Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, tidak ada sedikitpun pembicaraan antara Azelva dan Kellano. Keduanya sama-sama bungkam, namun tidak ada yang tahu apa yang kedua orang itu pikirkan dalam hatinya.
Kellano terlihat beberapa kali mencuri pandang pada wanita yang duduk di sampingnya itu. Banyak pertanyaan muncul dalam benaknya. Namun Kellano terlalu malu untuk menanyakannya.
Apa yang terjadi dengan Azelva?
Jadi, Azelva adalah seorang Nona muda?
Sejak kapan Azelva kembali ke Indonesia?
Pertanyaan itu bak kaset kusut yang terus berputar di kepalanya. Namun, sampai keduanya tiba di pelataran rumah sakit, Kellano tak kunjung juga mendapatkan jawabannya.
"Aku bisa jalan sendiri," ucap Azelva. Wanita itu menolak saat Kellano bersiap untuk menggendongnya masuk ke dalam rumah sakit.
Namun, Kellano tidak menggubris ucapan wanita cantik itu. Dia tetap menggendong tubuh Azelva dan membawanya ke ruang IGD. Kellano bahkan menolak saat perawat menawarkan brankar untuk membantunya.
Saat menuju ke ruang IGD, Kellano tidak sengaja berpapasan dengan Mommy Yumna. Wanita paruh baya itu terlihat khawatir menatap ke arahnya.
"Kellan---"
"Maaf, Mom. Aku belum sempat bertemu wanita itu," ucap Kellano memotong ucapan Mommy Yumna. "Tapi, aku janji akan mencari wanita itu setelah mengetahui keadaannya," tambahnya sambil melirik Azelva yang berada dalam dekapannya.
Kellano pun kembali melangkahkan kakinya setelah sebelumnya sempat terhenti karena Mommy Yumna yang menghalanginya.
Sementara Azelva tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun, sejak tadi wanita cantik itu terus memejamkan matanya. Azelva merasakan rasa perih yang semakin menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Dokter, tolong obati dia. Jangan sampai ada infeksi sekecil apa pun!"
Ucapan Kellano terdengar begitu mengkhawatirkan Azelva. Namun tidak demikian dengan wanita yang sedang dalam perawatan itu. Azelva terlihat berdecih melihat sikap Kellano yang sok perhatian itu.
Jangan kamu pikir aku akan terharu dengan semua kebaikan mu. Tidak akan. Aku tidak akan tertipu lagi dengan semua kebohonganmu, batin Azelva.
Wanita cantik itu tidak sedikitpun menatap Kellano. Bahkan saat pria itu keluar, Azelva justru sengaja memalingkan wajahnya.
Azel, apa kamu membenciku? Batin Kellano.
Kellano mengusap wajahnya dengan kasar, ia sangat sadar perbuatannya pada Azelva di masa lalu sudah keterlaluan. Pantas saja wanita cantik itu begitu membencinya.
Sebenarnya, Kellano ingin menjelaskan semuanya pada Azelva, hanya saja ia sedang menunggu waktu yang pas. Kellano ingin lebih dulu menyelesaikan urusannya dengan Regita.
Namun, baru-baru ini fakta tentang Arlend memaksa Kellano harus menunda niatannya itu. Pria tampan itu memilih untuk fokus merawat putranya. Apalagi, sejak kepergian Regita yang tidak tahu diri itu, membuat Kellano harus berperan sebagai orang tua tunggal untuk putra semata wayangnya itu.
"Kellan, dia kenapa?"
"Mom, bikin kaget aja!" Kellano mengusap dadanya dengan kasar. Ia nyaris saja terkena serangan jantung. Kehadiran Mommy Yumna itu benar-benar mengejutkannya. "Mommy kenapa di sini? Siapa yang jaga Arlend?"
"Arlend baru aja tidur, ada Daddy Kamu yang jagain," ucap Mommy Yumna.
Mommy Yumna hendak pergi ke kantin untuk membeli makan malam. Dia dan suaminya belum sempat makan malam karena Arlend yang terus saja merengek.
Namun saat melewati ruang IGD, Mommy Yumna tidak sengaja melihat putranya yang sedang menggendong seorang wanita.
"Maaf Mom, aku belum ketemu dengan wanita yang Mommy maksud. Aku akan temui dia nanti setelah tahu keadaan wanita yang ada di dalam," ucap Kellano penuh sesal.
Sebenarnya Kellano tidak bermaksud untuk mengesampingkan urusan putranya. Hanya saja, kondisi Azelva saat itu benar-benar sangat mengkhawatirkan membuat Kellano tidak tega membiarkan wanita itu sendirian.
