Terbangun tanpa ingatan dan identitas yang tercatat, Ezra mengandalkan sistem aneh untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Sejak saat itu dia mulai berinteraksi dengan hantu, melakukan penebusan untuk mereka, dan menciptakan berbagai kisah aneh yang abadi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2 - Penemuan Mayat
"Aku tahu."
"Aku berharap dimakamkan dengan layak. cincin yang aku beli saat itu, aku ingin memberikannya pada kekasihku. Aku juga berharap agar dia bisa memulai hidup baru. Selama dua tahun ini, aku melihatnya terus menunggu kabarku. Setiap beberapa minggu, dia selalu ke kantor polisi untuk mencari keberadaanku, meskipun mungkin dia sudah menebak bahwa aku telah tiada."
John berkata setelah memikirkannya.
"Bagaimana dengan orang tuamu?" Ezra memikirkan hal ini dan akhirnya bertanya.
"Aku melihatnya, keduanya menerima kepergianku dengan tenang. Saat aku menjadi polisi kriminal, mereka sudah siap untuk kehilanganku, cukup agar mereka tahu keadaanku dan mengurus pemakamanku." Ekspresi wajah John sangat tenang saat berbicara, namun suaranya yang bergetar tidak dapat menyembunyikan kegelisahannya. Selain itu, bagaimana mungkin orang tua benar-benar bisa tenang saat menghadapi kematian putra tercinta mereka? Ketenangan itu hanyalah topeng belaka.
"Nanti, aku akan membantumu pamit pada orang tua dan kekasihmu." Ezra akhirnya mengambil keputusan ini.
John membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu tapi akhirnya mengurungkan, dia tahu bahwa orang tuanya tidak pernah tenang, hanya saja dia tidak berani bertemu mereka, tapi memang tidak sopan jika dia pergi tanpa pamit.
"Dimana tempat itu? Aku akan kesana sekarang."
"Baiklah, aku akan mengantarmu." Meskipun hantu tidak lagi bernafas, John menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya, angin dingin segera menyelimuti ruangan, membuat Ezra bergidik.
"Kamu bisa pergi? Tidak takut matahari?" Ezra bertanya dengan penasaran, dia toh tidak tahu apa-apa soal hantu.
"Jangan khawatir, hanya hantu jahat yang takut pada sinar matahari, aku tidak jahat, jadi aku tidak takut." John menjelaskan, dia juga menceritakan pada Ezra beberapa pengalamannya setelah menjadi hantu.
Ternyata hantu dibagi menjadi beberapa jenis, kebanyakan hantu adalah hantu jahat yang hanya bisa aktif setelah matahari terbenam, namun ada juga banyak hantu baik, mereka bisa aktif kapan saja.
Dia juga menceritakan tentang hantu pendendam, hantu bunuh diri dan jenis hantu lainnya, menambahkan pengetahuan aneh yang mungkin dapat berguna nanti, lagipula sistem miliknya membuat ia akan sering berinteraksi dengan hantu.
Lokasi yang dituju ternyata cukup jauh, jadi Ezra memesan taksi. Untuk biayanya, jangan khawatir. Rhea, putri keluarga kaya yang entah bagaimana menjadi polisi itu memberikan banyak uang pada Ezra, yang cukup untuk ia gunakan selama satu atau dua bulan.
Setelah sampai di lokasi, John memberitahu Ezra bahwa pengedar narkoba itu cukup punya adab, anehnya mereka menguburkan mayatnya dengan sopan, bahkan tidak mengambil harta bendanya, sehingga dompet, ponsel serta cincin miliknya dikuburkan bersama.
"Tunggu... Tapi bagaimana caraku agar terlihat masuk akal saat menemukan mayatmu dan melaporkannya pada rekan polisi?" Ezra menyadari masalah utamanya.
Ezra dan John terdiam, saling bertatapan, saling mengedipkan mata, jatuh pada perenungan mendalam mencari makna kehidupan.
"Kalau tidak... Bilang saja itu kamu yang memberitahuku?" Ezra memunculkan ide aneh ini.
"Ya?! Itu saja! Kamar yang kamu tempati adalah kamarku saat itu, aku kebetulan tinggal sendiri. Juga, sejak aku menghilang, kamar itu selalu dibiarkan kosong, kamu adalah orang pertama yang tinggal disana, bilang saja itu aku yang memintamu datang lewat mimpi atau semacamnya." Mata John berbinar, buat apa repot-repot memikirkan alasan ini dan itu, alasan paling bodoh adalah yang paling bisa digunakan saat ini.
Sistem : [.....] Kalian manusia sungguh unik.
"Kalau begitu, tunggu hari semakin gelap untuk menambah suasana." Ezra berkata pada John, dua orang yang dipisahkan oleh hidup dan mati ini sebenarnya punya sirkuit otak yang sejenis, sayangnya, mereka sebenarnya sangat cocok menjadi sahabat karib.
