NovelToon NovelToon
Kau Selingkuh, Ku Nikahi Suami Kakakmu

Kau Selingkuh, Ku Nikahi Suami Kakakmu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Menyembunyikan Identitas / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

🏆JUARA II LOMBA YAAW PERIODE 3 2025🏆

Anyelir Almera Galenka, tapi sudah sejak setahun yang lalu dia meninggalkan nama belakangnya. Wanita bertubuh tinggi dengan pinggang ramping yang kini tengah hamil 5 bulan itu rela menutupi identitasnya demi menikah dengan pria pujaan hatinya.

Gilang Pradipa seorang pria dari kalangan biasa, kakak tingkatnya waktu kuliah di kampus yang sama.

"Gilang, kapan kamu menikahi sahabatku. Katanya dia juga sedang hamil." Ucapan Kakaknya membuat Gilang melotot.

"Hussttt... Jangan bicara di sini."

"Kenapa kamu takut istrimu tahu? Bukankah itu akan lebih bagus, kalian tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi untuk menutupi hubungan kalian. Aku tidak mau ya, kamu hanya mempermainkan perasaan Zemira Adele. Kamu tahu, dia adalah perempuan terhormat yang punya keluarga terpandang. Jangan sampai orang tahu jika dia hamil di luar nikah."

Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mendengar semua pembicaraan itu.

"Baiklah, aku pasti akan ikuti permainan kalian semua."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Belajar Dari Pengalaman

"Apa yang kamu lakukan?" Teriak Mama Ambar ketika Gavin menyerangnya. Mereka berdua berebut sebuah pistol.

Dor

Tembakan terdengar lagi, tapi tidak mengenai siapa pun. Arrayan dan Anye tetap tidak terbangun, karena mereka sudah menghirup obat tidur yang tadi disemprotkan Gina.

Sementara Rizal ingin membekuk Gina yang membawa sebuah suntikan aneh.

"Jangan halangi aku, Arrayan dan Anye harus mati." Teriak Gina.

Rizal tidak mau mendengar, fokusnya hanya ingin mengambil suntikan itu. Tapi tangan Gina mencengkeram kuat. Jarum yang sudah dibuka itu terlihat runcing dan sangat berbahaya. Entah apa isi di dalamnya, yang jelas Rizal tidak ingin ada korban karena keserakahan Ibunya.

Sleeehhh...

Jleebbb...

Jarum suntik itu menancap di tangan Gina sendiri. Hening, semua orang mendadak diam. Tidak lama kemudian, Gina jatuh tersungkur dengan tubuh kejang-kejang.

"Gina..." Teriak Mama Ambar histeris.

"Kurang ajar, kamu membunuh Gina."

Mama Ambar marah, dia ingin melesatkan satu tembakan ke arah Rizal tapi Gavin berhasil menggagalkannya.

Dor...

Bruukkk...

Pistol itu terlempar, karena Gavin melemparkan sebuah buku tebal yang dia ambil dari atas meja dekat pintu kamar.

"Mas Rizal, ambil ponsel Mas Ray telepon Mas Vano sekarang." Ucap Gavin yang sedang memegang erat kedua tangan Mama Ambar.

"Lepas...sialan." Umpat Mama Ambar tapi tidak ada yang peduli.

Dug

Bruukkk...

Karena tidak ingin mendengar umpatan lagi, Rizal memukul tengkuk Mama Ambar hingga pingsan.

"Apa Mas Vano tidak mengangkat?"

"Sepertinya dia tidur, lagian ini sudah malam. Sebenarnya siapa mereka?"

"Mantan istri Mas Ray dan mantan Ibu mertuanya." Ucap Gavin.

"Tapi, kenapa mas Penghulu ada di rumah ini?" Tanya Gavin.

"Ceritanya panjang, besok pagi saja akan aku jelaskan." Ucap Rizal.

