NovelToon NovelToon
Gelang Bima

Gelang Bima

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harya Sampai di Bandar Lampung

Setelah makan Satria berniat melihat pondoknya

" Kalian di sini saja yah, gw mau lihat pondok gw dulu" ucap Satria sambil melangkah keluar

"  ikut" Niken langsung berdiri

" Gw juga" sahut Bimo

" Eh kalian bersihkan meja dan cuci piring dulu, nanti baru nyusul" tegur Satria karena meja masih berantakan bekas mereka makan, Hadi dan Bimo yang terakhir beres makan jadi mereka yang harus membereskan

" Huu, tau gitu aku makannya dikit aja" gerutu Bimo sambil meyusun piring kotor

" Dikit gimana tempe bacem habis sepiring sendiri" seru Hadi

" He he he abis enak" Bimo berkata malu

" Dah beresin meja sama cuci piringnya gw mau ke pondok" ucap Satria, langsung melangkah keluar

" Bilang aja mau pacaran" celetuk Hadi, langsung berlari ke dapur

" Sirik bilang,  lagian kenapa ga ngajak Rani" balas Niken sambil tersenyum

" Eh jangan di suruh ke sini Raninya, nanti malah gw yang jadi obat nyamuk" seru Bimo cepat

" Makanya cari pacar!" seru Satria dan Niken berbarengan

" Huu, sue" balas Bimo kesal

Satria berjalan menuju pondoknya, tidak terlalu jauh hanya melewati satu kebun coklat , saat sampai di pondok , Niken langsung duduk ngedrok di anak tangga atas, ia yang tak terbiasa jalan jauh merasa pegal

" kak jangan duduk di sana kotor, sini masuk ke dalam" Satria yang melihat Niken duduk di lantai segera membuka pintu pondoknya

" Kaki gw pegal, gendong" pinta Niken manja, sambil mengangkat kedua tangannya. Satria menggelengkan kepala melihat Niken yang kumat manjanya, ia mengangkat tubuh Niken dengan mudah dan membawanya masuk ke dalam pondoknya

" Muach, makasih" niken nekat mencium pipi Satria saat satria menaruhnya di bangku kayu yang ada di dalam pondoknya

" Kak jangan gitu, gw lelaki normal lho" bisik Satria pelan, mendengar itu Niken malah memeluk leher Satria, dan menatap sendu

" emang kalau lelaki normal bisa apa?" tantang Niken

" ish kak jangan gitu" Satria dengan cepat melepas pelukan niken dan duduk agak jauh dari Niken , mukanya sedikit memerah

" Aduuuh" tiba tiba Niken mengeluh sambil memegangi betisnya

"Kenapa kak" Satria dengan cepat mendekat dan memeriksa kaki Niken

" Tadi ngenyut banget" keluh Niken

" gw pijetin yah kak" ucap Satria , setelah melihat Niken mengangguk Satria memijat pelan betis Niken,Satria bisa merasakan urat di betis Niken kaku, ia memijat pelan dan mengalirkan sedikit tenaga dalamnya

Rasa hangat menjalar dari tangan Satria, membuat Niken nyaman

" aaah" tanpa sadar Niken mendesah, Satria yang mendengar itu menghentikan pijatannya

" Maaf, gw ga sadar, abis nyaman" ucap Niken sambil menunduk mukanya memerah seperti kepiting rebus

" Tahan sebentar lagi" sahut Satria sambil meneruskan pijatannya,

Niken menggigit bibirnya berusaha menahan agar suaranya tak keluar

" nah sudah beres" ucap satria

" Sat loe beneran ga mau jadi pacar gw, gw sayang sama elo" tiba tiba Niken memeluk satria

Satria terdiam, dia juga sayang pada Niken, namun perbedaan status mereka berdua seperti langit dan bumi

" Kak niken, gw juga sayang elo, tapi elo tahu sendiri kan keadaan gw, gw ga mau di bilang orang numpang sama pacar yang kaya" ucap Satria setelah menghela napas

" Gw ga peduli omongan orang, gw sayang elo" Niken memeluk Satria semakin erat

" Kak niken, gw sayang elo, tapi biarain gw setara dulu sama elo baru kita jadian" ucap Satria sambil menatap Niken penuh arti

" Baik, aku akan menunggu mu selama lima tahun, kalau kau masih tak bisa mengejar aku yang akan melepas statusku untuk mengejarmu" tegas Niken. Satria mengangguk , ia yakin jika dia bekerja keras , dia akan bisa membahagiakan Niken

Sementara di pelabuhan Bakauheni, Kepala Keluarga Sutasoma Harya turun mengemudikan mobilnya turun dari kapal ferry, ia mengikuti petuntuk sesepuh yang menyuruhnya ke Sumatra melacak keberadaan pewaris Resi Wiratama

" Weeng"

tiba tiba liontin pelacak keberadaan Pewaris Resi Wiratama menyala terang lalu kembali pada keadaan semula.

