NovelToon NovelToon
Talak Di Atas Pelaminan

Talak Di Atas Pelaminan

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Konglomerat berpura-pura miskin / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Janda / Romansa / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dunia Yumna tiba-tiba berubah ketika sebuah video syur seorang wanita yang wajahnya mirip dengan dirinya sedang bercinta dengan pria tampan, di putar di layar lebar pada hari pernikahan.

Azriel menuduh Yumna sudah menjual dirinya kepada pria lain, lalu menjatuhkan talak beberapa saat setelah mengucapkan ijab qobul.

Terusir dari kampung halamannya, Yumna pun pergi merantau ke ibukota dan bekerja sebagai office girl di sebuah perusahaan penyiaran televisi swasta.

Suatu hari di tempat Yumna bekerja, kedatangan pegawai baru—Arundaru—yang wajahnya mirip dengan pria yang ada pada video syur bersama Yumna.

Kehidupan Yumna di tempat kerja terusik ketika Azriel juga bekerja di sana sebagai HRD baru dan ingin kembali menjalin hubungan asmara dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

“Kamu?!”

Yumna baru saja mengucapkannya, tetapi suara itu terdengar pecah dan bergetar. Tubuhnya sedikit mundur. Jantungnya serasa berhenti berdetak.

Wajah pria itu terlalu mirip dengan laki-laki dalam video yang memporak-porandakan pernikahannya. Garis rahang tegas, hidung mancung, dan mata cokelat gelap, Yumna masih ingat betul.

Pria itu, yang kini menelan rotinya pelan sambil memandang Yumna heran, mengerutkan dahi. “Hmm? Apa kita saling kenal?”

Yumna merasakan tengkuknya dingin. Udara seolah menekan dadanya.

’Saling kenal?’

Jika benar bahwa video itu jebakan, maka pria di depannya bisa jadi adalah kunci. Atau… jika video itu nyata, maka dia adalah orang yang menghancurkan hidupnya. Akan tetapi, dari sorot mata pria itu, tidak ada tanda-tanda ia mengenal Yumna.

Yumna sadar ia sedang mematung. Ia memaksa dirinya menarik napas dan menggeleng pelan. “Ma-maaf, aku kira kamu orang yang aku kenal. Ternyata bukan.”

Pria itu masih memperhatikannya dengan penuh tanda tanya. “Kamu yakin? Kamu barusan kaget banget, seolah-olah kamu pernah lihat aku.”

Yumna buru-buru menunduk, meraih alat pel yang terjatuh. “Maaf, Mas. Mungkin karena sedang pusing, jadi salah mengenali orang.”

Pria itu menahan pintu lift dengan tangannya agar tidak tertutup. Tingginya membuat Yumna harus menengadahkan kepala jika ingin menatap wajahnya.

“Aku Arundaru,” ujar pria itu memperkenalkan diri. “Kamu tadi bilang kamu siapa? Yumna, ya?” Matanya melihat ke kartu id karyawan yang tergantung di leher Yumna.

Yumna menelan ludah. Bibirnya terasa kering. “Iya, Mas. Yumna.”

Arundaru mengangguk kecil. “Oh. Kau kerja di cleaning service, ya?”

“I-iya.”

“Aku di divisi engineering, kadang di studio, kadang naik turun buat cek peralatan. Makanya sering lari-lari. Maaf, sudah membuat kamu jatuh, tadi.”

Yumna hanya mengangguk. Ia ingin pergi. Ingin lari. Ingin menghindari wajah itu, tetapi suaranya terkunci di tenggorokan.

Arundaru memperhatikan ekspresi Yumna lebih lama dari sewajarnya, tatapannya mencari-cari sesuatu.

“Aku, benar-benar nggak pernah ketemu kamu sebelumnya. Tapi, raut muka kamu kayak orang yang baru lihat hantu. Apa wajah aku sama dengan kenalan kamu itu?”

Yumna cepat-cepat menggeleng. “Tidak, bukan begitu. Aku cuma terkejut saja.”

Arundaru seakan ingin bertanya lebih jauh, tetapi nada notifikasi ponselnya berbunyi keras. Ia mendesah panjang.

“Aduh, aku harus naik. Meeting dalam tiga menit. Sekali lagi makasih rotinya, ya.”

Yumna hanya tersenyum kecil, palsu. “Iya, Mas.”

Arundaru masuk ke lift. Namun, sebelum pintu tertutup, ia kembali menatap Yumna. Mata itu tampak jernih—tidak seperti mata seorang laki-laki yang sedang menyembunyikan sesuatu.

“Kalau suatu saat kamu butuh bantuan bilang aja sama aku. ADTV ini besar dan banyak orang. Pastinya akan banyak hal tak terduga.”

Pintu lift pun menutup. Yumna akhirnya menjatuhkan tubuhnya ke kursi kecil di sudut lorong. Tangannya bergetar hebat. Kakinya seolah kehilangan tenaga.

“Arundaru ...,” gumam Yumna dengan napas tersengal. “Wajah dia … mirip sekali.”

Ingatan itu menyerang seperti badai, rekaman video panas sepasang manusia, bisik-bisik dan tatapan hina dari para tamu undangan, wajah Azriel yang hancur, makian keluarganya, air mata yang tak ada habisnya.

Namun, ada satu hal paling mengusik pikiran Yumna. Laki-laki dalam video itu memiliki wajah yang hampir serupa dengan Arundaru.

