When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wake up!
Dimana.. Aku.. ?
Gelap. Hampa. Tubuh Kai terasa sangat ringan. Mengambang tidak jelas tanpa tahu arah tujuan.
Ah.. Sensasi ini.. Sama seperti dulu.. Ketika Dewa Astraezas pertama kali datang dan memberikan berkahnya..
Suara derap langkah kaki mendekat. Menghentikan pergerakan tubuh Kai yang mengambang tidak beraturan diudara.
...Bocah.. Lagi-lagi memaksakan diri....
Siluet tubuh pria dewasa, tinggi sekitar 2 meter berdiri didepannya. Wajahnya masih tidak terlihat, namun bentuk tubuh Dewa itu mulai terlihat.
Dewa Astraezas? Apa itu kau?
...Ya.. Ini aku. Kai Jhoven.. Selalu saja.. Masih kecil tapi seberani itu berdiri dalam wilayah beracun milik Jörmungandr tanpa perlindungan anti racun.. Bahkan Orang normal tidak akan bisa bertahan lebih dari sedetik tanpa proteksi apapun. Ketahanan fisikmu perlu diapresiasi....
Terima kasih pujiannya Azas.. Tapi bisakah kau mengirimkan kesadaranku kembali? Aku tidak ingin membuat yang lainnya khawatir.
...Bodoh! Justru karena tubuhmu masih belum pulih total makanya kesadaranmu ku pindahkan kesini. Apa kau tidak penasaran kenapa bisa melihat siluet tubuhku padahal sebelumnya tidak?...
Wah benar juga.. Sebelumnya aku hanya bisa mendengar suaramu saja, tapi sekarang aku bisa melihat siluet tubuhmu.. Apa kamu sudah tidak introvert ?
...Berhenti dengan gurauan basimu, kau bisa melihatku karena tingkat energi spiritualmu telah berkembang pesat sejak awal pertemuan kita. Dari yang awalnya kamu hanya bisa menggunakan Zeno Distance, sekarang kamu bisa mengembangkan kekuatanku dengan fleksibel seperti Zeno Steps dan Zeno Punch. Namun perjalananmu masih panjang. Saat ini kamu hanya membuka 25% dari keseluruhan potensi kekuatanku. Apa kamu sudah puas?...
Tentu saja tidak! Aku akan menyerap dan membuka semua potensi kekuatanmu.. Bahkan aku akan melebihinya!
...Bara yang bagus. Selama berada didalam dimensi ini, aku akan melatihmu. Energi spiritual, penggunaan jurusku yang benar, terutama fisikmu. Kau hampir kehilangan penglihatanmu karena menggunakan Zeno Steps tanpa buff milik Bella kan? Sebenarnya bisa saja menggunakan kekuatanku tanpa buff tapi fisikmu harus benar-benar kuat Kai. Kekuatanku menuntut tubuh yang bugar, kuat, dan terlatih dalam pelatihan keras ribuan tahun....
Ribuan tahun?!? Aku bahkan tidak yakin bisa hidup sampai umur 100.. Apa itu berarti kekuatanmu sebenarnya tidak cocok untuk dipakai dalam tubuh manusia yang fana ini?
...Benar. Aku sudah cerita kepadamu kan. Kamu adalah manusia pertama. Bukan karena aku sombong tidak mau berbagi berkah. Tapi dewa primordial sepertiku memang dirancang untuk membangun alam semesta saja, bukan membantu keseharian manusia. Tubuh manusia yang fana tanpa keilahian tidak akan mampu menahan kekuatan hukum distorsi ruang dan jarak....
Jika semua manusia tidak cocok denganmu maka.. Kenapa aku bisa? Kenapa aku bisa cocok?
...Karena kamu adalah salah satu kunci. Kunci kemenangan kita melawan Khae’Thuun....
Tunggu.. Aku adalah kunci? Dan musuh kita adalah Dewa Khae’Thuun yang disembah oleh seluruh negeri Khanox ini?? Apa yang sebenarnya terjadi sih..
