" Sah..."
Kanaya tertegun mendengar kata sakral yang keluar dari mulut seseorang pria yang dia rindu kan selama ini.
matanya menatap nanar sepasang pengantin yang tersenyum bahagia.
Apa ini???....bukankah dia yang seharusnya duduk di sana,bukankah seharusnya namanya yang di sebut dalam janji suci itu,bukankah gaun pengantin itu seharusnya dirinya yang memakainya, itu adalah gaun pilihannya.
Apa ini?... Sandiwara apa ini?....lelucon apa ini?...
Di tempat lain seorang pria duduk di sebuah restoran yang berkelas, ia tersenyum bahagia menatap kotak kecil yang ada ditangannya.
" Aisar...naura sudah berangkat ke luar negeri pagi tadi " mendengar itu pria yang dipanggil Aisar itu sontak melempar kotak kecil yang di pegangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KAMU BUKAN TAKDIR KU
Kanaya duduk termenung di tempat kerjanya, ia menatap sebuah undangan pernikahan nya dengan Aisar narendra duda beranak dua.
" Semoga ini keputusan yang terbaik " gumam naya.
Kanaya meletak kan kepalanya di atas meja kerjanya, ia tak mendengar saat pintu terbuka dan muncullah dio atasannya.
" kenapa calon nyonya narendra galau " kata Dio.
naya tak bergeming dari posisinya, dio tersenyum, ia tahu kalau seperti itu naya pasti sedang galau.
" tidak usah galau, semua sudah di urus sama calon suamimu, beruntung sekali kamu bisa mendapatkan seorang pengusaha kaya raya yang sukses seperti dia, pria bertangan dingin tapi berhati lembut" kata Dio sambil duduk di kursi depan naya.
Kanaya mengangkat kepalanya dan menatap dalam atasannya itu.
" Apa benar dia kaya raya?" Dio tersenyum tipis dan mengangguk.
Kanaya menarik nafas panjang dan kembali menjatuhkan kepalanya di atas meja.
" nggak usah galau seperti itu, aku kenal calon suamimu itu, dia orang baik, walau terlihat arogan tapi hatinya baik, walaupun ia berlimpah harta tapi dia hidupnya sederhana, banyak wanita yang tidak tahu kalau dia seorang milyuder, mereka mengenalnya hanya sebagai seorang pengusaha biasa, tapi mereka tidak tahu aset nya dimana mana dan usaha nya di banyak bidang " Jelas dio.
kanaya masih di posisi yang sama " mangkanya dari itu bos , apa aku pantas untuk dia, lihatlah kanaya yang seorang wanita lulusan SMA dan seorang tukang masak, anak yang terbuang dan tidak di harapkan kehadiran nya di dunia ini, hadeeww....mereka keluarga terhormat bos, kemarin saja rasanya mukaku seperti di kulit, aku merasa tidak enak dengan perilaku keluarga ku bos, sangat memalukan sekali..huaaaa..huaaaa, rasanya aku ingin jadi bekicot, yang bisa sembunyikan di dalam cangkangnya " kata naya sambil menangis kencang dengan kepala masih tertelungkup di atas meja.
Dio memukul kepala naya dengan kertas yang di atas meja.
" Sudah jangan cengeng, kayak anak kecil saja, ini kesempatan kamu untuk mandiri dan keluar dari keluarga toxicmu itu " ujar Dio.
kanaya mengangkat kepalanya dan melihat bosnya.
" Bos apa aku bisa membangun rumah tangga tanpa dasar cinta, aku takut menyakitinya bos, bu sarah, twins ...aku takut mengecewakan mereka " kata kanaya.
" Cinta bisa tumbuh dengan berjalannya waktu nay, aku yakin kamu bisa menjalaninya"
" Dia tidak mencintai ku bos, dia hanya butuh sosok ibu untuk twins " ujar sendu naya.
Dio tersenyum tipis, Dio tahu siapa Aisar, keduanya adalah sama sama pembisnis muda yang sukses, Aisar dan dio sama sama berasal dari keluarga berada.
" kalian bisa mencoba untuk saling mendekatkan diri " ujar dio.
" Aku merasa tak pantas bos..." sahut naya sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
" tak pantas dari mananya, kalian sama-sama manusia, dan berbeda jenis kelamin, tak pantas itu jika jeruk makan jeruk, pisang makan pisang " kata dio.
" Ck...bukan itu, status sosial yang aku maksud bos " ..
Kanaya terdiam dan langsung menatap tajam bosnya itu.
" kenapa kamu menatap ku seperti itu?"....
