NovelToon NovelToon
My Possessiv Damian

My Possessiv Damian

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Romansa Fantasi
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zaara 26

Zona dewasa ‼️ Harap bijak dalam memilih bacaan!

Valerie seorang mahasiswa fresh graduate, cantik ,pintar, berkelas, sebenarnya hidupnya normal layaknya mahasiswi biasa, namun semuanya berubah saat sebuah kejadian yang membuatnya harus terikat dengan seorang gangster bernama Damian Callister.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zaara 26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21

Sinar matahari pagi menyusup pelan di sela-sela gorden sutra kamar mewah itu, menciptakan garis-garis emas yang jatuh di atas hamparan tempat tidur.

Damian terbangun lebih dulu. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba menghalau sisa kantuk yang masih menggelayut.

Saat pandangannya yang tadi agak kabur mulai menjernih, hal pertama yang ditangkap indranya adalah sosok cantik yang sedang meringkuk tepat di hadapannya.

Valerie masih terlelap. Wajahnya yang tanpa riasan terlihat begitu teduh dan damai, jauh dari kesan ketus dan merajuk yang ia tunjukkan semalam.

Damian terdiam, membiarkan matanya menelusuri setiap inci garis wajah gadis itu—mulai dari keningnya yang halus, bulu matanya yang lentik, hingga bibir ranum yang tempo hari ia klaim secara paksa. Semuanya tampak nyaris sempurna di mata Damian.

Damian mendesah pelan, sebuah helaan napas yang sarat akan beban tersembunyi. Sebenarnya, bukan tanpa alasan ia bersikap begitu impulsif dan posesif terhadap Valerie.

Damian bukanlah tipe pria yang mau membuang waktu berharganya hanya untuk mengurusi drama seorang wanita, apalagi sampai repot-repot menyekapnya di penthouse pribadinya.

Namun, di balik perlakuan posesif dan sikap diktatornya terhadap gadis itu, tersimpan sebuah rahasia besar.

Ada fakta sebenarnya tentang siapa Valerie dan bagaimana masa lalunya berhubungan dengan dunia Damian yang kelam—sebuah kebenaran yang bahkan Valerie sendiri mungkin belum menyadarinya.

Flashback 2 hari yang lalu di kamar hotel 120

Cahaya fajar menyelinap di antara celah gorden kamar hotel nomor 120, menyinari kekacauan kecil yang tertinggal dari malam sebelumnya.

Damian mengerang rendah, tangannya meraba sisi ranjang yang seharusnya masih hangat oleh kehadiran gadis yang menipunya semalam. Namun, jemarinya hanya menyentuh sprei yang sudah mendingin.

Damian tersentak bangun, matanya langsung awas memindai seluruh penjuru kamar. Kosong. Kamar itu kini terasa sunyi dan dingin. begitupun dengan sosok Valerie yang sudah menghilang.

"Sial," umpatnya rendah. Ia bangkit berdiri, mengabaikan tubuhnya yang hanya terbalut selimut, lalu memungut pakaiannya yang berserakan di lantai, saat itulah dia menemukan KTM milik Valerie.

Rahangnya mengeras saat menatap foto gadis di kartu itu. Rasa kesal karena dipermainkan bercampur dengan rasa penasaran. Ia segera meraih ponselnya dan menghubungi asisten pribadinya tanpa mempedulikan waktu yang masih sangat pagi.

"Cari tahu identitas lengkap pemilik kartu ini. Valerie Aurora. Mahasiswi Arthemis," perintah Damian dengan nada yang tidak menerima penolakan. "Aku ingin tahu siapa dia, dan latar belakangnya.

Beberapa jam kemudian, saat Damian sudah berpakaian rapi dan duduk di kursi kerjanya, asistennya memberikan laporan awal yang membingungkan.

"Tuan, ada yang aneh dengan Nona Valerie," lapor asistennya dengan suara ragu. "Secara umum, dia memang tercatat sebagai mahasiswi di Arthemis. Namun, latar belakang keluarganya bersih secara tidak wajar.

Tidak ada data orang tua, alamat asal, atau rekam jejak sebelum dia masuk universitas. Identitasnya seolah-olah baru dibuat beberapa tahun lalu."

