Dylan adalah seorang dokter bedah ilegal. Banyak orang di dunia bawah tanah mengandalkannya ketika ada anggota kelompok mereka yang terluka.
Masa kecilnya begitu kelam, seluruh harta kekayaan ibunya dijual oleh ayahnya untuk membangun sebuah perusahaan. Tapi ternyata, pengorbanan ibunya dibalas dengan pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Setelah ibunya meninggal, ayahnya terpaksa harus membuang Dylan, karena selingkuhannya tidak mau menerima kehadirannya.
Dylan berjanji, suatu hari nanti dia akan membalas perbuatan ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Guk...
Guk...
Guk...
Suara anjing menggonggong membuat ketiga preman itu terbangun dari tidurnya. Mereka segera berlarian keluar dari gudang.
"Ada apa ini? Kenapa anjing menggonggong dari tadi?" tanya seorang preman berambut keriting.
Mereka memperhatikan anjing yang diikat pada tiang besi, terus menggonggong tiada henti.
Ketiganya sangat terkejut saat melihat salah satu jendela yang seharusnya tertutup rapat kini terbuka lebar. Salah satunya langsung melesat mendekati jendela tersebut untuk memeriksa.
"Sialan! Mereka melarikan diri!" teriak seorang preman berkepala botak dengan penuh amarah.
Preman berambut gondrong berkata, "Aku yakin mereka belum jauh dari sini. Ayo cepat kita kejar mereka!"
...****************...
Posisi gudang itu memang berada di tengah hutan, jauh dari pemukiman penduduk. Raka dan Bianca berlari dengan secepat mungkin melewati semak-semak yang rimbun.
Namun, mereka dikejutkan ketika seorang preman tiba-tiba muncul menghadang jalan mereka di depan. Para preman memang sudah sangat mengenal kondisi hutan di sekitar sana, sehingga sangat mudah bagi mereka menemukan jejak dua bocah itu.
Sedangkan suara langkah kaki kedua preman yang lainnya sudah terdengar dari kejauhan, menunjukkan bahwa mereka semakin dekat.
"Hahaha... mau berlari kemana kalian berdua?" tanya preman berkepala botak sambil tertawa. Dia berjalan mendekati Bianca, untuk menangkap anak perempuan itu.
Raka dan Bianca terlihat sangat ketakutan. Tapi Raka mencoba untuk melawan rasa takutnya, dia mengambil batu berukuran cukup besar, lalu memukul punggung pria botak itu dengan batu tersebut.
Buuk!
Amarah pria botak itu meledak, "Sialan!"
Dia langsung membalikan badan dan menendang tubuh Raka, hingga Raka terjatuh ke tanah.
"Dasar anak kurang ajar! Akan ku bunuh kau!"
Pria berkepala botak itu terus menginjak-injak perut Raka secara berulang-ulang, membuat Raka merintih kesakitan. Mulutnya mengeluarkan darah.
Bianca tidak tinggal diam, dia menahan kaki pria itu agar berhenti menginjak-injak Raka. "Berhenti! Jangan sakiti dia!"
Bukannya berhenti, pria botak itu malah mendorong tubuh Bianca hingga dia terjatuh ke tanah.
Suara langkah kaki kedua preman lainnya semakin mendekat, Raka sangat panik, dia segera menahan kaki pria botak itu.
"Bianca, cepat lari!"
Bianca sambil menangis menggelengkan kepalanya. Dia tidak mungkin tega meninggalkan Raka.
"Aku bilang cepat lari!" teriak Raka dengan nada tinggi. Dia masih memeluk kaki pria botak itu yang hendak menangkap Bianca. Sedangkan dirinya sudah tidak mampu melarikan diri lagi, karena telah terluka parah.
Bianca terisak-isak melihat kondisi Raka yang semakin lemah. Dia melihat kedua preman yang lainnya sudah muncul dari balik semak dan sedang berlari cepat ke arahnya. Tidak ada pilihan lain, Bianca terpaksa melarikan diri.
"Raka, aku akan meminta bantuan. Aku akan kembali," ucap Bianca dengan sungguh-sungguh.
Bianca segera berlari tanpa arah dan tujuan.
Pria botak itu semakin geram, dia berusaha melepaskan pelukan Raka pada kakinya, tapi pelukan anak itu semakin kuat, sehingga dia segera menendang tubuh Raka dengan kakinya yang satu lagi.
Bugh!
"Anak sialan! Berani sekali kamu menghalangiku!"