...Aku tidak bisa menceritakannya lebih lanjut. Yang terpenting sekarang adalah melatihmu. Sejak kau terbaring dikasur, Given telah menjadi Hunter S dan ia terus berlatih keras. Ayo jangan mau kalah! Ujian masuk akademi savior sudah didepan mata....
Ya, ayo latih aku, Azas! Setidakya aku akan menguasai 40% kekuatanmu setelah pelatihan ini.
1 hari didunia nyata \= 10 tahun dalam Dimensi Azas.
Pelatihan keras dimulai. Dalam dimensi itu Kai dilatih sangat keras oleh sang Dewa.
Perlahan tingkat penguasaan kekuatannya bertambah.
25%
27%
30% [Tahun ke-1000]
Kai mulai bisa melihat warna Dimensi itu. Tanah yang terasa berbeda dari yang ada dibumi. Udara yang sangat segar, kaya akan energi spiritual. Roh-roh hewan sihir berukuran kecil melayang mengitari kakinya. Suara air terjun yang deras, kicauan burung yang tampak asing. Semua itu menghiasi pendengaran Kai.
...Apa kau mulai bisa melihatnya Kai?...
Ya.. Meskipun belum semuanya terbuka dengan jelas sih.. Tapi aku mulai bisa merasakan atmosfer Dimensi ini yang sangat menakjubkan !
Sang Dewa tersenyum, Akan ada lebih banyak pemandangan Indah ketika kamu membuka 100% kekuatanku. Berjuanglah Kai !
Dengan bersemangat, Kai kembali mengangkat batu seberat 1 Ton dipunggungnya dan berlari naik turun pegunungan setinggi 6000mdpl. Disaat ia menaiki gunung itu, Kai juga dipaksa untuk selalu mengaktifkan Zeno Distance dan menggunakan Zeno Steps sesering mungkin.
Dari kejauhan, Astraezas menyerang Kai dengan brutal. Dan Kai diwajibkan bertahan dari serangan itu sembari membawa batu besar dipunggungnya. Belum lagi banyak monster sihir didalam hutan pegunungannya yang ikut campur.
...Tidakkah itu terlalu berlebihan zas?...
Seorang Dewi muncul, Elythra.
Tidak. Ini masih ringan dibandingkan latihanku dulu.
Elythra menggelengkan kepalanya. Kita tidak bisa membandingkan tubuh Dewa dan manusia yang fana zas..
Astraezas tertawa kecil, Mau bagaimana lagi, dia harus menjadi lebih kuat untuk bisa berguna bagi kita kan.
Jahatnya.. Jangan gunakan bahasa seperti itu pada manusia yang kau pilih dong.
Hm.. Mungkin kau benar. Bagaimana keadaan Dewa/Dewi lainnya? Sudah menemukan manusia kunci yang ada dalam penglihatan takdirmu?
Belum semua sih, sejauh ini masih ada 4.
Kai Jhoven. Sang anak yang dibuang langit.
Given Rhaos. Sang pewaris berkah Solmeryn.
Sei Jhoven. Cucu dari Garo Jhoven.
Selina Khan. Teman masa kecil Kai.
Astraezas terkejut, Jadi Selina itu selamat dari tragedi Mooire?
Ya.. Dia dan keluarganya selamat. Saat ini mereka tinggal di Ibu Kota.
Menarik.. Masih kurang setidaknya 4 lagi ya?
Penglihatan takdirku selalu berubah-ubah zas. Tidak pernah ada angka pasti dari berapa jumlah kunci dimasa depan.. Yang pasti dari bayangan yang kulihat ada lebih dari 5 orang.
Baiklah, cukup informasinya.. Lanjutkan pekerjaanmu Elythra.
Elythra kembali pada pekerjaannya, sementara Astraezas melanjutkan pelatihan keras Kai.
Kembali menuju dunia manusia, sudah 1 bulan berlalu semenjak terakhir kali Given menjenguk Kai.
"Sudah 4 bulan totalnya dia terbaring.. Tidak ada tanda-tanda kesadarannya kah? Bang Raamez?
Given kembali mengunjungi Kai yang terbaring.
Raamez hanya bisa menggelengkan kepala.