"Lalu bagaimana dengan kedua orang ini? Aku takut Mas, mereka juga tidak mungkin datang berdua. Pasti ada yang menunggu dan berjaga di lantai bawah." Ucap Gavih mulai merasakan kecemasan berlebih.

"Kamu tenangkan diri, jangan panik atau takut." Ucap Rizal menenangkan.

Tut

Tut

"Halo Mas Ray ada apa?" Suara Vano terdengar malas, mungkin dia sudah tidur.

"Aku Rizal, tolong datang dan panggil polisi. Ada dua orang wanita yang datang menyerang kami. Mas Rayan dan istrinya sedang pingsan karena terpengaruh obat bius."

"Baiklah, tunggu sebentar jangan lakukan apapun. Kunci kamar dari dalam."

Rizal menuruti perintah Vano dengan mengunci pintu kamar dari dalam. Benar saja, beberapa anak buah Bondan datang ingin membunuh mereka.

Bruk

Bruk

"Buka pintunya." Teriaknya.

"Gavin diam saja dan tenang, kita tunggu Vano." Ucap Rizal.

Beberapa saat kemudian, Vano datang bersama beberapa rekan polisi berpakaian preman. Mereka langsung membekuk pelaku.

"Rizal buka pintunya, ini aku." Suara Vano terdengar membuat lega.

"Akhirnya kamu datang, mana polisinya. Lihat Gina keracunan suntikannya sendiri. Sedangkan Ibunya aku yang pukul hingga pingsan. Mas Rayan dan Anye belum sadar juga, apa perlu dibawa ke Rumah Sakit?" Tanya Rizal jelas terlihat khawatir.

"Tidak perlu, aku bawakan Dokter."

"Pak, tolong bawa kedua penyusup ini. Mereka sudah banyak melakukan kejahatan. Nanti saya beri laporan resmi sekaligus bukti-bukti kejahatannya."

"Baik kami akan bawa pelaku langsung ke kantor. Terima kasih atas laporan tentang para pelaku."

Setelah para polisi membawa Mama Ambar dan Gina pergi, kini giliran Dokter segera memeriksa korban.

"Mereka tidak apa-apa, hanya terkena efek obat bius. Saya sudah menyuntikkan penawarnya." Ucap Dokter.

"Terima kasih banyak atas bantuannya." Ucap tulus Rizal pada dokter.

Setelah semua pergi, kini Vano menghubungi bodyguard yang kemarin ditugaskan.

Tut

Tut

Tut

"Rani... Rino... Kenapa kalian pulang, tidak tahukah jika rumah majikanmu disatroni penjahat."

"Cepat datang, atau aku pecat kalian berdua." Ucap Vano marah.

"Ini juga kenapa Anye menyuruh mereka pulang, rumah sebesar ini security hanya ada satu. Mana banyak musuh lagi, benar-benar ceroboh." Ucap Vano komat kamit.

Rizal dan Gavin diam melihat sahabat Anye terlihat marah. Tapi memang benar, mereka berdua ceroboh.

Beberapa jam setelah itu, di meja makan semua orang berkumpul.

"Kenapa kamu bisa ceroboh begitu? Andai Gavin dan Rizal tidak ada, apa kalian pikir nyawa kalian masih aman? Sok meminta Rani dan Rino pulang, padahal sudah tahu kalian sedang menjadi incaran para musuh. Bagaimana jika yang datang justru penjahat beneran?"

"Aku gak habis pikir, bisa-bisanya kalian santai tidak waspada. Ah... Sudahlah aku capek ngomel, tapi kalian sendiri begitu bodoh membiarkan penjahat datang menyatroni kalian. Apa sekarang kalian puas sudah mengganggu tidurku?" Omel Vano lagi.

"Maaf... Maafkan kami, aku tidak berfikir jauh. Karena aku pikir semua ini tidak mungkin terjadi."

