Chun Yi Seorang Dokter jenius sekaligus pembunuh bayaran yang tiada tandingannya. Akhirnya Dia harus mati mengenaskan di tangan keluarga pasien yang salah duga. Teman dekatnya yang sama-sama menjadi Dokter melakukan operasi jantung pada seorang pasien . Namun entah mengapa, malah membuat Si pasien meninggal Dunia, keluarga pasien tak Terima, dia mencari sang Dokter, tapi malah bertemu dengan Chun Yi Dan menusuk dadanya. Hingga mengenai jantung yang membuat Dia mati muda . Dan saat Dia terbangun lagi , Dia berada di tubuh seorang gadis yang terkenal buruk rupa serta bodoh . Yang memiliki nama hampir sana yaitu Song Chun Yi (lagu musim semi) . Dia di benci semua orang Karena Dia tidak memiliki bakat Dan tidak bisa berkultivasi. Dia berwajah buruk karena di wajahnya terdapat tanda lahir hitam besar di pipinya. Semua itu membuat dia di benci dan di kucilkan oleh keluarga maupun masyarakat . Bagaimana kisa selanjutnya si gadis Chun Yi ,Kita baca sam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERGI KE PASAR GELAP
Terlihat Yun Si Wang mendengarkan momongan Chun Yi yang berbicara sambil merapikan jarum akupuntur dan kotak obat yang dia ambil dari ruang Istana Biku.
Baik... Kakak mengerti. Kakak akan melakukan apa yang kau katakan. tapi kau masih akan melihat keadaan kakak Kan..? " Tanya Yun Si Wang . Mendengar Pertanyaan Yun Si Wang, Chun Yi tertawa pelan.
"Tentu saja kak... sebelum aku pergi ke Perguruan Tongyan aku pasti akan jerawat Kakak dan Paman ke dua... semoga sebelum aku masuk ke Perguruan, Kalian berdua sudah sembuh. Juga aku harap, aku bisa membantu Paman pertama... ucap Chun Yi
"Apakah kau akan menyembuhkan Ayahku juga.. " kalau aku bisa, pasti akan aku lakukan Kak.. kalian adalah keluargaku, keluarga dekatku. karena itu aku akan berusaha membantu kalian semampuku kak... " ucap Chun Yi.
"Trimakasih Dik... tanpa pertolonganmu, Kami taka akan bisa keluar dari masalah ini. Dan kami tidak tahu entah apa yang akan terjadi pada keluarga Yun tanpa kehadiranmu.. " ucap Yun Si Wang haru.
Setelah itu Chun Yi pamit akan kembali ke tempat tinggalnya terlebih dahulu. Dia berkeinginan melihat keadaan Paman keduanya nanti malam. Setelah ini Dia berkeingin berlatih meditasi terlebih dahulu sebelum nanti menemui sang Paman. Sebab nanti malan juga Dia ingin pergi ke Pasar Gelap untuk mencari Ramuan untuk sang Paman. Dengan melatih gerakan meringankan tubuhnya, Chun Yi berlari dengan cepat kearah tempat tinggalnya . tentu saja dalam beberapa menit saja, dia telah berada di depan Halaman tempat tinggalnya .
Sang Bibi yang melihat gerakan meringankan tubuh sang Anak asuh, membuat Bibi Mai kaget bukan main . Namun hatinya semakin bangga saat Dia melihat kekuatan Chun Yi semakin meningkat . setelah samoai di depan pintu, Chun Yi berpesan pada Bibi Mai untuk menjaga Rumah, karena dia akan masuk kekamar. Dan Bibi Mai tahu apa yang akan di lakukan Chun Yi.
"Bi.. tolong jaga Pintu rumah, jika ada yang datang padaku, katakan pada mereka kalau aku nanti sore akan menghadapi Kakek, hati ini aku akan berlatih barang sebentar..." ucap Chun Yi.
"Baik Tuan... sama akan menjaga rumah..." ucap Bibi Mai.
