NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Pembalasan Dendam Si Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Reinkarnasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: emmarisma

Queenza Celeste tidak pernah menyangka suami yang selama ini dia cintai, tega menduakan cintanya. Di detik terakhir hidupnya dia baru sadar jika selama ini Xavier hanya memanfaatkan dirinya saja untuk menghancurkan keluarganya. Saat Queenza terbangun kembali, dia memutuskan untuk membalas semuanya.

Bagaimana kisah selengkapnya? Simak kisahnya di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Kembali ke Rumah Lama

Pada akhirnya Queen tinggal di rumah Bryan selama tiga hari. Dia memutuskan untuk pulang ke rumah ayahnya sembari melihat-lihat situasi.

Meski agak berat melepaskan Queen, tetapi Bryan merasa dia tidak seharusnya menahan wanita itu. Toh, selama ini Queen sudah melakukan bagiannya dengan sangat baik.

"Kalau Ella rewel dan tidak mau susu pumping, kamu segera hubungi aku. Aku akan usahakan untuk datang."

"Baiklah. Hati-hati di jalan."

Queen pun segera pergi membawa Sofia dan pengasuh ke kediaman Celeste. Bryan menatap mobil yang perlahan menjauh dengan ekspresi rumit. Entah mengapa dia agak merasa berat melepas kepergian Queen.

Bryan menghela napas, sebelum akhirnya dia kembali ke perusahaan. Pria itu meski memiliki seorang putri, tetapi tetap saja tidak pernah meninggalkan pekerjaannya. Dia sering pulang kemarin karena Queen ada di rumah. Aneh memang, tetapi itu lah Bryan.

Pria itu sejak dulu tidak pernah memiliki ketertarikan pada makhluk bernama wanita. Namun, sejak pertemuannya dengan Queen untuk pertama kalinya, dia benar-benar terpesona.

Queen tiba di rumahnya dan disambut oleh kepala pelayan. "Nona, kenapa tuan Allan dan tuan Blake tidak memberitahu jika anda akan pulang? Nona, apa kabar?"

"Aku baik paman. Aku sengaja tidak menghubungi orang rumah karena aku ingin memberi kejutan pada mereka. Bagaimana kondisi papa beberapa hari terakhir?"

"Sejauh ini perkembangan tuan Allan sangat bagus. Batuknya sudah jarang. Mungkin sebentar lagi tuan akan segera sembuh."

Queen masuk ke dalam rumahnya. Ayah dan kakaknya sama sekali tidak tahu dia akan pulang. Saat kedua pria beda usia itu melihat Queen muncul, mereka kaget bukan main.

"Kamu pulang? Kenapa tidak memberitahu kami?" tanya tuan Allan.

"Aku sengaja memberi kalian kejutan."

Tuan Allan menggelengkan kepalanya. Queen mendekat dan mencium pipi ayahnya dan juga kakaknya. Baik tuan Allan dan Blake sangat menyukai sikap Queen yang sekarang. Mereka merasa jika Queen yang dulu telah kembali. Queen bergabung ikut sarapan, sementara Sofia dibawa pengasuhnya ke kamar.

"Bagaimana perkembangan masalahmu?" tanya Tuan Allan.

"Sejauh ini baik baik saja, Pah. Papa tenang saja."

"Jika kamu perlu bantuan, jangan sungkan untuk mengatakannya pada kami."

Queen tersenyum dan mengangguk. Ketika dia hendak duduk, Tuan Allan tiba-tiba menghentikannya. Dia berdiri dan memutari kursi. "Ada apa dengan wajahmu?"

"A_aku tidak apa-apa, Pah." Queen mendadak gugup. Dia lupa jika bekas pukulan di wajahnya masih membekas.

"Apakah Xavier memukulmu?" tanya Tuan Allan dengan ekspresi tegas. Orang tua mana yang akan diam saja melihat anaknya ditindas seperti ini.

Queen dan Blake sepakat untuk tidak memberitahu tuan Allan perihal rencana perampokan itu. Keduanya memiliki pemikiran yang sama. Tidak ingin membuat ayahnya cemas.

Queen dan Blake saling melempar tatapan. Blake seolah tahu jika adiknya ingin mendapat pembelaan darinya, tetapi Tuan Allan lebih tahu sifat kedua anak-anaknya.

"Jangan tutupi apapun dariku, Blake. Kamu selalu saja memanjakan Queen."

Blake menunduk menahan senyum. "Aku tidak akan menutupi apapun, Pah."

"Kalau begitu, katakan apa yang terjadi sebenarnya?"

"Queen merencanakan perampokan di rumahnya sendiri. Aku yang membantunya. Untuk wajahnya .... Queen hanya ingin totalitas dalam berakting. Jadi dia meminta asistenku untuk memukul wajahnya. Supaya polisi yakin jika Queen adalah korbannya."

Setelah Blake memberikan penjelasan, tiba-tiba suasana berubah hening. Tuan Allan menatap putrinya dengan mata yang memerah.

"Queen, kamu cukup bilang pada kami, apa yang ingin kamu lakukan pada Xavier. Papa bisa membuatnya hancur dalam seketika. Tidak perlu kamu sampai melakukan hal ini."