Akhirnya Ezra berjalan-jalan ke lingkungan sekitar. Meskipun dua tahun telah berlalu, John tetap saja sering berjalan-jalan dan akrab dengan lingkungan di sekitar tempat kematiannya. Jadi, dia mulai menjadi pemandu yang memperkenalkan ini dan itu pada Ezra.
Saat matahari terbenam, Ezra mulai menggali di lokasi yang ditunjukkan John, alat untuk menggali dia dapatkan di lokasi sekitar, kebetulan dia menemukannya saat berjalan-jalan.
Ezra menggali cukup lama, hampir satu jam berlalu sampai dia mulai mencium aroma tak sedap, tidak yakin apakah itu hanya efek psikologis semata.
John berkata bahwa mayatnya tidak dikubur terlalu dalam, dia juga merasa bahwa sedikit lagi mayatnya dapat muncul.
Saat tulang putih itu terlihat, Ezra menghentikan penggalian, dia memutuskan untuk menelpon polisi sekarang, membiarkan polisi yang melanjutkan kerja kerasnya.
Sekitar dua puluh menit kemudian, mobil polisi muncul, yang datang adalah wajah-wajah familiar, ada kapten Yudha, Rhea dan polisi lainnya.
Rhea menghampirinya dengan cepat, dia tidak melihat lubang yang digali Ezra, tapi memutar-mutar tubuh Ezra, memastikan bahwa tidak ada yang salah dengan tubuhnya.
"Apa yang sebenarnya kamu lakukan?" Kapten Yudha juga datang, dia menggunakan tangannya untuk memberi isyarat pada polisi lainnya untuk melanjutkan penggalian. Dia sebenarnya lebih penasaran mengapa pemuda misterius yang tidak tercatat identitasnya ini, pada hari pertama setelah meninggalkan rumah sakit, justru menggali mayat.
Ezra memutar matanya diam-diam dan akhirnya menceritakan setengah kebohongan dan setengah kebenaran yang telah ia latih seharian dengan begitu fasih.
"Saat aku tidur siang, aku bermimpi bertemu seorang polisi, nama polisi itu Karl John." Hanya kalimat pembuka itu, tubuh beberapa polisi yang mendengarnya segera berhenti dengan kaku, diam-diam merasakan hawa dingin berhembus.
Kapten Yudha juga terdiam, dia memberi isyarat untuk melanjutkan.
"Dia menceritakan padaku pengalaman kematiannya, setelah dia membeli cincin hari itu dia.... "
"... Dan begitulah karena tidak tenang, aku akhirnya datang untuk memastikan, siapa tahu memang ada mayat disini. "
Beberapa polisi sejak tadi berhenti menggali, mereka yang mengenal John lah yang berhenti, sementara yang tidak mengenal hanya bisa melanjutkan menggali dengan kebingungan.
"Jadi maksudmu, John memintamu untuk menggali mayatnya, lalu memberi penguburan yang lebih layak, dan memintamu untuk memberikan cincin yang dia beli saat itu pada kekasihnya?" Rhea mengulangi dengan rasa tidak percaya, dia kebetulan mengenal John, hari John resmi menjadi polisi adalah hari dia memulai magangnya.
"Percaya tidak percaya, jika mayat ini memang John, lakukan saja sesuai apa yang dia minta." Kapten Yudha mengambil keputusan, tangannya menurunkan pinggiran topi polisi untuk menutupi sebagian ekspresinya, tangannya mengepal erat, dan garis urat muncul di lehernya, sepertinya dia menahan amarah.
Lagipula dia adalah pemimpin, John adalah bawahannya. Mengetahui berita kematiannya, meskipun hal ini sudah ditebak sejak lama, tetap saja terasa tidak nyaman, terlebih mengetahui bahwa John tewas saat bertemu dengan geng pengedar narkoba.
Saat mayat itu akhirnya berhasil digali, polisi juga menemukan ponsel yang sudah rusak, dompet berisi uang dan kartu Identitas John, termasuk kartu kerjanya, lalu mereka juga menemukan cincin berlian itu, yang masih mempertahankan kilaunya.
Mereka terdiam, dipenuhi amarah pada kelompok pengedar narkoba yang telah membunuh rekan mereka. Dan juga kesedihan, terutama saat melihat cincin itu.
Beberapa dari mereka mau tak mau mengingat seorang wanita yang setiap beberapa minggu selalu datang mengunjungi kantor polisi, menanyakan keberadaan John, masih berharap bahwa kekasihnya hidup di luar sana, berharap bahwa John hanya sedang menjalankan misi rahasia atau sejenisnya, tapi sayang, polisi juga tidak tahu.
Lebih dari dua tahun ini, mereka juga tidak pernah berhenti mencari petunjuk, mereka tahu bahwa John membeli cincin, mereka juga tahu bahwa John hilang disekitar sini, sayangnya CCTV masih kurang dan mereka masih kehilangan jejak.
... Jangankan John, mereka juga kehilangan jejak para pengedar narkoba itu.
Lagipula tidak ada yang pernah menyangka bahwa mayat itu akan dikuburkan tanpa mencoba untuk dibuang, disembunyikan atau dihancurkan.