NovelToon NovelToon
ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

ANAK TIRI YANG TERLUPAKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Sejak ibunya meninggal, hidup Bima berubah menjadi neraka setelah ayahnya membawa istri baru dan anak tirinya yang egois, membuatnya diperlakukan seperti pesuruh dan orang asing di rumahnya sendiri.
Puncaknya, ia difitnah mencuri barang berharga dan diusir begitu saja tanpa ampun, membawa luka hati yang mendalam serta sebuah kotak peninggalan misterius dari mendiang ibunya.
Tak disangka, kotak rahasia itu menjadi kunci bagi Bima untuk bangkit dari titik terendah, bermetamorfosis menjadi sosok sukses dan berpengaruh besar yang siap membuat keluarga pembuangnya bertekuk lutut memohon pengampunan.

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Suasana di ruang kerja pribadi Hendra terasa begitu menyesakkan malam itu.

​Hendra terus mondar-mandir gelisah di atas karpet tebal, jemarinya refleks menggigiti kuku karena cemas.

​Brak!

​Pintu ruang kerja terdorong terbuka dengan kasar tanpa ketukan salam sama sekali.

​Edi melangkah masuk dengan napas memburu, wajah pucat pasi dibasahi keringat dingin.

​"Ada apa kamu datang malam-malam begini, Edi? Bikin kaget saja!" bentak Hendra dengan nada tertahan.

​"Pak Hendra... kita dalam masalah besar," ucap Edi terbata, suaranya bergetar hebat.

​Hendra menghentikan langkahnya, menatap tajam penuh tuntutan.

​"Masalah apa lagi? Jangan bilang proyek perumahan itu batal total!" sergah Hendra mulai meninggikan suara.

​"Bukan soal proyek, tapi soal anak pertama Bapak... Bima," jawab Edi dengan suara nyaris berbisik.

​Mendengar nama itu disebut, kening Hendra langsung berkerut dalam penuh ketidaksukaan.

​"Bima? Anak tidak berguna itu mau bikin ulah apa lagi?" cibir Hendra dengan nada meremehkan.

​Edi menggelengkan kepala cepat, matanya menyiratkan ketakutan yang begitu nyata.

​"Dia masih hidup, Pak, dan dia mendatangi tanah warisan ibunya siang tadi," lapor Edi dengan kepanikan yang kentara.

​Hendra mendengus pelan, lalu melipat kedua tangan di dada dengan angkuh.

​"Lalu apa masalahnya? Suruh saja preman usir dia dari sana!" perintah Hendra terdengar enteng.

​"Masalahnya adalah... dia memegang sertifikat asli tanah itu di tangannya!" seru Edi nyaris histeris.

​Deg!

​Jantung Hendra mendadak serasa berhenti berdetak mendengar pengakuan tersebut.

​"Sertifikat asli? Mana mungkin?! Bukannya semua dokumen penting itu sudah kita bereskan belasan tahun lalu?!" bentak Hendra menolak percaya.

​"Saya sendiri melihat dokumen itu, Pak! Anak itu tidak sebodoh yang kita kira selama ini!" balas Edi dengan napas memburu.

​Kepala Hendra mendadak pusing berputar, memaksanya berpegangan kuat pada tepi meja kerja.

​"Bahkan... dia tahu persis kalau kita terlibat dalam kehancuran perusahaan ibunya dulu," lanjut Edi dengan suara yang kian melemah.

​"Sialan!" maki Hendra, melampiaskan puncak amarahnya dengan menendang kursi kayu di dekatnya.

​Prang!

​Kursi itu terbanting keras, menghantam dinding ruang kerja mewah tersebut.

​Rina yang mendengar keributan dari luar langsung menerobos masuk ke dalam ruangan.

​"Ada apa sih, Ayah? Kok teriak-teriak malam begini?" tanya Rina dengan nada lembut yang dibuat-buat.

​"Anak sialan itu... Bima! Dia mengancam kita!" jawab Hendra dengan napas tersengal-sengal.

​Rina mengerjap bingung, sama sekali belum mencerna situasi yang terjadi.

​"Maksud Ayah, anak tiri yang kemarin kita usir itu?" tanya Rina untuk memastikan.

​"Iya! Dia memegang sertifikat asli dan minta uang sepuluh miliar sebagai syarat!" bentak Hendra penuh frustrasi.

​Kevin yang kebetulan lewat di depan pintu ikut menyembulkan kepala ke dalam ruangan.

​"Hah? Sepuluh miliar? Bocah kere itu mau merampok kita, ya?" cibir Kevin sambil menyunggingkan senyum meremehkan.