Damian menyipitkan mata, mengetuk-ngetukkan jemarinya di atas meja. Instingnya mengatakan bahwa gadis ini bukan sekadar penipu amatir. "Gunakan jalur ilegal. Buka akses data dari sistem lama di Eropa. Tidak mungkin seseorang lahir tanpa jejak."

Instruksi itu membawa asistennya masuk ke jaringan data gelap yang hanya bisa diakses oleh segelintir orang berkuasa. Tak lama, sebuah informasi singkat namun mengejutkan masuk ke ponsel Damian.

> Data Terenkripsi :

> * Nama Asli: Valerie Aurora Blackwood

> * Kewarganegaraan: Austria (Mantan)

> * Ayah: Fedderick Blackwood

> * Status: Data keluarga dihapus secara sistematis dari registri Wina tahun 2020.

Damian tertegun sejenak menatap layar ponselnya di pagi itu. Nama Fedderick Blackwood bukan sekadar nama asing di telinganya.

Seketika, ingatan Damian terseret jauh kembali ke masa sepuluh tahun yang lalu—masa di mana dunianya jauh lebih gelap dan berdarah.

Saat itu, Damian adalah anggota muda dari sindikat mafia paling berbahaya di Eropa. Ia tumbuh di bawah naungan seorang pria karismatik namun dingin yang juga bernama Fedderick Blackwood.

Fedderick bukan sekadar pemimpin; ia adalah mentor yang membentuk Damian menjadi predator seperti sekarang. Damian adalah bawahan yang paling berbakat, tangan kanan yang paling dipercaya oleh sang penguasa Blackwood.

Hingga suatu hari, sebuah insiden memilukan terjadi. Pengkhianatan dari orang-orang terdekat Fedderick meruntuhkan kekaisaran tersebut dalam satu malam. Penyerangan brutal itu menyebabkan kematian Fedderick Blackwood yang sangat berkuasa.

Dalam detik-detik terakhirnya, di tengah kekacauan dan aroma mesiu, Damian adalah orang terakhir yang berada di sisi pria itu.

Dengan napas yang tersengal, Fedderick mencengkeram lengan Damian dan memberikan satu perintah terakhir yang menjadi kutukan sekaligus janji suci.

"Jaga putri semata wayangku... Jaga Valerie," bisik Fedderick sebelum mengembuskan napas terakhir.

Sewaktu kejadian itu, Valerie hanyalah seorang anak kecil berusia sepuluh tahun yang polos.

Damian, yang menjadi saksi mata kejatuhan kekaisaran Blackwood, telah bersumpah untuk memenuhi janji terakhir mentornya.

Namun, di tengah kekacauan pengkhianatan malam itu, Valerie menghilang seolah ditelan bumi.

Tahun demi tahun berlalu. Bahkan saat Damian berhasil membangun kekuasaannya sendiri dan menjadi pria yang paling ditakuti, ia tidak pernah berhenti mencari keberadaan anak itu.

Ia mengerahkan seluruh jaringannya ke seluruh penjuru Eropa hingga Asia, namun hasilnya nihil.

Damian bahkan mulai kehilangan harapan, tidak tahu apakah gadis itu masih hidup atau sudah mati di tangan para musuh ayahnya.

Hingga malam itu tiba—pertemuan yang tidak disengaja di lorong gelap saat Valerie mencoba menipunya.

Pada awalnya, Damian merasa ragu. Apakah gadis yang berani menipunya dengan cerdik ini adalah Valerie yang sama dengan anak kecil yang ia cari selama ini?

Keraguan itulah yang membuatnya memutuskan untuk menculik Valerie dan membawanya ke penthouse. Alih-alih langsung melenyapkannya karena telah menipu seorang Callister.

Jawaban yang ia cari akhirnya muncul di malam pertama Valerie berada di kamar ini. Saat gadis itu tertidur lelap karena sempat dibius, gaunnya sedikit tersingkap di bagian pangkal paha.

Mata Damian terpaku pada sebuah tanda permanen di kulit mulus Valerie—sebuah tato kecil yang sangat ia kenali.

