NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN OM

BERMAIN API DENGAN OM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Dokter
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Arabella (18th), gadis SMA yang haus kasih sayang akibat diabaikan keluarga, dia mencari kasih sayang itu dari luar. tanpa dia berpikir panjang bahwa dia di manfaatkan oleh dunia luar yang ia percaya sebagai rumah.

Merasa putra pertamanya, Nathan tak dekat dan mengabaikan bella. orang tua Nathan mengirim sang adik untuk membatu mengurus Bella.

Karena sikap liar Bella dengan kekasihnya itu membuat christian menyimpan rasa pada Bella. hingga perasaan itu berubah menjadi obsesi terlarang.
.
.
Happy reading ✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5.

"Sudah, sudah, jangan emosi dulu," sela Vero cepat. Ia merangkul pinggang wanita di sampingnya dengan gerakan kasual, lalu menatap Bella diiringi kekehan tipis yang terkesan sangat menenangkan. "Bell, kamu salah paham. Kenalin, ini Kayla."

​"Nggak peduli dia siapa!" potong Bella histeris, napasnya memburu di tengah dentuman bas musik klub yang pekat.

​"Dia sepupu aku, Bella. Sepupu kandung dari pihak Mama," potong Vero tegas namun lembut, menyunggingkan senyum manis yang selalu berhasil melelehkan pertahanan Bella. "Kayla baru mendarat dari Australia sore tadi. Ponsel aku mati dari semalam karena baterainya habis di jalan pas jemput dia di bandara. Aku nggak sempat ngabarin kamu."

​Bella membeku. Amarah yang tadinya membakar dadanya seketika tertahan di tenggorokan. Ia menatap Vero bergantian dengan wanita bergaun merah di sampingnya, ada keraguan yang perlahan mengikis emosinya.

​"S-sepupu...?" cicit Bella pelan, meratapi kebodohannya sendiri saat hangat merah menjalar di pipinya.

​Kayla melipat kedua tangan di dada, mendengus pelan dengan sunggingan tawa meremehkan di sudut bibir. "Iya, aku sepupunya. Lagian aku udah punya tunangan di Sydney. Kamu kekasihnya Vero, kan? Posesif banget, sih."

​Vero melangkah mendekati Bella yang kini menunduk dalam-dalam. Dengan jemari hangatnya, Vero meraih kedua tangan Bella yang gemetar, mengelusnya perlahan sebelum menangkup lembut kedua pipi gadis itu.

​"Kamu pikir aku bakal main belakang di belakang cewek secantik kamu, hm?" bisik Vero amat lembut, menatap lurus ke dalam iris mata Bella. "Maaf ya udah bikin kamu cemas. Sekarang kamu gabung aja sama kita, oke?"

​Penjelasan sederhana itu bagai siraman air sejuk yang menyapu bersih seluruh rasa curiga di kepala Bella. Merasa lega dan amat dihargai, gadis SMA itu mulai menyesap gelas demi gelas minuman beralkohol yang disodorkan Vero. Efek cairan pekat itu bekerja sangat cepat. Dalam waktu singkat, rasa pusing mulai melayang di kepalanya, membakar habis seluruh sisa keraguan dan ketakutan yang sempat menguasai benaknya.

​Dengan tawa lepas yang terdengar parau, Bella terseret ke tengah riuh lantai dansa. Ia meliukkan tubuh tanpa kendali di bawah pendar lampu sorot warna-warni, membiarkan dirinya menjadi pusat perhatian belasan pria asing. Di tempat ini, di bawah pengaruh alkohol, Bella akhirnya merasa diakui, diinginkan, dan bebas.

*

​Sementara itu, Clarisa yang berdiri di dekat area bar menyipitkan mata, memperhatikan meja VIP tempat Vero duduk.

​Dari jarak beberapa meter, Clarisa mendapati pemandangan yang tak wajar. Vero sama sekali tidak sedang menikmati tarian Bella di lantai dansa. Pria itu justru sibuk berbisik rapat di telinga Kayla. Jari-jemarinya menyusup santai di balik gaun terbuka wanita itu, sementara Kayla menyandarkan kepala di leher Vero sambil tertawa manja. Gestur itu terlalu intens—terlalu intim untuk sekadar hubungan antarsepupu.

​Clarisa menelan ludah, dadanya berdesir cemas. Masa sih sepupu saling sentuh kayak gitu? batinnya ragu.

​Namun, Clarisa dengan cepat menggelengkan kepala, menepis prasangka buruk tersebut. Bella baru saja tenang setelah menangis histeris. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan sahabatnya hanya berlandaskan asumsi pribadi yang belum tentu benar. Mungkin emang gaya interaksi keluarga mereka yang kebarat-baratan, pikir Clarisa mencoba menenangkan dirinya sendiri.

*

​Pukul satu dini hari, tubuh Bella sudah sepenuhnya terkulai lemas. Clarisa harus membopong bahu sahabatnya itu dengan susah payah keluar dari klub malam menuju mobil. Setelah berpamitan singkat pada Vero—yang hanya melambaikan tangan tanpa niat sedikit pun mengantar ke parkiran—sedan merah milik Clarisa melaju membelah jalanan Jakarta yang kian lengang.

​Langkah kaki Bella terseok-seok saat Clarisa menuntunnya menyelinap melalui pintu samping rumah megah Allegra yang gelap gulita.

​"Kamu yakin aman, Bell?" bisik Clarisa cemas di dekat pagar.

​"A-aman... Om dokterku masih di rumah sakit..." gumam Bella tidak jelas, matanya terpejam berat oleh efek alkohol.

