NovelToon NovelToon
Kultivator Sistem

Kultivator Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Perperangan / Fantasi Timur / Transmigrasi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fandi Pradana

Tio tidak pernah meminta untuk mati—apalagi tereinkarnasi dan bangun di dunia kultivasi brutal sebagai Ci Lung di Benua Tianlong.

Dengan tekad sederhana untuk hidup tenang di Lembah Sunyi, ia mencoba menjauh dari sekte, perang, dan orang-orang yang bisa membelah gunung hanya dengan bersin. Sayangnya, sebuah sistem misterius muncul, memberinya kekuatan… sekaligus hutang yang terus bertambah.

Lebih sial lagi, dunia mulai salah paham dan menganggapnya sebagai ahli tersembunyi yang menakutkan—padahal tingkat kultivasinya sebenarnya masih pas-pasan.

Di belakangnya berdiri Gu Shentian, guru di puncak Void Realm yang terlalu kuat untuk dijelaskan. Di sampingnya ada Yan Yu, murid kecil yang terlalu percaya bahwa gurunya adalah legenda hidup.

Ci Lung hanya ingin hidup normal.

Masalahnya…

Setiap kali ia mencoba, langit justru retak duluan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fandi Pradana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kartu Void Realm 10 Menit

Pagi itu terlalu sunyi.

Ci Lung menyadarinya bahkan sebelum dia membuka mata.

Biasanya, ada suara kayu diseret. Suara langkah kecil yang berusaha diam-diam. Atau napas ringan muridnya yang sedang berlatih seperti yang diajarkan.

Hari ini—tidak ada apa-apa.

Kosong.

Ci Lung duduk perlahan. Pandangannya menyapu ruangan.

“Yan Yu?…”

Tidak ada jawaban.

Dia berdiri. Keluar dari bangunan tua itu. Halaman kosong. Kayu bakar masih tergeletak rapi seperti semalam. Jejak kaki kecil terputus di tengah tanah, seolah-olah… menghilang.

Dada Ci Lung terasa sesak oleh sesuatu yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

Bukan takut.

Bukan panik.

Tapi naluri yang tajam dan dingin.

Sesuatu telah diambil darinya.

Dan saat itulah suara sistem muncul.

[Quest Darurat: Selamatkan Murid Anda]

Murid telah diculik oleh entitas tingkat Leluhur Kuno dari Sekte Langit Hitam.

Batas waktu: 10 menit.

Hadiah: Kartu Puncak Dunia — kekuatan melampaui ranah dewa selama 10 menit.

Kegagalan: Murid meninggal.

Untuk pertama kalinya sejak sistem itu muncul dalam hidupnya—

tangan Ci Lung gemetar.

Tanpa ragu, dia menerima.

Dunia… berhenti.

Atau lebih tepatnya—terasa terlalu lambat untuk mengejarnya.

Kartu itu hancur menjadi cahaya dan menyatu ke dalam tubuhnya.

Dalam satu tarikan napas, batas antara dirinya dan dunia runtuh.

Qi bukan lagi sesuatu yang dia serap.

Qi adalah sesuatu yang… tunduk.

Langit di atas lembah retak tanpa suara. Awan berputar membentuk pusaran raksasa. Seluruh benua Tianlong merasakan tekanan yang membuat jantung mereka berhenti berdetak sejenak.

Para leluhur sekte membuka mata mereka serempak.

“Apa itu…?”

Tidak ada yang punya jawaban.

Karena jawaban itu sedang berjalan.

Satu langkah Ci Lung menembus jarak ribuan li.

Dan di dalam aula bawah tanah Sekte Langit Hitam, seorang leluhur kuno sedang menatap anak kecil yang terikat di depan formasi penyegel.

Yan Yu tidak bergerak.

Wajahnya pucat. Napasnya lemah.

Dia telah diinterogasi. Ditanya tentang gurunya. Tentang lembah. Tentang rahasia yang bahkan dia sendiri tidak mengerti.

Ketika dia tidak bisa menjawab, tekanan mental menghantamnya sampai kesadarannya runtuh.

Leluhur itu menghela napas.

“Anak ini tidak tahu apa-apa,” gumamnya.

“Berarti gurunya memang menyembunyikan segalanya.”

Dia mengangkat tangan—

dan ruang di belakangnya… terbelah.

Tidak ada ledakan. Tidak ada kilatan.

Hanya retakan halus di udara.

Ci Lung melangkah keluar darinya.

Mata mereka bertemu.

Untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun, Leluhur Kuno Sekte Langit Hitam merasakan sesuatu yang asing.

Teror murni.

“Kamu—”

Dia tidak sempat menyelesaikan kalimatnya.

Ci Lung sudah berada di depannya.

Satu jari menyentuh dahinya.

Tidak ada teknik rumit. Tidak ada jurus megah.

Tubuh leluhur itu runtuh menjadi debu halus yang bahkan tidak sempat jatuh ke lantai. Ia lenyap, seolah-olah keberadaannya dihapus dari dunia.