Itu adalah lambang Blackwood. Sebuah tanda pengenal kuno yang hanya dimiliki oleh garis keturunan inti keluarga tersebut.

Damian mengingatnya dengan sangat jelas; ia pernah melihat lambang yang sama di cincin stempel milik Fedderick.

Damian menarik napas panjang, menatap Valerie yang masih terlelap dengan perasaan campur aduk. "Sepuluh tahun aku mencarimu, dan kau justru datang mengetuk pintuku dengan cara seperti ini," bisiknya pelan.

Dunia Damian yang biasanya terkendali kini dipenuhi oleh tanda tanya besar yang menghantam benaknya. Ia terus menatap sosok Valerie yang masih terlelap, seolah-olah jawaban dari teka-teki itu tertulis di wajah damai gadis itu.

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar tanpa henti: Apa yang sebenarnya terjadi pada Valerie selama sepuluh tahun masa menghilangnya? Di mana dia bersembunyi selama ini? Siapa sosok yang begitu teliti dan kuat hingga mampu menghapus setiap jejak seorang keturunan Blackwood dari radar sindikat internasional?

Damian tahu, masuk ke kampus elit seperti Arthemis bukan sekadar perkara uang; itu memerlukan koneksi tingkat tinggi dan identitas yang sangat bersih.

Pasti ada sosok yang sangat berpengaruh—mungkin jauh lebih kuat dari yang ia duga—yang selama ini berdiri di belakang Valerie sebagai pelindung bayangan.

Satu hal yang Damian pahami dengan pasti: keberadaan gadis ini memang sengaja disembunyikan dari dunia, terutama dari orang-orang seperti dirinya.

"Siapa yang menjagamu selama ini, Valerie?" bisik Damian dengan suara yang nyaris tak terdengar, matanya menyipit penuh selidik. "Dan apakah dia kawan... atau lawan?"

Ketidakpastian ini membuat insting predator Damian kembali bangkit. Jika ada orang lain yang memiliki akses pada Valerie, maka posisi Damian saat ini bisa menjadi sangat berbahaya—atau justru menjadi kunci untuk membongkar konspirasi yang jauh lebih besar.

Damian menghela napas panjang, sebuah beban berat seolah menekan pundaknya saat ia terus memandangi wajah tenang Valerie di bawah siraman cahaya pagi.

Ia telah mengikat janji suci di depan jasad Fedderick sepuluh tahun lalu, dan ia tidak akan membiarkan janji itu hancur sekarang.

Meskipun misteri tentang siapa yang menyembunyikan Valerie selama ini belum terungkap sepenuhnya, satu hal yang pasti: dunia luar terlalu berbahaya bagi seorang keturunan Blackwood yang tersisa.

Mengurung Valerie di penthouse ini, menjadikannya tawanan dengan segala intimidasi dan sikap diktatornya, adalah satu-satunya cara yang terpikirkan oleh Damian untuk menjauhkan gadis itu dari bahaya yang mungkin sedang mengintai di kegelapan.

Damian lebih memilih menjadi sosok yang dibenci Valerie daripada membiarkan gadis itu jatuh ke tangan musuh-musuh lama ayahnya.

Valerie tidak perlu tahu apa motif sebenarnya di balik perlakuan kasarnya. Biarlah gadis itu terus menganggapnya sebagai "Pria Gila" atau penculik kejam, asalkan ia tetap berada dalam jangkauan perlindungan Damian.

Namun, ada satu hal yang mulai mengusik logika Damian. Selain karena alasan perlindungan, ia menyadari sebuah fakta yang mengganggu ego dan pengendalian dirinya: ia tidak bisa menahan dirinya sendiri untuk tidak menyentuh Valerie.

Ada daya tarik magnetis dari gadis itu yang selalu memancing sisi primitif Damian, membuatnya terus ingin mengklaim, menggoda, dan merasakan keberadaan Valerie sedekat mungkin—sebuah dorongan yang jauh melampaui sekadar rasa tanggung jawab seorang pelindung.

1
@RearthaZ
lanjutin terus ceritanya kak
@RearthaZ
awalan cerita yang bagus kak
Raffa Ahmad
good
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!