Sedangkan kedua preman yang lainnya langsung mengejar Bianca. Mereka harus menangkap anak perempuan itu dengan cepat.
Bianca berlari tanpa henti, meskipun kaki dan tubuhnya sudah terasa sangat lemas. Tiba-tiba, dia melihat ada cahaya samar yang menyala dari kejauhan. Tanpa berpikir panjang, dia berlari mengikuti arah cahaya itu, berharap dapat menemukan pemukiman atau orang yang bisa membantunya menyelamatkan Raka.
Rupanya cahaya itu berasal dari lampu jalan raya yang terletak di pinggir hutan. Dengan sisa tenaga yang dia punya, Bianca berlari keluar dari semak-semak, tiba di pinggir jalan. Namun, tubuhnya yang sudah kelelahan membuatnya tidak mampu berdiri lagi. Dia terjatuh lemah di tengah jalan.
Ckiitt!
Sebuah mobil yang sedang melaju perlahan tiba-tiba mengerem mendadak tepat di depannya, membuat Bianca hampir menjerit.
Sedangkan kedua orang preman yang mengejar Bianca, mereka terpaksa menghentikan langkah mereka.
"Brengsek! Kita akan ketahuan!" preman berambut keriting mengumpat, lalu segera menarik temannya kembali ke dalam hutan.
Ternyata di dalam mobil itu adalah Antonio bersama dengan beberapa petugas kepolisian. Mereka sengaja datang ke lokasi tersebut setelah berhasil melacak jejak para pelaku penculikan.
Antonio segera keluar dari mobil, dia terkejut saat melihat putrinya terduduk di aspal sambil menangis.
"Bianca! Akhirnya Papa menemukanmu, sayang." Antonio langsung memeluk putrinya.
"Papa, di hutan masih ada anak satu lagi. Dia terluka parah karena melindungiku. Cepat tolong dia!" pinta Bianca dengan nada memohon.
Atas perintah Antonio, para petugas kepolisian segera mengepung area hutan untuk menyelamatkan Raka dan menangkap para pelaku penculikan.
Namun, mereka terkejut saat menemukan tiga orang pria berbadan kekar tergeletak tak bernyawa di tanah, dengan bersimbah darah. Ketiganya telah mati terbunuh.
Selamat menunaikan ibadah puasa juga yaa buat othor..
Semoga masih diberi kesehatan dan usia yang berkah..
Bisa kagak sih otaknya lempeng dikit biar tetap eling 😅...
Memangnya Bianca mengajakmu ke kamarnya buat ngapain...
Dia sekedar mau bilang jangan sampai salah masuk kamar, kalau nasibmu masih pengen hidup lebih lama Dy 😅😅..
Seru juga kalau dihadirkan pihak ketiga ala khodamnya mereka berdua yang ngereog 😅😅...
Tentu lebih berpengalaman bin friendly 😅😅....
Harap maklum inner child mereka berdua masih terbawa sampai dewasa /Sob/...
Ada satu kepingan puzle tidak sempurna bahkan hilang yang seharusnya melengkapi masa kecil mereka 🤧...
Bagian yang bilang itu baru ditemukan setelah mereka dewasa...
Meski mereka berdua belum menyadarinya...
Enaknya dimulai dari mana dulu Dy 😅...
Dia punya mata lhoo Bi, makanya memanfaatkan kesempatan dalam kelonggaran melihat dirimu 😅😅...
Mbok yang manis gitu lhoohh sama suami 😅...
Ini bukan kisah tentang Cinderella yang kehilangan sepatu kaca /Sob//Facepalm/..
Jangan2 sandal jepitnya jadi mahar juga 😅😅..
Atau malah seserahan untuk mempelai perempuan 😅😅😅😅...
Biar anti mainstream /Sob/...
Buruan pamerin ke Yoga tapi jangan pamer ke Author DF_14 😅...
Buruan tobat giihh sebelum pindah alam /Sob/...
Mumpung masih ada kesempatan dalam kelonggaran...
Dengan tidak memilih Pram sebagai calon menantu, telah menyelamatkan jalan hidup Bianca di masa depan..
Sekaligus melindungi aset Keluarga Antonio 🙌...
Dylan kandidat calon suami yang mendekati kriteria paling sempurna diantara yang lain...
Dan perlu diingat rival terpilih adalah putra kandung semata wayangmu Bob 👌...
Sempatnya jadi stalker ...
Jangan suka ingin tahu urusan orang lain, itu bisa membu-nuhmu 🤸♀️...
Sebatas mantan yang harus dibuang di tempat sampah yee 😝...