"Kai tolong cepatlah sadar.." Ingrid juga hadir , ia menggenggam tangan Kai.
"Kita masih belum main perang bantal Kai.." Lanjut Bella.
Semuanya terdiam. Merenung. Giovanni sang pemilik serikat hunter melihat dari kejauhan bersama Cassandra.
Dikala semuanya menunduk, merasa sedih. Sebuah pergerakan terjadi.
"Bodoh.. Akulah yang akan memenangkan perang bantalnya.."
Kai terbangun.
*Hug!
Tanpa pikir panjang, Ingrid langsung memeluk tubuh Kai.
"KAAIIII !!!"
Teriak dan sorakan itu menggema diseluruh bangunan. Suatu mukjizat telah terjadi.
"Kaii.. Akhirnya... Maafkan aku Kai, karena melepaskan Buffku padamu.." Bella menangis dipundak Kai.
"Akulah yang menyuruhmu Bell, jangan menyalahkan dirimu sendiri ya.. Aku tidak ingin kamu terluka saat itu." Balas Kai.
Namun ada yang aneh. Rambut hitam Kai berubah warna menjadi putih.
"Kai? Rambutmu.. Kenapa memutih?" Tanya Given terkejut.
"Wah iya, aku juga baru sadar. Kai, apa yang terjadi?" Tanya Raamez.
Sepertinya ini efek latihan selama 1300 tahunku didalam dimensi Astraezas.. Gumam Kai dalam hatinya.
"Eh.. Entahlah.. Mungkin karena paparan racun Jörmungandr? Baru berefek sekarang?"
"Wah bisa jadi sih ! Tapi tubuhmu gapapa kan Kai !?" Bella penasaran dan mulai menyentuh beberapa bagian tubuh Kai.
Mukanya memerah, Bella tersipu malu.
"Ada apa Bella?" Tanya Ingrid.
Bella menutup mukanya dan menunjuk-nunjuk perut Kai.
Ingrid pun langsung memeriksanya.
*Plak!
Ingrid menampar Kai karena reflek. Pipinya juga memerah.
"Sejak kapan kamu jadi berotot seperti itu Kai!? Mana membiarkan Bella menyentuhnya lagi ! Dasar mesummm!" Ucap Ingrid memalingkan pandangan.
"Heh.. Kan Bella mau periksa tubuhku.. Bukannya lebih baik menyentuh kulitnya langsung..?" Ucap Kai sambil menggosok gosok pipinya yang terkena tamparan Ingrid.
"T-TAPII !!"
Belum selesai berbicara, Given memotong, "Wah beneran.. Sejak kapan kamu berolahraga Kai? Bukannya kamu selama 4 bulan ini terbaring dikasur? Bagaimana bisa mempertahankan tubuhmu ini?"
Meski malu, Ingrid dan Bella juga penasaran dengan penjelasan yang akan Kai berikan. Mereka pun kembali mendekat meskipun sambil membelakangi Kai.
"Jadi..."
Kai pun menceritakan kebenarannya. Bagaimana kesadarannya berpindah ke alam lain semenjak dirinya pingsan di Kota Hallenmark. Sejak saat itu ia berlatih keras dibawah bimbingan Dewanya. 1300 Tahun. Dan hasil latihannya dialam sana tetap dapat terhubung dengan tubuh fisik dibumi. Itu menjelaskan fenomena yang dialami Kai.
Semuanya terdiam, sedikit ragu. Cerita Kai terdengar seperti bualan anak TK.
"Begini ya kawan.. Aku tidak meminta kalia semua untuk mempercayai ceritaku, oke? Tapi-"
"WAH KEREN BANGET !! BAGAIMANA SUASANA DIALAM SANA KAI?!"
Seperti biasa kepolosan dan rasa penasaran Bella membuatnya lupa kejadian yang baru saja terjadi.
"WOOO, Jadii disana ituu yaa, ada..."
Kai dengan senang hati menceritakan pengalamannya pada teman-temannya. Dan kini kesedihan telah berubah menjadi canda tawa.
Saat ini, Potensi kekuatan yang telah dibuka Kai : 45%