NovelToon NovelToon
Fang Yuan

Fang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Action / Epik Petualangan
Popularitas:55.2k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Fang Yuan kehilangan kedua orang tuanya karena ulah kultivator.Lalu Ia hidup bersama kakeknya hingga akhirnya sang kakek pun meninggalkannya seorang diri.

Di tengah kerasnya dunia, Fang Yuan menemukan sebuah buku kultivasi. Tanpa bakat, tanpa dukungan, hanya dengan tekad.

“Aku akan melakukan apa pun 1000 kali… sampai berhasil.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Logika di Balik Darah(fix)

​Asap tipis sisa ledakan tadi masih menggantung di udara.

Bai Lie melangkah maju dengan kepercayaan diri yang meluap, pedang hijaunya berdengung haus darah.

Namun, tawa kemenangannya terhenti saat ia melihat sosok di balik reruntuhan batu itu bergerak.

​Fang Yuan berdiri perlahan. Jubahnya yang baru saja ia dapatkan dari Mutiara Petir kini robek di bagian bahu, menampakkan luka sayatan dalam yang mengucurkan darah segar.

Tulang rusuknya mungkin retak lagi, tapi wajahnya tetap datar—sedatar permukaan air telaga yang membeku.

​"Kau masih bisa berdiri?" Bai Lie mendesis, matanya menyipit. "Tubuhmu itu terbuat dari apa, hah?!"

​Bai Lie tidak menunggu jawaban. Ia melesat kembali, pedangnya menari di udara menciptakan jaring-jaring cahaya hijau yang tajam. "Teknik Sembilan Tebasan Angin!"

​SRET! JREB!

​Fang Yuan mencoba menghindar, namun kecepatan Bai Lie sebagai kultivator yang sudah lama berada di Pendirian Fondasi masih sangat merepotkan.

Sebuah tebasan mengenai paha Fang Yuan, dan satu lagi menyayat lengan kirinya. Darah memercik ke tanah.

Fang Yuan kemudian merentangkan tangannya dan mengepalkan ke dua tangannya. Dia kemudian melesat dengan cepat.

WHOSH! BUGH!

Dengan kuat Fang Yuan melakukan pukulan beruntun. Tapi Bai Lie tidak tinggal diam saja. Ia bergerak dengan cepat sambil terus menghindari pukulannya.

Bai Lie merasa semakin lama bertarung,Fang Yuan semakin cepat dan kuat. Dia kemudian melompat lalu mengangkat pedangnya dan melakukan tebasan.

SHING!

Tebasan tersebut mengarah ke kepala Fang Yuan. Melihat itu Fang Yuan menekan lututnya lalu melompat mundur.

Fang Yuan melihat sekitar. Ia kemudian mengeluarkan tali yang ia bawa dan menggunakannya sebagai senjata.

Ia berlari mengitari Bai Lie sambil berusaha mengikatnya.

Bai Lie tersenyum meremehkan karena apa yang di lakukan tampak sia-sia.

Saat itulah Fang Yuan melesat cepat dan Tali-Tali tersebut ikut mengarah kepada Bai Lie untuk mengikatnya.

Bai Lie harus memotong tali tersebut dengan pedangnya. Fang Yuan berputar cepat lalu menghajar perut Bai Lie menggunakannya sikut.

Dia kemudian melakukan tendangan menggunakan lutut tapi Bai Lie menahannya dengan tangan kiri.

Dia tidak berhenti. Ia kembali menyerang. Kali ini ia menarik kepala Bai Lie dan membenturkannya dengan kepalanya sendiri.

DUAR!

Fang Yuan lalu menghantam dada Bai Lie sampai ia terpental.

Bai Lie bangkit kembali. Ia meminum ramuan yang dapat memulihkan lukanya.

Dia kemudian bergerak lebih cepat dan melakukan tebasan yang sulit di lihat.