" Bos, selama aku kerja di sini aku tak pernah melihat bos dekat dengan wanita sekalipun, saat bos di jodohkan oleh orang tua bos, bos malah ngajak saya untuk pura-pura jadi pasangan bos, jangan jangan bos...." kata kanaya pelan .
" Apa ..." sahut dio tak kalah menatap naya.
" pisang makan pisang..." ucap naya.
" Anjir...kamu, berani sekali ngatain atasannya seperti itu, mau coba ...sini aku hamilin kamu biar percaya kalau pisangku masih suka jeruk" ujar dio dan langsung berdiri dari duduknya.
Naya pun langsung berdiri dari duduknya dan berlari kecil menghindar.
" Awas saja kalau berani menyentuh ku, aku akan berhenti dari sini " ancam naya dengan menutup dadanya dengan ke dua tangannya.
Dio tersenyum dan berhenti mendekati naya dan duduk di sofa .
" Memang setelah menikah dengan Aisar narendra kamu di izinkan tetap bekerja dengan ku" kata dio.
Kanaya duduk di hadapan Dio " sebelum aku menerima ajakanya untuk menikah, aku mengajukan satu syarat yaitu mengizinkan aku tetap bekerja dan dia menyetujui nya dengan syarat juga aku harus bisa membagi waktu, makanya aku ingin menemui kamu, aku mau izin hanya akan fokus di restoran ini saja, hotelnya bisa kan aku melepaskanya" kata naya .
Dio menghela nafas berat dan mengangguk " Baiklah, asal kamu masih tetap bekerja si sini " ucap dio berat.
Kanaya adalah karyawan teladan dia tak pernah mengeluh walaupun harus kerja sampai malam, tak mudah mengurus sebuah restoran dan hotel sekaligus, tapi kanaya adalah anak yang cerdas, ulet,dan pekerja keras, maka dari itu dio selalu suka dengan cara kerjanya kanaya dan memberi kepercayaan penuh kepada kanaya.
" Terimakasih bos ku" kata kanaya dengan senyum manisnya.
" ck...apa nggak ada panggilan yang lain, kenapa kamu selalu memanggilku bas bos bas bos..geli tahu kayak bos mafia aja ..." gerutu dio, yang sudah berkali-kali memberi tahu kanaya jangan panggil bos atau tuan pada dirinya .
" La terus aku harus panggil apa, kamu kan memang bosku "
" Kan banyak panggilan selain itu... mas, abang, kangmas, uda, kakak, sayang juga boleh " sahut dio.
" cih sayang.. geli tau" ucap kanaya, dan keduanya tertawa lepas.
" Kamu pasti tahu kalau pesta pernikahan mu akan di laksanakan di Hotel kita " kanaya mengangguk.
" tapi semua WO nya yang mengurus adalah gilang temannya Aisar, aku hanya di suruh mempersiapkan diri saja " kata naya.
" Ehh...pesta pernikahan mu akan mewah nay, jadi bersiaplah " ujar dio. kanaya hanya menghela nafasnya, ia sudah meminta aisar acaranya sederhana saja, tapi bu sarah dan aisar hanya tersenyum pada waktu itu.
" Ya sudah aku akan ke hotel, selamat ya, cepat sebarkan undang mu tinggal 4 hari lagi " kanaya menatap sendu dio yang melangkah meninggalkan ruangan kerjanya.
Dio melangkah dengan berat dan perasaan yang hancur lebur, cintanya sudah kandas untuk yang ke dua kalinya.
kapan hari saat ia mendengar kalau kanaya tidak akan menikah dengan farrel hatinya bahagia ia merasa punya kesempatan untuk mendekati naya, karena selama ini dirinya memang lah menyukai kanaya, makanya itu itu ia tidak bisa dekat dengan wanita lain, karena di hatinya sudah terukir nama kanaya.
tapi saat mendengar kalau naya menerima lamaran Aisar dan akan segera melangsungkan pernikahan nya, kembali hati dio hancur.
Dio mencintai kanaya sudah lama, tapi ia tak berani mengungkapkannya karena kanaya sudah memiliki tunangan dan saat ada kesempatan dia malah kalah langkah dengan Aisar.
" Semoga kamu bahagia nay, kamu wanita yang baik, sayang sekali kamu bukan di takdirkan untuk ku, tapi aku bahagia jika kamu bahagia, bagiku cintaku adalah kebahagiaanmu, walaupun kebahagiaanmu tidak bersama ku " ...
####
Assalamualaikum readers HAPPY READING , jangan lupa jejak cintanya 🥰😍🤩😘