Setelah mengunci pintu, Chun Yi langsung masuk ke dalam ruang Istana Biku, dia mulia bermeditasi menyerap kekuatan Qi yang ada di dalam Ruang Istana Biku . di tempat ini kekuatan Qi memang sangat berlimpah, mungkin ini keistimewaan ruang Istana Biku . Tempat yang tenang namun penuh dengan kekuatan Qi. sangat baik untuk berlatih meditasi maupun ilmu kanuragan. . Chun Yi mulai duduk Lotus. Dan Salam sekejap saja dia telah tenggelam dalam meditasinya. Dan saat hari telah menjelang sore, terlihat Chun Yi keluar dari dalam rumah tinggalnya menuju rumah utama bersama Bibi Mai. Sesampainya di ruang utama, Dia bertemu dengan Bibi Kedua yang juga sedang berbicara dengan kakek dan Neneknya.
"Salam kakek, Salam Nenek, Salam Bibi ..." Sapa Chun Yi dengan Sopan. Sikap Chun Yi yang kalem dan Sopan membuat kakek dan Neneknya serta Sang Bibi sangat menyukai gadis cantik itu.
" Kau sudah datang.. Duduklah di dekat Kakek.." Ucap Tuan Tua Yun dengan penuh kasih sayang.
"Trimakasih Kakek .." ucap Chun Yi lalu berjalan mendekat kearah Sang Kakek. Dia duduk di dekat Kakek Yun degan sikap Sopan.
" Kakek merasa kekuatan batinmu semakin meningkat, Kakek bangga padamu Nak.. kakek yakin Cucu perempuan Kakek ini giat berlatih . tunggu... Sayang, Kakek melihat kekuatan mu kini sudah berada di tahap delapan awal ..? apakah kau baru mengalami terobosan lagi.. ?. " Tanya sang kakek dengan wajah heran saat melihat aura di tubuh Chun Yi .
"Benar Kek.. tadi siang Chun Yi mengalami terobosan menuju tahap delapan awal ... "Ucap Chun Yi.
"Kau ini.. Bagai mana bisa begitu cepat naik level... " Ucap Sang kakek heran.
"Mungkin kekuatan itu sudah ada di dalam tubuh Chun Yi kek. Karena terkunci maka kekuatan itu menumpuk di dalam tubuh Chun Yi. Dan saat segel terbuka, maka dengan cepat Chun Yi mengalami terobosan dengan cepat..." Ucap Chun Yi berdalih.
" Mungkin juga Nak.. Ya Dewa.. Cucu kakek benar- benar mendapat berkah dari Dewa " Ucap sang Kakek . Namun dalam hati Dia berkata.
"Apakah ini karena Cucuku memiliki tubuh suci... hingga kecerdasan dan kemampuan dia dalam ilmu beladiri sangat cepat...?!" ucap sang Kakek dalam hati .
" Kita harus bersyukur mendapatkan berkah ini Kek... Untung saja kita sudah menemukan Dan membawa Dia pulang.. " Ucap sang Nenek dengan wajah gembira.
" Chun Yi juga bersyukur bisa bertemu kalian semua Nek... " Ucap Chun Yi dengan sikap sopan dan terlihat gembira . Melihat Sikap sopan dan lembut Chun Yi, membuat ketiga Orang Dewasa tersebut semakin bangga Dan gembira menemukan Chun Yi .
"Bibi... Bagaimana keadaan Paman kedua...?" Tanya Chun Yi masih terlihat sangat sopan .
"Pamanmu dalam keadaan baik sayang.. Walaupun belum sadarkan diri, tapi wajahnya tidak terlalu pucat lagi . dia kini terlihat seperti sedang tidur saja. . "Ucap sang Bibi dengan wajah sedikit bahagia.
" Karena itu, Chun Yi akan mencoba mencari bahan obat untuk membuat Paman bisa sadar kembali , Walaupun masih belum bisa menghilangkan Racunnya. semoga saja Chun Yi cepat bisa menemukan bahan yang Chun Yi perlukan.. " Ucap Chun Yi.
" Semoga saja sayang... " Ucap sang Bibi dengan wajah terlihat sedikit gembira .