" Sepertinya Pewaris itu ada di sekitar sini" gumam Harya saat melihat liontin yang ia gantung di mobil menyala, ia menghentikan mobilnya ke sisi jalan dan menelpon seseorang

" Candra, aku di pelabuhan " Harya berkata saat sambungan telepon nya tersambung

" baik pak harya , aku akan menjemputmu" sahut candra yang di telepon oleh Harya

" Tak usah, kau kirimkan saja lokasimu, aku membawa kendaraan sendiri" tolak Harya

" baik pak, " Candra segera mengirimkan lokasi nya ,

" Hmm, lumayan jauh" gumam Harya saat melihat lokasi yang di kirimkan Candra, ternyata Candra ketua sebuah perguruan tersembunyi, perguruannya berada di kaki bukit tanggamus tepatnya di daerah Parda suka, kota agung, namun perguruan itu tak bisa di temukan jika tak ada orang dalam yang membawa masuk

Harya mengemudikan mobilnya menuju lokasi yang di kirimkan Candra, yang menjadi ketua di Perguruan Naga Hitam

Harya mengikuti petunjuk dari Candra dan masuk ke tol Terbanggi besar, ia mengemudikan mobilnya dengan laju sedang, karena ingin melihat suasana di lampung

Setelah empat jam lebih berkendara kini Harya memasuki kota Agung, ia berhenti dan kembali menelpon Candra.

" Aku sudah di Kota agung" ucap Harya

" Pak Harya ke hotel Juanda saja, aku sekarang kesana" jawab Candra cepat , Harya segera mencari hotel yang di maksud setelah menemukan ia segera melakukan chek in, dan menunggu Candra di sana

Tak lama handphonenya berdering, ia melihat nama Candra yang memanggilnya, ia segera mengangkat panggilan itu

" saya sudah di depan hotel Juanda, pak Harya di mana?' tanya Candra saat telepon itu tersambung

" aku di kamar 205, kamu kemari saja" sahut Harya dan langsung menutup sambungan teleponnya

Tok

tok

tok

tak lama terdengar suara pintu kamar di ketuk, Harya bangun dan membuka pintu

" Pak Harya gmana kabarnya, lama kita tak bertemu" ucap Candra saat Harya membuka pintu dan saling berhadapan

" aku baik, kamu semakin berisi saja Candra" balas Harya sambil menepuk bahu Candra

" ini semua berkat latihan yang di ajarkan sesepuh keluarga Sutasoma pak, oh iya mau langsung ke perguruan apa beristirahat dulu?" tanya Candra

" langsung saja, aku ingin melihat bagaimana perguruan Naga Hitam yang kau dirikan" sahut Harsa

" kalau begitu ayo, kita langsung saja , mobilnya biar di parkir di sini saja nanti biar murid ku yang mengurusnya" ucap Candra

" lalu kita memakai apa kesana?" tanya Harya

" jalannya hanya bisa di akses dengan kendaraan roda dua pak" jawab Candra

Harya mengangguk mengerti ia mengikuti candra yang berjalan di depannya , saat di parkiran , yang menjaga pos Keamanan ternyata murid Perguruan Naga Hitam, candra menitipkan mobil Harya pada nya

Dengan Motor beat maticnya Candra membawa Harya ke Perguruan Naga Hitam

1
Jujun Adnin
yang banyak
Jack Strom
Wih... Ceritanya asik... Lanjut Thor!!! 😁
Jack Strom
Jangan marah² lah guru... 😁
Jack Strom
Satria jangan gitu lah, entar Nikennya digondol cowok lain, kan gak seru... 😁
Jack Strom
Alur ceritanya sudah benar, menarik...
Tapi sayang kalau Satria jika dipecat dari kerjanya, soalnya kerjanya sudah mantap tuh, santai dan lingkungannya sangat mendukung untuk latihan²nya... 😁
Jack Strom
Hahaha... Sang guru sewot kepada muridnya, karna jarum sang murid lebih gede dari pada jarum sang guru. 😁😁😁
Jack Strom
Jangan buru² terpapar kemampuan Satria, resikonya tinggi... 😁
Jack Strom
Ish ish... ada yang kepo... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Menarik... 🤔
Jack Strom
Eh, gelangnya ada jejak tidak??? 😁
Dewi kunti
semoga satria bisa melindungi teman berasa saudara
Dewi kunti
Niken yg ndeketi satria nich
Dewi kunti
yg ngechat Hadi dong,kan satria ad didekatnya
Blue Angel: he he he iya salah kak Terima kasih nanti di revisi
total 1 replies
Was pray
bikin repot terus si hadi
Dewi kunti
lho Niken jd perginya sama Hadi pa satria nich
Jack Strom: Walah... Salah dikir ya ra opo² toh, yang penting semangat tetap membara... Ia kan Thor... 😁
total 2 replies
Was pray
up nya ditambah bang othor... gak cuma 1 episode tiap harinya biar atau reader puas dan hadiah pada meluncur.... 🤭
Dewi kunti
kok malah jd ky pesan singkat,gw🤭🤭🤭🤭
Blue Angel: he he he🤣🤣🤣
total 1 replies
Was pray
satria udah ada kemajuan dalam ilmu pengobatan, cuma bang Deni yg belum ada peningkatan jumlah up nya masih stagnan belum nambah jadi 2 atau 3 episode tiap harinya... 🤭🤭🤭🤣
Dewi kunti
motor ad bagasinya🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!