Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesepakatan Pernikahan
"Mas sudah makan? Aku siapin yaa?" Raina bangkit, mendekat kearah sang suami hendak melepas jas yang melekat ditubuh pria itu
"Terima kasih" Ucap Kevin "Aku sudah makan"
Kevin berlalu kekamar mandi setelah sang istri menyerahkan handuk. Sementara suaminya mandi, Raina menyiapkan pakaian ganti
Ternyata begini rasanya memiliki seorang istri, ia memang kadang tinggal bersama Alanna namun wanita itu tidak sampai menyiapkan pakaian seperti ini
Kevin mengenakan pakaian, matanya mencari keberadaan istrinya namun wanita itu tak ada dikamar
Ia melihat kearah pintu balkon yang terbuka, Kevin melihat seorang wanita dengan rambut panjang yang tergerai indah, terbang diterpa semilir angin
Kevin menyusul istrinya itu. Harusnya wanita itu sudah istirahat mengingat malam sudah larut
"Sedang apa kamu disini?" Suara sang suami membuat Raina terkejut, ia sibuk melamun hingga tidak sadar jika suaminya telah selesai mandi
"Hanya menikmati angin, mas belum tidur?"
"Sebaiknya kamu istirahat! Sekarang sudah malam dan angin malam tidak baik untuk kesehatan" Ujar Kevin
Raina berbalik, menatap lekat pria yang telah menikahinya itu "Apa mas mencintai wanita lain?"
Kevin tersentak, ternyata kekhawatirannya benar. Raina mendengar pembicaraan antara dirinya dan Evan
"Kamu mendengar semuanya?" Tanya Kevin ragu, dan anggukan kepala Raina berikan sebagai jawabannya
"Kenapa kamu tidak membatalkan pernikahan ini? Harusnya kamu mempertahankan cintamu kan?"
Kevin membawa pandangannya lurus kedepan "Keselamatan Alanna tergantung pada pernikahan ini, Mama menjadikan Alanna sebagai tawanan"
Sekarang Raina mengerti, pernikahan ini hanya untuk menyelamatkan nyawa wanita yang Kevin cintai
"Lalu bagaimana selanjutnya? Aku tidak ingin dimadu" Ucapan itu tegas, Kevin mengerti, wanita manapun tidak ingin diduakan
"Aku mengerti, aku minta pengertian kamu! Setidaknya untuk satu tahun"
"Maksudnya?"
"Kita akan menikah kontrak, setelah satu tahun kita akan bercerai" Raina terkejut "Aku berjanji tidak akan menyentuh kamu, kamu akan tetap suci saat nanti kamu menemukan laki-laki yang kamu cintai"
Raina menatap pada malam yang gelap, ia mengusap pipi yang ternoda oleh air mata. Rasanya begitu menyakitkan saat pernikahan yang baru saja dibangun pada akhirnya harus berakhir
"Bagaimana?"
"Aku setuju, tapi selama satu tahun aku akan menjalankan kewajibanku sebagai istri!" Kata Raina
"Kamu tidak perlu melakukan semua itu"
"Selama kamu memberikan aku status sebagai seorang istri, maka aku tetap akan menjalankan kewajibanku" Keduanya saling menatap "Tapi aku mohon, selama aku masih berstatus sebagai istri kamu, aku tidak ingin kamu menikahi wanita lain!"
Kevin mengangguk, ia akan menjelaskan tentang ini pada Alanna. Semoga kekasihnya itu akan mengerti
"Terima kasih Rain" wanita cantik itu hanya mengangguk "Kita masuk sekarang!"