Tak lama keempat Kakak sepupunya juga datang untuk memberi salam pada kakek dan Nenek. Dan mereka larut dalam pembicaraan sebelum akhirnya pelayan mengatakan kalau makan malam telah siap. Setelah makan malam, Chun Yi dan sang Bibi segera keluar dari rumah utama untuk pergi menuju rumah kediaman Paman kedua. Chun Yi ingin melihat keadaan sang Paman sebelum Dia pergi ke pasar gelap. Setelah melihat keadaan sang Paman aman- aman saja, Chun Yi baru berpamitan pada sang Bibi. Setelah keluar dari Rumah kediaman Paman kedua, Chun Yi bersiap pergi ke pasar gelap. Dia berbuat akan mencari sendiri letak pasar gelap. Sekalian ingin melihat Tempat pelelangan yang ada di kota ini. Dia ingin menjual beberapa tanaman obat . Namun saat Dia hari keluar dari Rumah sang Paman, tiba-tiba Dia melihat Yun Baimin telah menunggu Dia keluar.
"Kakak kau ada do sini...?" tanya Chun Yi dengan wajahnya heran.
"Kau mau pergi.. ? kemana...biar kakak yang akan mengantarkan kamu....ucap Yun Baimin dengan tegas. Yun Baimin langsung Menduga sang adik akan pergi keluar, karena Dia melihat kelebatan Pengasuh Chun Yi.
"Aku ibgin pergi kepasar gelap Kak...apakah kau mau ikut..?" Tanya Chun Yi.
"Tentu saja. bukanlah aku sudah berkata kalau aku akan mengantarkan kamu kemanapun adik kecil kakak pergi..?" jawab Yun Baimin. Terlihat Chun Yo terdiam sambil menatap wajah sang Kakak yang terlihat berharap ikut.
"Baiklah Kakak boleh ikut,.. " ucap Chun Yi
Tentu saja Yun Baimin dengan gembira mengantarkan Chun Yi pergi ke pasar gelap. Dan akhirnya Chun Yi pergi ke pasar gelap bersama Yun Baimin dan Bibi Mai di dalam bayang- bayang .
Dan seperti di Kota Diran, Mereka pergi ke pasar gelap melalui jalan khusus. Ketika sampai di pasar gelap, Chun Yi Dan Yun Baimin segera memakai topeng binatangnya ternyata pasar gelap di ibukota lebih ramai dan lebih banyak Kios dan toko berdiri secara permanen. Membuat Chun Yi kaget sekaligus kagum. Ternyata keadaan kota besar pasar gelapnya juga bervariasi.
Mereka berdua dengan tenang berjalan menyusuri pasar gelap tersebut . dan di pasar gelap ini, ternyata ada panggung adu kekuatan. Dan tempatnya di sebuah gedung yang di jaga oleh beberapa orang Pria kejar dan kuat di depan pintu masuk. . Dan Untuk masuk kedalam gedung tersebut, ternyata harus memiliki kartu anggota. Dan kartu anggota bisa di beli doli loket yang berada di samping pintu masuk.
"Kau mau masuk kedalam.. ? " Tanya Yun Baimin.
"Tidak, lain kali saja kak.. aku masih harus mencari ramuan untuk menyembuhkan Paman kedua... " Ucap Chun Yi.
"Kalau begitu kita cari di apotik sekaligus rumah sakit di wilayah pasar gelap ini . ?" ucap Yun Baimin.
" Lo.. Memangnya di sini ada rumah sakit juga ..?" Tanya Chun Yi keheranan.
"Ada.. Malah tabib atau Dokternya sangat ahli. Namanya Tabib Xio Day.. Tabib Xio Day terkenal dengan tangan saktinya. Sebutan itu karena banyak pasien yang sembuh di tangannya. Hanya saja untuk mendapatkan perawatan dari Tabib ini, kami sangat sulit mendapatkannya . Yang aku dengar, dalam satu malam, Dia hanya mengobati tiga pasien saja. Setelah itu Dia akan menutup diri... " Ucap sang Kakak.
"Lo.. Memangnya tidak ada lagi pasien yang lain yang harus Dia tolong ... ?" Tanya Chun Yi.
"Dia tak perduli, setelah tiga orang, dia tak mau lagi menolong pasien lainnya..." ucap Yun Baimin menjelaskan.
"Gila....Katanya tabib atau Dokter sakti..kok caranya seperti itu...Kalau begitu cuma sedikit Dong pasiennya...?" Ucap Chun Yi kesal .