​Begitu Clarisa pamit pergi, Bella menyeret langkahnya masuk. Ia melepas sepatu hak tingginya begitu saja, bernapas lega dalam kegelapan ruang tengah. Hatinya bersorak penuh kemenangan; pelariannya malam ini sukses besar.

​Namun, belum sempat ia melangkah ke koridor kamar, kepalanya yang makin berat tak lagi sanggup menopang tubuhnya. Bella menjatuhkan diri ke atas sofa kulit hitam di ruang tamu. Sepatu hak tingginya terlempar berantakan di atas marmer dingin. Rambut panjangnya terurai acak-acakan, sementara gaun malam minimnya tersingkap hingga memperlihatkan paha mulusnya. Hanya dalam hitungan detik, Bella sudah terlelap dalam deru napas yang memburu.

​Setengah jam berlalu, pintu utama rumah terdorong terbuka tanpa suara.

​Christian Gerald melangkah masuk. Jas dokternya terlipat rapi di lengan kiri, sementara kemeja abu-abu gelapnya tampak sedikit kusut di bagian dada. Pria berusia 31 tahun itu baru saja menyelesaikan operasi darurat yang amat menguras tenaga. Namun, saat pendar lampu taman menyoroti sosok yang terkulai di atas sofa, langkah kaki Christian mendadak terhenti.

​Christian menghampiri sofa tersebut. Sorot mata cokelat gelapnya yang tajam menatap keponakannya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Bau alkohol yang menyengat bercampur asap rokok menguar kuat dari tubuh Bella. Christian hanya diam, bibirnya terkatup rapat tanpa menghembuskan satu pun desah kekesalan atau amarah meledak-ledak. Wajahnya tetap datar bagai topeng porselen.

​Perlahan, Christian menaruh jas dokternya di lengan sofa. Ia menunduk, lalu menyusupkan kedua lengan kokohnya ke bawah punggung dan lekukan lutut Bella, mengangkat tubuh mungil gadis itu ke dalam gendongannya tanpa kesulitan.

​Bella menyandarkan kepalanya yang berat di dada bidang Christian tanpa sadar, menggumam tidak jelas saat hawa hangat tubuh pamannya menyapu kulitnya. Christian melangkah tenang menelusuri koridor menuju kamar pribadi Bella.

​Menggunakan kakinya untuk mendorong pintu kamar yang terbuka, Christian meletakkan Bella di atas tempat tidur king-size dengan sangat hati-hati. Ia membenarkan posisi kepala Bella di atas bantal, lalu berniat membalikkan badan untuk pergi dari ruangan tersebut.

​Namun, baru saja Christian mengambil satu langkah mundur, jemari halus Bella melingkar erat di pergelangan tangannya.

​"V-Vero... jangan pergi..." racau Bella lirih, suaranya parau dan bergetar ketakutan.

​Sebelum Christian sempat melepaskan cengkeraman itu, Bella menarik tangan pamannya dengan hentakan kuat. Christian yang tidak siap seketika kehilangan keseimbangan; tubuh tegapnya tertarik hingga jatuh menimpa tempat tidur, persis di samping Bella.

​"Arabella, lepas—"

​Belum sempat Christian menyelesaikan kalimatnya, Bella sudah memiringkan tubuh dan memeluk pinggang tegap pria di sampingnya itu erat-erat. Gadis yang mabuk berat itu menenggelamkan wajahnya di dada bidang Christian, meremas kain kemeja abu-abu sang paman seolah-olah pria itu adalah satu-satunya pegangan hidupnya.

​"Jangan tinggalkan aku, Vero... please..." bisik Bella tersedu-sedu, racauannya makin intens dalam buaian ilusi alkohol. "Aku bakal turuti semua kemauan kamu... aku bakal lakuin apa aja asal kamu nggak pergi... asal kamu tetap ada di sini..."

*

*

*

1
+1
bisa dipercepat alurnya 🌚🌚🌚
Mia Camelia
aduh makin rumit nih😔
Mita Paramita
nah gitu dong sih Vero mesti dikasih dipenjara biar sadar🫡 om Christ tegas banget buat lindungi Bella 😍
Mia Camelia
akhirnya bella di Terima keluarga nya😂
Mia Camelia
bella keras kepala banget sih😔😂
Mia Camelia
cristian udh mulai melindungi bella, 🤭
Ita Putri
pergi yg jauh sekalian Bella
kesel banget liat keluarga allegra
Ita Putri
pret lah....
tadi aja pada diem Bae pas Bella di maki"
pake acara marah segala pas Bella di culik orang
Mia Camelia
plis bella jangan kabur2an mulu, capek nih🤭🤭
+1
kejar om.. borgol kakinya 🌚
+1
mati🌚
MissSHalalalal: eh, jangan donk kak..
total 1 replies
Mita Paramita
😭😭😭
Mia Camelia
omg😨😨😨 ternyata bella anak punggut🤣
Mia Camelia
ya ampun, vero laknat banget ngejual bella😨😨😨😨
MissSHalalalal: apapun demi uang gak sih kak
total 1 replies
Mita Paramita
ternyata Bella selama ini jatuh cinta sama buaya darat 🤣🤣🤣
Mita Paramita
Bella bukan adik kandung Nathan gitu 🫡🫡🫡 makanya dicuekin... kakak jahat
Mita Paramita
mampir Thor dikarya terbarunya 🥳😍 semoga ceritanya sukses dan sampai tamat ya 🔥🔥🔥😍
MissSHalalalal: terima kasih kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!