​"Diam kamu, Kevin! Kamu tidak tahu seberapa besar bahaya yang sedang mengancam kita sekarang!" hardik Hendra pada anak tirinya itu.

​Kevin langsung terdiam kaget, baru kali ini ia melihat ayah tirinya meledak semarah itu.

​Rina lantas mendekati Hendra, mengusap pundak suaminya dengan gestur menenangkan.

​"Tenang dulu, Ayah. Jangan mudah diancam oleh anak bau kencur seperti itu," bujuk Rina dengan suara manisnya.

​"Bagaimana bisa tenang kalau perusahaan kita sedang di ujung tanduk dan dia memegang bukti hukum?!" sergah Hendra sambil menepis tangan Rina kasar.

​Rina tertegun kaget, mendapati dirinya dibentak oleh Hendra untuk pertama kalinya.

​Suasana di dalam ruangan itu mendadak berubah hening dan kaku mencekam.

​Hendra kembali menoleh, menatap Edi dengan sorot mata memerah akibat emosi yang meluap-luap.

​"Cari anak itu sampai dapat, dan rebut kembali sertifikat dari tangannya dengan cara apa pun!" perintah Hendra dengan nada dingin mutlak.

​Edi menelan ludah susah payah, menyadari betapa berbahayanya perintah sang bos.

​"Tapi Pak, anak itu tidak sendirian dan dia kelihatan sangat siap menghadapi kita," balas Edi dengan nada ragu-ragu.

​"Aku tidak peduli! Kalau sampai dokumen itu bocor ke polisi, kita semua akan busuk di penjara!" ancam Hendra tanpa kompromi.

​Edi hanya bisa mengangguk kaku, meski rasa takut merayap dan menyelimuti sekujur tubuhnya.

​Ia segera berbalik badan, lalu melangkah keluar dari rumah mewah itu dengan tergesa-gesa.

​Sementara itu, di tempat yang jauh berbeda, Bima tengah duduk bersantai di dalam kamarnya.

​Paviliun kecil itu terasa begitu tenang meresapi keheningan malam.

​Bima menggenggam ponselnya, membaca sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.

​Bip...

​Suara notifikasi pesan berdering pelan menandakan masuknya teks baru.

​Pesan tersebut berisi teror samar dari orang-orang suruhan Hendra yang tengah memburu keberadaannya.

​Bima membaca pesan itu sekilas, lalu menyunggingkan senyum tipis penuh kemenangan.

​"Mereka sudah mulai panik," gumam Bima pelan dalam hati kecilnya.

​Rasa panik adalah langkah awal dari kesalahan fatal yang sebentar lagi akan diperbuat oleh musuh-musuhnya.

​Bima mematikan layar ponselnya, lalu merebahkan tubuh ke atas kasur busa yang empuk.

​Ia tahu betul, permainan sesungguhnya baru saja dimulai.

​"Nikmati sisa waktu tenang kalian, karena sebentar lagi neraka yang sebenarnya akan datang," batin Bima sebelum akhirnya memejamkan mata.

1
Aman Wijaya
lanjut terus Thor di tunggu updatenya 💪💪💪
Cherlly: iya kak ku😘😘
total 1 replies
Cherlly
makasih kaka suport nya😘😍
Aman Wijaya
gaaas njeduk pooolll Thor lanjut terus semangat semangat semangat dalam berkarya
Cherlly: makasih kaka udah membaca sejauh ini😘😘😘
total 1 replies
Aman Wijaya
top markotop top lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll mantab Thor lanjut terus
Cherlly: trimakasih sudah baca sejauh ini kaka😍😍😍
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus
Cherlly: iya kaka kami akan lanjyutin cerita nya sampai tuntas😊😊😊😘
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Thor lanjut terus
Cherlly: siap kaka semangat kaka adalah motivasi saya untuk berkarya😍
total 1 replies
Aman Wijaya
jooooz pooolll Bima lanjut
Cherlly: siap kaka ikutin ya keseruan nya😊😊😊

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
rahasia Bima mulai terkuak sedikit demi sedikit
Cherlly: iya kaka lanjutin biat nambah seru😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Bima
Cherlly: makasih kaka

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
Tatiek Faruq
aku mampir thor, lama² dibaca seru juga
Cherlly: ttimakasih kaka sudah mampir ikutin keseruan cerita nya ya kaka biar saya nambah semangat untuk berkarya😍😍😍

Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
kak mampir novelku "Vampir vs Serigala versi novel" makasih
Cherlly: makasih kaka nanti sama2 baca kita
total 6 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!