"Tapi, buktinya terjadi, dan kalian hampir saja mati. Sedangkan misi kita masih panjang. Sekarang surat wasiat sudah ada di tangan kita. Kamu mau bagaimana? Mau langsung beri pengumuman pada publik atau diam menunggu mereka datang lalu membawa puluhan pembunuh bayaran? Jujur aku gak respect dengan kecerobohan kalian ini." Ucap Vano.

Arrayan dan Anye menunduk, Vano benar kecerobohan ini sangat memalukan. Padahal harusnya mereka sudah bisa belajar dari pengalaman. Kedua orang tua mereka pernah menjadi korban. Karena kecerobohan dan sikap kurang waspada yang mereka miliki selama hidupnya. Seharusnya dengan uang yang mereka miliki, bisa menyewa banyak bodyguard dan sistem keamanan berlapis.

Bukan malah menyuruh bodyguard yang hanya dua untuk pulang dulu. Meninggalkan rumah berukuran besar itu tanpa perlindungan. Sungguh penulis malu dengan para pembaca yang menyayangkan sikap Arrayan dan Anye ini. Ceroboh dan terkesan sedikit bodoh.

"Maaf Vano... Sekarang pulanglah dan lanjutkan tidurnya. Aku sangat menyesal. Nanti kita bahas masalah ini."

"Ya, aku pulang dulu. Rani dan Rino juga sudah datang."

Arrayan menatap Rizal dan Gavin yang duduk di sofa kamar dengan pandangan rumit. Ada rasa bersalah, ada penyesalan, juga kecanggungan.

"Maaf karena kecerobohan kami, kalian menjadi sasaran mereka. Terima kasih juga karena sudah sigap menolong." Ucap Arrayan sedikit merasa malu.

"Benar kata reader, kalau tidak ada kalian berdua kami sudah pindah alam. Rasanya malu sekali."

"Sudahlah Mas, tidak apa-apa. Namanya juga manusia, tempat salah dan khilaf. Asal jangan keterusan."

Rizal dan Gavin kembali ke kamarnya, rasanya tubuh mereka remuk. Ternyata meskipun tua, tenaga Mama Ambar ketika memberontak kuat juga.

Beberapa jam kemudian, pagi sudah kembali menyapa. Di ruang makan, semua orang tengah menyantap hidangan. Bukan Anye yang memasak, tapi Arrayan yang membuat semua makanan. Rumah milik Anye memang masih kosong, tidak ada pembantu atau para pekerja lain karena sudah lama kosong. Karena selama ini, Anye tinggal di rumahnya sendiri.

Rumah yang sudah dijual pasca perceraian, rumah yang dibangun dari hasil keringat tapi menjadi rumah neraka selama beberapa bulan terakhir. Sedangkan rumah yang sekarang ditempati adalah rumah milik keluarga Galenka. Anye baru tinggal beberapa hari, masih sibuk dengan menyusun rencana, hingga melupakan jika sebelum ditempati harus tersedia dulu petugas keamanan.

"Langsung saja ya, aku masih kesel karena kejadian tadi malam. Rizal katakan bagaimana kamu bisa mendapatkan surat wasiat palsu ini? Ada hubungan apa kamu dengan semua yang terjadi di keluarga Arrayan?" Tanya Vano menatap tajam.

"Aku anak hasil hubungan gelap antara Ibu Renata dengan Ayah Andhika." Ucap Rizal menundukkan kepalanya.

"Aki hadir karena perselingkuhan mereka, hubungan terlarang Ibuku dengan suami orang. Karena aku, akhirnya Ayah menikahi Ibu dan mengkhianati Nyonya Arimbi. Tapi, aku tidak serta merta mengambil kesempatan dalam kesempitan. Aku tidak menyukai perbuatan Ibu, dan Mas Arthur yang terkesan melakukan segalanya demi sebuah ambisi. Aku akan membantu Mas Rayan."

