NovelToon NovelToon
Pedang Penakluk Langit

Pedang Penakluk Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: hakim2501

di Benua Roh Azure, kekuatan adalah segalanya. Ye Yuan, seorang murid luar dari Sekte Pedang Surgawi, ditakdirkan menjadi sampah seumur hidup karena Dantian-nya yang direbut kembali. Saat ia didorong ke dalam keputusasaan dan dibuang ke Lembah Kuburan Senjata, ia mendengar panggilan. Bukan dari pedang suci yang berkilauan, melainkan dari sebilah pedang besi hitam yang patah dan berkarat. Pedang itu bukan sekedar rongsokan; ia adalah pecahan dari "Penyegel Langit" yang dulu digunakan oleh Dewa Perang kuno untuk memenggal bintang. Dengan pedang patah di tangan, Ye Yuan bersumpah:"Jika Langit menindasku, akan kubelah Langit itu. Jika Dewa menghalangiku, akan kupatahkan leher Dewa itu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Api Roh Penempa Pedang

Panas.

Begitu kaki Ye Yuan menyentuh anak tangga terakhir dari tangga spiral itu, gelombang panas menyambutnya bukan seperti udara, melainkan seperti dinding fisik yang menabrak dada.

Ini bukan panas api biasa. Ini adalah Api Spiritual.

Ruangan bawah tanah ini tidak gelap seperti lantai-lantai sebelumnya. Sebaliknya, ruangan ini terang benderang, diterangi oleh danau lava yang mendidih di sekeliling sebuah pulau batu hitam kecil di tengahnya.

Di atas pulau batu itu, tidak ada peti mati raja atau tumpukan emas.

Hanya ada sebuah altar batu sederhana. Dan di atas altar itu, melayang sebuah nyala api berwarna biru muda sebesar kepalan tangan. Api itu tidak bergoyang tertiup angin; ia diam, tenang, namun memancarkan aura Niat Pedang yang begitu tajam hingga mata Ye Yuan terasa perih hanya dengan melihatnya.

[Api Pedang Bintang Dingin]

Jenis: Api Bumi Tingkat 3

Deskripsi: Api yang lahir dari inti meteorit es yang jatuh ke gunung berapi ribuan tahun lalu. Digunakan oleh Raja Pedang Langit untuk menempa senjata pusakanya.

"Jadi ini yang kau inginkan?" bisik Ye Yuan, menyentuh gagang pedang di punggungnya.

Pedang patah itu bergetar hebat. Kali ini bukan getaran lapar biasa, tapi getaran kerinduan. Seolah-olah pedang itu bertemu dengan saudara lamanya yang hilang.

ZING!

Pedang itu melesat keluar dari sarungnya, terbang mengelilingi Ye Yuan sekali, lalu meluncur lurus menuju altar di tengah danau lava.

Namun, saat pedang itu mendekati Api Bintang Dingin, semburan api biru mendadak membesar, membentuk dinding pelindung.

BOOM!

Pedang patah itu terpental mundur.

"Api itu memiliki kesadaran," Ye Yuan menyipitkan mata. "Dia menolak pedang yang rusak."

Ye Yuan melompat, menggunakan Langkah Hantu Asura untuk mendarat di pulau batu di tengah danau lava. Panas di sini membakar kulit. Rambut Ye Yuan mulai mengering dan keriting. Sepatu kainnya mulai berasap.

Dia menangkap gagang pedang patahnya yang terpental. Besinya panas membara.

"Kita ditolak, kawan," kata Ye Yuan sambil menyeringai liar. "Tapi sejak kapan kita peduli dengan penolakan?"

Ye Yuan menancapkan pedang patahnya ke tanah batu di depan altar. Dia duduk bersila di sebelahnya.

Dia tidak bisa membiarkan pedangnya menyerap api itu begitu saja. Dia harus membantu "menekan" api itu dengan Qi-nya sendiri. Dan untuk melakukan itu, dia butuh kekuatan yang lebih besar.