Formasi di sekitar Yan Yu hancur tanpa disentuh.

Ci Lung menangkap tubuh kecil itu sebelum jatuh.

Dingin.

Terlalu ringan.

Dan ketika dia melihat bekas tekanan di dahi muridnya, sesuatu di dalam dirinya… pecah.

Suara sistem kembali terdengar.

Sisa waktu Kartu Puncak Dunia: 5 menit

Lima menit.

Ci Lung mengangkat kepala.

Seluruh sekte di atas mereka sudah gempar. Alarm berbunyi. Ratusan kultivator berkumpul di langit, menatap pria yang berdiri di tengah kehancuran aula leluhur mereka.

Tekanan yang memancar darinya membuat ruang bergetar.

Tidak ada yang berani menyerang.

Tidak ada yang berani berbicara.

Ci Lung menatap mereka dengan mata yang tenang—terlalu tenang.

Dia mengangkat satu tangan.

Langit menggelap.

Awan emas raksasa berkumpul di atas Sekte Langit Hitam. Cahaya berbentuk telapak tangan perlahan terbentuk, begitu besar hingga menutupi seluruh wilayah sekte.

Para kultivator jatuh berlutut tanpa sadar. Bukan karena dipaksa.

Tapi karena jiwa mereka menolak berdiri di hadapan sesuatu sebesar itu.

Suara Ci Lung menggema, tidak keras, tapi mencapai setiap sudut benua.

“Leluhur kalian yang salah.”

Telapak cahaya itu bergetar.

“Dia begitu bodoh hingga mengganggu waktu damaiku serta berani menculik muridku.”

Udara retak. Gunung-gunung di sekitar sekte mulai runtuh hanya karena tekanan.

Air mata mengalir di wajah banyak kultivator. Bukan karena sedih.

Tapi karena tubuh mereka tidak mampu menahan kehadiran itu.

Mata Ci Lung dingin.

“Jika kalian memang berani melawanku…”

Telapak Buddha turun perlahan.

Waktu terasa membeku.

“Majulah seisi benua—tidak… satu dunia.”

Telapak itu menyentuh tanah.

Tidak ada ledakan.

Hanya cahaya.

Dan ketika cahaya itu menghilang, Sekte Langit Hitam… tidak ada lagi.

Bukan hancur.

Bukan terbakar.

Hanya sebuah dataran kosong yang halus, seolah-olah sekte itu tidak pernah dibangun.

Suara Ci Lung menjadi bisikan terakhir yang menggema di dunia.

“Bahkan jika dewa mengganggu tidurku… aku akan memusnahkan para dewa.”

Tekanan itu lenyap.

Langit kembali normal.

Ci Lung berdiri sendirian di tengah kehampaan, memegang muridnya yang masih pingsan.

Dia menatap wajah Yan Yu.

“…Maaf,” bisiknya pelan.

Lalu dia melangkah.

Dan dalam satu kedipan mata, mereka kembali ke lembah.

Sisa waktu habis.

Kekuatan yang melampaui dewa menghilang seperti mimpi.

Yang tersisa hanyalah seorang pria sederhana dengan napas berat dan tangan yang sedikit gemetar.

Di seluruh benua Tianlong, tidak ada satu pun sekte yang berbicara hari itu.

Tidak ada yang berani menyebut nama lembah.

Karena sekarang mereka tahu satu hal dengan pasti:

Legenda itu bukan sekadar cerita.

Dan kemarahan Penunggu Lembah… adalah batas yang tidak boleh disentuh.

1
Arifinnur12
Udah aku kasih kopi tor updet yang banyak dong😄
Tio Da Vinci: Wah makasih yaaa😄
total 1 replies
Arifinnur12
Thor author up thorr up up upp tanggung banget ah, aku kasih kopi nanti biar semangat🤣👍💪
Tio Da Vinci: sabar sabar saya juga manusia😭
total 1 replies
Shelia_:3
Sumpah si ini bagus menurut aku, novelnya murim tentang ritme, tentang ketenangan yang lebih nakutin daripada perang, kebanyakan salah paham juga😭, terus buat kalian yang baca tapi kesannya monoton, tunggu sampe kalian masuk ke bab 20 an seru banget disitu Ci lung jadi op anjay😭
Dan kalo boleh jujur,
Kalau authornya konsisten pakai gaya ini, ini bisa jadi ciri khas yang beda dari pasar murim mainstream, aku bakal lanjut baca.
Inget thor aku bakal jadi salah satu pembaca yang marah kalo Yan yuu kenapa-kenapa😠
Tio Da Vinci: Makasih yahh😊🕊
total 1 replies
Arifinnur12
Mungkin authornya lagi pusing🤣, saya udah baca yang bab 13 atau berapa tadi yan yu udah naik kultivasinya ke layer 3, terus pas baca bab 15 ini tetep di layer ke 2 atau keberapa gitu, semangat thor ceritanya bagus😄👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!