"Bukannya wanita di dalam---"
"Bukan Mom."
Kellano buru-buru memotong ucapan Mommynya. Dia tidak ingin Mommy Yumna salah paham dan menganggap Azelva wanita yang dimaksudnya.
"Maksud Kamu apa?" Tanya Mommy Yumna. Wanita paruh baya itu mengernyitkan keningnya bingung. "Dia memang wanita yang Mommy maksud, Lan."
Kellano melebarkan bola matanya. Kalau Azelva benar-benar wanita yang Mommy Yumna maksud, itu artinya....
Jadi, Azel sudah menikah? Batin Kellano.
...----------------...
"Sepertinya Anda akan sulit untuk hamil kembali, Ibu Venya."
Deg
Ucapan dokter itu terdengar bak petir di siang bolong. Bagaimana mungkin semua ini bisa menimpanya? Dan bagaimana jika Zidan tahu ia tidak akan bisa hamil lagi? Berbagai ketakutan mulai menghantuinya. Venya tidak kuasa menahan tangisnya.
"Ini semua gara-gara Azel, kalau dia tidak mendorong ku, aku tidak akan pernah keguguran," ucap Venya di sela-sela isak tangisnya. Tangis wanita itu kian pecah saat bayang-bayang senyuman puas Azelva kembali terlintas di benaknya.
Venya melihat dengan jelas senyuman kepuasan di wajah Azelva saat wanita itu mendorongnya. Dan yang membuat Venya lebih sakit adalah Zidan membiarkan wanita itu pergi begitu saja setelah membuatnya terkapar di lantai.
"Maaf Ibu Venya, sebenarnya bukan itu penyebab Anda keguguran."
Sekilas dokter bisa menangkap, jika sebelumnya Venya mengalami insiden yang menyebabkannya pendarahan. Tapi sebenarnya bukan itu faktor penyebab utamanya.
"Maksud dokter, apa? Jelas-jelas saya keguguran karena wanita itu sengaja mendorong saya," ucap Venya histeris. Wanita itu tidak terima dengan praduga sang dokter.
Dokter tidak bermaksud membela wanita yang Venya bicarakan. Dokter juga tidak mengenal sosok wanita yang dimaksud Venya. Ia hanya menyampaikan dari kaca matanya sebagai seorang dokter.
"Begini Bu, sebenarnya tanpa ada dorongan dari wanita yang Anda sebut tadi pun, Anda akan tetap mengalami keguguran."
Venya mengernyitkan keningnya, ia tidak mengerti dengan ucapan dokter itu.
"Maksud Dokter?"
"Setelah saya periksa, ternyata Anda mengalami kehamilan ektopik."
Kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan) adalah kondisi darurat medis saat sel telur yang telah dibuahi tertanam di luar rahim, paling sering di tuba falopi, ovarium, atau perut. Janin tidak dapat berkembang normal dan berisiko merobek tuba falopi, menyebabkan pendarahan hebat yang mengancam nyawa.
"Kemungkinan penyebab terbesarnya adalah karena tindakan aborsi yang pernah Anda lakukan di masa lalu. Dan itu juga menyebabkan Anda kesulitan hamil kedepannya."
Tampaknya tindakan aborsi yang Venya lakukan dulu sangat berakibat fatal. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mendiagnosa jika Venya menderita peradangan panggul kronis.
Akibat radang panggul (PID) yang tidak diobati dapat serius, menyebabkan infertilitas (kemandulan), kehamilan ektopik (di luar rahim), nyeri panggul kronis, abses (kantung nanah) pada organ reproduksi, hingga sepsis, yang merupakan infeksi serius ke seluruh tubuh dan dapat mengancam jiwa. Kerusakan permanen pada rahim, tuba falopi, dan ovarium bisa terjadi karena jaringan parut yang terbentuk, terutama jika infeksi berulang.
Mas Zidan tidak boleh tahu masalah ini, gumam Venya dalam hati.
Ceklek
"Maaf, saya lama. Jadi, bagaimana keadaan Venya, Dokter?" Zidan duduk di samping Venya sambil menggenggam tangan wanita itu.
Zidan baru saja kembali setelah mengangkat panggilan dari seseorang. Pria itu merasa tidak enak karena terlalu lama meninggalkan Venya sendirian.
"Maaf Tuan, Ibu Venya..."
𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥
Tunggu tanggal mainnya. Hidup mu akan berakhir sebentar lagi....
Tapi aku setuju sama mama Yumna