"Banyak... Banyak sekali pasiennya. Tapi Dia akan menolak pasien lain, jika Dia sudah mengobati tiga pasien, Dia tidak bisa di sogok atau di ancam dia tak perduli dengan bayaran, ataupun siapa pasien itu . Walaupun Dia orang kaya, sakti ataupun orang berpengaruh, kalau sudah tiga pasien yang dia obati, Dia akan menolak secara tegas pasien yang lain. " Ucap Yun Baimin.
"Begitu pintar kah Dia...? " Tanya Chun Yi.
" Yang kami tahu Dia Dokter terbaik di kota ini... " Jawab Yun Baimin.
"Apakah Kakek pernah memanggil Dia untuk mengobati Paman atau kakak kedua ...?" tanya Chun Yi.
"Sudah.. atas panggilan Kaisar. tapi Dia tidak bisa mengobati Atau membangunkan Paman kedua. ." Ucap Yun Baimin menjelaskan. Dan tanpa terasa langkah mereka telah sampai di tempat praktek Tuan Xio Day yang terkenal itu . Dan benar saja, di depan Klinik pengobatan tersebut , terlihat puluhan orang antri.
" Ini.. Kenapa banyak yang antri...? bukankah hanya tiga orang saja yang akan di periksa..." Tanya Chun Yi heran.
"Seperti inilah setiap hari di tempat ini. Mereka menunggu antrian untuk memeriksakan tubuh mereka. . ?" Ucap Yun Baimin.
"Lo. Bukannya Tuan Xio Day hanya mengambil tiga pasien setiap hari. Lalu kenapa Mereka antri di sini. ? " Tanya Chun Yi.
"Mereka berharap Tuan Xio Day Mau menambah Pemeriksaannya " Ucap Yun Baimin.
"Gila apakah di Ibukota tidak ada Dokter lain. Atau di Dokter Istana contohnya..?" Ucap Chun Yi...
" Tapi tidak sebaik Tuan Xio Day.. Dan di dalam sana masih ada dua tabib yang membantu. jika tuan Xio Day sudah tidak lagi menerima pasien, dan bagi mereka yang terpaksa harus berobat, Merekalah yang akhirnya menanganinya..."Ucap Yun Baimin menjelaskan .
"Laku bagaimana kita sekarang akan menemui beliau...? Apakah kita harus antri juga .. ?" Tanya Chun Yi
" Tidak. Kita kesini bukan untuk pemeriksaan atau berobat kita kesini untuk menanyakan atau membeli bahan obat . Kita bisa langsung menemui petugas yang jaga... " Ucap Yun Baimin.
Dan ternyata benar adanya. Mereka langsung di arahkan menuju ke arah toko kecil di dekat Klinik tersebut . Dan mereka langsung menuju rak obat yang tidak terlalu jauh dari pintu masuk. Di dalam apotik ini, hanya Ada dua orang yang Menjaga seorang kasir yang duduk agak di belakang etalase apotik. dan seorang Pelayanan Muda yang terlihat tenang namun seperti seseorang yang memiliki sikap sabar . Si kasir seorang Pria paruh baya yang memiliki wajah dingin. Sedangkan Sang Pelayan , seorang Pria remaja yang memiliki wajah ramah. Mereka tidak memakai topeng seperti orang - orang yang datang ke pasar gelap tersebut. Mungkin karena mereka sudah Terbiasa berada di tempat ini. Atau mungkin karena mereka penghuni toko obat ini. Jadi mereka merupakan orang yang di kecualikan. Dan saat Chun Yi melihat isi bahan obat di tempat itu, matanya berbinar gembira . Dia banyak melihat bahan obat langka di tempat ini. selain tanaman langka yang dia dapatkan di hutan Gelap di Kota Dira. Chun Yi merasa sangat gembira Melihat banyaknya tanaman obat langka di depannya . Dan saat pelayan melihat kedatangan mereka, Pria kuda itu segera mendekat dan bertanya dengan ramah.
"Maaf Pembeli yang terhormat... apakah Ada yang bisa kami bantu.. ? " Tanya Si pelayan muda tersebut dengan sikap ramah .
"Benar .. Apakah toko ini menjual akar bunga Mandra berumur ribuan tahun...? " Tanya Chun Yi dengan wajah berharap
"Akar bunga mandra ribuan tahun..?" Ulang Si pelayan membeo .
"Benar.. Apakah kalian Punya.. ? " Tanya Chun Yi lagi.