Ranah Pembentukan Fondasi.

Ye Yuan mengeluarkan semua Batu Roh yang dia dapatkan dari Liu Mang, Jagal Besi, dan para bandit. Totalnya hampir 800 butir Batu Roh. Dia menumpuknya di sekeliling tubuhnya seperti benteng kecil.

"Ini gila," pikir Ye Yuan. "Menerobos di tempat berbahaya seperti ini adalah tindakan bunuh diri. Jika gagal, aku akan meledak atau terbakar menjadi abu."

Tapi dia tidak punya pilihan. Di luar sana, musuh yang lebih kuat pasti sedang menuju ke sini. Dia harus menjadi kuat sekarang.

"Sutra Hati Pedang Asura... Putaran Kedua: Penempaan Fondasi Besi!"

Ye Yuan memejamkan mata.

CRACK! CRACK!

Ratusan Batu Roh di sekitarnya pecah serentak. Kabut Qi putih yang sangat pekat menyelimuti Ye Yuan, lalu diserap paksa ke dalam pori-porinya seperti badai yang masuk ke dalam botol kecil.

Rasa sakit yang luar biasa menghantam Ye Yuan.

Dantian-nya yang berisi gas Qi kini dipadatkan paksa menjadi cairan. Ini seperti meremas awan menjadi air. Tekanannya membuat perut Ye Yuan terasa mau pecah.

"Aaaargh!" Ye Yuan menggeram, darah merembes dari sudut bibirnya.

Di saat yang sama, pedang patah di depannya ikut bereaksi. Pedang itu bertindak sebagai konduktor. Ia menyerap sebagian Qi Ye Yuan, lalu memancarkannya ke arah Api Bintang Dingin.

Api biru itu marah. Ia menyemburkan lidah api ke arah Ye Yuan, mencoba membakar manusia lancang ini.

Namun, alih-alih menghindar, Ye Yuan membiarkan api itu membakar tubuhnya.

Sreeet... Cesss...

Kulitnya melepuh, lalu sembuh seketika oleh energi Batu Roh, lalu melepuh lagi. Siklus kehancuran dan regenerasi ini terjadi ratusan kali dalam satu menit.

[Tubuh Pedang Baja --> Tubuh Pedang Perunggu]

Tulang-tulang Ye Yuan yang putih perlahan berubah warna menjadi agak keemasan gelap. Kotoran-kotoran terakhir di tubuhnya dibakar habis oleh api biru itu.

Satu jam berlalu.

Dua jam.

Tumpukan Batu Roh sudah menjadi debu.

Di dalam tubuh Ye Yuan, di pusat Dantian-nya, sebuah "danau" kecil berisi cairan emas kemerahan akhirnya terbentuk sempurna.

Aura Ye Yuan meledak.

BOOM!

Gelombang kejut menyapu seluruh ruangan bawah tanah. Danau lava bergejolak.

Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat Satu!

Ye Yuan membuka matanya. Sepasang sinar ungu keemasan memancar keluar, menembus dinding api biru di depannya.

"Sekarang giliranmu," kata Ye Yuan pada pedangnya.

Dia mengulurkan tangan kanannya yang kini terlihat seperti dilapisi logam perunggu, mencengkeram Api Bintang Dingin itu langsung dengan tangan kosong!

"HISAP!"

Ye Yuan menyalurkan api itu ke dalam pedang patahnya.

Kali ini, api itu tidak bisa menolak. Kekuatan Pembentukan Fondasi Ye Yuan menekannya, memaksa roh api itu tunduk dan masuk ke dalam bilah pedang yang retak.

WUUUUUNG!

Pedang patah itu menjerit. Bukan jeritan sakit, tapi sorak sorai kemenangan.

Karat-karat tebal yang menutupi separuh badan pedang itu rontok seketika, jatuh seperti kerak lumpur kering.

