Zahra Aulia, putri Lili Kirana, tumbuh dengan dendam setelah ibunya meninggalkannya di hari ulang tahunnya yang ke-5. Lili dipaksa menikah dengan Bara Hendra, tapi akhirnya ditinggalkan. Zahra diusir keluarga Hendra dan berjanji membalas dendam. Dia mendekati tuan muda Henderson, orang terkaya dan kejam, untuk perlindungan dan balas dendam. Tapi, apakah dia bisa menaklukkan hati Henderson dan mencapai tujuannya?"
mendekati tuan muda Henderson bukan lah sesuatu yang gampang, selain kejam dia juga tidak suka wanita yang sengaja datang karena tujuan tertentu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Roha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perdana bertemu keluarga Hendra
selesai makan , Nevi membantu ibunya membersihkan piring piring kotor.
" biar ibu saja. Kamu mendingan duduk dulu, tenangkan hati dan pikiran. "
" baik Bu " Nevi melangkah keluar rumah dan duduk di kursi bambu yang dibuat nya sendiri. Karena kekurangan biaya dan tidak mempunyai uang , Nevi membuat kursi sendiri dari bambu.
Penghasilan ibu nya dan dia tidak mampu membeli perlengkapan rumah yang layak.
Nevi menengadah melihat langit yang hanya ada satu bintang yang bersinar.
" lili , aku yang salah. Seandainya aku sudah mapan pasti akan di setujui oleh ayah mu, dan kita pasti akan bersama. Semoga saja kita bisa bertemu kembali. "
Nevi masuk kembali di dalam rumah.
" Bu , malam ini kita persiapkan barang barang yang akan kita bawa di kota. Supaya tidak terburu-buru besok. "
" iya nak. "
Malam itu Nevi dan ibunya menyusun baju dan perlengkapan yang lainya di dalam tas yang lumayan besar, maklum tidak ada koper tempat baju baju itu .
......................
Mobil yang membawa lili berhenti di depan gerbang rumah. Lili langsung turun dan berlari ke kamar nya.
" kalian , kesini...! " ayah nya lili memanggil anak buahnya .
" iya tuan . "
" kalian balik ke rumah kumuh laki laki itu. Bilang padanya agar segera meninggalkan tempat itu kalau tidak mereka akan tau akibat nya..! "
" baik tuan ."
Pak Setyo masuk kedalam rumah sedangkan anak buahnya berbalik kembali menghampiri Nevi dan ibunya untuk mengancam mereka.
Pak Setyo mengetuk pintu kamar lili yang terkunci.
Didalam kamar, lili sedang menangis.
TOK....! TOK...!
" buka pintu nya atau ayah akan paksa pekerja rumah untuk membuka nya..?! " teriak pak Setyo dari luar rumah.
lili mengusap airmata nya, lalu membuka pintu kamar nya.
" ada apa ayah..? Kenapa ayah suka sekali berteriak..? lili malu ayah ...! "
" apa kamu bilang..? Kamu malu...?! . Justru ayah begini supaya hidupmu tidak dipermalukan dimasa depan...! , kurang ajar sekali kamu ngomong sama ayah begitu. Menurut mu ayah ini malu maluin...?! Hah...?! "
" ayah bukan begitu maksud lili. Kalau ada yang mau ayah bicarakan, ayah gak usah teriak teriak begitu. Malu didengar orang lain , dirumah ini bukan hanya lili dan ayah yang tinggal, tapi ada pekerja pekerja rumah. "
" terserah saya mau teriak teriak, mau jungkir balik pun tidak ada urusan mereka...! ini rumah saya, jadi suka hati saya...! Kamu gak usah banyak omong ya, sekarang kamu siap siap kita akan ke cafe Kana untuk membahas pertunangan dan acara pernikahan..."
lili terdiam dan tidak menjawab, kepalanya menunduk dan tidak berani menatap ayah nya.
" ayah akan tunggu 15 menit. Jika kamu tidak siap dalam waktu itu ,maka jangan salahkan ayah jika saya akan melakukan sesuatu kepada laki laki idaman mu itu...! " pak Setyo meninggalkan lili yang masih berdiri di luar pintu.
" baik ayah ,tapi jangan buat mereka dalam masalah..." ujar lili yang masih didengar oleh ayah nya.
Lili masuk kedalam kamar , dia asal memilih baju dan bahkan memakai celana, agar keluarga Hendra tidak suka padanya dan membatalkan pertunangan itu.
