalia💋❣️
mama aku tunggu up nya.. udah aku kasih kopi 10 mah
Lusi Hariyani
slow aska...
Patrick Khan
wes wes gelot ayo royok an.🤣🤣🤣kira2 rea milih sopo ya
ken darsihk
Kan aq bilang gercep biar nggak ketikung 🤭🤭🤭
Sri Supriatin
seberltulnya Reatha sdh ada benih2 sayang buat Azka n Reatha rindu kasih sayang ortu Azka....semoga berhasil n semangat Azka 👍👍🙏🙏🙏
Mundri Astuti
saingan kamu Azka 😛
Ida Nur Hidayati
semangat Azka💪 semoga perjuanganmu membawa hasil yg baik
Adinda
kalau mau sama reatha kamu harus perjelas dulu statusmu,yang kamu sebut di depan penghulu nama raisa bukan reatha urus dulu peceraianmu secara hukum
Teh Euis Tea
semoga reatha msh mau kembali padanu ya azka, selamat verjuang meluluhkan hati reatha
Patrick Khan
akan ada cinta segitiga kah🤔
Naufal Affiq
berjuang azka,jangan putus asa,
Sugiharti Rusli
semoga kamu bisa meyakinkan kembali si Reatha kelak yah Ka, apalagi sekarang kamu belum tahu kalo ada laki" lain yang juga sedang mendekatinya, entah apa David akan memulai mencoba move on dari mendiang Gita kah,,,
Sugiharti Rusli
padahal mereka belim tahu kalo si Raisa sejatinya ingin menolak keras usulan papanya agar dia mundur sementara jadi model,,,
Sugiharti Rusli
bahkan setelah mengetahui kehamilan sang putri, kedua ortu Raisa meski kecewa mereka tetap mau membela anaknya yah,,,
Nar Sih
semangat azka 💪untuk dpt kan hati reatha lgi
Nie
setuju sama mama...kalo emang cmn minta maaf biar mama aja yg melakukannya,ga ush kamu ganggu dulu Rea,biarkan dia bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!