Rekaman video itu tidak pernah ia lihat sepenuhnya karena acara pernikahannya sudah pecah oleh cacian orang-orang saat video berjalan.

Tangan Yumna memegang dada. Rasanya sesak.

“Apakah dia tidak tahu akan adanya video viral yang beredar dahulu? Atau seseorang menggunakan wajahnya?”

Pertanyaan itu menghantam berturut-turut, namun tak satu pun punya jawaban.

Malam itu, Yumna tidak bisa tidur. Pikirannya terus memutar wajah Arundaru dari berbagai sisi. Bayangan tubuhnya di lorong tadi siang seakan menempel di retina Yumna.

Ruang kosnya gelap, hanya cahaya lampu jalan dari jendela menemani. Yumna duduk bersandar di dinding, memegang lututnya. Pikirannya kacau dipenuhi oleh Arundaru.

”Kalau dia tidak mengenali wajahku, sepertinya dia tidak tahu apa-apa tentang video itu," ucap Yumna.

“Aku ingin tanya sama dia tentang video itu. Tapi, takut ...."

Yumna berpikir, mungkin ada seseorang sengaja mengubah wajah pelaku film biru, menggunakan wajah Arundaru dan Yumna untuk membuat video itu tampak nyata.

Tiba-tiba, ponsel Yumna berbunyi. Nomor tak dikenal. Yumna menghapus air matanya, menarik napas, lalu mengangkat telepon tersebut.

“Halo?” Suara berat pria terdengar ragu-ragu di seberang. “Ini dengan nomor Yumna Khairunnisa?”

Yumna menegang. “Iya. Ini dengan siapa, ya?”

“Aku, Arundaru. Tadi kita bertemu di lorong lantai lima kantor ADTV.”

Yumna hampir kehilangan kata-kata. “Ma—Mas Arundaru? Ada apa?”

“Aku baru pulang kerja,” balas Arundaru terdengar seperti menahan sesuatu “…dan ada hal aneh yang terjadi.”

Yumna menggenggam ponsel lebih erat. “Hal aneh apa?”

“Tadi waktu aku buka sosial media ....” Arundaru terdiam sesaat, lalu berkata pelan-pelan, “aku lihat wajahku muncul di sebuah video yang aneh dan viral dua tahun yang lalu.”

Yumna membeku. Darahnya serasa menguap.

“A-apa?” Suara Arundaru hampir tak terdengar. “Kamu kenal aku gara-gara video itu?” tanya Arundaru tiba-tiba dan nada suaranya bukan sekadar heran, tetapi takut.

Yumna memejamkan mata, menahan gemetar. “Video itu bukan aku yang buat. Bahkan aku yang jadi korban. Apa Mas Arundaru tahu sesuatu?”

“Aku juga tidak tahu apa-apa tentang video itu.” Arundaru menarik napas tajam. “Yang membuat aku semakin heran, kenapa wajahku ada di video itu? Apakah ada orang lain yang wajahnya mirip denganku?”

Yumna menjatuhkan ponselnya ke pangkuannya. Lalu, dia buru-buru ambil kembali.

Pria itu pun berkata pelan, suaranya menggetarkan tulang, “Yumna, kayaknya kita sama-sama jadi korban. Aku akan cari tahu dari mana video itu berasal.”

Yumna menutup mulutnya, menekan tangis yang nyaris meledak. Untuk pertama kalinya sejak hari pernikahannya hancur. Ada secercah kebenaran yang mendekat dan mungkin pintu takdir baru sedang terbuka untuknya.

1
Berto Morgan
lanjuuut
Kristiana
wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh 🙏
Isabela Devi
warisan berlimpah
Isabela Devi
benar pernikahan untuk menyatukan 2 orang menjadi satu dalam suka dan duka
Isabela Devi
keluarga yang ga memandang kasta
Isabela Devi
pasti sepupu Yumna yang menyuruh orang edit video itu
Isabela Devi
semoga arundaru bisa mencari tau
Saripa bamba
semoga Yumna berjodoh dgn mas arundaru💓
Saripa bamba
kasihan yumna😦
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Windarti08
duduk di halte kali ya... bukan terminal, kan ceritanya mau naik busway
Sumiyati
allhamdulilah ketaun juga siapa dalangnya
Sumiyati
semoga yumna n arun berjodoh
Sumiyati
akhirnya..
mudah2 ketauan yg buat vidionya
Ryan Dynaz
suka❤️
Baim Ibrahim
begitulah andai tak ada bukti dan tak ada orang bijak seperti pak gunawan tentu pihak lemah dan dibawah pasti akan dijadikan dan mendapatkan sanksi hukuman juga sangsi sosial,tak akan ada yng percaya.
Baim Ibrahim
pasti izroil🤭🤭🤭Azriel udah jangan peduli,
Baim Ibrahim
benar gak usah peedulikan Azriel dia hanya mau enaknya,pernah jadi suami tak tak bertanggungjawab dan jadi garda depan,saat kau jatuh malah melepaskan tanganmu dan sesakit itu dia tak mempercayaimu😭😭
Baim Ibrahim
sampai sini kok aku baru mikir kenapa dulu Azriel gak melakukan seperti yang dilakukan mas Aru,mereka dulu pacaran 5 tahun kenapa kepercayaannya mudah retak gak da memperjuangkan dan membersihkan nama baik dan kehormatan Yumna,yang dia yakin jadi pilihannya menjadikan istri.
bullshiet pria kayak gini lempar aja ke empang🤧🤧🤧
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!