Keduanya masuk, seperti biasa, Raina akan tidur di atas ranjang sementara Kevin harus puas dengan tidur diatas sofa. Tidak mungkin juga ia membiarkan seorang wanita tidur di sofa
Kevin bangun dari tidurnya, entah jam berapa sekarang. Istrinya juga tidak lagi berada di kamar
Kevin melihat pakaiannya yang telah disiapkan oleh istrinya. Pria tampan itu masuk kedalam kamar mandi lalu mengenakan stelan jas yang telah disiapkan
Kevin menuruni tangga, bertepatan dengan kedua orang tuanya yang juga baru keluar kamar
"Dimana Raina?" Tanya Cynthia
"Kevin gak tau" Cynthia hanya menggeleng, ia melangkah menuju dapur
Ketiganya tiba diruang makan, mereka terkejut saat disana ada Raina yang masih mengenakan celemek, ternyata wanita itu tengah menyiapkan sarapan
"Raina? Kamu masak?" Cynthia kagum pada menantunya, Raina adalah putri seorang konglomerat. Tapi wanita ini tidak seperti gadis kaya raya lainnya yang hanya minta dilayani
"Raina emang udah biasa, dirumah juga Raina selalu masak" Wanita cantik itu tersenyum, dengan dibantu beberapa pelayan wanita, Raina menatap menu sarapan diatas meja
"Aku buatkan kamu camomile tea, kata bi Yanti kamu suka camomile tea untuk sarapan!" Raina melayani sang suami dan itu membuat kedua mertuanya tersenyum
"Terima kasih"
Raina mengangguk "Aku juga sudah buatkan teh herbal untuk Papa, dan jus apel untuk Mama"
Wanita cantik itu melayani seluruh anggota keluarga "Terima kasih yaa sayang! Mama emang gak salah pilih mantu, iya kan Pah?"
Renaldi tersenyum lalu mengangguk "Iya, Raina ini definisi istri sempurna!" Kata Renaldi "Ayo nak! Kamu juga sarapan!"
Raina duduk disamping suaminya, keempatnya sarapan dengan baik. Kalimat pujian dari kedua mertuanya menjadi pengiring sarapan pertama Raina di keluarga Argantara
Raina bangkit saat Kevin bangun dari duduknya. Ia mengantar suaminya itu hingga ke beranda depan rumah
"Terima kasih karena kamu bersedia untuk ikut dalam sandiwara ini, Rain. Aku berhutang banyak sama kamu" Ujar Kevin saat keduanya tiba diluar rumah
"Aku sudah bilang, selama aku masih menyandang status sebagai istri Kevin Argantara, maka aku akan selalu melakukan kewajiban aku"
Kevin mengangguk, saat hendak berbalik Raina malah menyodorkan tangannya membuat Kevin mengerutkan keningnya
"Maafkan aku, aku lupa transfer uang untuk kamu!" Ucap Kevin seraya menyerahkan ponselnya "Kirimkan nomor rekening kamu!"
"Bukan itu!"
"Lalu?"
Raina tak menjawab, ia raih tangan sang suami lalu mencium punggung tangannya. Perlakukan ini membuat Kevin terkejut, hatinya menghangat saat punggung tangan itu bertemu dengan kulit lembut wanita itu
"Assalamualaikum!"
"Huh?" Kevin tak dapat menyembunyikan kegugupannya, bahkan ia tak menjawab salam yang diucapkan oleh istrinya
"Assalamualaikum mas!"
"Assalamualaikum!"
Raina tersenyum dan itu lagi-lagi membuat Kevin terpaku "Waalaikumsalam!"
"Aku pergi dulu!"
Raina mengangguk, Kevin bergegas masuk kedalam mobil. Detak jantung ini harus segera diatasi
Ia harus sadar, jika yang dihadapannya adalah Raina, bukan Alanna "Sial! Harusnya Raina itu nyebelin biar aku bisa benci sama dia!"
Saat hendak masuk, bertepatan dengan Cynthia yang juga ingin mengantarkan Renaldi yang hendak pergi bekerja
Raina melihat semua yang ayah serta ibu mertuanya itu lakukan, Cynthia mencium punggung tangan suaminya, lalu Renaldi mengecup kening istrinya
Terbesit keinginan agar Kevin juga melakukan hal yang sama. Tapi Raina sadar bahwa pernikahan ini bukan karena cinta, dan tidak akan ada cinta
***
Satu Minggu sudah Kevin mencari keberadaan kekasihnya, Alanna bak hilang ditelan bumi. Kedua orang tuanya juga tidak menunjukkan gerak-gerik seolah mereka mengetahui sesuatu
Sementara itu disebuah unit apartemen, seorang wanita bersiap untuk meninggalkan tempat itu membuat pria yang berada di kamar yang sama seolah tidak rela
"Apa nggak sebaiknya kamu tetap disini, Alanna!" Kata Gerry
Setelah malam itu, Alanna memang tinggal ditempat pria yang menolongnya. Dan satu Minggu terakhir juga keduanya tinggal bersama
"Maafkan aku Gerry, aku hanya tidak ingin kembali terlibat dalam masalah orang kaya seperti kalian" Alanna lelah jika harus kembali berurusan dengan keluarga terpandang