Fang Yuan tertekan, dia hanya melihat bayangan hitam yang terus bergerak cepat. sedangkan tubuhnya sedikit demi sedikit mulai tersayat.

Karena hal itu ia membungkukkan kepala sambil di lindungi oleh tangan lalu menekan lututnya dan harus segera menjauh.

​Fang Yuan melompat mundur, menjaga jarak. Ia menunduk melihat luka-lukanya, lalu kembali menatap Bai Lie.

Alih-alih meringis kesakitan, ia justru berbicara dengan nada suara yang sangat tenang, seolah mereka sedang berdiskusi di kedai teh.

​"Kau tahu, Bai Lie ..." Fang Yuan menyeka darah di pipinya. "Tujuh tahun aku berada di dalam sana, aku menghabiskan setiap detiknya untuk berpikir. Awalnya aku berpikir bahwa kerja keras adalah segalanya. Bahwa jika aku berlatih sepuluh ribu kali lebih keras dari kalian, aku akan menang."

​Bai Lie mendengus. "Memang begitu aturan dunia ini, bukan? Siapa yang rajin, dia yang kuat!"

​"Salah," potong Fang Yuan dingin. Ia melangkah maju, membiarkan luka di kakinya berdenyut. "Itu adalah kebohongan yang diciptakan oleh orang-orang jenius agar orang-orang seperti kami tetap sibuk dan tidak mengganggu mereka."

​Fang Yuan melanjutkan, "Di luar sana, ada orang yang lahir dengan bakat surgawi, yang hanya butuh satu hari untuk memahami apa yang kupelajari dalam setahun. Ada orang yang sangat beruntung, menemukan harta karun tanpa harus berdarah-darah. Dan ada orang yang jauh lebih pintar, yang bisa membunuhmu hanya dengan satu kata."

​Bai Lie menyerang lagi dengan tebasan horizontal yang mematikan. Fang Yuan kali ini tidak menggunakan kekuatannya untuk menangkis.

Ia sedikit membungkuk, membiarkan ujung pedang Bai Lie lewat hanya satu milimeter di atas kepalanya—sebuah gerakan yang sangat berisiko namun efisien.

​"Aku sadar ..." Fang Yuan memutar tubuhnya, masuk ke dalam celah pertahanan Bai Lie. "Kerja keras tanpa berpikir lebih keras adalah omong kosong. Jika aku hanya berlatih tinju, aku hanya akan menjadi tukang pukul yang kuat. Tapi jika aku mempelajari mengapa tinju itu bisa menghancurkan ... aku menjadi bencana."

​Tangan kanan Fang Yuan mulai bergetar. Qi Yin dan Yang di Dantiannya berputar dengan kecepatan yang melampaui batas logika Pendirian Fondasi awal.

​"Dunia ini dipenuhi orang kuat, Bai Lie. Dan cara satu-satunya untuk seorang 'sampah' sepertiku untuk menang adalah dengan tidak hanya bekerja keras, tapi dengan menjadi lebih kejam, lebih tak terprediksi, dan berpikir sepuluh langkah di depan rasa sakitku sendiri."

​Bai Lie merasakan bulu kuduknya berdiri. "Kau terlalu banyak bicara! Mati saja!"

​Bai Lie mengerahkan seluruh Qi-nya ke pedang, menciptakan badai angin kecil di sekelilingnya.

Namun, ia tidak menyadari bahwa sejak awal pembicaraan tadi, Fang Yuan telah menjatuhkan beberapa butir bubuk 'Kabut Penghisap Jiwa' yang bercampur dengan darahnya sendiri yang menetes ke tanah.

​Saat Bai Lie melompat untuk serangan pemungkas, Fang Yuan menjentikkan jarinya.

​BOOM!

​Darah Fang Yuan yang sudah tercampur racun dan Qi-nya meledak menjadi kabut merah yang menyengat. Mata Bai Lie perih seketika, dan aliran Qi-nya terganggu selama satu detik yang krusial.