" keluarga Hendra itu ,pasti Keluarga yang sangat memperhatikan penampilan. Saat Melihat saya berpakaian begini, Apalagi pake celana ginian mereka pasti malu dan menolak saya menjadi menantu mereka. "
selesai mandi lili memakai baju kaos dan celana jeans , wajahnya dibiarkan nya tanpa polesan make up sedikit pun . Bibirnya putih belum di kasi lipstik.
terlalu lama menangis membuat kelopak matanya bengkak. Rambut nya sengaja nya di gulung , tanpa disisir.
Penampilan lili malam ini seperti gembel yang bahkan tidak memakai tas , dan hanya memegang handphone nya saja.
Lili keluar dari kamarnya dan menghampiri ayahnya yang duduk di ruang tamu menunggu nya.
Semenjak ibunya selingkuh dengan laki laki lain , disitulah ayah nya mulai berubah menjadi kejam, bahkan lebih mementingkan uang dari pada dia.
" ayah , lili sudah siap. Ayo berangkat. "
Ayah nya Melihat penampilan lili dari ujung kaki hingga kepala.
" anak ini benar benar sengaja tidak berdandan. Agar keluarga Hendra membatalkan perjodohan nya. " gumam pak Setyo dalam hati .
" ayah , ayo berangkat. Tadi terburu buru sekali. Kenapa sekarang malah mengulur ulur waktu..? "
Pak Setyo tersenyum lalu mendekati Clara.
" menurut mu penampilan mu ini bagus..? "
" iya , emang apa yang salah..? " ujar lili
" kamu sengaja mempermalukan ayah..? Hah...?! . Ganti baju ini , sudah tau acara pertunangan malah memakai celana dan baju kaos. kamu kira ayah gak tau tujuan mu memakai ini semua..? Kamu sengaja biar keluarga Hendra membatalkan perjodohan kan..? kamu memang pintar sekali, tapi ayah lebih pintar dari kamu..! "
" ayah , nanti kita terlambat. Kenapa baju dan celana yang saya pakai harus diganti..? Ini sudah bagus kok..." ujar lili lalu masuk kedalam mobil tanpa disuruh dan dipaksa lagi.
" keluar gak ..?! , ganti baju itu ..! Jangan permalukan ayah di depan keluarga Hendra.."
karena lili tidak juga keluar. Pak Setyo menarik tangan nya .
" ayah , lepaskan. Tangan lili sakit..."
" makanya nurut...! , cepat ganti baju itu ..."
lili menunduk dan kemudian menganggukan⁸ kepala nya. Di dengan sedikit berlari langsung membuka pintu kamar nya kembali dan mengganti pakaian nya. Kali ini dia sedikit rapi karena yang di pakai nya adalah gaun warna cream.
Lili kembali lagi .
" sudah ayah , lili sudah siap.."
" rambut mu itu sudah Kamu sisir atau belum sih..? , cepat bagus kan rambut mu itu lili...! "
" iya , iya pak. "
Lili Kembali lagi ke kamarnya dan menyisir rambut nya. Dia mengikat rambut nya yang panjang itu dengan karet gelang tanpa ada pita .
" sudah ayah . "
" huh...! , penampilan nya saja mesti harus dibilang bilang..! ayo masuk ...! "
Lili mengikuti perintah ayahnya dan masuk kedalam mobil .
ayah dan lili satu mobil menuju cafe Kana , tempat
pertemuan nya dengan keluarga Hendra .
Di sepanjang perjalanan menuju cafe Kana , lili berdoa dalam hati agar pertemuan membahas perjodohan itu dibatalkan saja.
" YA TUHAN, SEMOGA SAJA PERJODOHAN INI DIBATALKAN. SEMOGA SAJA KELUARGA HENDRA TIDAK SUKA DENGAN SAYA . SAYA TIDAK MAU MENJADI MENANTU KELUARGA HENDRA ..."
" dengar ya lili , jangan sampai kamu menolak perjodohan ini. Dan , ingat satu hal lagi ayah mau kamu menghormati keluarga Hendra dan tidak berbuat macam macam. Jika kamu berani membatalkan perjodohan dan melakukan kesalahan satu pun , jangan harap ayah akan memaafkan mu. Dan ayah akan pastikan laki laki idaman mu itu akan saya siksa dan tidak akan mempertemukan kalian lagi. " ujar pak Setyo dengan serius.
" jangan ganggu mas Nevi ayah. Lili janji akan menyetujui perjodohan ini dan tidak berani membatalkan nya "
" baguslah , kata kata mu akan ayah pegang. Jangan sampai mengingkari nya..! "