"Sebentar Nona.. Kami akan Tanya pada kasir terlebih dahulu. Ucap Sang Pelayan.
" Tunggu kak. Sekalian saja tanyakan pada beliau, apakah di sini mau membeli bahan obat , yaitu jamur Lingsi berumur ribuan tahun...? " Ucap Chun Yi. Karena Dia melihat bahan obat jamur Lingsi mereka hanya berumur sangat muda dia bisa melihat itu karena Lingsi yang mereka jual berwarna coklat yang tidak terlalu gelap. Beda dengan jamur Lingsi yang dia punya. Hampir semua jamur Lingsi yang Dia panen di hutan gelap, sudah sangat besar dan warnanya coklat tua . Dan jamur- jamur tersebut banyak dia tanam di ruang Istana Biku.
"Baik... Akan saya tanyakan Nona... " Ucap Pelayan tersebut. Dia terlihat berjalan mendekati kasir. Melihat sopannya pelayan tadi pada Sang kasir, Chun Yi menduga orang ini pasti yang bertanggung jawab pada toko obat ini.
Terlihat kekagetan di wajah Pria paruh baya tersebut saat pelayan tadi berbicara padanya. dan dia terlihat berdiri serta berjalan mendekat ke arah Chun Yi
"Maaf Nona... Apakah benar anda ingin menjual jamur Lingsi berumur ribuan tahun.. ? " Ucapnya dengan ramah
"Tentu saja tuan... Dan apakah bahan obat yang saya tanyakan ada. ? " Tanya Chun Yi.
"Ada, Ada.. Bahan itu tidak sembarangan kami dasar di sini. Dan Anda bisa membelinya. Tapi apakah anda punya banyak jamur Lingsi nya. ? Ucapnya lagi
" Ada. Anda butuh berapa. ! " Taya Chun Yi.
"Lebih baik kita berbicara di dalam saja Nona.. Dan anda bisa berbicara dengan Bos kami. Sebentar lagi Dokter Xio Day akan selesai menangani pasien. Jadi anda bisa berbicara dengan beliau . " Ucap Sang kasir
"baik kami akan menunggu.. " Ucap Chun Yi.
Dan mereka di bawa masuk kedalam rumah kecil yang ada di belakang tempat praktek Tabib atau Dokter Xio Day. Saat mereka melewati puluhan pasien, terlihat mereka menatap Chun Yi Dan Sang kakak dengan tatapan iri. Karena sikap Sang Pemilik toko terlihat sangat ramah pada Chun Yi. Mereka membawa Chun Yi dan Yun Baimin ke sebuah ruangan yang hanya berisi meja kerja dan juga meja kursi yang terlihat cukup baik.
" Silahkan Tuan dan Nona duduk dulu menunggu tuanku selesai dengan pasiennya. Sebentar lagi beliau sudah selesai..." Ucap Sang kasir dengan ramah.
"Trimakasih Tuan...kami akan menunggu. " Ucap Yun Baimin.
"Kalau begitu saya tinggal dulu..." Ucap Sang kasir,
" Baik, silahkan .." Ucap Yun Baimin lagi.
Mereka berdua duduk di dalam ruangan itu menunggu tabib Xio Day datang. . Tak lama kasir tadi kembali masuk sambil membawa Minuman dan Makanan kecil.
"Maaf kami hanya punya ini, kalian nikmati dulu makanan dan minuman ini sambil menunggu Tuan kami selesai bekerja.." ucap Sang Kasir ramah.
" Tidak usah repot - repot Tuan... Kami akan menunggu Tuan anda. Sebab kami butuh akar tanaman itu... " Ucap Chun Yi.
"Kami tahu... Ya sudah kami pergi dulu... " Ucap Pria paruh baya itu ramah
maaf udahan dulu ya...aku lanjut pada episode selanjutnya Aku ucapkan
SELAMAT TAHUN BARU 2026. SEMOGA DI TAHUN 2026 LANGKAH KITA SEMAKIN BAIK DAN APA YANG KITA HARAPKAN BISA TERKABULKAN
AMIN.
Bersambung.
jangan jangan yang menyebabkan para paman dan kakak Chun Yi kena racun juga karena ulah kelurga Sang.
waaah makin seru nih.
Ayo lanjut up lagi Thor...... semangat ya 💪