​"Itulah maksudku dengan berpikir lebih keras." bisik Fang Yuan tepat di depan wajah Bai Lie yang panik.

​Fang Yuan tidak menggunakan Tinju Penghancur Batu dengan tenaga penuh. Ia hanya menyentuhkan dua jarinya ke ulu hati Bai Lie—titik terlemah dalam sirkulasi Qi manusia.

​"Penghancur Batu: Getaran Internal."

​Tanpa suara ledakan besar, Bai Lie memuntahkan darah hitam.

Ia merasa seolah-olah seluruh organ dalamnya baru saja dilewati oleh ribuan jarum yang bergetar. Tubuhnya lemas, pedangnya terjatuh, dan ia berlutut di depan Fang Yuan.

​Fang Yuan menatapnya dari atas, darah masih mengalir dari luka-lukanya sendiri, namun matanya tetap jernih dan tajam.

"Kau punya bakat, kau punya teknik, dan kau punya pengalaman. Tapi kau kalah ... karena kau mengira pertarungan ini adalah tentang kekuatan, padahal ini adalah tentang siapa yang lebih memahami cara kerja kehancuran."

​Bai Lie kini berada di titik nadir, namun Fang Yuan tahu bahwa membunuh seorang murid sekte di tempat terbuka memiliki konsekuensi panjang.

1
Nh4Fi
wow...hidip dan mati, yin dan yang...
ini mengingatkanku pada wang lin.
tapi aku menyukai alur ini, sangat menarik.
Agen One: Iyakah? /Scare/
total 1 replies
Nh4Fi
oooh gitu...jd psiko sm diri sendiri dulu, bru psiko sm musuh.
Nh4Fi: sakiti diri, untuk mengukur. siksaan yg mn yg paling sakit, tp paling tepat.
👍
total 2 replies
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor 💪💪💪 terus
Agen One: 😆😆😆😀😀😀
total 1 replies
Bambang Widono
👍👍👍🙏🙏🙏🙏
saniscara patriawuha.
sikattttt mangggg......
Agen One: ooooo
total 1 replies
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor semangat semangat semangat
Aman Wijaya
semangat semangat semangat terus Thor lanjut
Agen One: Qqqq qq
total 1 replies
Aman Wijaya
lanjut terus Thor
Agen One: okkk😄😄
total 1 replies
Aman Wijaya
hidup butuh pengorbanan dan perjuangan mantab fang Yuan lanjut terus
Aman Wijaya
jooooz fang Yuan beri pelajaran tanpa ampun
Aman Wijaya
Fang Yuan mental baja terus semangat Yuan jangan sampai jadi sombong dan congkak
Aman Wijaya
kasian fang Yuan demi sesuap nasi ditendang
Megs Kitchen
Aih Thor... Nyesek amat yah si MC nya... Loe bikin novel yg "aneh" dah 😅😅😅😅 ... Geregetan bacanya ... Kok mau2 nya merendahkan diri sampe kek gitu ... Aih... Hiiiiiiiiiiisssssshhhhh 😑😑😑😑
Kereta: /Coffee/
total 2 replies
Agen One
Balheiqnsiwowhsjwiqhwhejwiwiwuwhsbbs
Agen One: 😃😀😃😀😀😀😀
total 1 replies
Agen One
MBG
Agen One
nyawit nih orang
Agen One
Hantam
Agen One
Pengen seprei gratis
Agen One
𝗨𝗽 𝘀𝗲𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵𝗻𝘆𝗮 𝗮𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝗻𝘁𝗮𝗶 𝘀𝗮𝗷𝗮. 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗹𝘂𝗽𝗮 𝗟𝗜𝗞𝗘 𝗔𝗴𝗮𝗿 𝗹𝗲𝗯𝗶𝗵 𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝘂𝗽𝗱𝗮𝘁𝗲.
Agen One: di usahakan hehe✍️✍️✍️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!