"Maafkan aku, Pah. Aku tidak bisa. Aku ingin membalas sendiri apa yang telah dia lakukan padaku dan Sofia. Aku ingin membuat dia menyesal. Membuat dia merasa bersalah telah menyakitiku."

Ekspresi wajah Queen tampak begitu dingin. Tuan Allan dan Blake menatap Queen dengan tatapan yang rumit.

"Ayo kita makan saja. Jangan pedulikan aku. Aku bisa mengurus masalahku sendiri."

Karena tak ingin membuat Queen merasa tidak nyaman, mereka akhirnya menghentikan percakapan. Mereka bertiga akhirnya bisa berkumpul lagi, tuan Allan tidak ingin merusak suasana yang sudah dua tahun tidak dia rasakan.

Ponsel Queen bergetar. Itu pesan dari petugas polisi wanita yang menemaninya kemarin. Dia meminta Queen untuk datang ke kantor polisi karena ada beberapa pertanyaan yang harus mereka tanyakan.

Queen langsung menanggapi pesan dari July. Selepas sarapan bersama dengan ayah dan kakaknya, Queen segera keluar. Awalnya tuan Allan ingin ikut mendampingi Queen. Akan tetapi Queen menolaknya. Dia menyarankan agar ayahnya menjaga Sofia saja. Tuan Allan pun tidak bisa menolak permintaan Queen. Bagi tuan Allan Queen dan cucunya adalah segala-galanya.

Queen meminta pada kepala pelayan menyiapkan mobil untuknya. Queen ingin mengendarai mobil sendiri agar dia leluasa jika ingin mampir ke beberapa tempat. Termasuk mendatangi Aldrich untuk menghitung uang perhiasannya kemarin.

Saat Queen tiba di kantor polisi, Petugas July sudah menunggunya. Queen menjabat tangan polisi wanita itu dengan gestur lembut. Dia memperlihatkan citra wanita lemah di depan orang luar.

"Nyonya Queen, bagaimana kondisi anda sekarang?"

"Sudah lebih baik, terima kasih atas perhatian anda nona July."

"Sama-sama, Nyonya Queen.

July lantas mengajak Queen masuk ke ruang penyidikan, di mana tadi Xavier juga diperiksa di sana.

" Nyonya Queen, apakah anda mengingat wajah pencurinya, atau mungkin ciri-ciri pencuri itu.

"Saya kurang memperhatikan. Mereka memakai penutup wajah. Saat itu saya terlalu panik karena saya khawatir mereka akan melukai putri saya."

Ekspresi wajah Queen terlihat seperti orang ketakutan. Petugas pun mengalihkan dia dengan pertanyaan yang lain. Lalu saat tiba pada pertanyaan mengenai Xavier. Queen berpura-pura terlihat canggung dan salah tingkah. Dia terlihat begitu natural seolah memang seperti ini kepribadiannya.

"Anda benar-benar tidak tahu kemana suami anda pergi saat itu?"

"Dia hanya mengirim pesan jika dia tidak akan pulang selama dua hari karena ada urusan pekerjaan. Saya tidak pernah bertanya kemana dia pergi, karena saya khawatir dia akan merasa saya terlalu cerewet."

Petugas yang mengelilingi Queen merasa iba pada perempuan ini. Dia sepertinya benar-benar dibodohi oleh Xavier. Mereka bisa menebak hubungan Xavier dengan Mia dari cara mereka memperlakukan satu sama lain.

Setelah sesi tanya jawab berakhir, Queen mengucapkan terima kasih sekali lagi pada petugas July.

Queen langsung memacu mobilnya menuju ke toko perhiasan milik Aldrich. Sebelumnya dia sudah menghubungi Aldrich.

Saat Queen masuk ke toko milik Aldrich dia langsung diarahkan ke dalam ruangan Aldrich.

Pria dengan postur kurus dan tinggi itu segera menyambut Queen.

"Bagaimana kabarmu, Cantik?"

"Ada apa dengan wajahmu itu? Apa yang terjadi padamu?"

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hihh udah gedeg rasanya sama pasangan ular ini/Hammer/
🇦 🇵 🇷 🇾👎
cpt hmpaskn mokondo tu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
💪💪💪💪💪💪moga lncr semua
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kebtln cincin ny sm bryan.. apakh....??
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat... Semoga rencana kalian berjalan dengan baik
Cindy
lanjut
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cieee ada yg udah nggak sabar nunggu status jandanya Queen ini mah🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh ngaca woii, ngaca/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Berasa kek anak kembar, jangan² benar lagi kalo mereka dari bibit cebong yg sama😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cihh bilang saja kamu sibuk dengan j4l4ng itu kan😏
Apthiana Devi
cerita nya selalu bagus2
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next ahhh🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mcm ank kmbr mog xan tmbh mnjd ank yg baik slig pengrtian
🇦 🇵 🇷 🇾👎
menjijikn x gy kau tu
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo status Queen sudah jelas, coba minta Bryan untuk menikahinya, kek😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Queen
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next kk
Dewi kunti
dinikahkan sama bpknya ellara saja😄😄😄😄
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!