"Aku bisa menjadi saksi, jika surat wasiat ini palsu. Ditulis atas paksaan Ibu dan Mas Arthur, aku juga akan menjadi saksi bagaimana Ibu dengan tega membunuh suaminya sendiri demi harta. Untuk surat wasiat milik Nyonya Arimbi, ada padaku. Aku yang menyimpannya selama ini, supaya Ibuku tidak semakin serakah." Ucap Rizal.

"Jadi, kamu adikku? Adik satu ayah begitu?" Tanya ulang Arrayan.

"Benar, aku harap Mas Rayan menerimaku sebagai seorang saudara sedarah. Meskipun aku tahu, jika Ibuku penyebab kekacauan dalam hidup kalian."

"Baiklah, kalau begitu ikut aku ke kantor polisi. Kita harus tuntaskan masalah ini sesegera mungkin."

"Jadi, kalian berkumpul di sini?"

1
Robi Atin
Luar biasa
Erchapram: Terima kasih.
total 1 replies
Teh Yen
iya silahkan saja kamu skrng merasa Menang zemi nanti jangan kaget yah kalau pulang ke rmh ternyata suamimu sudah kere dan bukan CEO lagi hihii 🤭 aplg rmhnya sudha. dijual d tempati ornga lain.huuh engg kebayang deh marahnya mereka kaya apa cacing kepanasan. kali yah 😂😂😂
Teh Yen
Vano aj ketawa geli denger panggilan mesra arrayan ke Anye hihii
wah bagus dong Rayan jd punya tambahan bukti buat kasus perceraian nya yah
Teh Yen
jangan d minum.arrayan.bahaya itu
Teh Yen
Hamidun ank.c Jeremy kah atau ini akal busuk gina biar c jeremy Tidka meninggal kannya
Teh Yen
bener" zemi.perempuan murahan yah masa iya nawarin.tubuhnya kepetugas geledah hadeuuh astagfirullah 🙈
Teh Yen
itu lah kalau otaknya isinya kuda kuda an.mulu.huuh
Teh Yen
suka.bamhet Anye gercep smaa Sani main.cantik jd mereka engg curiga pdhl mah yah padahal hahaha
Teh Yen
hayo loh ketauan plng sana ke.rmh.yg udh engg ada kasurnya Gilang 🤭
Teh Yen
eh gila yah bener" pasangan ini astagfirullah 🙈
ternyata ibu smaa ank smaa aj yah pantesan engg d larang anknya selingkuh wong emknya jg smaa ternyata hadeuuh 🙈
Teh Yen
waduuuh ketauan lagi asik asik.pdhl ayo marah Anye usir mereka huuh klu aku marah udh tak pukul pake panci.tuh pala.mareka.berdua.
Teh Yen
aplg kalau nanti arrayan buka kedok ya kalau ternyata dia orang kaya bukan montir seperti yg dia blng pada.gina
Teh Yen
ide.ratna boleh jg yah kynya seru kalau sedikit memberi balas dendam pada.gilang.d zemi 😏 tp nanti yah setelah cerai saja tapi yah hehehe
Teh Yen
oh jadi gt critanya ,,berati Anye engg salah yah kan kamu yg janji sendiri waktu itu arrayan
yha kalau Memnag cinta yah perjuangkan lagi dong tp nanti tunggu Anye cerai dulu Napa hehe
Teh Yen
nah loh panik engg lu semua hahaha seru nih engg kebayang tuh muka" nahan marah d malunya hihii 😁
Teh Yen
kurang ajar tuh laki.mu.anye udh pecat aj lah ngapain ngurusin benalu jg dia engg tau diri huuh 😤
Teh Yen
woww ternyata KK iparnya bukan orang kere seperti yg mertua Anye blng yah dan apa Arya mencintai Anye benarkah ??? OMG
Teh Yen
ah syukurlah Vano bekerja dengan cepat trimakasih Vano
Teh Yen
apa engg ketar ketir tuh dua pengkhianat 😏
Teh Yen
nah kan pembalasan Anye d mulai siap siap.dah orang rmh ketir ketir semua hihii makin seru nih lanjut othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!