Di bawah karat itu, terlihat logam hitam yang kini memiliki pola aliran sungai berwarna biru menyala. Dan yang paling menakjubkan... retakan besar di tengah pedang itu mulai menutup sedikit demi sedikit, meski belum sempurna. Ujung pedang yang patah itu kini diselimuti oleh aura pedang berwarna biru transparan yang bertindak sebagai "ujung phantom".

Pedang itu kini bukan lagi rongsokan. Itu adalah Senjata Roh Setengah Langkah (Half-Step Spirit Weapon).

Ye Yuan berdiri. Dia merasa tubuhnya ringan, namun penuh tenaga. Indra spiritualnya kini bisa menjangkau hingga 500 meter, menembus dinding batu.

Dia mengayunkan pedang barunya.

Sreeet!

Tanpa menggunakan Qi, tebasan biasa saja sudah membelah udara dan meninggalkan jejak es beku di lantai batu yang panas.

"Pedang Asura... Versi Dua," Ye Yuan tersenyum puas.

Namun, senyumnya tidak bertahan lama.

DUARRRRRR!

Suara ledakan raksasa terdengar dari atas—dari pintu masuk makam di permukaan tanah. Getarannya sampai ke ruangan bawah tanah ini, menjatuhkan debu dari langit-langit.

"SIAPA YANG MEMBUNUH PUTRAKU?!"

Teriakan itu penuh dengan Qi yang mengerikan, mengandung racun yang membuat udara bergetar. Suara itu menembus lapisan tanah, masuk ke telinga Ye Yuan.

Wajah Ye Yuan berubah serius.

"Dia datang."

Itu suara Tetua Ular Hijau. Kultivator Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat Tiga.

Dua tingkat di atas Ye Yuan yang baru saja menerobos.

Tetua itu pasti menggunakan teknik pelacak darah untuk menemukan lokasi kematian Liu Mang. Dan sekarang, dia sedang menghancurkan pintu masuk makam untuk masuk ke dalam.

Ye Yuan melihat ke sekeliling. Tidak ada jalan keluar lain selain tangga spiral tempat dia datang. Jalan itu sekarang sedang didatangi oleh monster tua yang marah.

"Baiklah," Ye Yuan memutar lehernya hingga berbunyi krak. "Aku baru saja naik tingkat. Pedangku baru saja ditempa. Apa gunanya kekuatan baru kalau tidak dipakai untuk memenggal kepala Tetua?"

Ye Yuan tidak bersembunyi.

Dia melompat naik ke tangga spiral, menuju permukaan.

Pertarungan pertama di Ranah Pembentukan Fondasi akan segera dimulai. Dan kali ini, Ye Yuan bukan lagi mangsa yang lari. Dia adalah penantang.

[Bersambung ke Bab 16]

1
Nanik S
pergi ke Benua Timur
Nanik S
Ronde dua pembantaian
Nanik S
Sial benar mereka berdua
Nanik S
apakah Ye Yuan dan Mu Bingyun bisa lolos dari mereka
Nanik S
Mu Bingyun peka sekali
Nanik S
Ye Yusn licin seperti belut
Nanik S
Bisakah Yuan selamat
Nanik S
Mu Bingyun... apakah Ye Chen akan pulang bersama Mu Bingyun
Nanik S
Kenapa tidak diambil cincin Komandan Zhu
Nanik S
Ye Chen.... jangan biarkan mereka membunuh Kakek Gu dan Jin Jinoi
Nanik S
Akirnya pedangnya yang patah kini telah utuh
Nanik S
Maaantap
Nanik S
Yuan ada saja.. ngakak main petak umpet di Neraka 🤣🤣🤣
Nanik S
Ternyata kota itu adalah Kuburan para Dewa dan Iblis
Nanik S
Perjalan baru di reruntuhan kuno
Nanik S
Harusnya menemui Tetua Mu
Nanik S
Mantap Tor... 👍👍👍
Nanik S
Semua masuk jebakan Yuan
Nanik S
Makin seru Tor
Nanik S
Shiiiip
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!